. . . . CRIME PART 1

cats

Title : Crime

Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

Other Cast : infinite, kang ha neul

Scriptwriter : bluebyta

Genre : Action, —

Rating : PG 17

Lenght : Chaptered

Disclaimer : cerita ini merupakan karya dan hak milik penulis akan tetapi tokoh dalam cerita merupakan milik orang tua dan agensi masing-masing. Tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan dalam penggunaan tokoh selain untuk cerita.

eh, ketemu lagi. sebenernya cerita ini tetep bakal ada romance-nya sih. tapi aku nggak berani nulis ‘romance’ di genrenya. takutnya nanti mengecewakan. finally, happy reading and sorry for typo

***

Restoran

Jalanan panjang itu menghubungkan gwangju dengan seoul. Tempat yang tepat untuk sebuah restoran berdiri. Persinggahan yang pas dan sebagai aset besar yang menghasilkan uang tiap menitnya. Dengan kualitas yang baik, kenyamanan yang terjamin dan keamanan yang cukup terpercaya. Tempat itu menjadi sebuah restoran yang cukup bagus dan tak pernah sepi pengunjung.

Seorang yeoja sedari tadi sudah menunggu di salah satu meja di sudut restoran. Sudah sejak dua jam yang lalu yeoja itu berada di sana. Ditemani dengan secangkir americano dan sepiring kentang goreng. Yeoja itu sibuk membolak-balik majalah. Mulutnya tak berhenti mengunyah permen karet sejak dua jam yang lalu. Entah sudah permen yang keberapa, nyatanya kentang dan americano yang kini sudah dingin tak disentuhnya sama sekali.

Restoran kian lama kian sepi. Sekarang tinggal yeoja itu seorang diri. Dia menyandarkan kepalanya di meja, berpura-pura tidur mungkin. Sampai seorang pelayan menghampirinya.

“agassi, restoran ini akan segera tutup” tak ada respon maupun pergerakan dari yeoja itu. “agassi” ulang pelayan itu.

Yeoja itu mengangkat kepalanya malas. “wae?” yeoja itu berdiri hendak beranjak pergi. Tapi dua orang penjaga bertubuh besar menghadangnya “sepertinya kau lupa membayar makananmu agassi”. Terdengar hembusan nafas kasar dari yeoja itu-suzy- . dia mengumpat dalam hati karena salah memilih tempat. Dia sama sekali tak punya uang dan seharusnya restoran ini membuatnya punya uang tapi sialnya ada penjaga disini dan dia melupakan kalau ada cctv juga. Tak punya uang membuatnya benar-benar ceroboh.

Sebenarnya kabur seperti ini bukan gayanya. Tapi terpaksa, suzy sudah siap dengan kepalan di tangannya. Satu pukulan untuk tiap orang dan berlari secepat mungkin. Tapi tiba-tiba listrik padam. Pyaaarrr …… suzy tau benar kaca bagian utara pecah. Alarm berbunyi nyaring, sedetik kemudian sorotan lampu senter dari dua penjaga menyisir seluruh ruangan. Kesempatan emas, sebuah pukulan melayang tepat di rahang salah seorang penjaga. Dan satu lainnya ikut tersungkur karena tendangan suzy mendarat tepat di lehernya. Dengan sigap suzy berlari ke mesin kasir, menghantamnya dengan kursi dan mengambil semua yang ada. Tidak sia-sia dua jam dia disana, suzy hafal betul tata letak ruangan itu. Itu memudahkannya bergerak dalam gelap.

Semua uang sudah ditangannya. Suzy segera berlari keluar lewat jendela utara yang pecah, sedikit senyum lega bercampur puas menghiasi wajahnya. Cukup jauh, dan suzy tau tak ada yang mengejarnya. Suzy berhenti berlari, berhenti di kegelapan dan mulai mengatur nafasnya. sampai sebuah siulan halus terdengar. Spontan suzy menahan nafasnya, menajamkan indranya untuk mengetahui keadaan sekitar.

