U and I part 6

myungzy

 

Author             : Numi

Main Cast        : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Genre              : Family, Friendship, Romance —

Rating              : PG-15

Type                : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Kim Sunggyu mengangguk-angguk. “Baiklah, tapi kau harus berjanji tidak membuat ulah di sekolahmu yang baru” ucapnya menyetujui permintaan cucunya.

Myungsoo mengangguk. “Tapi aku memiliki syarat harabeoji” katanya sambil menatap Kim Sunggyu.

“Apa itu?”

@@@

PART 6

“Ya Suzy-ah jalanmu cepat sekali, apa kau tidak dengar dari tadi aku memanggilmu” kata Jiyeon menyamai langkahnya dengan Suzy.

Suzy menoleh ke arah sahabatnya dan menggelengkan kepala sambil tersenyum “Mian Jiyeon-ah aku tidak mendengarnya”

Suasana di sekolah masih sepi hanya ada beberapa siswa yang terlihat. Mereke berdua memasuki koridor sekolah bersama-sama tanpa ada yang berbicara kemudian menaiki tangga yang berada di bagian tengah sisi kanan koridor menuju lantai dua setelah itu belok ke kiri dan menaiki tangga berikutnya untuk sampai ke lantai tiga. Suzy dan Jiyeon berhenti sejenak untuk beristirahat.

“Sangat menguras tenaga Jiyeon-ah” ucap Suzy dengan nafas tidak beraturan dengan sedikit membungkuk dan kedua tangannya memegang lutut.

“Eoh. Ini sangat menyebalkan. Setiap hari kita harus melewati tangga ini” ucap Jiyeon mendengus sebal sambil mengarahkan kaki kirinya ke tangga dengan cepat tanpa menyadari jika tali sepatu kets boot putih miliknya itu terlepas .

Suzy memandang sekilas Jiyeon dan tersenyum . Ia akui ucapan sahabatnya ini memang benar. Tapi ini bukan hanya terjadi pada mereka berdua tetapi seluruh kelas tiga karena letak ruang kelasnya memang berada di lantai ini.

Jiyeon melolot saat mengetahui sepatunya terlepas dari kaki kirinya karena ulahnya yang terus melayang-layangkan kakinya ke arah tangga “Sepatuku!!”

Sementara dari arah tangga sesosok namja muncul bersamaan dengan sepatu Jiyeon yang melayang. “Auu” ucapnya meringis sambil mengusap-usap hidungnya yang sakit.

Jiyeon menuruni tangga diikuti Suzy berjalan ke arah namja yang terkena sepatunya “Omo!! Seung Ho-ah, gwenchana” ujarnya dengan nada khawatir.

“Ya, Yoo Seung Ho neo gwenchana” ulang Jiyeon karena namja di depannya ini masih menunduk tanpa berusaha mendongakkan kepalanya.

Seung Ho masih terus menunduk dan memegangi hidungnya. Sangat sakit dan menyebalkan. Ia yang semula menaiki tangga dengan nyanyian riangnya tiba-tiba sepatu melayang ke arahnya dan menghantam hidungnya. Sial, sial ini hari sialmu Yoo Seung Ho. Ini semua karena ulah Park Jiyeon.

Suzy yang berada di samping Jiyeon lalu mengguncang-guncang bahu Seung Ho “Seung Ho-ah jawablah, Jiyeon sangat mengkhawatirkanmu”

Seung Ho melepaskan tangan Suzy dari bahunya dengan cepat “Ya, lepaskan Bae Suzy. Kau melukai bahuku jika terus seperti ini” lalu mendongakkan kepalanya.

“Omo!!” teriak Suzy dan Jiyeon dengan histeris sambil menunjuk hidung Seung Ho.

“Wae?” tanya Seung Ho bingung.

“Pi” ucap Suzy.

“Mwo?!” lalu Seung Ho mengusap hidungnya lagi dan ia melihat ada darah di tangannya.

“Aaa, darah” sambungnya. Kepalanya saat ini terasa sedang berputar-putar. Seumur hidupnya baru kali ini hidungnya mengeluarkan darah. Sejujurnya Seung Ho sangat takut dengan darah. Ia harus kuat karena di dekatnya ada dua orang yeoja. Apa yang akan di katakan dua yeoja ini jika ia pingsan. Pasti sangat memalukan.

Jiyeon memandang Suzy dengan raut muka sedikit ketakutan. Ia berpikir sejenak.

