U and I part 5

myungzy

Author             : Numi

Main Cast        : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Genre              : Family, Friendship, Romance —

Rating              : PG-15

Type                : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Ya, aku harus mendapatkannya. Apa pun yang terjadi pada pertemuan selanjutnya kau harus mendapatkan nomor ponselnya Kim Myungsoo.

“Kapan pertemuan kedua kalian?” tanya Woohyun.

Myungsoo menatap Woohyun sambil tersenyum misterius “Bimil”

@@@

PART 5

Pukul 10 pagi KST di Seoul. Ini sudah kesekian kalinya Suzy menghela nafas. Musim Dingin telah memasuki Korea .Suzy duduk di salah satu kursi panjang di Yanghwa Hangang Park (terletak di sebelah selatan Sungai Han). Angin yang berhembus terus menghempas ke arahnya . Mantel tebal, warm legging ,boots tinggi yang ia kenakan masih belum membuatnya merasa hangat. Ia mulai menggigil. Suzy merutuki kebodohannya karena tidak memakai tutup kepala, syal dan sarung tangan. Ia melupakannya karena tergesa-gesa untuk datang ke tempat ini. “Babo, kenapa aku tadi lupa membawanya. Lihatlah Bae Suzy kau sebentar lagi akan seperti patung es” gumamnya pelan.

Terlihat dari kejauhan seorang namja tengah berlari ke arah Suzy. “Mianhae, aku terlambat lagi” ucapnya terengah-engah. Namja itu berdiri di hadapan Suzy. Suzy mendongakkan kepalanya menatap sang namja “Gwenchana, Myungsoo-ssi”.

Astaga, Myungsoo babo. Lihat yeoja di hadapanmu ini, hidungnya merah sekali. Dan lihatlah tubuhnya menggigil batin Myungsoo saat menatap Suzy. Ia terlambat seperti pertemuan pertama karena keasyikan bermain game kesayangannya. Karena itu pula pertemuan pertama mereka menjadi sangat singkat. Setelah memesan makanan dan belum sempat memakannya yeoja di hadapannya ini mendapat telepon dari ibunya untuk segera pulang karena sudah larut malam.

Myungsoo duduk dengan posisi jongkok di hadapan Suzy. Ia mengulurkan tangannya dan mengambil tangan Suzy kemudian menggenggamnya. Ia merasakan tangan yeoja di depannya itu sangat dingin. Mungkin jika ia lebih lama lagi datang ke tempat ini, yeoja di hadapannya ini sudah membeku.

Suzy tersentak dan jantungnya mulai berdegup kencang. Omo, Eomma teriak Suzy dalam hati.

“Apakah mulai merasa hangat” tanya Myungsoo sambil mengusap-usap lembut tangan Suzy.

Suzy mengangguk pelan sambil tersenyum “Eoh”

Myungsoo bangkit dan duduk di samping Suzy. Ia melepaskan genggamannya.

Saat ini Suzy berusaha meredam degup jantungnya yang semakin kecang. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.

“Wae? Apa kau sakit?” tanya Myungsoo sambil meletakkan tangannya di kening Suzy.

Suzy membelalakan matanya dengan ekspresi lucu karena terkejut saat merasakan tangan Myungsoo berada di keningnya. “A..aniyo” kata Suzy dengan suara yang sedikit bergetar. Ya Tuhan, suaramu ini memalukan Bae Suzy.

Myungsoo yang mendengarnya tersenyum kecil lalu menurunkan tangannya. Yeoja ini sungguh manis dan lucu. “Jinjja?” ulangnya. Ia sangat ingin menggoda yeoja yang berada di sampingnya.

“Ne, wae?”

Myungsoo mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy dan mengamati setiap bagian wajah yeoja cantik ini.Cantik batinnya.

Suzy saat ini menahan nafasnya. Ia sangat sulit bernafas. Ia ingin saat ini juga ibunya muncul dan membawanya pergi. Tapi ini terdengar sangat mustahil karena ibunya sedang berada di Daegu untuk menemani Ayahnya menjenguk sang nenek.

