Gallery

U and I part 1

myungzy

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Genre : Family, Friendship —
Rating : PG-15
Type : Chapter
Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Happy Reading ^^

“Apakah dia sudah ditemukan?”

“Cepat temukan anak itu” sambungan telepon langsung dimatikan oleh lelaki yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu.

“Aigoo jika kau terus-terusan berulah, hidupku tak akan lama” ucapnya sambil memijit kening.

@@@

Seoul, Korea Selatan

Dentuman musik semakin malam semakin kencang, ditambah para pengunjung yang terus bertambah. Di salah satu sudut bar ada seorang lelaki yang menikmati suasana itu.

Akhirnya aku kembali batinnya seraya menikmati minuman yang baru saja dia tuang.

“Myungsoo-ah”

Myungsoo melambaikan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih ia gunakan untuk memegang gelas. Sepasang namja dan yeoja berjalan mendekat kearahnya kemudian duduk di hadapannya.

“Kim Bum hyung kau mengajak So Eun noona juga”

Pletak, Myungsoo mendapat jitakan dari hyungnya. “Apa ini pertanyaan yang pantas keluar dari mulutmu setelah sekian lama kita tak bertemu”

Myungsoo mengusap kepalanya sambil cengengesan.

“Yeobo, apa itu juga perlakuan yang pantas dari hyung kepada namdongsaengnya” tanya So Eun yang berada di samping Kim Bum.

Myungsoo yang mendengarnya kemudian menjulurkan lidahnya pada hyungnya dan memberikan jempol ke noonanya. “Noona jjang”

“Aish, sudahlah. Langsung saja Myungsoo, untuk apa kau tadi menghubungiku. Pasti ada sesuatukan dan sebaiknya kita pindah dari tempat seperti ini. Kasihan uri yeobo yang sedang mengandung keponakanmu”

“Omo, noona” ucap Myungsoo kemudian menghampiri So Eun dan memeluknya “Chukkae”

“Yaak, jangan terlalu erat memeluknya. Uri aegi tak bisa bernafas” kata Kim Bum sambil memisahkan Myungsoo dan So Eun.

“Kajja kita ke cafe milik Woohyun saja” ajak Myungsoo.

Cafe

Suasana di cafe cukup sepi. Hanya ada mereka bertiga sementara Woohyun sudah pulang lebih dahulu dan menitipkan kunci cafe itu kepada Myungsoo. Desain yang simple namun elegan terlihat sangat menarik dan nyaman bagi para pengunjungnya.

“Cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan” tanya Kim Bum tanpa basa-basi.

“Begini hyung, kau pasti tau kenapa aku sekarang kembali ke Korea bukan”

“Ani, aku tak tau”

“Aish hyung” kata Myungsoo sambil merengek. “Kau pasti sudah tau dari harabeoji” lanjutnya.

Kim Bum dan So Eun hanya tersenyum melihat kelakuan Myungsoo.

“Myungsoo-ah, kami sudah tau kenapa kau di sini” jawab So Eun setelah dari tadi hanya diam mendengarkan percakapan kedua bersaudara itu.

Flashback

“Yeobseo, ada apa harabeoji?”

“Mwo?! Kabur lagi”

“Ne harabeoji, pasti aku akan menghubungimu jika aku tau keberadaannya”

Astaga, anak nakal itu berulah lagi. Mau sampai kapan kau seperti ini Myungsoo-ah.

Kim Bum tak habis pikir dengan perilaku adiknya yang suka bertindak seenaknya sendiri tanpa memikirkan resikonya. Setelah kedua orangtua mereka meninggal Kim Bum dan Myungsoo diasuh oleh kakek mereka. Kakek mereka selalu mengatur kehidupan yang mereka jalani. Kim Bum yang penurut sangat berbeda dengan Myungsoo yang memiliki sifat pembangkang dan keras kepala. Ini sudah kesekian kalinya Myungsoo kabur dari sekolahnya di luar negeri dan ujung-ujungnya pasti kembali ke Korea kemudian menghilang dengan meminta bantuan ke orang-orang terdekatnya kecuali kakeknya.

