. . . . JOURNEY PART 4

JOURNEY PIC 2

Title : Journey

Cast : Bae Suzy, park jiyeon, jung soo jung, kang min hyuk, Kim Myung Soo, yoo seung ho

Other Cast : _¿_

Scriptwriter : bluebyta

Genre : friendship, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chaptered

 

NB : tulisan bercetak tebal adalah Myung Soo, tulisan bercetak miring adalah flashback

Disclaimer : cerita ini merupakan karya dan hak milik penulis akan tetapi tokoh dalam cerita merupakan milik orang tua dan agensi masing-masing. Tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan dalam penggunaan tokoh selain untuk cerita.

***

Suzy, jiyeon dan soo jung tiba di kantor 10 menit sebelum jam makan siang. Soo jung yang selalu saja bertugas mengemudi karena suzy yang selalu histeris tiap jiyeon yang mengemudi membuka bagasi belakang dan mengambil tumpukan dokumen. Sementara jiyeon yang duduk di samping kursi pengemudi bergegas turun dan membukakan pintu belakang untuk suzy kemudian membantu soo jung membawa dokumen. Sedangkan suzy masih kesulitan keluar karena harus membawa makanan untuk myungsoo sementara kakinya terkilir

“sudah kubilang seharusnya kau tak usah ke kantor” ucap jiyeon sambil membantu suzy keluar “dan seharusnya jangan pakai high heels. Lepaskan saja sepatumu”

“andwae, dia tidak bisa melepaskan sepatunya. Itu akan membuat penampilannya buruk”sahut soo jung

“memangnya mana yang lebih penting? Kesehatan temanmu atau penampilannya?” jawab jiyeon jengkel

“keduanya” kata soo jung sambil mengambil alih dokumen yang dibawa jiyeon dan kotak makanan yang dibawa suzy “bantulah suzy berjalan, aku akan membawa ini duluan” tambahnya “aigoo ini benar-benar berat” kata soo jung setengah berbisik sambil melangkah pergi.

“aigoo, orang macam apa dia itu. Soo jung sudah pergi. Lepaskan saja sepatumu”

“aku baik-baik saja jiyeon-ah. Aku akan terlihat aneh jika ke kantor tanpa sepatu.”

Jiyeon mendengus sebal “kau sama saja dengannya”

Suzy hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya “lebih baik kau bantu aku berjalan”

Jiyeon membantu suzy yang dengan susah payah berjalan. Mereka sampai di lift dan itu cukup melegakan karena suzy merasa kakinya makin nyeri. Suzy mengingat apa yang baru saja terjadi. Bagaimana bisa seorang sekertaris sepertinya dan dua sahabatnya harus patuh pada seorang kim diluar urusan kantor. Suzy bahkan tak kekurangan uang, jadi alasan apa yang membuat dia harus mematuhi seorang kim. Kalau saja baru 2 atau 3 bulan suzy bekerja di kim corp dia akan berhenti sekarang juga.

“gwaenchanha?” tanya jiyeon

“ani”

“apa itu sangat sakit? Lebih baik kita ke rumah sakit dulu”

Suzy memandang jiyeon “bukan itu maksudku. Mengenai myungsoo.”

“bahkan itu hanya terdengar seperti lelucon”jawab jiyeon tanpa menoleh

“jiyeon-ah, apa kau pernah melihat seorang kim hae soo main-main atau bercanda? Bahkan kali ini dia mengorbankan perusahaannya”

Jiyeon balas menatap suzy lalu tersenyum remeh “aku tak berpikir begitu. Dia tak bodoh suzy-ah. Dia tak mengorbankan perusahaannya sama sekali. Karena itulah dia meminta kita ikut campur dalam urusan ini. aku yakin dia sudah bicara pada appa sebelumnya”

Suzy menundukkan kepalnya dalam “aku tau jiyeon-ah, aku tau itu. Dan aku tau kita sedang jadi boneka dalam ceritanya. Tidakkah kau sadar kita sedang dimanfaatkan sedangkan kita tak diuntungkan. Kim hae soo, dia melanggar apa yang dia ajarkan” batin suzy

***

Pukul 9 malam. Myungsoo sedang memegang kemudi Lotus Evora berwarna hitam dengan perpaduan kuning cerah milik jiyeon. Mereka baru saja selesai mempelajari dokumen perusahaan dan sedang dalam perjalanan mengantar myungsoo pulang.