“Wajahmu sangat merah” ucap Myungsoo sambil menahan tawanya. Ia kemudian menjauhkan wajahnya dan duduk seperti semula. Ia tahu jika wajah Suzy memerah karena menahan nafas. Tubuh yeoja ini diam tak bergerak sedikit pun tadi. Seperti patung.

“Mwo?!” kata Suzy terkejut lalu ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya ketika sadar.

“Ya, lepaskan tanganmu Bae Suzy. Aku tidak bisa melihat wajahmu yang lucu” ucap Myungsoo terkikik sambil menurunkan tangan Suzy.

Suzy menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya. Apa dia bilang, wajahku lucu. Aish, Eomma aku tidak terima jika namja ini mengatakan jika wajahku lucu. Suzy memandangnya sebal.

Myungsoo mencubit pipi Suzy yang seperti bakpao itu. “Kyeopta” ucapnya kemudian tertawa keras.

Deg. Jantung Suzy kembali berdegup kencang. Aku bisa gila jika di dekat namja ini, Eomma tolong aku batin Suzy.

“Keopi joahaeyo (apakah kamu suka kopi) ?” tanya Myungsoo setelah menghentikan tawanya.

“Ne, joahaeyo (ya, saya suka)”. Ya aku sangat suka kopi Myungsoo-ssi . Aku salah satu penggemar kopi. Apa kau mau membelikanku lanjutnya dalam hati.

“Kajja” Myungsoo bangkit dari tempat duduknya.

Suzy mengernyitkan dahi menatap heran Myungsoo. “Odieso?”

“Ke cafe milik temanku”

Kernyitan di dahi Suzy bertambah dan menatap ragu Myungsoo.

“Di sini sangat dingin. Ayolah Bae Suzy, sekalian menghangatkan tubuh” Myungsoo tersenyum kemudian menarik tangan Suzy tanpa persetujuan dari sang pemilik tangan.

@@@

Woohyun terus menatap yeoja yang berada di depannya. Jadi ini yeoja yang disukai Myungsoo, sangat cantik batinnya. Sementara yeoja ini merasa sangat tidak nyaman. Yeoja yang bernama Bae Suzy hanya diam menundukkan kepalanya.

“Hyung, jangan menatapnya seperti itu” teriak Myungsoo. Woohyun menghiraukan ucapan Myungsoo.

“Ya jangan dekat-dekat” teriak Myungsoo lebih keras saat Woohyun mulai mencondongkan badannya ke arah Suzy. Myungsoo yang berada di samping Suzy kemudian beranjak dari tempat duduknya. Ia menarik tubuh Woohyun untuk kembali duduk dan menggeser kursi Woohyun ke sampingnya.

Woohyun hanya mendengus kesal. Kemudian ia kembali menatap Suzy. Saat ini sedang menggoda Myungsoo dengan terus menatap yeoja yang disukai sahabatnya ini.

Myungsoo mengepalkan tangannya geram. Brakk. Ia memukul keras meja di depannya hingga membuat Suzy dan Woohyun terlonjak kaget.

“Ya, kau membuatku jantungan. Ada apa denganmu?” kata Woohyun dengan posisi berdiri.

“Myungsoo-ssi, gwenchana?” tanya Suzy khawatir.

Myungsoo tersenyum ke arah Suzy “Gwenchana Suzy-ssi”

Woohyun menatap sebal Myungsoo yang menghiraukan pertanyaannya tetapi tidak dengan Suzy.

“Aish” dumel Woohyun dan berlalu meninggalkan mereka berdua menuju dapur.

“Hyung bawakan kami dua cangkir kopi” teriak Myungsoo. Woohyun yang mendengarnya hanya mengangguk.

Tak berapa lama Woohyun kembali dan meletakkan secangkir kopi masing-masing di depan Myungsoo dan Suzy lalu duduk di samping Myungsoo.

“Gomawo oppa” kata Suzy sambil tersenyum.

Woohyun membalas senyuman Suzy.