“keluarlah” lirih suzy

Bumbh…. seseorang baru saja menyentuh tanah. Orang itu berada di atas pohon di samping suzy sebelumnya “kau, nampaknya 2 jam yang kau habiskan tidak sia-sia” suara halus seorang namja

“kau yang melakukannya?”

“bingo, bukankah sangat membantu? Sangat bodoh menyerang tanpa tau kekuatan lawan. Apa jadinya jika aku tak membantu eoh?” kata namja itu. Tak ada jawaban dari suzy “bisakah aku mendapat bagianku?”

Suzy tersenyum sedikit kesal karena diremehkan “Bukannya aku tak tau kekuatan lawan, aku hanya melupakan itu” ucapnya membela diri “berapa maumu?”

“harga yang pantas menurutmu” kata namja itu. Suzy membagi dua uang yang dia bawa, entah berapa jumlahnya, kegelapan menghalangi pandangannya. Suzy mencoba mendekat, menyerahkan uang sambil mencoba mengenali namja di hadapannya. Namja itu kurang lebih 15 cm lebih tinggi darinya, aroma tubuhnya, sial hanya itu yang bisa dia tau.

Suzy mencoba menyerang, menghantamkan kepalan ke dada namja itu membuat namja itu sedikit terpelanting. Suzy menarik tangannya mencoba menghantam wajah namja itu tapi sebuah sengatan listrik melumpuhkannya. sengatan listrik itu menimbulkan cahaya, membuatnya bisa melihat sekilas wajah namja dihadapannya tadi. Wajahnya terlihat baik, tapi itu sangat menipu. Suzy tak bisa bergerak sekarang dan namja itu membawanya.

***

Di tengah kota seoul. Sebuah bangunan kecil yang hangus karena terbakar sudah cukup dilupakan oleh banyak orang. Tak ada yang mau merawatnya lagi setelah kebakaran 4 tahun lalu dan tak ada yang berniat membongkarnya. Bahkan pemiliknya pun tak peduli. Toh bangunan itu tertutupi gedung dan bangunan tinggi lain di sekitarnya. tapi berbeda dengan 3 namja yang sejak 2 tahun yang lalu tinggal disana. Tempat itu seperti istana, yang menyamarkan mereka dalam kegelapan.

Myungsoo sedang bergelantungan dengan dua kakinya di besi yang dipasang di ruangan yang mereka sebut markas. Tapi nyatanya tempat itu lebih buruk dari sarang burung. Sedangkan hoya meletakkan gelas bekas air putih. Mungkin sudah sepuluh kali dia minum. Mereka berdua sebenarnya sedang menunggu sungyeol yang hari ini mendapat giliran untuk mencari makan malam. Tapi sudah hampir dua jam dia belum kembali.

“Ya! Myung, kenapa dia tak segera kembali?”

“molla”

“aku lapar”

“nado hyung”

“kemudian lakukan sesuatu, berapa lama lagi kita harus menunggu?”

“molla”

Pyaarr…. gelas yang tadi digunakan hoya hancur berantakan. Apa lagi kalau bukan karena kekesalan namja itu.

“tinggal ada dua gelas di tempat ini, aku tak mau kau menggunakan milikku. Kalau kau mau, pinjam punya sungyeol hyung atau minum saja langsung dari dispenser.” Jawab myungsoo santai. Membuat hoya makin geram tapi dia tak bisa berbuat apapun. Hoya tak akan bisa mendebat si jenius itu. Tidak karena pemikirannya yang terlalu tajam dan karena ketenangan myungsoo yang akan membuatnya makin jengkel.

Pintu markas itu terbuka, disana terlihat sungyeol yang masuk ke dalam ruangan. Namja itu berantakan. Pakaiannya basah karena keringat. Tapi kabar baiknya dia membawa kantung besar, dari kejauhanpun sudah dapat disimpulkan kalau itu makanan enak. Buktinya, hoya benar-benar hilang komentar dan myungsoo, entah kapan dia menyiapkannya, tapi sekarang dia sudah siap dengan peralatan makannya. Seperti anak burung, mereka berdua mendekat ke sungyeol dan menikmati makan malam mereka.

