U and I part 4

myungzy

 

Author             : Numi

Main Cast        : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Genre              : Family, Friendship, Romance —

Rating              : PG-15

Type                : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Suzy mendongakkan kepalanya dan menatap namja yang berada di depannya yang mengulurkan tangan. “Bae Suzy. Neo?” kata Suzy sambil membalas jabatan tangan sang namja.

“Myungsoo. Kim Myungsoo”

Keduanya kini saling menatap dan

@@@

PART 4

Keduanya kini saling menatap dan menyunggingkan senyum tipis.

“Sebaiknya kita berdua masuk” ucap Myungsoo sambil melepas sepatunya. Suzy menggeser tubuhnya agar Myungsoo bisa masuk ke dalam kemudian ia mengekor di belakangnya.

Kini mereka duduk berhadapan diam membisu tanpa ada yang berinisiatif membuka pembicaraan . Suasana canggung menyelimuti keduanya. Myungsoo berdehem pelan dan itu terdengar di telinga Suzy. Suzy menatap namja di depannya sebentar kemudian kembali menunduk sementara Myungsoo melihat-lihat sekelilingnya. Tak sengaja mata keduanya bertemu dan membuat mereka salah tingkah kemudian mengalihkan pandangan. Keduanya terlihat sangat bodoh sekarang.

Ya Tuhan, apa namja ini tidak berniat membuka suara. Berbicaralah kumohon, aku sudah tidak tahan jika terus diam. Bae Suzy bertahanlah, kata Eomma kau tidak boleh berbicara terlebih dahulu sebelum seorang namja mengajakmu berbicara terlebih dahulu. Ya buka mulutmu batin Suzy.

Harapannya terkabul. Ia mendongakkan sedikit kepalanya ketika namja di hadapannya ini mulai membuka mulutnya. Suzy semakin kesal saat menyadari bahwa namja yang bernama Myungsoo itu tidak mengajaknya berbicara melainkan hanya menguap tanpa menutupnya lalu menopang dagu dengan tangan kanannya. Myungsoo saat ini hanyut dalam lamunannya tanpa menyadari yeoja di depannya yang menahan amarah.

Kim Bum mengetuk pintu kamar Myungsoo namun tak ada jawaban dari sang pemilik kamar. Ia langsung membuka pintu dan masuk tanpa permisi. Astaga, adik nakalnya ini ternyata sudah di alam mimpi. Padahal ini baru menunjukkan pukul 7 malam KST. Pantas saja dari tadi ia memanggil tidak ada jawaban.

“Myungsoo-ah, ireona..palli ireona” kata Kim Bum sambil mengguncang-ngguncang tubuh Myungsoo.

“Hahaha, kau sangat menggemaskan Chagi” igau Myungsoo.

Kim Bum mengerutkan keningnya “Chagi? Apa yang dia bicarakan” gumamnya.

Kim Bum membungkukkan tubuhnya “Ne, aku sangat menggemaskan Oppa. Jadi cepatlah bangun” bisik Kim Bum di dekat telinga Myungsoo. Namun Myungsoo hanya tersenyum dengan mata yang masih terpejam.

“Ya bangun” teriak Kim Bum tidak sabaran.

Myungsoo langsung membuka matanya “Wae hyung?” dengan suara serak .

“Astaga, kau sangat menyebalkan. Harabeoji menyuruhku memanggilmu untuk makan malam”  

Myungsoo bangun dari tempat tidurnya dengan malas-malasan. Menuju kamar mandi untuk membasuh muka, turun ke lantai satu kemudian menuju meja makan.

Di sana sudah ada Kim Sunggyu yang berada di paling ujung, Kim So Eun di sisi kiri dan berada di samping Kim Bum. Myungsoo menuju ke sisi kanan dan berhadapan dengan Kim Bum.

“Ya anak nakal ada yang ingin kubicarakan denganmu” panggil Kim Sunggyu.

Myungsoo menoleh “Jangan memanggilku seperti itu harabeoji” ucapnya sedikit kesal. Ia tidak suka jika terus-terusan dipanggil dengan sebutan anak nakal. Sangat menyebalkan pikirnya.

“Wae? Kau memang anak nakal” kata Kim Sunggyu sambil meletakkan sendoknya yang baru saja ia gunakan untuk makan.

Myungsoo melahap makanannya dengan rakus karena saat ini suasana hatinya menjadi buruk gara-gara ucapan kakeknya. Apakah dimata kakeknya ini ia memang sangat nakal. Entahlah, mungkin memang seperti itu.