Oppa, ige mwoya dumel Myungsoo dalam hati.

“ Neo ireum?” tanya Woohyun sambil mengulurkan tangannya.

“Suzy, Bae Suzy” ucap Suzy kemudian membalas uluran tangan Woohyun.

“Woohyun”

Myungsoo menatap bergantian kedua orang yang berada di sampingnya. Astaga lama sekali, lihatlah tangan mereka yang belum lepas. Ini tidak bisa dibiarkan pikirnya.

“Ya, jangan berlama-lama” kata Myungsoo sambil melepas cepat kedua tangan mereka.

“Hyung kembalilah ke dapurmu sana” sambung Myungsoo dengan nada sinis.

“Kau mengusirku dari tempatku sendiri” ucap Woohyun beranjak dari tempat duduknya dan kembali menuju dapur.

Suzy menatap sekeliling cafe. Ia berdecak kagum. Kali ini ia bisa dengan tenang menikmati cafe ini setelah beberapa keributan kecil yang terjadi sebelumnya. Ia mulai meminum kopi yang berada di depannya. Nikmat. Di tambah musim dingin seperti ini menambah rasa nikmatnya.

“Enakkan?”

Suzy menoleh ke arah Myungsoo “Makanan maupun minuman di sini sangat enak. Woohyun hyung yang meraciknya sendiri. Itu semua resep rahasianya” lalu Myungsoo ikut meminum kopi miliknya.

Suzy tersenyum kecil menanggapinya.

Myungsoo beranjak dari tempat duduknya dan menggeser kursi yang Woohyun duduki ke tempat semula yang berada di depan Suzy. Ia ingin bisa menatap yeoja di sampingnya dengan mudah. “Mianhae Suzy-ssi, ini kedua kalinya kau menungguku saat kita kencan”

Hampir saja Suzy menyemburkan kopi yang ia minum. Mwo, kencan. Astaga apa benar ini yang namanya kencan Eomma. Kenapa aku baru menyadarinya batin Suzy.

Tidak terlintas di bayangan Suzy jika pertemuan mereka ini bisa di katakan dengan kencan karena sebelumnya ia tidak pernah melakukannya.

Myungsoo terdiam memikirkan kembali ucapannya. Ia menepuk pelan mulutnya. “Ah, ani. Bukan itu maksudku”

“Lalu?” tanya Suzy dengan polos.

“Lupakan ucapanku Suzy-ssi .Sebaiknya kita berbicara informal. Sangat tidak nyaman memanggilmu Suzy-ssi dan mendengar kau memanggilku Myungsoo-ssi”

Suzy mengangguk. Ia setuju dengan perkataan namja ini. Memang sangat tidak nyaman.

“Myungsoo-ah. Apa aku bisa memanggilmu seperti ini?”

“Ne, lalu aku akan memanggilmu Suzy-ah” jawab Myungsoo.

Keduanya saling menatap dan tertawa.

“Apa kau masih sekolah Bae Suzy?”

“Ne, aku masih SMA kelas 3. Bagaimana denganmu?”

“Mwo?!” ucap Myungsoo terkejut. “Jadi kita memang seumuran Bae Suzy”

“Apa kau masih sekolah juga?”

“Mmm..sama sepertimu, aku juga berada di kelas 3. Tapi aku sekarang sudah tidak sekolah”

“Waeyo? Apa kau tidak memiliki biaya? Aku bisa membantumu untuk mendapat beasiswa di sekolahku”

Myungsoo hanya tersenyum tipis. Astaga Bae Suzy bukan itu alasanku batin Myungsoo.

“Memangnya kau sekolah dimana?” tanya Myungsoo.

@@@

Il Hwa mengamati putrinya yang sedari tadi terus tersenyum. Semenjak pulang dari pertemuan kedua acara biro jodoh , senyum yang terukir di wajah putrinya tidak pernah hilang. Ia ikut bahagia sekarang saat melihat putrinya yang sepertinya sedang jatuh cinta. Il Hwa menyikut pelan Suzy dan membuat yeoja itu menatapnya “Waeyo Eomma?”