“Kajja kita ke ruang kesehatan Seung Ho-ah dan kau ke kelas saja Suzy-ah” kata Jiyeon kemudian menuntun Seung Ho.

Bae Suzy hanya mengangguk dan berjalan ke kelasnya. Ia berhenti lalu membalikkan badannya dan memandang dua orang yang berjalan bersama sambil menyunggingkan senyum tipis.

“Baru kali ini aku melihat Jiyeon dengan wajah seperti itu di depan seorang namja” gumamnya pelan kemudian melanjutkkan langkahnya.

@@@

“Ya, berhentilah menangis. Kau membuatku pusing”

“Aku tidak bisa. Air mataku terus mengalir”

“Jiyeon-ah, yang terluka itu aku kenapa kau yang menangis eoh” ucap Seung Ho. Ia sedang duduk di salah satu tempat tidur yang berada di ruang kesehatan. Ia tidak suka mendengar suara tangisan yeoja ini. Sangat berisik.

“Aku merasa sangat bersalah Seung Ho-ah, lihatlah hidungmu sekarang” kata Jiyeon sambil menunjuk hidung Seung Ho “pasti besok akan seperti hidung Squidward. Apa yang harus aku lakukan” lanjutnya.

Seung Ho tersenyum kecil saat mendengar ucapan Jiyeon. Ia memandang wajah Jiyeon. Sebenarnya dari dekat kau sangat cantik. Astaga apa yang baru saja aku pikirkan. Yoo Seung Ho sadarlah.

“Auu” ringis Seung Ho saat Jiyeon mengobati hidungnya. Perih.

“Apa kau akan melakukan semua yang aku minta” tanya Seung Ho pelan hampir seperti bergumam tapi Jiyeon mendengarnya.

“Eoh”

“Jinca?”

Jiyeon mengangguk dengan yakin. Ia harus melakukan sesuatu untuk menebus rasa bersalahnya. Mungkin.

“Selama sebulan ini kau harus mengerjakan semua tugas milikku yang diberikan Song Ssaem”

Jiyeon membulatkan matanya tidak percaya. Ya Tuhan, kenapa tadi aku mengucapkan hal seperti ini tanpa berpikir lebih dulu. Aku menyesal.

“Kau sudah mengatakan akan melakukan semua yang kuminta, jadi aku tidak menerima penolakan apa pun itu” ucap Seung Ho dengan senyuman liciknya.

Jiyeon mengangguk pasrah “Ne”

@@@

Soo Jung menatap bangku yang berada di sebelah kirinya yang masih kosong “Kenapa Jiyeon belum datang juga? Padahal bel sudah berbunyi”

“Dia sedang berada di ruang kesehatan” jawab Suzy yang berada di sebelah kanan Jiyeon dengan di pisahkan satu kursi kosong di bangku milik Suzy.

Soo Jung dan Jiyeon satu bangku sementara Suzy duduk sendiri. Suzy lebih senang duduk di kursi yang berada di sebelah kanan ini. Bukankah ia seharusnya lebih memilih kursi yang berada di dekat sahabatnya. Jawabannya tidak karena jika pelajaran kedua sahabatnya asyik mengobrol tentang merk sepatu atau apalah itu. Suzy sangat tidak nyaman dan terganggu jika mendengarnya. Meskipun di sini ia masih mendengarnya tapi tidak sekeras jika ia berada tepat di samping mereka.

“Mwo?! Apa dia sakit? Sakit apa? Sebaiknya kita ke sana Suzy-ah” kata Soo Jung panik.

Suzy menggeleng cepat. “Tidak Soo Jung-ah, dia hanya mengantarkan Seung Ho”

Soo Jung mengernyit “Ada apa dengan Seung Ho”

Suzy menceritakan kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu.

“Ya, berhentilah tertawa. Apa kau tidak kasihan dengannya. Dia tadi hampir saja menangis “

“Astaga Park Jiyeon, ada-ada saja kelakuannya” ucap Soo Jung menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah berhenti tertawa, Soo Jung menatap Suzy dengan pandangan serius. Ia memang sedikit aneh. Raut mukanya cepat sekali berubah.“Suzy-ah kau belum mengatakan kepada kami siapa nama namja yang ikut biro jodoh denganmu itu. Cepat katakan siapa namanya, aku ingin sekali mengetahui namanya”

Suzy balas menatap Soo Jung dan tersenyum kecil “Namanya Kim…”

“Song Ssaem datang” teriak seorang siswa yang duduk di dekat pintu yang berhasil menghentikan ucapan Suzy.