Tanpa aba-aba mereka makan dengan lahap, atau lebih tepatnya dengan rakus. Mereka bahkan tak ingat kapan terakhir kali mereka makan seperti ini.

“woaahhh,,, bagaimana bisa kau dapatkan makanan seperti ini?” tanya hoya sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya

“restoran ada dimana-mana hyung” jawab sungyeol

Myungsoo berhenti mengunyah “kau dapatkan ini dari restoran hyung? Restoran mana?” tanyanya

“restoran dekat stasiun bawah tanah” jawabnya sambil memasukkan makanan ke mulutnya

Myungsoo melempar sumpitnya dan memegang kepalanya frustasi “Ya! Sudah kubilang jangan di dalam kota. Pergilah ke pinggiran kota jika mencari makan”

“tenanglah myung, tak terjadi apapun padaku. Aku punya ini” ucap sungyeol sambil menunjuk kakinya “tak ada yang bisa menandingiku”

Myungsoo bangkit berdiri. Memasukkan semua gedget yang dia punya ke dalam tas dengan buru-buru “bukan itu masalahnya hyung, apa kau tak memikirkan tentang cctv?” sungyeol menepuk jidatnya “cepat beresi barang kalian”

Sungyeol lantas berdiri dan ikut mengemas barang berharganya. Sementara hoya masih saja makan “biarkan aku habiskan ini sebentar. Aku benar-benar lapar” ucapnya sambil memasukkan makanan dengan cepat ke mulutnya

“Ya hyung, bawa saja makanannya” bentak myungsoo

Hoya bangkit berdiri. Mengumpulkan semua barang berharganya dan tak lupa membawa makanan. 3 namja itu siap pergi saat pintu markas tiba-tiba diketuk. Sial, tak ada jalan keluar lain disini batin myungsoo.

Lagi-lagi pintu di ketuk. Ketiganya terpaku di tempat. Sungyeol dan hoya menunggu keputusan myungsoo sementara myungsoo sendiri terlalu kalut untuk memikirkan jalan keluar.

Brraaakk,,, pintu itu sudah tidak pada tempatnya. Myungsoo, sungyeol dan hoya langsung memasangang mode siaga. Tapi nampaknya namja di balik pintu itu tenang-tenang saja.

Seorang namja yang tidak terlalu tinggi. Mungkin 170 cm, setidaknya namja itu lebih pendek dari hoya, sunyeol dan myungsoo, terlihat begitu santai dengan senyuman di wajahnya “wah, wah, wah. Ada apa dengan wajah kalian? Apa aku menyeramkan?” tanyanya “ahhh, aku tau. Kalian mengira aku polisi eoh?” tak ada jawaban maupun pergerakan dari ketiga namja itu.

“sebenarnya aku bukan polisi,tapi kurang lebih aku memang seperti mereka. Tenanglah dan beri aku sedikit senyuman. Aku hanya mau memberi penawaran. Pertama, kalian masuk ke mobilku dan kalian akan aman dari polisi. Kedua, kalian memilih lari keluar sana meskipun itu percuma karena di sepanjang jalan ada cctv.”

Lagi-lagi hoya dan sungyeol menatap myungsoo “5 detik untuk memutuskan. Kalian mungkin lebih memilih dipenjara hanya karena mengambil makanan di restoran” ucap namja itu “ hana, dul, set, net, das,,,”

“kami ikut” potong myungsoo

***

Myungsoo, sungyeol, dan hoya tiba di sebuah rumah yang cukup besar. Bangunan itu di dominasi oleh kayu dan memiliki warna coklat yang unik. Mereka masuk ke sana, menaiki tangga dan naik ke lantai dua. Namja yang bersamanya tadi membuka pintu salah satu ruangan. Disana, seorang namja lain dengan mata sayu seperti baru bangun tidur sedang duduk di sofa.

“jang dongwoo, akhirnya kau datang juga” ucap namja itu

“eoh. Jangan panggil aku seperti itu hyung. Kita bukan pegawai pemerintah”

“tapi kita bekerja untuk mereka” ucapnya sambil memainkan bolpoin di tangannya “kita hanya perlu menunggu namu. Kalian bertiga” tunjuk namja itu pada myungsoo, sungyeol dan hoya “duduklah”

Kemudian pintu terbuka. seseorang yang baru saja masuk dan diyakini myungsoo bernama namu itu diikuti seorang yeoja.

