. . . . JOURNEY PART 5

JOURNEY PIC 2

Title : Journey

Cast : Bae Suzy, park jiyeon, jung soo jung, kang min hyuk, Kim Myung Soo, yoo seung ho

Other Cast : _¿_

Scriptwriter : bluebyta

Genre : friendship, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chaptered

 

NB : tulisan bercetak tebal adalah Myung Soo, tulisan bercetak miring adalah flashback

Disclaimer : cerita ini merupakan karya dan hak milik penulis akan tetapi tokoh dalam cerita merupakan milik orang tua dan agensi masing-masing. Tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan dalam penggunaan tokoh selain untuk cerita.

***

Myungsoo memainkan kursinya sambil membolak-balik lembar dokumen. Ruangannya terasa sepi karena hanya ada dirinya. Soo jung sedang mengurus jadwal dan tempat untuk pertemuan nanti malam. Sedangkan jiyeon entah pergi kemana.

Myungsoo baru saja ingin beranjak untuk pergi makan siang saat ponselnya berdering.

***

Ahboji? Tak biasanya.

“ne ahboji” jawabku

“kudengar salah satu sekertarismu tak masuk”

“ne ahboji. Sudah hampir dua minggu”

“dan kau diam saja?”

“ne?” memangnya apa yang harus kulakukan “apa aku harus memecatnya”

“aigoo, atasan macam apa kau ini. bukan berpikir menjenguknya malah mau memecatnya”

“menjenguknya? Apa itu perlu?” kenapa harus kujenguk, dia bahkan bukan temanku. Dia hanya rekan kerja

“kenapa hal seperti itu saja kau tak mengerti. Pergilah jenguk sekertarismu. Sekarang juga”

“ne ahboji. Aku akan menjenguknya setelah makan siang”

“sekarang soo-ah”

“ne ahboji” jawabku malas “keuno”

***

Myungsoo pergi dengan mobil perusahaan ke alamat yang dia dapat dari staffnya. Dia berencana untuk menjenguk sekertarisnya sebentar lalu segera pergi makan siang. Sesekali myungsoo menggerutu karena perutnya lapar. Sampai dia tiba di sebuah gedung apartemen yang cukup mewah.

“dimana apartemennya” myungsoo menyusuri lorong di lantai 53 untuk mencari apartemen sekertarisnya. Dia menekan bel setelah menemukan apartemen yang bernomor sama dengan yang tertulis di catatannya. Sudah 7 kali dan belum ada yang membukakan pintu. Myungsoo terduduk frustasi di samping pintu apartemen sekertarisnya “dia tidak ada, tau begitu aku tidak datang”

Sementara di dalam apartemen, suzy sedang sibuk dengan masakannya. Suzy mendengar bel berbunyi berulang kali tapi masakannya benar-benar tak bisa ditinggalkan. Terlebih lagi kondisi kakinya membuat gerakannya terbatasi. Meskipun kakinya sudah membaik dan tak perlu dibalut lagi, suzy tetap saja belum terbiasa berjalan normal dan masih takut menggerakkan kakinya. Suzy mencoba bergerak secepat mungkin dan menyelesaikan masakannya. Tepat pada bel ke-7 suzy telah menyelesaikan masakannya. Suzy berusaha sesegera mungkin mencapai pintu.

Pintu apartemen terbuka. Suzy tak melihat siapapun. Myungsoo yang menyadari pintunya terbuka bangkit berdiri “ahhh, ternyata kau ada”

“omo” suzy terkejut dan tak bisa mengatur keseimbangannya hingga terjatuh. Bukan terkejut karena tiba-tiba ada orang. Tapi terkejut karena orang itu kim myungsoo.

“neo gwenchanha?” tanya myungsoo yang hendak menolong suzy berdiri

“gwenchanha….. gwenchanha. Aku bisa sendiri” suzy mencoba bangun. Tapi rasa canggungnya untuk menggerakkan kaki membuatnya terjatuh kembali

“kau memaksakan diri” jawab myungsoo. Myungsoo membopong suzy, membawanya masuk dan mendudukkannya di sofa. Suzy yang tidak memiliki antisipasi untuk keadaan seperti ini mendadak tak bisa memikirkan apapun. Dia begitu dekat dengan tubuh myungsoo. Tak ada jarak sesentipun. Ini kali pertama dia sedekat ini dengan lelaki selain dengan ayahnya.

“neo gwenchanha” myungsoo menggerakkan tangannya di depan wajah suzy

“eoh? Eoh” suzy mencoba mengembalikan akal sehatnya “apa yang kau lakukan myungsoo-ssi?”

“apa? Membopongmu?”