Suzy dan Soo Jung membenarkan tempat duduknya. Suara sepatu milik Song Jihyo terdengar di seluruh penjuru kelas. Suasana kelas menjadi hening semenjak kedatangan guru yang terkenal killer ini.

Song Jihyo menatap muridnya dan mulai mengabsensi satu persatu. “Kemana Jiyeon dan Seung Ho?” tanyanya setelah selesai mengabsensi.

Semuanya saling memandang dan menggeleng tidak tahu kecuali Suzy dan Soo Jung.

“Ke ruang kesehatan Ssaem” kata Soo Jung.

“Apa mereka berdua sakit?” tanya Jihyo mengalihkan pandangannya ke arah Soo Jung.

“Animida, Seung Ho yang sakit sementara Jiyeon hanya mengantarnya”

Jihyo mengangguk. Ia malas bertanya yang macam-macam. Jika ada muridnya yang tidak mengikuti jam pelajaran yang diajarkannya juga bukan urusannya. Mereka sendiri yang akan rugi.

“Hari ini kelas kalian kedatangan murid baru” ujarnya sambil menulis sesuatu di buku absensi.

Semuanya mulai berbisik. Mereka heran karena masih ada saja yang pindah saat semester akhir ini.

“Tapi sampai saat ini dia belum datang mungkin sebentar lagi” lanjutnya sambil meletakkan bolpin di atas buku absensi.

“Namja atau yeoja Ssaem”

Jihyo menatap tajam siswanya yang mengajukan pertanyaan itu “Namja” jawabnya dengan singkat.

@@@

Terdengar dari koridor langkah kaki seseorang tergesa-gesa tanpa menghiraukan beberapa orang yang memperhatikannya. Kim Myungsoo, kau akan mendapatkan masalah besar di hari pertamamu sekolah. Lagi- lagi ia terlambat karena bermain game sampai larut malam hingga bangun kesiangan seperti ini. Namun ia sangat bahagia sekarang setelah 2 hari yang lalu persyaratannya dikabulkan kakeknya.

Myungsoo mengangguk. “Tapi aku memiliki syarat harabeoji” katanya sambil menatap Kim Sunggyu.

“Apa itu?”

“Aku ingin bersekolah di SMA Hannyoung”

Kim Bum melongo tak percaya “Mwo, ya Myungsoo-ah sebelum sekolah di sana kau harus tes lebih dulu. Itu salah satu sekolah terbaik di Seoul. Apa kau bisa eoh?”

Myungsoo menghiraukan Kim Bum dan menatap Sunggyu dengan wajah memelas “Harabeoji tolong cucumu ne”

Kim Sunggyu terdiam sejenak “Hmm.. tapi kau harus ingat janjimu. Bertahanlah sampai kau lulus dari SMA arasso?”

“Ne harabeoji” ucap Myungsoo sambil tersenyum senang.

Kim Myungsoo berjalan tanpa arah hingga ia berada di depan ruangan entah ruangan apa ini ia tidak tahu. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat ada tulisan ruang kesehatan. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya ia tersesat sekarang lalu mengedarkan pandangannya. Sepi dan tak jauh dari tempat ini ada sebuah kantin dan taman. Myungsoo mendengar suara dari dalam ruang kesehatan kemudian ia meletakkan telinganya di daun pintu.

“Ya apa yang kau lakukan eoh, apa kau mau mencuri” kata seorang yeoja saat membuka pintu ruang kesehatan dari dalam dan melihat ada namja seperti mengedap-endap di depannya.

Myungsoo tersentak dan berjalan sedikit mundur. Ia mengibaskan tangannya “Aniyo, aku ha..hanya..”

“Hanya mwo?!” ucap yeoja itu penuh selidik sementara namja yang berada di belakangnya hanya diam mengamati.

“Ya, kenapa wajahmu seperti itu. Lihatlah aku memakai seragam sepertimu dan aku juga bukan pencuri. Aku hanya sedang mencari ruang kelasku dan saat ini aku sedang tersesat. Arasso” ujar Myungsoo dengan suara memekik. Ia tidak terima dengan ucapan yeoja di depannya ini.

“Eoh” katanya singkat.

Ya Tuhan, yeoja ini sangat menyebalkan sekali. Apa tidak ada kata lain selain eoh pikirnya lalu mengusap kasar rambutnya.