Il Hwa tersenyum. “Apa kau menyukai namja biro jodoh itu eoh?”

Seketika, Suzy mengerutkan keningnya “Tidak” elaknya dengan gugup.

Il Hwa tersenyum penuh kemenangan saat tebakannya benar. Putrinya ini tidak bisa berbohong di hadapannya. “Kau sedang berbohong Bae Suzy, katakan yang sebenarnya pada Eomma mu ini” ucap Il Hwa sambil menunjuk dirinya.

Suzy mengerucutkan bibirnya. Ia kalah telak. Ibunya ini pasti mengetahui gelagatnya jika sedang berbohong. Ia kemudian hanya mengangguk.

“Apakah dia tampan?” tanya Il Hwa bersemangat.

Suzy hanya mengangguk. Sangat tampan Eomma.

“Apakah dia namja yang baik? Berapa umurnya? Kau tidak menyukai seorang ahjussi kan?” ucap Il Hwa menyelidik.

Suzy dengan cepat menggeleng. “Ani Eomma, dia namja seumuranku. Dia sangat baik dan juga romantis” kata Suzy tersenyum. Bayangan Myungsoo berputar-putar di kepalanya. Ia kembali mengingat perlakuan Myungsoo kepadanya. Sangat manis. Ya Tuhan, aku ingin bertemu dengannya lagi.

“Aigoo, akhirnya kau merasakan jatuh cinta juga uri ttal. Eomma ikut bahagia”

“Aku baru tahu jika jatuh cinta rasanya seperti ini Eomma”

Il Hwa mendekap dan mengusap sayang rambut Suzy. Ia mengangguk. Ia berharap putrinya ini bahagia, tidak seperti kisah ibunya dulu dengan sang ayah.

@@@

“Harabeoji, aku ingin sekolah”

Kim Sunggu, Kim Bum dan Kim So Eun yang mendengarkan melotot tidak percaya dengan ucapan yang baru keluar dari cucu, adik, dan adik iparnya ini. “Ada angin apa ini. Apa kemarin kepalamu terbentur sesuatu” tanya Sunggy curiga.

Ini kali pertama Myungsoo meminta untuk bersekolah. Biasanya Kim Sunggyu lah yang memaksanya.

Myungsoo menghela nafas panjang. Apa ada yang aneh jika aku ingin bersekolah. Bukankah itu hal biasa. Astaga, lihatlah ekspresi mereka saat aku berbicara.

“Aniyo harabeoji.”

“Ya Myungsoo-ah, kau sekarang pasti sedang demam” kata Kim Bum juga dengan tatapan curiga.

“Apa kalian semua tidak percaya padaku eoh”

Ketiganya serempak mengangguk. Mereka masih belum bisa mencerna dengan baik ucapan Myungsoo.

Myungsoo mendengus sebal. Ponsel Myungsoo berbunyi kemudian ia mengalihkan tatapannya dari orang-orang di sekeilingnya dan mengambil ponsel yang berada di saku belakang celananya. Ia membukanya dan melihat pesan dari Woohyun.

Apa kau sudah menghubungi Bae Suzy

Myungsoo menepuk pelan dahinya. Astaga ia lupa.

Astaga hyung, aku lupa

Tidak berapa lama ponselnya kembali berbunyi.

Myungsoo babo, tahu begini aku kemarin yang meminta

Myungsoo melotot dan mendengus kesal tanpa menyadari tatapan aneh orang-orang di sekelilingnya.

Ya!! aku akan membunuhmu jika kau berani melakukannya!!

Lalu Myungsoo meletakkan dengan kasar ponselnya di meja.

“Apa terjadi sesuatu Myungsoo-ah?” tanya So Eun dengan wajah khawatir.

“Aniyo noona” jawabnya kemudian mengambil minum di depannya dan meminumnya dengan cepat.

“Apa kau serius ingin sekolah?” tanya Kim Bum sambil meletakkan alat makannya.

Myungsoo mengeryit dan berpikir apa maksud ucapan kakaknya.

