. . . . JOURNEY PART 2

JOURNEY PIC 2

Title : Journey

Cast : Bae Suzy, park jiyeon, jung soo jung, kang min hyuk, Kim Myung Soo, yoo seung ho

Other Cast : _¿_

Scriptwriter : bluebyta

Genre : friendship, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chaptered<!–more-NEXT->

 

NB : tulisan bercetak tebal adalah Myung Soo, tulisan bercetak miring adalah flashback

Disclaimer : cerita ini merupakan karya dan hak milik penulis akan tetapi tokoh dalam cerita merupakan milik orang tua dan agensi masing-masing. Tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan dalam penggunaan tokoh selain untuk cerita.

***

Sedari tadi bae yong won-ayah suzy- jung soo ran-ayah soo jung- dan park han jul-ayah jiyeon- terus saja mondar-mandir. Mereka seperti remaja yang sedang dalam pubertas. Sesekali berhenti mondar-mandir seperti memiliki ide tapi sedetik kemudian kembali dengan kebiasaan. Mereka tidak segera bicara satu sama lain dan menyelesaikan masalah.

Braaakkk…. semua pergerakan berhenti. Soo ran dan yong won memandang ke arah han jul. Lalu mata mereka beralih ke rak buku di samping han jul.

“apa? Aku tak sengaja menabraknya. Aku terlalu keras berpikir” ucap han jul

“YA. Kau membuyarkan konsentrasiku. Aku baru saja mau menemukan ide” teriak soo ran

“sudah kukatakan aku tak sengaja menabraknya. Ini kan hanya buku yang jatuh. Kenapa kau sangat ribut?”balas han jul

“bagaimana tidak. Aku hampir menemukan jalan keluar untuk putriku yang malang. Dan sekarang kau membuat putriku tetap terancam”

“YA. Kau pikir hanya putrimu saja? Kau pikir putriku tidak? Putriku yang berharga juga terancam” teriak han jul lebih keras

“argggg,,,,,aishhhh,,,,,aigoo. YA!! Bae yong won, tidak bisakah kau katakan sesuatu? Setidaknya kami butuh di lerai.” Kata soo ran

Yong won menatap soo ran dan han jul beberapa detik, kemudian angkat bicara “kalian mendebatkan hal yang tak penting. Berhentilah berdebat. Sebenarnya apa yang kalian pikirkan 30 menit terakhir?”

Soo ran dan han jul saling berpandangan “tentu saja mengenai putriku”jawab han jul

“itu sama saja mengirim putri kita ke neraka jika mereka bekerja dengan kim myungsoo. Kau seperti tak pernah bertemu myungsoo saja.” tambah soo ran

“aku tau putra keluarga kim itu tampan, cerdas dan kaya. Tapi apa putriku harus bekerja mengurusi remaja pubertas?” kata han jul tak habis pikir “bahkan usianya sudah tidak bisa dibilang remaja”

“dan lagi perilaku myungsoo yang sering berubah-ubah. Apa menurutmu bagus melihat putrimu pulang dengan luka di seluruh tubuh?” kata soo ran

“jadi kalian berpikir begitu?”tanya yong won

“eoh” jawab mereka bersamaan “kau tak berpikir hal yang sama? Lalu apa yang kau pikirkan?”

“hal itu bukan perkara rumit. Aku percaya kemampuan putriku. Aku juga yakin putri kalian bisa di andalkan dalam perkara seperti itu. Hanya saja aku berpikir, bagaimana kalau salah satu putri kita, terutama putriku, menyukainya atau menarik perhatiannya.”yong won menghela nafas berat sementara dua temannya diam sambil memikirkan apa yang dikatakan yong won.