“Kelasmu ada dimana?” tanya seorang namja yang berjalan dari arah belakang yeoja ini.

Myungsoo mengendikkan bahunya. Jika tau ia tidak akan berada di tempat ini.

“Neo molla?” lanjutnya.

“Hmm”

“Jiyeon-ah aku akan mengantarnya ke ruang guru apa kau mau ikut?”

“Ne Seung Ho-ah daripada aku ke kelas sendiri dan bertemu dengan Song Ssaem lebih baik aku ikut denganmu saja”

“Yoo Seung Ho” ucap Seung Ho mengulurkan tangannya.

Myungsoo membalas uluran tangan Seung Ho “Kim Myungsoo”

Seung Ho dan Myungsoo berjalan beriringan.“Dia Jiyeon, yeoja yang sangat menyebalkan memang dan galak” ujarnya sambil mengarahkan jempol tangan kanannya ke belakang.

“Ya, apa kalian sedang membicarakanku” ucap Jiyeon memekik.

Seung Ho dan Myungsoo kompak menggeleng dan mempercepat langkah.

“Apanya yang tidak, jelas-jelasnya aku mendengarnya” gumam Jiyeon sebal sambil mempercepat langkahnya mengikuti dua namja di depannya.

@@@

“Ternyata kau satu kelas dengan kami” kata Seung Ho saat ketiganya keluar dari ruang guru.

Myungsoo mengangguk pelan “Mmm”

Seung Ho merangkul pundak Myungsoo “Kajja kita langsung ke kelas saja “

“Ya, dari tadi kalian berdua terus mengacuhkanku” ucap Jiyeon sambil mengerucutkan bibir. Ia merasa berbicara dengan angin.

Myungsoo dan Seung Ho terus melangkah tanpa menghiraukan ucapan yeoja di belakang mereka. “Ya, kalian berdua akan mati” Jiyeon sedikit berlari dan memukul kepala kedua namja ini.

“Auu” ringis Myungsoo dan Seung Ho bersamaan. Pukulan ini memang tidak keras tetapi jika yang di pukul kepala pasti sangat terasa.

Myungsoo mendengus kesal menatap Jiyeon. Mereka baru saja kenal dan yeoja ini berani sekali memukulnya. Ia tidak terima. Untung dia yeoja jika tidak pasti sudah habis di tangannya.

“Jiyeon-ah kau sudah melukaiku dua kali” kata Seung Ho sambil mengusap-usap kepalanya.

“Itulah akibat yang akan kalian terima jika memperlakukanku seperti tadi” ucap Jiyeon sinis dan mendahului Myungsoo dan Seung Ho.

“Ya!” geram Seung Ho.

@@@

“Suzy-ah, Bae Suzy” panggil Soo Jung setengah berbisik.

“Wae” jawab Suzy tanpa mengalihkan pandangannya dari Song Jihyo yang sedang menerangkan pelajaran di depan.

“Aish anak ini” gumam Soo Jung. “Kenapa Jiyeon belum kembali juga” lanjutnya dan kembali menatap Suzy.

“Jung Soo Jung, apa kau ingin keluar dari kelas ini” ucap Jihyo dengan keras. Dari tadi ia melihat muridnya yang satu ini berbicara dengan Suzy. Tetapi Suzy sepertinya tidak menanggapi.

“Animida Ssaem” jawab Soo Jung dengan suara bergetar. Soo Jung sedikit bernafas lega saat mendengar suara ketukan pintu.

Muncul dari pintu Jiyeon diikuti dua namja di belakangnya. Mereka menunduk ke arah Jihyo.

“Mianhae Ssaem kami dari ruang kesehatan” ucap Jiyeon menunjuk dirinya dan Seung Ho “dan berpapasan dengan anak baru ini” menunjuk ke arah Myungsoo “lalu mengantarnya ke ruang guru karena dia belum mengetahui letak kelasnya dan ternyata di sini” Jiyeon menjelaskan panjang lebar sementara Jihyo terlihat bosan.

“Mmm, kalian boleh duduk dan kau perkenalkan dirimu nanti saja saat istirahat”

Mereka bertiga mengangguk lalu menuju ke bangku masing-masing. Myungsoo mengusap-usap hidungnya. Ia bingung akan duduk dimana. Senyumnya terukir saat melihat ada bangku yang kosong di samping seorang yeoja.