“lain kali bawalah mobil sendiri” suara ketus jiyeon yang duduk di samping myungsoo memecah keheningan

“aku akan melakukannya tanpa kau minta” jawab myungsoo tak kalah ketus

Lotus Evora itu berhenti tepat di depan rumah myungsoo. Tanpa bicara apapun myungsoo keluar dari mobil dan masuk ke halaman rumahnya.

“Ya! Apa dia manusia? Dasar tak tau terima kasih” dumel jiyeon yang akhirnya mengambil alih kemudi. Tak seperti biasa, tidak ada omelan dari suzy karena jiyeon yang akan menyetir.

“soo jung-ah apa suzy tidur?”

Soo jung menoleh ke arah suzy yang sedari tadi menutup matanya “sepertinya begitu”

“apa tidak papa jika aku yang menyetir?”

“gwaenchana. Dia tak akan sadar” Jawab jiyeon

“andwae” tiba-tiba suzy menyela “kemudikan saja mobilnya, dan aku tak akan memasak satu bulan” ancam suzy. Suaranya terdengar berbeda. Seperti orang yang menahan sakit.

“suzy-ah neo gwaenchana? Apa kau sakit? Apa kau sedang datang bulan?” tanya soo jung

Suzy membuka matanya “gwaenchana soo jung-ah. Lebih baik kita pulang dan istirahat”

Jiyeon yang merasa ada yang tidak beres mengamati suzy dengan teliti, dan “michin yeoja” gumam jiyeon yang kemudian disambut tatapan bingung soo jung. Tanpa memperdulikan ancaman suzy jiyeon buru-buru menginjak gas dan melaju dengan kecepatan tinggi “aku akan makan diluar untuk sebulan kedepan. Dasar bodoh. Bagaimana kau bisa bertahan dengan kaki bengkak dan biru seperti itu”

Suzy yang mendengar ucapan jiyeon hanya diam sambil sesekali berdesis menahan sakit di kakinya. Sedangkan soo jung “omona suzy-ah, kenapa kakimu bisa begini. Seharusnya kita langsung ke rumah sakit tadi. Soo jung pabo harusnya aku membiarkanmu melepaskan sepatumu”

“gwaenchana soo jung-ah. Ini tidak terlalu sakit”

“pabo” bisik jiyeon

***

Myungsoo masuk ke dalam rumah dengan tidak bersemangat. Sedangkan di ruang tamu hae soo sedang menunggu putranya pulang. Myungsoo yang melihat ayahnya belum tidur mendadak bersemangat. Bukan semangat yang sebenarnya. Hanya untuk membuat ayahnya senang.

“soo-ah kau sudah pulang? Kau terlihat bersemangat meski lembur kerja” kata hae soo sambil tersenyum senang

“ne ahboji” jawab myungsoo dengan senyum yang dibuat setulus mungkin “sudah pulang? Yang benar saja. Harusnya ahboji bertanya kenapa aku baru pulang” dumel myungsoo dalam hati

“ini hari pertamamu dan kau sudah lembur. Kau pasti sangat senang bekerja. Tapi lihatlah, kau seperti orang yang kekurangan sinar matahari”

Kali ini myungsoo benar-benar tak bisa menunjukkan senyum tulus tapi masih saja dia mencoba tersenyum. Dan hasilnya semacam seringai tapi begitu menyedihkan tergurat di wajah myungsoo “ne ahboji. Banyak yang harus kupelajari. Dan lagi seharian ini aku hanya berada di ruanganku”

“ahh jadi begitu. Bukankah disana ada jendela dengan kaca yang besar. Jangan hanya menutupnya”

“n,,,ne ahboji. Kalau begitu aku akan ke kamar dulu. Ahhh, ahboji aku akan menggunakan mobil seung ho untuk ke kantor besok”

Hae soo mengeryitkan dahinya “seung ho?”

“ne”

“kapan anak itu akan mengurus perusahaannya dengan sungguh-sungguh. Sahamku tak berkembang di sana” Hae soo tampak berpikir. Memikirkan permintaan putranya. Cukup lama hingga akhirnya “baiklah. Pergilah istirahat dan pastikan kau siap ke kantor sebelum pukul 6”

***

Soo jung membantu suzy turun dari mobil. Sementara jiyeon merentangkan tangannya karena kelelahan. Baru kali ini jiyeon berkendara dengan kecepatan rata-rata. Jiyeon yang mengikuti soo jung dan suzy dari belakang terus saja melihat ke arah kaki suzy yang di gips. Dia tak habis pikir bagaimana suzy bisa menahan sakitnya lebih dari 5 jam padahal tulangnya retak.