Yong won melanjutkan bicaranya “jika hal itu terjadi pada putriku, masalah pertama adalah aku belum siap melepaskan putriku”

“nado”jawan soo ran dan han jul bersamaan

“masalah kedua adalah aku merasa myungsoo bukan orang yang bisa menjaga orang lain”

“nado”

“masalah ketiga adalah karena putriku besar tanpa ibunya”

ruangan hening cukup lama karena kalimat terakhir yang diungkapkan yong won

“putri kita tak ada satupun yang tumbuh dengan didampingi ibunya” kata han jul lirih “tapi putrimu berbeda. Istrimu meninggal sedangkan kami bercerai. Dia tumbuh jadi wanita yang kuat. Bahkan dia bisa jadi sandaran untuk putri kami. Lalu apa yang kau khawatirkan?”

Yong won hanya diam. Ia menghembuskan nafas berat sekali lagi “aku pergi dulu. Tiba-tiba saja aku sangat merindukan putriku”

Yong won keluar dari ruangan soo ran. Pikirannya dipusingkan dengan putrinya, perintah tuan kim dan perkataan dua sahabatnya barusan. Dia berhenti berjalan, menarik nafas panjang seolah oksigen di sekelilingnya benar-benar menipis kemudian menghembuskannya dengan berat “karena aku mengenal putriku lebih dari siapapun. Dia tidak setegar yang orang lain kira. Dia menjadi sandaran orang lain untuk menutupi kerapuhannya. Meski dia terlihat kuat di hadapan orang lain, juga didepanku. Tapi apakah seorang ayah bisa dibohongi.”ucapnya dalam hati

***

Sementara itu di apartemen suzy

Jam dinding hampir menunjuk pukul 8. Dua yeoja yang saat ini masih tidur lelap di satu ranjang mulai terusik karena seorang yeoja lain -jiyeon- yang mulai tak tau diri memakan banyak tempat saat tidur.

“ya jiyeon-ah singkirkan kakimu dari perutku” kata suzy dengan suara serak. Sedangkan jiyeon tetap tak bergeming

“jiyeon-ah tanganmu mencekik leherku” soo jung terbatuk saat jiyeon memeluk lehernya

“ya park jiyeon kakimu benar-benar berat” ucap suzy sambil menyingkirkan kaki jiyeon

“Aigoo,,,,Aigoo kalian benar benar mengganggu tidurku.”teriak jiyeon bangkit duduk kemudian mendorong kedua temannya hingga tersungkur di lantai kemudian kembali tidur

“ya park jiyeon” bentak suzy dan soo jung bersamaan. Sedangkan jiyeon sudah hilang ke alam mimpi

Soo jung geram “harus kita apakan dia?”

“bukankah mandi pagi sangat menyegarkan?”kata suzy sambil tersenyum miring

“ahhh. Itu benar”

Mereka berdua membuka pintu kamar mandi. Soo jung mengisi penuh air di bathup sedangkan suzy menggulung jiyeon di dalam selimut tebal. Mereka mengangkat jiyeon yang tidak sedikitpun terusik “astaga, sebenarnya dia tidur atau mati” ucap suzy

“hana…dul…..seit…” sesaat kemudian terdengar teriakan kencang jiyeon

“Ya! Kalian gila? Bagaimana kalau aku mati?” teriak jiyeon

“kau bahkan tidur seperti orang mati”seru soo jung

Jiyeon mendesis sebal kemudian menatap tajam kedua sahabatnya. Dia berjalan melewati kedua sahabatnya yang kemudian merasa tidak enak karena jiyeon sepertinya marah.

“jiyeon-ah kau marah eoh?” tanya suzy “jangan marah. Kami hanya bercanda”

Jiyeon yang telah tiba di pintu berkata dengan dingin “ani. Apa menurut kalian aku pantas marah?”