“Ya! Aku menyuruhmu mencari agen. Kenapa kau membawa pulang yeoja?”

“dia agen hyung”

“kau yakin?” ucap namja itu

“hyung lihatlah, sunggyu hyung tak pernah percaya padaku” ucap namu pada dongwoo

“percayalah padanya hyung, kau bahkan tak mencoba mencari dan hanya tidur disini” ucap dongwoo

“aisshhh, diamlah. Baiklah, sekarang katakan padaku apa yang membuat kalian membawa mereka kemari? Dan apa yang mereka bawa” ucap sunggyu

Dongwoo membuka suara “namja kaki panjang ini” tunjuknya pada sungyeol “aku menemukannya saat mencuri makanan di restoran”

“itu yang membuatmu membawanya?” tanya sunggyu

“aniyo, dia bisa berlari sangat cepat hyung. Kalau dua lainnya, aku menemukan mereka bersama namja kaki panjang ini. aku tak tau mereka bisa apa”

“coba lihat yang mereka bawa”

Namu memeriksa tas myungsoo sedangkan dongwoo memeriksa tas hoya.

“mwoya” ucap dongwoo “kau membawa bola basket dan makanan di tasmu?”

“memangnya apa yang harus aku bawa? Aku tak punya barang berharga” jawab hoya yang kemudian membuat semua yang disana geleng-geleng kepala

“cahh, coba lihat yang satu ini” seru namu “gedget?” ucapnya sambil menatap myungsoo “kenapa kalian mencuri kalau punya gadget? Ini mahal. Berarti kalian cukup kaya. atau kau mendapatkan ini dengan mencuri juga?”

“jaga mulutmu” bentak myungsoo “aku bekerja keras untuk mendapatkannya”

“ya ya ya, neo, jangan kasar dan panggil dia hyung. Dia lebih tua darimu” ucap sunggyu “untuk apa kau punya benda seperti itu?”

Myungsoo bungkam dan tak mau menjawab “dia meretas” ucap sungyeol yang kemudian mendapat tatapan tajam dari myungsoo

“aaahhhh” seru sunggyu, namu, dan dongwoo bersamaan tanda mengerti “kebetulan sekali eoh?” ucap sunggyu pada kedua rekannya “lalu yeoja itu?”

“entahlah hyung, aku melihatnya dan kurasa dia hebat. Dia duduk selama dua jam di restoran dan berakhir dengan menghadapi penjaga restoran” ucap namu

“hah yang benar saja” ucap sunggyu tersenyum remeh

“tapi dengan sedikit bantuan, dia bisa sangat hebat. Kuakui tenaga dan ketahanannya sangat bagus” tambah namu

“kau yakin memilihnya? Namja juga seperti itu bila dilatih” ucap dongwoo

“YA” bentak suzy “kalian meremehkanku eoh?”

“tidak agassi, hanya saja memang begitu adanya” ucap sunggyu

“kalau begitu berapa jumlah anak tangga untuk mencapai ruangan ini?” ucap suzy. Ruangan itu hening. Tak ada yang tau, bahkan sunggyu, dongwoo dan namu yang tinggal lama di sana tak pernah menghitungnya

“kami tak tau. Kami bukan orang iseng yang akan menghitung jumlah anak tangga” jawab sunggyu

Suzy tersenyum “kau terlalu sombong untuk seorang mata-mata pemerintah yang tersembunyi” perkataan suzy mengagetkan sunggyu, dongwoo, dan namu

“bagaimana bisa?” ucap namu

“jas itu, alat penyamaran yang ada disana, penghargaan yang ada di sana, kaca pembesar di sana, dan biar ku tebak, di balik tirai itu” tunjuk suzy pada tirai di belakang sunggyu “ribuan berita dan informasi serta benang merah tersusun rapi di dinding. Kecuali benangnya, benangnya tidak rapi” ucap suzy sambil melihat menang merah yang mencuat dari balik tirai

“daebak” ucap hoya dan sungyeol bersamaan sementara tiga namja lain terpaku dan myungsoo tersenyum senang melihat tiga namja tadi kalah telak.