“Baiklah anak baik, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Apa kau sekarang senang eoh” kata Sunggyu akhirnya mengalah.

Myungsoo kembali menatap kakeknya kemudian mengangguk dan tersenyum. Padahal itu sangat berbeda dengan isi hatinya yang masih sangat kesal. “Apa itu harabeoji?”

“Pekan ini datanglah ke Restaurant Nigiyaka yang berada di Sinsa-dong,Gangnam-gu (masih berada di wilayah Seoul)”

Kening Myungsoo berkerut. “Untuk apa aku ke sana?”

“Bertemu calon istrimu”

Myungsoo tertegun. Ia masih mencerna perkataan harabeojinya. Makanan yang baru saja ia masukkan ke mulutnya menyembur kemana-mana. “Mwo?” ucapnya seraya mengelap mulutnya.

“Harabeoji, apa yang kau katakan ini? Aku masih muda dan belum ingin menikah. Aku tidak mau dan tidak akan datang” katanya membela.

Kim Sunggyu sudah memikirkan bahwa hal ini akan terjadi. Ia menghembuskan nafas pelan sebelum berbicara “Kau harus mau jika tidak ini akan aku musnahkan” katanya sambil mengeluarkan beberapa game kesayangan cucunya dari bawah meja.

Myungsoo mendengus keras. Namja ini terlihat menghelas nafas kesal, detik berikutnya ia menatap Kim Sunggyu. “Baiklah” ucapnya pasrah. Ia tidak mau jika game kesayangan yang sudah ia panggil Chagi itu musnah. Ia berpikir bagaimana kakeknya ini menemukan game yang sudah ia sembunyikan di tempat yang menurutnya aman. Kolong tempat tidur. Dengan sangat terpaksa ia menerima perintah kakeknya itu.

Dan akhirnya ia berada di tempat ini sekarang.

Myungsoo-ssi” ucap Suzy yang membuyarkan lamunannya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia baru sadar jika di depannya ini ada seorang yeoja.

“Eoh, wae?” kata Myungsoo sambil menatap Suzy.

“Kenapa dari tadi kau hanya diam saja. Apa kau tidak suka dengan pertemuan kita ini?” tanya Suzy. Setelah tidak tahan menunggu namja yang berada di depannya ini sedari tadi hanya diam melamun akhirnya ia membuka suara terlebih dahulu. Ia menghiraukan perkataan Eomma nya.

Sejujurnya Suzy juga tidak menyukai pertemuan diantara mereka tetapi ia berusaha untuk bersikap baik.

Myungsoo terdiam. Bingung apa yang harus ia ucapkan sekarang. Memang benar jika ia tidak suka dengan pertemuan yang diatur oleh kakeknya itu. Jika ia mengatakan dengan jujur mungkin itu akan menyakiti hati yeoja di depannya. Tetapi setelah melihat yeoja ini saat pertama kali ia mungkin mengubah pemikirannya itu.

“Begini Suzy-ssi, sejujurnya aku memang tidak menyukai pertemuan ini” Myungsoo menghentikan ucapannya saat melihat raut wajah yeoja itu berubah. “Tapi setelah melihatmu, mungkin aku mulai sedikit menyukainya” sambung Myungsoo sambil tersenyum.

Deg. Jantung Suzy berdetak dengan kencang. Ia takut jika namja di depannya ini mendengarnya. Omo, apa namja ini mengatakan jika ia menyukaiku batin Suzy. Astaga, kenapa rasanya senang sekali.

“Bagaimana denganmu?”

Suzy membeku. Ia sangat terkejut dengan pertanyaan Myungsoo. Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan.

Suzy hanya mengangguk sambil tersenyum. Berharap namja di depannya ini mengetahui maksudnya. Ia sekarang tidak bisa berbicara karena takut suaranya bergetar dan terdengar aneh di depan Myungsoo. Sekarang ia sangat gugup.

Myungsoo balas menatap Suzy sambil tersenyum. “Kajja kita memesan makanan sekarang” kata Myungsoo kemudian beranjak dari tempat duduknya memanggil pelayan.

@@@

“Bagaimana pertemuan pertama kalian?” tanya Soo Jung yang saat ini sedang berbaring di samping Suzy. Saat ini Jiyeon dan Soo Jung menginap di rumah Suzy. Mereka ingin menanyakan keadaan sahabatnya itu setelah bertemu dengan orang yang dipasangkan dengannya di biro jodoh.