“jiyeon-ah maafkan kami” pinta soo jung dengan nada menyesal

Jiyeon menutup pintu kasar lalu menguncinya. Ia berbalik menghadap kedua sahabatnya “kubilang aku tidak marah. Kenapa kalian memasang wajah seperti itu”

“tapi kau tak tersenyum” kata suzy

“aigoo baiklah aku akan tersenyum” jiyeon menyeringai sambil berjalan mendekat sementara suzy dan soo jung mundur selangkah karena jiyeon terlihan sangat menyeramkan saat menyeringai. Jiyeon tersenyum sambil merentangkan tangannya mengajak kedua sahabatnya berpelukan. Suzy dan soo jung tanpa ragu memeluknya tapi jiyeon menjatuhkan dirinya beserta kedua sahabatnya hingga tercebur di bathup. Mereka bertiga bergelut di dalam bathup yang cukup luas. Tawa dan teriakan mereka benar-benar tanpa beban. “karena sudah di sini. Ayo mandi bersama” ucap jiyeon

Soo jung dan suzy memicingkan matanya sambil tersenyum geli “call” ucap soo jung dan suzy bersamaan

***

Aku kembali ke korea setelah sekian lama. Rasanya korea banyak berubah. Atau mungkin hanya perasaanku saja karena aku terlalu bahagia. Seharusnya aku mengajak min hyuk pulang ke korea juga. Tujuan pertamaku setelah tiba di korea adalah seung ho. Karena min hyuk tak bersamaku, mungkin akan sangat membosankan tinggal di korea. Jadi aku harus mencari seung ho.

Seung ho tak banyak berubah. Aku berdiri di sini, bangunan seperti gudang yang sejak dulu selalu jadi surga bagi seung ho. Melihat salah satu sahabatku berkutat dengan mobil yang sedang ia sukai saat ini. terkadang aku berpikir seung ho adalah orang yang bodoh karena memilih berkutat sendirian dengan mobil-mobil kesayangannya. Tapi di saat yang lain aku merasa iri padanya karena dia bisa dengan jelas melihat kebahagiaan di depannya.

Seung ho, yoo seung ho, putra orang kaya yang miskin tapi kaya. Bisnis keluarga yang ia teruskan tetap berjalan tanpa ia harus kerja keras, itu berita gembira. Tapi dia sendiri di dunia yang luas ini, itu berita sedih. Tapi dia terlihat tetap bahagia dengan mengurus mobil-mobilnya. Haaah,,,Setidaknya aku masih punya ayah.

“YA! Yoo Seung ho. Kau masih saja betah berada di gudang ini” ucapku

Seung ho yang sedari tadi tak menyadari kehadiranku menatapku heran. Aigoo bajingan itu nampaknya lupa padaku “apa aku mengenalmu” ucapnya

“YA!! Kau melupakanku?”

“aniya. Aku rasa aku tidak mengenalmu”

“berhentilah berpura-pura. Kau selalu jadi yang terpayah saat menipu orang lain. Kalau kau tak mengenalku kau tak akan menggunakan banmal”

“aigoo,,, aku ketahuan rupanya” katanya sambil memelukku “bagaimana kabarmu? kim myungsoo?”

“seperti yang kau lihat. Apa sekarang kau menganggapku orang asing? Jangan panggil aku seperti itu. Apa ini mobil baru. Masih sangat bersinar dan cepat”

“bingo. Aku baru mendapatkannya 2 hari yang lalu. Dia sangat cepat dan bersinar.” Katanya penuh semangat. Kenapa seperti ada lampu di wajahnya setiap membicarakan mobil

“apa lagi yang mau kau lakukan padanya. Dia sudah sangat cepat” kataku sambil melihat-lihat mobil baru seung ho

“memang. Tapi sayangnya yoo seung ho bisa membuatnya lebih cepat lagi. Dan, tidakkah kau merasa kuning bukan selera namja?”