Wajah suzy terasa panas “bukan itu maksudku. Apa yang kau lakukan disini?”

“ah itu. Ahboji menyuruhku untuk menjengukmu” jawab myungsoo apa adanya “aku mencium aroma masakan” tambah myungsoo kemudian

“aku sedang memasak saat kau datang. Duduklah, aku akan menyiapkan makan siang”

Myungsoo duduk sambil mengamati apartemen suzy. “dimana ruang tamunya?” tanya myungsoo

“tidak ada. Kami tak terbiasa dan tak pernah menerima tamu” jawab suzy

“hanya ada cermin di sana. Tak ada ruang tamu. Hanya ruang makan yang menyatu dengan dapur dan sofa serta televisi di dekatnya?”

“tidak. Kau bisa menemukan kamar mandi, tempat tidur meja kerja, dan beberapa hal yang harusnya jadi tempat wanita” jawab suzy sambil membawa makanan ke meja makan

Myungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Dia merasa ada yang ganjil dengan pernyataan suzy sebelumnya. “kami?” bisiknya “kau tinggal dengan siapa saja disini?” myungsoo bangkit berdiri membantu suzy yang terlihat sangat kesulitan berjalan

“soo jung dan jiyeon”

Myungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya lagi. “duduklah, biar aku yang mengambil sisanya”

Myungsoo duduk di samping suzy “apa aku tak merepotkanmu?” tanya myungsoo saat akan menyantap makanannya

“merepotkan. Bukankah aku setiap hari memasak untukmu? Ini sudah biasa?”

Myungsoo tersedak “jinjja?” suzy hanya mengangguk

***

“Bisakah aku duduk disini?” tanya myungsoo menunjuk sofa di depan televisi

“eoh”

“bisakah aku menonton sesuatu” tanya myungsoo lagi

“eoh”

“bisakah kau berhenti mengurusi piring-piring itu? Aku berjanji padamu akan mencucinya nanti. Anggap sebagai balasan karena kau memasak untukku”

Suzy menatap myungsoo “eoh”

Myungsoo menghela nafas kasar. Beranjak menghampiri suzy dan membopongnya. Lagi-lagi suzy kehilangan akal sehatnya “duduklah disini dan istirahat. Kau tak mengijinkan kakimu sembuh eoh?”

“ani” jawab suzy

“kalau begitu duduk dengan tenang dan menonton” suzy mengangguk mengiyakan

30 menit berlalu, suzy tak bisa bergerak, lebih tepatnya tak berani bergerak. Tak ada suara baik dari suzy maupun dari myungsoo. Hanya suara drama di televisi yang dimulai 15 menit lalu. Suzy tak mengerti kenapa myungsoo menonton drama, dan dia juga tak mengerti apa yang ada di drama. Yang ada di pikirannya hanya kapan myungsoo akan pergi. Suzy benar-benar tak berani menoleh. Pandangannya hanya lurus ke layar televisi.

Suzy merasakan sesuatu yang berat menimpa bahunya. “jadi sejak tadi dia tertidur?” batin suzy. Suzy mengangkat kepala myungsoo, meletakkannya pelan “di saat seperti ini dia bahkan bersikap cukup dewasa dengan mau membantu orang lain. Mungkin tuan kim benar. Kurasa myungsoo memang orang yang cepat dalam segala hal” ucap suzy lirih sambil mengamati myungsoo yang terlihat begitu tenang, nyaman dan lelah. “apa jiyeon menyiksamu? Apa soo jung sangat mengaturmu? Kalau saja kau tau ini semua karena ayahmu. Aku tau itu untuk kebaikanmu tapi kami tak diuntungkan. Ini sedikit menjengkelkan, aku benci orang yang mengingkari perkataannya sendiri. Tapi kami akan membantumu agar kami tak lagi berurusan dengan kim hae soo. Kuharap kau juga cepat mengerti situasi ini dan semua akan berakhir” ucap suzy lalu pergi ke dapur untuk mencuci piring.

***

Jiyeon sedang dalam putaran terakhir. Dia benar-benar menikmati berada di lintasan seperti ini. sementara seung ho yang melihat dari kejauhan bertambah kagum melihat kemampuan jiyeon mengemudi.

“itu tadi benar-benar menyenangkan” kata jiyeon berlari menghampiri seung ho sambil terus tersenyum

“kalau begitu harusnya kau mau menemaniku makan”

Jiyeon menatap seung ho “baik, tapi aku coba lagi mobil itu lain waktu”

Seung ho terlihat menimbang-nimbang perkataan jiyeon sementara jiyeon yang terlihat tenang sebenarnya sedikit gentar kalau-kalau seung ho menolak tawarannya.