Flashback

“apa kita benar-benar akan membeli kopi? Tidak biasanya kau pergi saat jam kerja. Apalagi hanya untuk beli kopi” tanya soo jung

“tentu saja tidak soo jung-ah” jawab jiyeon

“lalu?”

“molla” jawab jiyeon enteng

“jangan menjawab kalau tak tau” omel soo jung

“appa mengirim pesan, dia bilang tuan kim ingin menemui kita.”

“mwoya? Apa masalahnya?” tanya soo jung

“mungkin tentang kim myungsoo” jawab jiyeon

Restaurant

Suzy, jiyeon dan soo jung tiba di restaurant yang diberitahukan ayahnya. Tidak terlalu besar, hanya restaurant sedang yang sederhana tapi terlihat begitu nyaman dan mewah. Restaurant tiga lantai dengan dominasi kayu sebagai penyokong. Mereka bertiga dipersilahkan naik ke lantai dua menemui pria yang benar-benar tak muda lagi, kim hae soo.

“kalian sudah tiba” kata hae soo “duduklah disini” ucapnya mempersilahkan ketiga tamunya

Suzy, soo jung dan jiyeon membungkukkan badannya kemudian duduk di hadapan hae soo. Suasana benar-benar tak nyaman. Jiyeon yang menganggap semua sebagai lelucon merasa tak senang harus mengurus kim myungsoo. Suzy yang sedari awal sudah sedikit membaca apa rencana kim hae soo mencoba memikirkan apa lagi rencananya kali ini. sedangkan soo jung yang tak bisa membaca suasana mencoba duduk dengan nyaman meski atmosfer di sekelilingnya terasa aneh.

Kim hae soo yang sedari tadi tersenyum akhirnya membuka pembicaraan “jadi tujuanku memanggil kalian kesini” ucapnya tanpa basa-basi “aku ingin meminta bantuan kalian. Seperti yang kalian tau. Kim myungsoo, putraku, baru saja menggantikan posisiku di perusahaan. Dan aku mengakui bahwa putraku masih kekanak-kanakan”

“itu benar” sela jiyeon yang kemudian mendapat tatapan tajam dari suzy dan soo jung

Hae soo hanya tertawa “kelihatannya putraku sudah berulah. Aku ingin kalian membantuku agar putraku bisa berpikir dewasa. untuk menjadi dewasa dia harus dihadapkan dengan banyak masalah. Sejak kecil dia terbiasa hidup mudah. Jadi aku mau dia memiliki banyak masalah mulai hari ini. bukankah hal yang mudah bagi kalian membuat masalah untuk putraku. Kudengar kalian benar-benar cerdas.”

Jiyeon tersenyum. Dalam kepalanya sudah bermunculan berbagai hal untuk membuat myungsoo berada dalam masalah. Sementara suzy berpikir sejenak keudian angkat bicara “tapi kedewasaan itu butuh proses yang lama. Kami tidak bisa membantu selama itu”

“kalian tau? Aku sebenarnya mengenali pemikiran putraku. Dia tak akan dewasa selama itu. Ahh atau aku akan membantu kalian menyiapkan rencana.” Usul hae soo

“kami benar-benar jadi boneka. Dia meminta tolong, tapi akhirnya kami harus patuh dengan jalan ceritanya” batin suzy

Lagi-lagi hae soo tersenyum “aku akan membantu kalian. Aku akan mengirim pesan agar kalian tau apa yang bisa kalian lakukan.” Hae soo melihat jam tangannya “aku harus pergi. Ada obat yang harus kuminum di rumah” hae soo beralasan lalu tersenyum. Sementara ketiga yeoja di hadapannya berdiri kemudian membungkuk sebelum hae soo pergi.

“suzy-ah harusnya kau tak ikut bicara tadi. Aku sudah punya banyak rencana untuk membuat myungsoo dalam masalah dan sekarang semuanya batal” omel jiyeon

“lakukan saja yang kau inginkan. Tuan kim tak kan mempermasalahkan itu” ucap suzy

Suzy menghela nafas kasar. Selang dua menit ponsel suzy berdering. Sebuah nomor yang tak dikenalinya mengirim sebuah pesan

Bae suzy, kau orang yang cepat mengerti suasana.

Kau tau yang aku rencanakan dari awal tapi aku juga tau apa yang kau pikirkan.

Jadi, mari bekerjasama dengan baik.