“terserah katamu saja. Bisa aku pinjam mobilmu? Aku butuh mobil yang keren untuk ke kantor besok”

“kau? Ke kantor soo-ah? Yang benar saja. Apa yang akan kau lakukan di sana?” tanyanya heran

“menurutmu apa yang dilakukan orang dikantor? Aku akan menggantikan ahboji bekerja”

“yang benar saja” seung ho tertawa. Kalau dia bukan temanku akan ku tendang bokongnya

“apa yang salah dengan aku menggantikan ahboji? Aku hanya perlu duduk dan tanda tangan kemudian uang akan datang sendiri padaku”

Kali ini dia berhenti tertawa. Melihatku seperti mempertimbangkan pelamar kerja. Lagi, dia tersenyum mengejek sambil mengacungkan obeng “lihatlah pemikiranmu itu. Perusahaan itu akan jadi apa nanti. Bisa-bisa kim corp bangkrut dalam sehari”

Dia menyebalkan. Kenapa orang sepertinya bisa jadi temanku “bangkrut kepalamu. Neo jinjja. Kau bukan temanku”

“aigoo. Kau marah? Marahlah. Aku tak akan pinjamkan mobil”

“YA!! Kenapa begitu?” dia benar-benar tidak adil “seung ho-ah pinjami aku ne”

“shiero”

“seung ho-ah jebal. Kau temanku ani sahabat terbaikku.”

“jinjja?”

“eoh”

“mana yang lebih baik antara aku dan min hyuk?”

Itu pertanyaan mudah “min hyuk”

“YA!!! Orang macam apa kau ini. Setidaknya kau bisa berbohong bahwa aku lebih baik”

“aku bukan orang yang suka berbohong. Mobil seung ho-ah. Pinjami aku”

“arra. Berhentilah merengek. Kau akan dapatkan 1. Apa kau suka magenta? Aku punya 1 yang berwarna magenta. Memang terlalu cepat untuk seorang pekerja kantoran. Tapi ambil saja yang itu”

“assa”

***

Sudah 15 menit Yong won berdiri di depan apartemen putrinya, tapi tidak ada yang membukakan pintu meski ia menekan bel puluhan kali. Ponsel putrinya juga tidak aktif. Saat ia memutuskan untuk pulang pintu apartemen terbuka

“eoh, appa” seru soo jung “masuklah appa. Suzy dan jiyeon baru selesai mandi”

Suzy, jiyeon dan soo jung memang selalu memanggil yong won, soo ran dan han jul dengan sebutan appa. Mereka memiliki 3 ayah yang sama-sama mereka cintai. Tak ada perlakuan berbeda. Benar-benar seperti anak dan orang tua kandung.

Yong won menunggu sambil melihat-lihat dapur “dia mirip eommanya. Benar-benar mirip”

“appa!” Seru suzy sambil memeluk ayahnya “nan bogoshipo”

“nado. Kau baru selesai mandi? Apa kalian mandi bertiga lagi?”

“ne” jawab suzy sambil tersenyum lebar

“aigoo, kalian bahkan sudah pantas bersuami, tapi masih saja mandi bersama” ucap yong won sambil berjalan menghampiri jiyeon. Terdengar kepahitan dari nada suara yong won

“andwae appa. Aku belum ingin menikah. Apa kau mau putrimu menikah? Jangan ijinkan aku menikah dulu appa.” Ucap suzy. Yong won hanya tersenyum, senyuman lega.

Jiyeon yang mendengar beberapa ucapan suzy angkat bicara “suzy akan menikah appa? Aku akan jadi pengiring tercantiknya jika dia menikah”

“jinjja. Suzy akan menikah? Kapan? Dengan siapa appa?” tanya soo jung yang baru keluar kamar “YA. Kenapa kau tak cerita padaku kalau punya namjacingu?”

“tenanglah soo jung-ah, suzy belum akan menikah. Jiyeon kau membuat suasana memanas”ucap yong won

“tapi jika kalian berdua menikah, aku yang akan buatkan gaun. Eotte?”