“kau akan menjadi orang pertama yang mencobanya setelah selesai di modifikasi”

Jiyeon tersenyum senang “yagsog?”

“eoh” jawab seung ho

Jiyeon benar-benar senang. Ia tersenyum, senyuman terbaiknya setelah sekian lama “dan sebenarnya, aku sangat suka warnanya. Ayo kita makan” ajak jiyeon

***

Myungsoo terbangun. Ia melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 3. 2 jam, dia tidur cukup lama. Suzy baru saja keluar dari balik kaca dan melihat myungsoo baru bangun “kau sudah bangun?”

Sepertinya suzy baru selesai mandi. Aroma tubuhnya bahkan tercium meski jarak mereka tak dekat. Seperti ada yang mengambil alih otaknya “kau sudah mandi?” tanya myungsoo

“ada apa dengan pertanyaan itu” batin suzy. Suzy merasa aneh dengan pertanyaan myungsoo.

“kau terlihat lebih baik dengan penampilan seperti itu daripada saat di kantor. Kau terlihat sangat kaku dengan pakaian kantor”

Suzy berbalik menghadap cermin meneliti dirinya sendiri. Memangnya apa bagusnya penampilan dan pakaian yang ia pakai sekarang dibanding pakaian soo jung. Ini biasa saja. Sweater putih gading dengan panjang sepertiga paha, sandal rumah berwarna putih dan rambut yang basah dan bahkan belum disisir.

“soo jung yang mem,,,,,,,” kalimat suzy terputus saat pintu apartemen mendadak terbuka

“suzy-ah” suara soo jung memekakkan telinga

Myungsoo dan suzy menatap soo jung heran. Tak biasanya penampilan soo jung kacau seperti ini. “ada apa” tanya suzy

“myungsoo-ssi kau benar-benar merepotkan. Aku menghubungimu dan tak ada jawaban”

myungsoo mencari-cari ponselnya “kurasa tertinggal di mobil” jawabnya enteng

“aku mencarimu di kantor tapi kau tak ada. Jiyeon juga.”

“aku disini” jawab myungsoo “park jiyeon pergi entah kemana. Dia tak mengatakan apapun”

“aku tau kau disini makanya aku pulang. Pertemuan malam ini dimajukan 1 jam dari rencana awal. Tempat pertemuan dirubah. Mereka ingin bertemu di salah satu hotel mereka di daerah daegu”

Myungsoo mengangguk paham

“respon macam apa itu? Kau tak lihat aku sudah sangat berantakan mengurusimu?”

“tenanglah soo jung-ah, duduklah dulu dan minum ini” entah sejak kapan, suzy sudah menyiapkan minuman dingin untuk soo jung

Soo jung menghela nafas kasar lalu menghampiri suzy “coba saja kau jadi aku, aku tak mau mengurus urusannya lagi suzy-ah” rengek soo jung sambil mengambil minuman di tangan suzy dan meminumnya sampai tandas “lebih baik aku mengurus urusanku sendiri” soo jung meletakkan gelas dengan kasar.

“baiklah, aku akan pulang ke rumah untuk menyiapkan diri dan soo jung-ssi bersiaplah. Kita akan berangkat dalam 1 jam. Aku akan pakai pakaian pilihanku jadi kau tak usah repot soo jung-ssi” ucap myungsoo

Myungsoo berjalan ke arah suzy, mencondongkan tubuhnya untuk mengambil kunci. Sekarang myungsoo bahkan tak mampu menguasai dirinya. wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah suzy.

“YA!!” teriakan soo jung membuat myungsoo sedikit tersentak

setidaknya itu bisa mengembalikan sedikit kesadaran myungsoo. Dengan sedikit menggeser tubuhnya, myungsoo masih bisa mencium aroma suzy, ia menghirup nafas dalam-dalam. Mengisi paru-parunya dengan keharuman tubuh suzy seolah dia perlu menyimpan aroma itu di paru-parunya. Sementara suzy semakin memanas dan wajahnya mulai memerah “aku pulang suzy-ah, biarkan kakimu istirahat agar kau bisa kembali ke kantor dan membantu sahabatmu ini” tunjuk myungsoo pada soo jung

Myungsoo keluar dari apartemen suzy sementara soo jung makin frustasi karena harus berangkat lagi dalam 1 jam. “apa-apaan ini suzy-ah. Dia bilang dia akan memakai pakaiannya sendiri agar aku tak repot. Seharian aku menyiapkan pakaian, jadwal dan lokasi pertemuan dan sekarang semua diubah seenaknya. Aku tak mau pergi. Jam 5 nanti aku harus menghadiri acara…..” rengekan soo jung terhenti karena tak ada respon yang diberikan suzy. Suzy masih diam mematung

“suzy-ah,,,,,suzy-ah” soo jung mengibaskan tangannya di depan wajah suzy

“molla….molla…molla” ucap suzy sambil menepuk nepuk pipinya kemudian pergi.