***

Myungsoo, sungyeol, hoya dan suzy menunggu di lantai bawah sementara ketiga namja tadi mendiskusikan sesuatu.

“ya, siapa namamu?” tanya hoya pada suzy

Suzy menatap malas hoya “suzy, bae suzy”

“nama yang cantik, begitu juga pemiliknya” ucap hoya lagi

“hyung, jangan mulai lagi” kata myungsoo

Suzy menatap myungsoo “siapa namamu?” tanya suzy

“Ya, kenapa kau bertanya namanya?” ucap hoya sebal

“kim myungsoo” jawab myungsoo singkat “kalau boleh aku tau. Bagaimana kau tau kalau mereka mata-mata pemerintah yang tersembunyi”

“bukankah sudah kukatakan tadi? Barang-barang dan perilaku mereka yang menunjukkannya”

“aku tau, tapi bagaimana kau bisa tau kalau mereka tersembunyi?”

“mudah saja. Mereka punya penghargaan dari pemerintah, tapi mereka tak pernah dipublikasikan. Dan lagi, harusnya kau mengenali mereka jika mereka tercatat di pemerintahan. Mengingat kau adalah peretas. Kecuali kalau kau meretas untuk tindakan kriminal, kau hanya akan pikirkan uang”

“dia tidak seperti itu, dia meretas informasi untuk dirinya sendiri. Bahkan dia tak beri tau apapun pada kami. Ngomong-ngomong, namaku sungyeol” suzy mengangguk

“meretas adalah hobiku suzy-ah. Dan kurasa kita bisa jadi teman baik. Kau punya kemampuan yang mengagumkan” puji myungsoo

“begitulah” jawab suzy “apa kalian bertiga akan terus menguping?” ucap suzy tiba-tiba. Kemudian sunggyu dan kedua rekannya keluar dari balik pintu.

***

Mereka bertujuh duduk melingkar mengelilingi meja besar.

“aku membutuhkan kalian” ucap sunggyu tanpa basa-basi “seseorang telah meretas data-data pemerintahan”

“apa untungnya bagi kami?” tanya myungsoo

“lalu apa untungnya bagi kalian berkeliaran dan meresahkan masyarakat di luar sana?” jawab namu “setidaknya kalian akan berjasa pada negara”

“apa kami diberi makan?” tanya hoya

“dan semua fasilitas yang kalian butuhkan” jawab dongwoo

“kenapa kami. Kenapa tidak kalian?” tanya suzy kemudian

“orang ini” sunggyu menunjukkan sebuah foto dari layar gadgetnya “bernama kang ha neul, dia seorang dengan keterbelakangan mental tapi sangat jenius. Dia meretas data-data pemerintahan. Sejauh ini dugaannya karena ayahnya meninggal beberapa bulan lalu karena ledakan di sayap kanan kantor pemerintahan. Ayahnya bekerja di pemerintahan. Kang ha neul beberapa kali melihat kami. Jadi kami tak bisa lakukan ini. kami butuh kalian, orang yang tak dikenalinya dan tak bekerja di pemerintahan”

“jadi dia idiot? Apa yang bisa dilakukan orang idiot?” tanya sungyeol

“jangan seenaknya bicara. Dia itu jenius, hanya saja memiliki keterbelakangan mental” ucap dongwoo “kami takut kalau dia menjual data-data itu”

“kalau dia keterbelakangan mental, dia tak akan melakukannya, dia meretas data hanya untuk balas dendam atas kematian ayahnya” ucap suzy

“lalu apa yang harus kita lakukan padanya eoh? Meretasnya? Lalu dia akan meretas lagi. Atau memenjarakannya? Dia tak bisa dipenjara karena keterbelakangan mentalnya” lanjut myungsoo

“dekati dia, pastikan kalau datanya masih aman, cari tau kalau dia memang meretas hanya untuk balas dendam, dan kalau memang itu alasannya, buat dia percaya pada kalian dan kami akan beri tahukan apa yang harus kalian lakukan selanjutnya. Bagaimanapun juga dia punya kecerdasan yang berharga bagi negara ini” ucap sunggyu