Suzy tersenyum lebar, menatap kedua sahabatnya bergantian yang berada di samping kanan kirinya. Muncul semburat merah dari pipinya.

Jiyeon menatap heran sahabatnya ini. Apa yang terjadi pikirnya. “Apa kau, ya kau menyukainya?” tanya Jiyeon kemudian bangun dan duduk sambil menatap curiga ke arah Suzy.

“Ya Bae Suzy, kau menyukainya?” ulangnya.

Soo Jung ikut bangun dan melakukan hal sama seperti Jiyeon. “Apa benar kau menyukainya?” tanya Soo Jung penasaran sambil menarik tangan Suzy untuk ikut duduk. Mereka mulai mengintrogasi Suzy.

Suzy menarik nafas panjang, menghembuskannya kemudian mengangguk “Mungkin” katanya.

Soo Jung dan Jiyeon saling menatap lalu mengalihkan pandangan mereka pada Suzy “Katakan kepada kami seperti apa orang itu?” tanya Jiyeon meminta penjelasan.

@@@

Myungsoo tersenyum ketika kembali mengingat pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan Suzy. Hembusan angin yang menerpa wajah tampannya ia hiraukan saat berada di balkon kamarnya. Ia menyandarkan punggungnya di dinding dan memandang langit

Yeoja itu. Menarik.

Memikirkan yeoja itu entah kenapa membuat hatinya senang. Seperti ada ribuan kupu-kupu di perutnya. Ia belum pernah merasakan hal seperti in sebelumnya. Beberapa tahun terakhir banyak ia habiskan untuk bermain game. Ia memiliki alasan sendiri untuk selalu melakukan hal yang mungkin bagi orang lain tidak berguna. Ia merindukan orang tuanya. Setiap bermain ia merasakan kedua orangtuanya berada di sampingnya. Sebelum orang tuanya meninggal, mereka sering menemani Myungsoo untuk bermain game. Mungkin ini terdengar alasan yang sangat aneh, namun itulah kenyataannya. Karena itu juga menjadi alasannya untuk selalu kabur dari sekolahnya di luar negeri.

“Kulihat dari tadi kau terus tersenyum. Apa hal yang tidak kuketahui?” tanya Woohyun setelah mengibaskan tangannya di depan wajah Myungsoo.

Myungsoo menoleh melihat Woohyun sudah berada di sampingnya. Sejak kapan dia berada di kamarku pikir Myungsoo.

“Sejak 5 menit yang lalu. Aku melihatmu berada di balkon. Aku memanggilmu dari bawah tetapi kau malah asyik melamun” kata Woohyun seolah mengerti arti tatapan Myungsoo. “Apa yang kau pikirkan?” tanya Woohyun lagi.

“Aku tidak memikirkan apa pun, hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan game ku lagi dari harabeoji”

“Ya, itu berarti kau sedang memikirkan sesuatu babo”

Sial. Dia mengataiku babo. Awas saja kau Woohyun bebek. Aku tidak terima kau sebut babo.

Myungsoo langsung melingkarkan erat tangan kirinya di leher Woohyun.

Woohyun meringis kesakitan “Ya..ya..ya appo”

“Siapa suruh mengataiku babo” ucap Myungsoo sambil melepaskan tangannya. Ia kembali menyandarkan punggungnya di dinding sementara Woohyun masih memijit lehernya yang sakit.

“Aku sepertinya mulai tertarik padanya” ujar Myungsoo. Ia tersenyum tersenyum kecil dan kembali mengingat yeoja itu.

Woohyun menoleh menatap Myungsoo dengan wajah yang masih kesal “Nugu?”

“Yeoja yang bernama Bae Suzy”

“Bae Suzy nugu?” Woohyun mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Myungsoo.

“Bimil” kata Myungsoo sambil menjulurkan lidahnya.