Soo jung yang ditinggal pergi “YA!!! Suzy-ah kau mengabaikanku?” teriak soo jung “ada apa dengannya?” soo jung berpikir cukup keras. Mencoba memahami apa yang baru saja terjadi di hadapannya “YA!! Kim myungsoo, apa yang baru saja dia lakukan pada uri suzy?”

***

Myungsoo dan soo jung tiba di hotel mewah di daerah daegu. Nampaknya pesta sedang digelar di hotel itu. Seorang petugas hotel mengantar mereka ke sebuah ruangan. Disana hanya ada seorang namja yang masih sangat muda sedang menunggu. Setelah pintu ditutup, seolah kehilangan tata krama, myungsoo langsung saja memeluk rekan kerjanya seperti wanita yang bertemu kekasihnya. Entahlah, tapi namja itu terlihat santai dan biasa saja. Soo jung yang melihat adegan itu mengerutkan dahi. Entah karena aneh atau jijik.

“min hyuk-ah, aku merindukanmu” ucap myungsoo sambil merangkul leher min hyuk dengan tangan kanannya

Min hyuk hanya tersenyum dengan sedikit menahan sesak karena lehernya tercekik “nado”

“ehem” deheman soo jung berhasil mengalihkan perhatian kedua namja disana

“ahh, aku hampir lupa” ucap myungsoo sambil menarik kursi untuk duduk “Dia sekertarisku jung soo jung” kata myungsoo. kemudian soo jung memperkenalkan diri sambil membungkukkan badan

Min hyuk sedikit mengamati yeoja di depannya itu lalu memandang myungsoo “kau bilang kau punya 3 sekertaris?”

Myungsoo menatap soo jung meminta agar dia yang menjelaskan

“ne, selain aku tuan kim memiliki dua sekertaris lain. Bae biseo, dia sedang sakit jadi tidak bisa hadir malam ini dan park biseo, dia sedang mengurus pekerjaan lain” soo jung jelas tak bisa mengatakan kalau tak ada yang tau dimana keberadaan jiyeon hari ini. Penjelasan soo jung barusan langsung mendapat tatapan tajam myungsoo.

Sepanjang percakapan antara myungsoo dan min hyuk benar-benar menimbulkan kecanggungan bagi soo jung. Kedua namja itu tidak membahas mengenai pekerjaan. Mereka bicara salju, ski dan hokey. Soo jung yang tak mengerti memutuskan untuk pergi ke toilet. Entah berapa lama, bahkan soo jung berpemikiran untuk tidak kembali lagi.

***

Pintu apartemen suzy terbuka. Jiyeon baru saja pulang, tetap dengan senyum cerahnya yang tadi. Itu membuat suzy yang sedari tadi duduk menunggu jiyeon untuk mengintrogasi kemana dia seharian ini mengurungkan niatnya.

“kau baik-baik saja jiyeon-ah?” tanya suzy

Jiyeon enggan menjawab. Hanya terus tersenyum kemudian berlari memeluk suzy. Berteriak bahagia seolah tak ada yang mendengarnya “Ya! Park jiyeon, ada apa?” tanya suzy lagi

“kau tau, ini hari terbaikku. Aku menemukannya” jawab jiyeon semangat

Suzy mengerutkan dahinya namun sdedetik kemudian ikut tersenyum semangat “jinjja? Kau menemukannya? Dimana? Apa kau yakin?”

“aku benar-benar yakin. Aku sudah memeriksanya suzy-ah”

Lagi-lagi suzy mengerutkan dahinya “jinjja? Bagaimana bisa? Kalian berciuman?”