Kim Bum menatapnya tajam seolah meminta penjelasan.

Astaga Kim Myungsoo kenapa kau melupakan hal yang kau bicarakan tadi. Ini semua gara-gara Woohyun bebek itu. Sial umpatnya dalam hati.

“Aku serius hyung, harabeoji, noona” jawabnya sambil memandang satu persatu mereka.

Kim Sunggyu mengangguk-angguk. “Baiklah, tapi kau harus berjanji tidak membuat ulah di sekolahmu yang baru” ucapnya menyetujui permintaan cucunya.

Myungsoo mengangguk. “Tapi aku memiliki syarat harabeoji” katanya sambil menatap Kim Sunggyu.

“Apa itu?”

TBC

Advertisements

44 thoughts on “U and I part 5

  1. akhirnya update juga ff’a thor,tp ff’a kurang panjang thor hehehe
    myungpa pabbo ,disuruh minta no tlp malah lupa lg hufh
    itu kira” persyaratannya apa ya,jgn” myung minta 1sekolah sm suzy lg atau minta dinikahin sm suzy hehehe*plaksoktau
    ditunggu part selanjutnya

    Like

  2. Waaaaa sayaratnya apaan. Astaga myung babo knp ga minta no hp suzy. Wkwjwjjw namu jjang. Astaga myungie lupaan mulu deh yaa.
    Ditunggu lanjutannya

    Like

  3. sumpahhh lucuu bangett kayanyaaa pada gk percayaaa kalo myungg mauu sekolahh
    dan suzy ngiraa gk ada biayaa hahah mang penampilan myung gimana suzy eonnie wkwkwk
    eonni next part sangat ditunguu yaaa ajuu penasarannn bangett……

    Like

  4. Aahhh myungzy udh saling suka wkwkkwka
    Wah myung lupa minta no tell nya Suzy lagi yaa.aigoooo
    Apa tuh syaratnya myung. Ahhh penasaran wkwkka

    Like

  5. Syaratnya pasti minta sekolah yg sama dengan Suzy 🙂
    Myungzy bener2 sedang jatuh cinta, sampe bisa merubah sikap mereka, lucu 🙂
    Next partnya selalu ditunggu, gomawo author 🙂

    Like

  6. aigoo myung bkin lucu ps dy cmbru sm woohyun hahaha
    emng dlu knpa myung brhenti sklah? skrng dy mau sklah lg karna suzy woaaa apa dy bnr” sk ma suzy smpe bela”in sklah lg
    kira” apa syarat yg diajuin myung?
    NEXT PART 😀

    Like

  7. Ya ampunnn..
    Bisa2 nya myungpa trlmbat kencan cuma gara2 main game,, kasin suzy eon !!!
    Myungppa lucu bgtz pas cmburu sma woohyun oppa.hehe

    omo,, syarat ap???
    Ap jangn2 sklahn’y hrus di sklhn zy eonn.

    Like

  8. Apa syarat yg diminta myung.
    Semua kel kim pd heran tumben si myung mintak sekolah, ampek memcuat pnasaran mreka
    suzy bner2 jtuh cinta ma myung. Akankah mreka berpcaran n jd bneran mnikah?

    Like

  9. wah ternyata myung bnr2 tertarik sm suzy…semoga mying sekolah ditempat yg sm dengan suzy….moga mereka cpt jadian….next min.

    Like

  10. Aigoo ternya woohyun kepincut jga sama suzy wkwkw myungpa harus lebih waspada sepertinya.
    Myungpa mau sekolah di sekolahan yg sama kaya suzy ya,,?
    Ckckc modus tapi aku suka kekeke
    next.a ditunggu author Fighting

    Like

  11. Pingback: U and I | Hanfubita

  12. Daebak ternyata Myung masih SMA 😂 dan astaga Romcom nya dapet sekali
    Dan astaga belum jadi pacar Myung udah ngeproteksi Suzy sebegitunya 😂 gimana kalau udah ya
    Hahahaha kan Myung tobat mu membawa syok terapi ke keluarga Kim

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s