“kau tau? Ini terdengar melelahkan” ucap sungyeol pada sunggyu

“lakukan saja. Kalian akan dapat imbalan yang sepadan setelah semuanya selesai. dan kalian semua, kami bertiga lebih tua, panggil kami hyung” ucap dongwoo

Ketiganya berdecak “ne hyung” ucap mereka bersamaan

“dan kau agassi, kau paling muda, panggil kami oppa” ucap hoya kemudian

“tch, aku tak mau” jawab suzy

“perkataannya ada benarnya” ucap namu, sunggyu, dongwoo dan sungyeo bersamaan. Sementara myungsoo hanya mengendikkan bahu

Suzy menghela nafas kasar “eoh oppa” ucap suzy canggung pada akhirnya sambil memalingkan wajah dari 6 namja di sekelilingnya.

“baiklah, kita akan mulai besok, dan kalian harus dibagi menjadi dua tim dulu sekarang”

“aku dengannya” ucap keempatnya bersamaan. Sungyeol menunjuk hoya, Hoya menunjuk suzy, suzy menunjuk myungsoo dan myungsoo menunjuk suzy.

TBC

gimana? kasih saran atau komentar ya.

setelah aku pikirin hampir seminggu penuh *halah*, berhubung nggak banyak yang suka sama genre action *mungkin nggak seantusias genre romance* , jadi next part sama banyaknya part nanti bakal aku liat dari respon dan komentar reader ya.

so, don’t be silent reader chingu

 

 

Advertisements

31 thoughts on “. . . . CRIME PART 1

  1. authournim izin baca ffnya, suka pas myung ama suzy saling tnjuk,smga myungzy satu tim ya thor, dtngu next partnya,5ting

    Like

  2. Myungsoo dan Suzy sepertinya bisa langsung deket, karena mereka sama2 tertarik dengan kemampuan satu sama lain 🙂
    Semoga mereka satu tim, jd bisa lebih banyak moment mereka 🙂
    Ceritanya sangat menarik, ditunggu part 2 nya, gomawo author 🙂

    Like

  3. Aku jg suka sm genre action..apalagi myungzy yg jd peran utamanya..ceritanya bikin penasaran dan dag dig dug..myung m suzy mau satu klompok..smoga deh..biar moment mereka banyak nanti..^-^..gmn kelanjutan rencana dan aksi mereka nih..??…di tunggu lanjutannya..^-^..

    Like

  4. Hohoho alan jd apaan lerja sama merkw ya. Wkwkwk kang ha neul keterbalekangan mental. Aigo kacau dirumu author. Ganteng itu. Wkwkwk myungzy pengen bateng. Hehe

    Like

  5. Cerita nya seru, dan aku suka karakter suzy yang jenius, hohooow, g’ sabar nunggu next chapnya;)
    fighting ne thor:*

    Like

  6. kelihatannya myungzy cocok jadi patner…mereka sm2 punya kelebihan masing2…misinya kayaknya sulit…next min

    Like

  7. Waah.. penasaran banget sama kelanjutannya.. action n spy/detective adalah favorit ku.. chapter selanjutnya ya thor.. keep writing. Kalau boleh ngasih saran ff ini harus dilanjutin sampai ending kalau nggak pasti banyak reader yg kecewa.. Karena ceritanya lebih mengasikkan dri pda genre lain. Jdi author yg semangat ya..
    ~myungzy jjang~ author jjang~

    Like

  8. part awalx sudah seru!!! tertarik buat baca next part nya. mata mata pemerintah, hacking, jenius yg keterbelakangan mental. uwah menarik.

    Like

  9. wahh suzy jeniuss hahab daebak…
    aku bingu ada orang jeterbelakangan mental tP jenius???
    next part aku tunggu yaa

    Like

  10. oh action yah. tapi kenapa mereka ceritanya jadi pencuri yaahhh. keren sih. terkesan menantang gitu. aku readers baru disini. izin baca yah kak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s