Senyum jiyeon menghilang berubah menjadi raut penuh tanya “mwo?! Apanya yang berciuman. Aku tak mungkin menciumi mobil suzy-ah”

“mobil? Kupikir namja” jawab suzy lesu

“aigoo. Kenapa kau berpikir aku senang karena namja.” Ucap jiyeon “Kau tau apa yang membuatku sebal saat kita harus ke california?” sambung jiyeon dan dibalas gelengan malas oleh suzy

“sebuah mobil baru saja dibuat suzy-ah” jiyeon memulai ceritanya dengan suara yang dibuat dramatis “sejak awal mobil itu dirancang, aku tau mobil itu terbaik abad ini. Hanya ada 3 suzy-ah. Merah, kuning dan putih. Mobil itu cepat, modis, canggih dan kuning. Harusnya mobil itu jadi milikku. Tapi aku tak bisa menemukannya dimanapun setelah kita kembali ke korea. Dan tadi siang aku menemukannya. Seorang namja yang memilikinya mengizinkanku mencoba mobil itu suzy-ah. Dan yang lebih hebat, dia berjanji bahwa aku yang akan jadi pertama mencobanya setelah selesai modifikasi”

Suzy tertawa remeh “ya park jiyeon, kau pernah katakan yang hampir sama dua tahun yang lalu. Dan kau tak seperti ini. dan lagi, bagaimana bisa kau percaya dengan namja itu. Kalau kau mencoba pertama setelah modifikasi, itu namanya kau dijadikan kelinci percobaan” ucap suzy lalu pergi

Jiyeon sedikit berpikir “tidak begitu bae suzy” teriak jiyeon kesal

***

Soo jung baru saja selesai membasuh wajah dan memilih berjalan-jalan sebentar daripada harus kembali. Ia mendadak tak bisa memalingkan kedua matanya saat melewati ball room. Ruangan itu begitu mewah, dengan nuansa emas dan coklat kayu yang mewah. Tapi yang membuatnya lebih senang adalah ada banyak sekali baju-baju indah rancangannya. Soo jung bergumam menghitung berapa banyak baju rancangannya, betapa sulit cara membuatnya dan betapa rumit rancangan itu dibuat.

“krystal-ssi” tepukan seseorang pada bahunya membuat soo jung tersentak. Soo jung memutar tubuhnya, dan itu membuatnya lebih terkejut. Namja yang dia tau bernama min hyuk. Bagaimana namja itu mengenalinya.

“neo?”

“tenanglah soo jung-ssi, aku memang mengenalimu, tapi aku akan tetap menjaganya, tapi tidak pada myungsoo. Dia perlu tau. Bukan begitu?”

“bagaimana bisa?”

Min hyuk tersenyum “keluarga kang memang sangat jeli. Meskipun kau tidak memirangkan rambutmu ataupun memakai pakaianmu yang biasanya, aku akan tetap mengenalimu. Tapi jujur saja, kau terlihat lebih baik dengan rambut hitam.”

Begitulah jung soo jung, di korea dia jung soo jung putra jung soo ran, seorang sekertaris yang rapi, baik dan cekatan. Tapi keluar dari korea. Dia krystal jung, disainer ternama dengan rambut pirang, penampilan berantakan yang modis, dan pakaian yang membuatnya jauh dari image sekertaris yang baik.

 

TBC

 

Advertisements

31 thoughts on “. . . . JOURNEY PART 5

  1. Wooo mereka punya image yg beda suzy ama jiyeon jga kahh?? Jadi penasaran ama yg terjadi selanjutnya. Wkwmwk astaga myungiee. Hihi

    Like

  2. Waaa…ternyata soojung itu desainer??
    Pantes aja bgitu memperhatikan penampilannya…

    Jgn2 jiyeon itu pembalap ya sebelumnya??heheh
    Ditunggu next part nya

    Like

  3. ternyata soojung desainer terkenal,wuahh..new couple again(myungstal)geutchi??but klw aku rasa biseodeul bukan kyk biseo nya myung,lbih ke asisten pribadi matchi??siapkan mkn,bju,dll wkwkwk,next dtunggu

    Like

  4. ternyata soojung desainer terkenal,wuahh..new couple again(hyukstal)geutchi??but klw aku rasa biseodeul bukan kyk biseo nya myung,lbih ke asisten pribadi matchi??siapkan mkn,bju,dll wkwkwk,next dtunggu

    Like

  5. Jadi Soojung seorang disainer terkenal? dan Minhyuk dengan mudah mengenali Soojung, keren 🙂
    Myungsoo dan Suzy sudah mulai ada ketertarikan, semoga semakin banyak moment mereka biar cepet jd deket 🙂

    Like

  6. woah soojung desainer? minhyuk sudah datang ke korea. myungsoo merasakan sesuatu yg tidak biasa kepada suzy. seungho yg mulai mengakrabkan diri dgn jiyeon dan suzy yg mendadak jd g bisa mikir dgn jelas saat jarakx dan myung sangat dekat. di part ini bnyk kejadian baru…serasa udah ketemu pasangan masing masing.

    Like

  7. Terxta Minhyuk kenal ma Soojung. Dan Soojung terxta desainer. Jiyeon seharian ma Seungho. Myungzy sepertix dah mulai saling tertarik. Makin seru.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s