“call” jawab jiyeon dan suzy

“aku ingin mengatakan sesuatu”ucap yong won mengambil perhatian “mulai besok, kalian bertiga akan bekerja di perusahaan pusat. Kalian bertiga akan menjadi sekertaris kim myungsoo. Dia putra dari tuan kim hae soo”

“jinjja?” jawab mereka bersamaan “aaaaahhhhh” jeritan ketiganya memekakan telinga “kami akan sekantor appa?”tanya soo jung meyakinkan diri “kita bisa makan siang bersama dan tak perlu keluar kantor. Bagaimana kalau kita minta di tempatkan di lantai yang sama?” seru jiyeon “bolehkah appa? Boleh?” tanya suzy

“kalian bahkan akan ada si satu ruangan yang sama” dan jawaban itu disambut dengan sorak sorai oleh ketiga yeoja disana

“aku harap kalian baik-baik saja di sana” lirih yong won

TBC

 

 

 

 

Advertisements

33 thoughts on “. . . . JOURNEY PART 2

  1. Aigo ketiga yeoja itu. oalah aku melupakan seungho. Iya ama jiyi aja
    hoho myungie astaga dikira ngasih tanda tangan itu boleh asal. Aigoo

    Like

  2. Ada apa memang dengan kim myungso itu. Kenapa appa mereka pada histeris gitu. 3 yoja itu kesenangan bekerja di t4 yg sama.

    Like

  3. ish..sujisoojungjiyeon snang bnget krja ama myungsoo,gk tau aja gmana dan apa yg akan terjadi…ck..ck,next dtunggu thor,mian dipart 1 lupa comment,sbnarnya aku mau comment emangnya gmana sih prilaku myung yg berubah2 itu(kata appadeul)???

    Like

  4. Mereka bertiga memang selalu bersama dan sangat dekat, pantas aja ga bisa dipisahkan 🙂
    Suka sama ceritanya, selain itu castnya jg mendukung, jd semakin menarik 🙂

    Like

  5. Myung dah mo mlai keja. Apa reaksi ktiga yongja itu setelah jd skertaris myung. Br diblang appa suzy keja breng dah bersorak n t4’y satu ruangan

    Like

  6. Disini sifat myungsoo beda yah dari sifat”nya yg di ff lain, disini dia kelihatan lebih friendly dan ramah pdhal biasanya kan sosok myung itu digambarkan sbagai pria yg dinging jutek cuek dsb gitu heheh
    Ini ff myungzykah?? Masih belum kebayang bagaimana jdinya jika ketiga yeoja itu jadi skertaris myung…hummm lanjut ke part selanjutnya yaa

    Like

  7. Aigoo, Myung dan pemikiranx tentang perusahaan benar2 deh.
    Bakalan seru kayaknya Myung bakalan dapat sekertaris 3 yeoja cantik.

    Like

  8. aigoo ketiga appa ini sedang mengkhawatirkan putri2nya yg sebentar lg akan menghadapi atasan bernama kim myungsoo tapi ketiga nona itu malah senang senang aja karena akan ditempatkan dikantor dan diruangan yg sama…

    Like

  9. Mreka bertigaa senwng bgt padahal appa mreka idah frustasi beraat..
    Hahahaa
    Gimana pertemuannya sama myung inii ?
    Pasti seruuu

    Like

  10. Aigoo myungsoo parah banget masa mau asal tanda tangan aja,.bisa2 lgsung bangkrut tuh perusahaannya …pantes klo dia butuh 3 sekertaris sekaligus

    Like

  11. Jadi mereka bertiga sdah tdak hdup bersama dengan omma mereka? Terlebh suzy yg sdah di tinggal selama2nya oleh ommanya :(… Tpi untunglah mereka betiga bisa mengisi kekosongan masing2 🙂 persahabatan mereka menyenangkan bukan?;) apalagi appa mereka jga bershabat… oh iya mereka bertiga blm pernah ketemu langsung dengan kim myungsoo yah?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s