“Ada apa oppa?” tanya So Eun menghampiri Kim Bum.

“Myungsoo kabur lagi”

End Flashback

“Kalian tidak akan memberi tahu keberadaanku kepada harabeoji kan?”

“Ani” jawab Kim Bum. Mianhae Myungsoo-ah aku harus mengatakannya karena ini demi kebaikanmu batin Kim Bum.

Myungsoo menghela nafas lega. “Gomawo hyung. Aku akan tinggal sementara di apartemen Minhyuk. Jadi kalian berdua tak usah mengkhawatirkan aku”

Myungsoo beranjak dari tempat duduknya. “Kajja, aku ingin segera beristirahat”

Mereka bertiga keluar dari cafe Woohyun. Kim Bum dan So Eun berjalan mendahului Myungsoo yang sedang mengunci pintu.

“Oppa, apa Myungsoo akan baik-baik saja?” tanya So Eun dengan nada khawatir.

Kim Bum mengusap punggung istrinya “Tenanglah, dia akan baik-baik saja” kata Kim Bum yang sebenarnya juga tak yakin dengan ucapannya.

@@@

“Yak! Bangunlah pemalas” seru seorang namja dari arah dapur. Dia sedang membuat sarapan pagi untuknya dan temannya yang masih tidur.

Myungsoo mencium aroma yang sangat lezat kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya. Dia sekarang sangat lapar.

“Kau membuat apa?” tanya Myungsoo dengan suara serak dan mata yang masih mengantuk.

“Apa kau tak lihat. Aku sedang membuat sarapan” ucap namja yang bernama Woohyun dengan nada kesal.

Bagaimana ia tidak kesal jika flat miliknya yang selalu bersih setelah seminggu menjadi seperti gudang saat orang yang dihadapannya meminta untuk tinggal sementara di flat mungilnya.

“Bukankah kau mengatakan pada hyungmu jika kau akan tinggal di apartemen Minhyuk?”

Myungsoo berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minum “Eoh, tapi kau tahu sendiri jika aku mengatakan dengan jujur dimana keberadaanku pasti dia mengadukannya kepada harabeoji dan aku sekarang juga sudah tidak disini” jelasnya panjang lebar kemudian meminum air putih yang berada di genggamannya.

“Baguslah jika harabeoji tahu, jadi kau tak akan merepotkanku” gumam Woohyun pelan.

Woohyun berjalan ke meja makan sambil membawa nampan yang berisi dua mangkuk sup dan dua gelas susu “Hari ini kau harus membersihkan flatku. Lihatlah bungkus makanan yang berada di sofa itu sudah menjadi gunung”

“Eoh” Myungsoo mendekat ke meja makan dan duduk di hadapan Woohyun.

“Jika kau tidak membersihkannya jangan harap nanti malam kau masih bisa tidur di sini” kata Woohyun sedikit mengancam. Di dalam hatinya dia tersenyum puas. Dia tahu jika Myungsoo terpaksa melakukannya. Semenjak dari kecil Woohyun tahu jika Myungsoo tidak pernah melakukan hal ini. Di rumahnya yang seperti istana itu Myungsoo hanya bisa memerintah para pelayannya.

Myungsoo hanya mendengus kesal. Mau tidak mau dia harus melakukannya.

@@@

“Apa kau sudah bertemu dengan dongsaengmu itu?”

“Ne harabeoji”

“Aigoo, aku bisa cepat tua jika terus-terusan mengurus anak nakal itu”

Bukankah harabeoji memang sudah tua pikir Kim Bum sambil menahan tawa.

“Bagaimana jika kita menikahkan Myungsoo saja harabeoji” kata So Eun di sela acara sarapan mereka.