Aku akan lebih mengandalkanmu.

Tolong kau urus keperluan putra kesayanganku dengan baik.

Barangkali kau akan jadi istrinya nanti

 

-kim hae soo-

 

“mwo” pekik suzy. Suzy membelalak tak percaya dengan yang dikatakan atasannya itu. Tanpa pikir panjang dia berlari untuk mengejar tuan kim. Dia tau seorang kim hae soo tak pernah main-main. Lalu bagaimana nasibnya setelah kalimat Barangkali kau akan jadi istrinya nanti diucapkan.

 

Bugh……Sayangnya suzy tergelincir saat di tangga dan terjatuh. “suzy-ah” teriak jiyeon dan soo jung bersamaan.

Flashback end

***

Jiyeon dan soo jung sedang bersiap untuk berangkat kerja sementara suzy yang benar-benar keras kepala sedang membuat sarapan di dapur. Jiyeon dan soo jung hampir siap saat suzy masuk untuk memberitau bahwa sarapan sudah siap.

“ayo makan. Sarapan sudah siap” ucap suzy kemudian pergi ke meja makan.

“lihatlah si keras kepala itu” ucap soo jung sambil memoles bibirnya “padahal dia kesulitan berjalan

Jiyeon hanya diam lalu menyusul suzy ke meja makan. Suzy sudah duduk dengan rapih sambil tersenyum cerah.

“ada apa dengan wajahmu?” tanya jiyeon

“apa? Aku hanya bahagia. Ku anggap ini libur kerja”

“dasar aneh”

“bawa ini ke kantor” suzy menyodorkan kotak makanan “ini sarapan myungsoo”

“apa isi dari pesan tuan kim kemarin memintamu memasak untuk myungsoo?” tebak soo jung mengingat kejadian sebelum suzy terjatuh di restauant

“eoh” jawab suzy mencoba berkata semeyakinkan mungkin

“memangnya kau pembantunya? Dan lagi kalau hanya itu pesannya kenapa kau harus lari?” suzy hanya diam

“kenapa?” desak jiyeon

Ponsel jiyeon berbunyi. Hal yang melegakan bagi suzy karena tak harus menjawab pertanyaan jiyeon.

“aaarrrgggg” jiyeon menggeram kesal

“siapa?” tanya soo jung

“tuan kim”

“kenapa?” tanya suzy

“dia memintaku menjemput myungsoo. Yang benar saja. Sepertinya sekarang aku bukan sekertaris” jiyeon berdecak sebal lalu meraih kotak makan yang diberikan suzy “ayo pergi soo jung-ah” soo jung hanya mengangguk. Menghabiskan susunya lalu pergi setelah mencium pipi suzy.

***

Myungsoo sudah siap berangkat kerja meski pukul 6 masih 10 menit lagi. Dia mencari kunci mobil seung ho tapi tak ketemu. Dia bertanya pada seisi rumah tapi tak seorangpun tau. Hae soo yang baru saja keluar dari kamarnya tersenyum kecil melihat putranya mencari-cari sesuatu yang jelas dia tau apa itu.

“apa yang kau cari?” tanya hae soo

“kunci ahboji”

“memangnya kau letakkan dimana?”

“aku lupa. Seingatku di meja, atau di kamar, mungkin belum ku lepas” myungsoo bergegas ke garasi tapi 5 menit kemudian dia kembali dengan lesu

“tenanglah. Aku menghubungi sekertarismu. Dia akan datang dalam 5 menit”jelas hae soo

“Tidak bisakah aku pakai mobil ahboji saja” tanya myungsoo yang langsung disambut muka masam oleh ayahnya

***

Myungsoo baru keluar rumah setelah jiyeon dan soo jung menunggu selama 10 menit.

“apa saja yang kau lakukan. Dasar lamban” ledek jiyeon meluapkan amarahnya

“apa urusanmu. Kau harusnya hanya mematuhi perintah. Siapa yang menyuruhmu berkomentar” balas myungsoo sambil merebut kunci mobil dari jiyeon “aku yang menyetir. Ini perintah”

Jiyeon hanya bisa menghela nafas kasar sedangkan soo jung tak bisa berbuat apapun meski hanya untuk menenangkan jiyeon. Terakhir kali soo jung mencoba menenangkan jiyeon dia malah didiami selama dua hari.

Selama perjalanan soo jung yang duduk di belakang hanya bisa merutuki nasib. Dia berharap suzy ada disini untuk menenangkan jiyeon. Aura di mobil ini benar-benar merusak kesehatan.