Sementara Suzy melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ya Tuhan, apa aku sedang bermimpi. Kenapa Kim Myungsoo berada di sini. Ia menepuk-nepuk pipinya. Astaga ini bukan mimpi Bae Suzy, ia sekarang tersenyum ke arahmu.

Myungsoo meletakkan tas di kursi kemudian duduk. Ia menatap Suzy yang berada di sampingnya “Annyeong Suzy-ah” ucapnya tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya.

Suzy menepuk pelan bahu Myungsoo “Eo..oh , apa ini kau Kim Myungsoo” ujarnya sedikit gagap.

“Geurom, mulai sekarang aku akan menjadi teman satu sekolah satu kelas dan satu bangku denganmu Bae Suzy”

Suzy masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya masih bingung.

Jiyeon dan Soo Jung memandang Suzy dan Myungsoo dengan raut wajah yang berbeda. Jiyeon memandang mereka dengan pandangan bertanya-tanya apakah mereka berdua sudah saling mengenal. Sementara Soo Jung dengan senyum misteriusnya. Akhirnya aku bertemu denganmu kembali Kim Myungsoo.

TBC

Jeongmal mianhae baru post sekarang, soalnya beberapa hari ini lagi ada hal yang harus author kerjakan. Semoga kalian tidak lupa dengan ceritanya. Author juga agak merasa bersalah sama Song Jihyo Eonni yang di sini author buat karakter guru killer gara-gara setiap lihat Running Man waktu dia marah lucu banget #plak. Mungkin ini yang buat dia sampai masuk ke dalam mimpi author buat balas dendam #abaikan. Astaga author banyak bicara nih dan gak penting BOW . Kabuuuur

Advertisements

40 thoughts on “U and I part 6

  1. Soojung kenal Myungsoo? Apa Soojung jg suka Myungsoo? andwe…
    Semoga tidak ada cinta segitiga diantara mereka, sayang dengan persahabatan mereka jika harus rusak…
    Next part ditunggu, gomawo 🙂

    Like

  2. Loh loh loh soojung kenal ama myung. Dimana kapan??? Myung mau biar deket ama suzy jd minta 1 sekolah.hihi myung kurangin ngegamenya. Biar ga telat

    Like

  3. thorrr ditunggu” akhirnya keluar jg
    ehmm konfliknya udh keliatan nih,kayaknya si soojung ada rasa sm myung nih*soktau
    semoga myungzy ttp bisa bersama dehhhh fighting thor!!!

    Like

  4. Cie cie…..Segitunya myungsoo ngejar suzy sampai ke sekolah ditempat yang sama, hohoow
    bakalan seru nich
    fighting ne thor;)

    Like

  5. Apa hubungan myungsoo dan soojung dimasa lalu ya…..apa myungsoo lupa dengan soojung

    Like

  6. Wahhh suzy sebangku ama myung wkwkwkka suzy speechless gt wkwkwk.
    Kok soojung ngomong gt?? Ada hubungan apa soojung ama myung dulu??

    Like

  7. apa yg bakal di lakuin soojung. mudah”an tdk merusak hubungan myungzy yg baru saling mengenal itu…
    kyy konfliknya dah mulai muncullll
    next thor fighthing….

    Like

  8. Myung bneran mo skolah lg kkk. Yea gegara tau suzy slkolah, eh skrang saty skolah satu bngku n satu klas ma suzy. Soojung sneng ktmu ma myung. Apa yg akan terjd antra mreka smua?

    Like

  9. cie dmi ktmu suzy ampe mau sklh myungsoo oppa, tp apa soojung knal myungsoo sblm’a knp firasat aq gk enak ya

    Like

  10. Si soojung udh pernah ketemu sama myungsoo.
    Dan jangan” dia suka lagi sama myungsoo
    andawae jika 2 orang menyukai seseorang yg sama pasti akan terjadi persaingan dan akhirnya akan memecah persahabatan mereka.
    Hoki banget myungpa bisa satu bangku sama yeoja yg mulai disukainya kkkk

    nextnya ditunggu author Fighting

    Like

  11. seru2
    soojung jangan2 naksir myungsoo
    yeahhh myungzy
    ditunggu lanjutanya
          /ヽ
          / |
     / ⌒ \ / /
    /  人 Y /
    (_/ >亠<
      /・ ・\
     ミ   Y   ミ
      >-介-<
      (_/  ̄丶_)
      _(    )_
     (_>―<_ ) SEMANGAT!!♡

    Like

  12. Pingback: U and I | Hanfubita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s