“Ya cepat katakan siapa dia. Jika kau tidak ingin membuat orang penasaran sebaiknya tadi kau tidak bicara”

Myungsoo beranjak dari tempatnya dan masuk ke kamarnya. Ia tidak tahan dengan hembusan angin yang terasa semakin menusuk. “Sayangnya aku ingin. Salahmu sendiri tadi bertanya dan sekarang setelah aku menjawabnya kau menyalahkanku”

Woohyun mengikuti Myungsoo dan menutup pintu yang menghubungkan kamar itu dengan balkon. Ia meremas rambutnya kasar karena sangat kesal. Ia frustasi sekarang. Woohyun langsung menuju kamar mandi karena sudah tidak tahan untuk buang air kecil

Myungsoo membaringkan tubuhnya di tepi ranjang dengan kedua tangan menopang kepala bagian belakang. Ia menatap langit-langit kamarnya. “Yeoja biro jodoh” kata Myungsoo saat melihat Woohyun keluar dari kamar mandi yang berada tidak jauh dari tempat tidurnya.

Woohyun berjalan cepat ke arah Myungsoo “Mwo, yeoja biro jodoh? Apa kau mengikuti biro jodoh? Wae? Karena selama ini kau tidak memiliki kekasih eoh? Karena tidak ada yeoja yang menyukaimu kau mengikuti acara seperti ini. Astaga akhirnya sahabatku ini mulai beranjak dewasa”

“Ya Tuhan namja ini cerewet sekali seperti ahjumma penjual ikan” gumam Myungsoo.

“Harabeoji yang mendaftarkanku” kata Myungsoo kemudian.

“Kakekmu itu benar-benar sulit untuk ditebak. Apa kau sudah memiliki nomor ponselnya?”

Myungsoo menaikkan alisnya “Untuk apa aku memiliki nomor ponselnya?”

Woohyun menjitak kepala Myungsoo “Ya namja babo untuk apa lagi jika bukan untuk menghubunginya. Katamu kau mulai menyukainya. Seorang namja harus bertindak lebih dahulu daripada yeoja. Kau harus memberi umpan sebelum ikan mau mendekatimu” jelas Woohyun.

Myungsoo sedikit termenung mendengar ucapan Woohyun. Otaknya mulai berpikir. Astaga, ia sekarang setuju jika Woohyun mengatakan dirinya namja babo. Kenapa hal itu tidak terlintas di pikirannya.

“Apakah kau akan bertemu dengannya lagi?”

Myungsoo mengangguk. Ia masih tenggelam dalam pikirannya.

“Saat itu kau harus mendapatkan nomor ponselnya arraso” lanjut Woohyun.

“Eoh”

Ya, aku harus mendapatkannya. Apa pun yang terjadi pada pertemuan selanjutnya kau harus mendapatkan nomor ponselnya Kim Myungsoo.

“Kapan pertemuan kedua kalian?” tanya Woohyun.

Myungsoo menatap Woohyun sambil tersenyum misterius “Bimil”

TBC

Annyeong, eottae? Author sangat membutuhkan komentar dari kalian di part ini untuk bisa ngelanjutkan next partnya.Gomawo.

Advertisements

46 thoughts on “U and I part 4

  1. omg hahha myung oppa main rahasiaan nihhh ama sahaabatnyaa hahahha…
    mereka saling sukaa jadi pas nikahh damai hahaha
    next part aku tunggu yaaaa
    faiightingg

    Like

  2. Aku mereka pertemuan.a hanya sekali ternyata masih ada lagi
    smoga dipertemuan mereka yg ke-2 mereka bisa lebih dekat dan tidak merasa canggung lagi.

    Next.a ditunggu author Fighting

    Like

  3. Myungsoo udah jatuh cinta sama Suzy, dan Suzy sepertinya jg begitu, semoga di pertemuan kedua nanti mereka bisa lebih deket dan semakin banyak sweet momentnya 🙂
    Gomawo author 🙂

    Like

  4. Hemmm apa yg terjadi setelah mereka ngobroll??? Cma makan doang. Astaga myungie lupa nanya no hpnya. Aigoo jgn lpa lg ya

    Like

  5. aigoo, myung main rahasia”an bwt woohyun jdi pnasaran.. kkkk…
    myungzy momentnya kurang author, banyakin lagi ne…
    next hwaiting….

    Like

  6. author,bleh gk klw ni blog aku promote kan ke myungzy ship yg blum tau ni blog,biar ramai dan thor mkin smangat buat ff-nya.otthe???

    Like

  7. Pingback: U and I | Hanfubita

  8. Myungsoo suka sama suzy pada pertemuan pertama, biasanya anak nakal kayak myungsoo pas ketemu cuma pasang wajah dingin karena karena nggak mau dijodohin kayak cerita2 yang aku baca sebelumnya.. suka sama ceritanya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s