***

Ini sudah lebih dari seminggu suzy tidak masuk kerja. Tapi sepertinya myungsoo tidak perduli meskipun salah satu sekertarisnya tidak hadir. Dia tak pernah bertanya. Toh kesehariannya tidak terganggu. Selain karena soo jung yang selalu memaksanya memakai pakaian yang terkadang sesak, panas, atau mencekik lehernya.

Suzy akan selalu sibuk tiap jam 5 pagi untuk membuat sarapan, jam 11 untuk membuat makan siang dan jam 5 sore untuk makan malam yang nantinya akan diambil jiyeon. Jiyeon akan menjemput myungsoo tiap pagi dan pulang pergi apartemen-kantor tiap jam makan tiba. Sedangkan Soo jung kelabakan mencari pakaian untuk myungsoo saat ada pertemuan dengan rekan kerja karena myungsoo selalu saja menolak pakaian yang dia berikan.

“pakai ini myungsoo-ssi” kata soo jung menyodorkan setelan jas dan kemeja

“jangan yang itu. Itu terasa sangat mencekik leher” tolak myungsoo

“kau datang ke acara pesta, apa menurutmu kau bisa pakai jaket seperti akan ke lapangan golf?” sela jiyeon

Myungsoo memandangi kedua sekertarisnya “jaket bahkan lebih baik” desisnya sambil meraih kasar pakaian yang diberikan soo jung

***

Hari sudah sangat larut. Jiyeon dan soo jung baru saja pulang. Mereka masuk ke kamar dan menghempaskan tubuh di ranjang. Suzy yang melihat kedua sahabatnya datang tanpa sepatah katapun beranjak dari sofa dan menyusul kedua sahabatnya.

“bagaimana pestanya?” tanya suzy

“biasa saja” jawab jiyeon

“apanya yang biasa. Myungsoo benar-benar merepotkan. Dia benar-benar tidak menjaga sikapnya. Bagaimana bisa dia makan dengan rakus sementara kami sibuk mengurusi rekan kerja agar mereka tidak sampai melihat pimpinan kim corp yang makan seperti tidak pernah makan di pesta.” keluh soo jung

“tidak bisakah kakimu segera sembuh? Kami berdua kualahan mengurusinya” kata jiyeon yang dibalas senyuman prihatin “kenapa tuan kim seenaknya saja memerintah” tambah soo jung. senyum suzy pudar

“bahkan aku belum menikmati akhir pekanku dan besok sudah senin lagi. Hidup macam apa yang aku miliki” rengek soo jung sambil bangkit berdiri untuk berganti pakaian.

***

Kim hae soo sedari tadi berada di ruang kerjanya sambil membaca email yang masuk dari orang suruhanya yang ia tugaskan untuk mengawasi myungsoo. Hae soo hanya bisa mengurut dada membaca isi laporan itu. Sementara hae soo tertegun membaca akhir laporan yang menuliskan bahwa sudah lebih dari seminggu suzy tidak ke kantor karena jatuh dari tangga dan kakinya retak.

Hae soo mengingat-ingat kejadian minggu lalu saat dia menemui ketiga sekertaris myungsoo. Dia merasa sedikit bersalah karena dia yakin suzy jatuh karena pesan yang ia kirim.

***

Pagi ini jiyeon terlambat datang untuk menjemput myungsoo. Dia menyetir dengan sangat pelan. Rasanya dia ingin berhenti kerja agar tidak berurusan dengan kim. Hari ini soo jung akan berangkat dengan taksi karena dia harus menyiapkan pakaian myungsoo siang nanti. Saat tiba di rumah keluarga kim dia berpapasan dengan mobil yang tidak asing. Mobil itu, mobil yang seharusnya jadi miliknya kalau saja dia tidak harus pergi ke california.

Jiyeon memarkirkan mobilnya. Saat seorang wanita paruh baya mengatakan tuannya sudah pergi bersama temannya. jiyeon segera masuk ke dalam mobil dan menginjak gas dalam-dalam. Berharap bisa bertemu pemilik mobil yang ia idam-idamkan.

Mobil jiyeon terparkir rapi. Dia bergegas turun dari mobil mencari-cari mobil yang dia idamkan. Berharap teman myungsoo tidak hanya sekedar mengantar. Seperti tuhan mendengar doanya, jiyeon menemukan mobil itu. Jiyeon bergegas menghampiri mobil itu, memastikan itu mobil yang tepat. Tidak salah lagi, jiyeon tersenyum senang. Mengelus dengan sayang mobil itu seperti membelai seorang kekasih.