Kim Sunggyu terdiam sambil memikirkan hal ini. Mungkin memang seharusnya Myungsoo segera menikah agar tidak bisa bertingkah seenaknya sendiri.

Kim Bum melirik So Eun “Yak! Apa yang kau katakan” ucapnya lirih. So Eun hanya tersenyum.

“Ide yang bagus cucu mantu” ucap Kim Sunggyu tersenyum dan menampakkan matanya yang hanya terlihat segaris.

“Tapi siapa yang mau dengannya harabeoji?” tanya Kim Bum.

Namja paruh bayah itu tidak menjawab pertanyaan Kim Bum tetapi langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ruang pribadinya. Ia mengambil telepon yang berada di dekat meja kerjanya.

“Yeobseo … “

@@@

“Suzy-ah” teriak seorang yeoja sambil berlari di koridor sekolah tanpa menghiraukan pandangan kesal dari beberapa siswa di sekitarnya.

Suzy menoleh “Yak! Jung Soo Jung. Jangan berteriak-teriak, apa kau tak lihat orang-orang tadi melihatmu dengan tatapan membunuh” kata Suzy ketika temannya itu sudah berada di sampingnya.

Lagi-lagi seorang yeoja juga tengah berlari ke arah mereka dari depan koridor “Ya Bae Suzy, Jung Soo Jung tunggu aku”

“Cepatlah Jiyeon” jawab Soo Jung juga dengan teriakannya.

Suzy hanya bisa memelototi kedua temannya itu. Lihatlah semua orang melihat ke arah mereka bertiga. Astaga Bae Suzy kenapa kau memiliki teman yang memiliki suara stereo seperti mereka batinnya.

Suzy kemudian berjalan cepat meninggalkan kedua temannya. “Yak! Bae Suzy” dan sekarang Soo Jung dan Jiyeon meneriakkan namanya secara bersama. Ia mengacak rambutnya kesal dan segera berlari menuju kelasnya tanpa menghiraukan mereka.

Kini Suzy telah duduk manis di kursinyanya sambil menggunakan earphone yang telah ia sambungkan ke handphone canggihnya kemudian menaruh kepalanya di meja. Untuk saat ini ia membutuhkan ketenangan, setelah kejadian semalam. Ia mencoba memejamkan dan saat akan memejamkan matanya suara kedua temannya mengacaukannya.

“Yak! Bae Suzy” teriak mereka bersamaan di dekat telinga Suzy.

Brakk. Suzy memukul meja di depannya sambil menegakkan kepalanya dan bangkit dari kursinya kemudian menatap mereka berdua dengan tajam. Beberapa siswa yang berada di kelas sangat kaget dan menatap mereka.

Jiyeon dan Soo Jung terdiam. Mereka benar-benar merasa bersalah. Biasanya Suzy tak akan seperti ini.

“Suzy-ah mianhae” Jiyeon mendekat ke arah Suzy.

“Nado mianhae Suzy-ah” sambung Soo Jung.

“Kalian …” ucapan Suzy terhenti karena tiba-tiba air mata turun dari kedua mata indahnya.

Ia menundukkan kepalanya “Hiks kalian tidak tau bagaimana perasaanku sekarang. Ku mohon untuk hari ini saja jangan bertingkah seperti ini” lanjutnya sambil menangis. Jiyeon dan Soo Jung saling menatap.

“Ada apa dengannya?” tanya Jiyeon tanpa suara.

Soo Jung menggelengkan kepalanya “Molla” jawabnya juga tanpa suara.

“Aku akan menikah hwaaaa” teriak Suzy dan tangisnya pecah seketika.

“Mwo?!” Jiyeon dan Soo Jung terduduk di lantai seketika.

TBC

Bagaimana? Aneh ya. Maklum aja ya ini ff Myungzy pertamaku. Apakah ada yang penasaran dengan kelanjutannya? Hehe ^^

Advertisements

72 thoughts on “U and I part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s