Sementara seung ho baru saja keluar dari lift, ia baru saja kembali dari mengantar myungsoo ke ruangannya, melihat seorang yeoja mengelus dan memandang takjub mobilnya. Soung ho tersenyum bangga. Dia tau mobilnya bisa memikat banyak yeoja agar mau dekat dengannya. Tapi yeoja seperti itu terlalu mudah dan jelas itu bukan tipenya.

“kau menyukainya” ucap seung ho

Jiyeon tersentak “kau pemilik mobil ini?” senyum jiyeon memudar melihat anggukan dari namja di depannya

“yoo seung ho” ucap seung ho memperkenalkan diri “kenapa denganmu? Kemana senyummu yang tadi?”

“park jiyeon. Senyum? Apa aku tadi tersenyum? Aku tidak merasakannya. Aku hanya terpukau sekaligus menyesal………” jiyeon menjelaskan tentang keberangkatannya ke california, keinginannya untuk memiliki mobil itu dan semua rincian dari mobil itu.

Tanpa disadari, seung ho sedikit kagum pada yeoja di depannya. sekarang dia bahkan beranggapan bahwa jiyeon tipenya. Sebuah ide gila muncul. Seung ho tersenyum sambil memandangi jiyeon yang masih sibuk bercerita tentang keunggulan mobil yang kini ada di sampinya.

“tidak buruk” ucap seung ho menghentikan penjelasan jiyeon “seleramu tidak buruk. Apa kau mau mencoba mobil ini. kebetulan aku punya waktu luang untuk mengawasimu mencoba mobilku”

Senyum jiyeon mengembang “jinjja? Jinjja,,,,, jinjja”

“manis” ucap soung ho, membuat jiyeon tertegun “mobil ini sangat manis saat dikendarai. Halus dan cepat. Kau akan suka” seung ho tersenyum miring “kau punya ponsel”

“ne” jawab jiyeon dengan semangat, ia langsung mengeluarkan ponselnya

“bisa aku pinjam sebentar” seung ho berkata dengan manis.

“aku menyimpan nomor ponselmu. Aku akan menghubungimu nanti siang. Aku akan memilih waktu agar jam kerjamu tak terganggu”

“bahkan sekarangpun jam kerjaku tak akan terganggu” lirih jiyeon tapi masih bisa didengar seung ho

“cahh, aku harus pergi sekarang. Kita bertemu nanti eoh? Dan hanya gunakan banmal saat denganku jiyeon-ah”

Seung ho masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi. Meninggalkan jiyeon yang terkagum mematung di tempatnya.

TBC

 

 

 

 

Advertisements

29 thoughts on “. . . . JOURNEY PART 4

  1. Hoho jiyeon udah ketemu seungho. Astagaa suzy kasian amat. Myung dasar anak2 bgt ya. Hemmm suzy bakal ngapain yaa ntar biar bikin myung dewasa

    Like

  2. aigo..jdinya appa myung pingin suji jdi mantu ne??gwenchana nan jhoa,kyknya udh kliatan nich new couple(yeonho) next..

    Like

  3. Myungsoo memang kekanakan, tugas Suzy, Soojung, Jiyeon akan berat, semoga mereka berhasil, fighting! 😀
    Jiyeon dan Seungho sepertinya akan mudah deket, soalnya mereka punya hobi yg sama, dan berharap Myungzy jg bisa lebih deket 🙂

    Like

  4. jiyeonn dahh ketemuu senghoo yaaa tinggal sookungg belumm ketemuu ama couplee nyaaa
    next partt akuu baca lagii yaaa
    faighting

    Like

  5. Hahaha jiyoen ma soojung kuwalahan menghdapi myung. Gegara suzy kaki suzy sakit. Hmm jiyoun dah ktmu ma sungho. Apa yg akan terjd antara jiyon n sunho??

    Like

  6. tiga sekertaris ini serasa kaya pelayan myungsoo. yg satu bikin sarapan, yg satu antar jemput, yg satu lg siapin pakaian waduh…
    jiyeon ketemu seungho! dan sepertix mereka punya hobi yg sama. sudah ada love line kah?

    Like

  7. Myung benar2 buat Jiyeon ma Soojung kewalahan.
    Myung ndak peduli amat sekertarisx yg sakit.
    Seperti Jiyeon ma Seungho bakalan lebih sering ketemuan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s