U and I part 8

myungzy

 

Author                        : Numi

Main Cast                   : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Genre                         : Family, Friendship, Romance —

Rating                       : PG-15

Type                          : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

“Lalu apa hubunganmu dengan Jiyeon? Dan apa yang kalian berdua lakukan di sini?” tanya Myungsoo menunjuk Seung Ho dan Jiyeon.

“Kami berteman dan saat ini sedang mengerjakan tugas dari Song Ssaem”kata Jiyeon menjelaskan lalu bertanya “Bagaimana dengan kalian berdua?”

Suzy menatap sahabatnya itu “Kau ingat dengan ucapanku saat itu Jiyeon-ah. Dia namja biro jodoh itu”

Park Jiyeon melotot “Jadi dia calon suamimu?!” ucapnya kencang dan mendapat tatapan dari beberapa pengunjung.

Seung Ho yang berada di depan Jiyeon menaikkan alisnya bingung. Pikirannya sedang berputar-putar. “Apa kalian akan menikah?” tanyanya polos.

@@@

PART 8

“Aniyo” kata Suzy “Belum untuk saat ini” kata Myungsoo bersamaan.

Park Jiyeon dan Yoo Seung Ho saling menatap dengan raut wajah bertanya-tanya. Sementara Bae Suzy melotot setelah mendengar ucapan namja di sampingnya ini. Astaga, Kim Myungsoo gila. Apa dia sadar dengan ucapannya. Seenaknya sendiri mengatakan hal seperti itu.

“Aku belum berniat untuk melamarnya sekarang Seung Ho-ah” lanjut Myungsoo dengan santai sambil kembali menyantap tteok madu-guk miliknya yang mulai dingin.

DEG. Jantung Suzy berdebar dengan cepat. Kepalanya terasa berputar-putar. Entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang. Tubuhnya tiba-tiba terasa panas. Dan matanya mulai berkunang-kunang. Mungkin akan pingsan. Ucapan Kim Myungsoo memang sulit ditebak.

BYUR. Semburan jus stroberi keluar dari mulut Jiyeon dan menyembur ke arah lengan tangan kiri Seung Ho.

“Aish, ya Park Jiyeon kau menjijikan sekali” ucap Seung Ho sambil mengelap lengannya menggunakan tisu yang baru saja ia ambil dari meja.

“Mian” kata Jiyeon sambil mengelap mulutnya dengan punggung tangannya.

Suasana berubah menjadi hening di antara keempatnya. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Myungsoo, saat ini ia memikirkan bagaimana cara untuk kabur dari tempat ini bersama Suzy dan kembali melanjutkan acara kencannya sambil terus mengunyah makanannya. Suzy memikirkan bagaimana ia bisa segera pulang dan terhindar dari satu orang yang berada di samping dan dua di depannya yang membuatnya frustasi. Seung Ho masih memikirkan ucapan Myungsoo yang beberapa menit yang lalu ia dengar. Jiyeon menopangkan tangan kanannya di dagu menatap sahabat yang berada di depannya dengan berbagai pertanyaan yang melintas di kepalanya.

“Ya, ada apa ini. Kenapa kalian sekarang menjadi pendiam. Apa terjadi sesuatu?” tanya Woohyun saat menghampiri meja Myungsoo.

Suzy, Myungsoo, Jiyeon dan Seung Ho kompak menatap Woohyun dan menggeleng. Tanpa ada yang mengeluarkan suara.

“Ada apa dengan sikap kalian ini? Aneh sekali” lanjut Woohyun penasaran.

Lagi, lagi tidak ada jawaban. Ini tentu saja membuat Woohyun kesal.

“Astaga, lebih baik aku pergi dari di sini dan kembali ke dapur saja” Woohyun mendengus sambil berjalan menuju dapurnya.

“Aku masih bingung dengan keadaan sekarang. Bisakah kalian menjelaskannya padaku?” tanya Seung Ho memecah keheningan. Sedari tadi ia berkutat dengan pikirannya dan tidak ada satupun yang dapat terpecahkan.

Suzy menghela nafas lalu mulai menceritakan bagaimana ia bisa seperti sekarang. Sesekali ucapannya disela Myungsoo yang juga menceritakan awal mula dirinya mengikuti biro jodoh. Keempatnya tertawa bergantian saat ada yang berbicara dan terdengar lucu.

Ponsel Suzy berdering dengan cukup keras. Ia mengambil ponselnya dari tas dan melihat adanya panggilan dari Soo Jung. Sementara Myungsoo, Jiyeon dan Seung Ho masih asyik mengobrol. Lalu Suzy mengangkat telepon dan mulai berbicara.

“Yeobseo”

“Oh, Suzy-ah”dari suaranya, Soo Jung terlihat sangat senang.

“Waeyo Soo Jung-ah?”

“Kau ada dimana sekarang?” Ia mengernyit saat mendengar suara beberapa orang yang sangat berisik.

Suzy melirik sekilas Myungsoo, Jiyeon dan Seung Hoo. Lalu kembali mengetukkan jari telunjuk kanannya di meja tanpa suara “A..aku berada rumah”

“Jinjja? kenapa ramai sekali?” dari ujung telepon Soo Jung mendengar percakapan beberapa orang yang suaranya ia kenali. Tapi ia tidak yakin.

“Sedang ada teman-teman Eomma di sini. Ada apa kau meneleponku?” ucap Suzy berbohong lalu mulai mengalihkan pembicaraan. Tidak mungkin ia sekarang berbicara jujur. Mianhae Soo Jung-ah batinnya.

“Ah, ada ingin aku katakan padamu….” diam sejenak “ Apa kau ingat dengan apa yang aku ucapkan saat itu?” kata Soo Jung girang.

Suzy berpikir. Ia bahkan tidak mengerti dengan ucapan Soo Jung sekarang.

“Mwo?

“Nae cheossarang Suzy-ah. Akhirnya aku bertemu dengannya lagi” kata Soo Jung lagi-lagi dengan suara girang. Yah, ini cukup membuatnya bahagia.

Suzy terlonjak dan membernarkan posisi duduknya “Jinjja? cinta pertamamu saat SMP itu? Nugu?” tanyanya antusias.

“Uri chingu, Myungsoo, Kim Myungsoo”

“Mwo?!” ucap Suzy keras. Dan mendapat tatapan dari tiga orang yang berada di dekatnya. Ya Tuhan, bagai disambar petir. Itu yang sedang dirasakan Suzy. Ini pertanda buruk baginya. Dadanya mulai sesak.

“Hmm, aku bahagia sekali Suzy-ah……” Soo Jung melanjutkan ucapannya.

Sebelum menyelesaikan ucapannya. Suzy telah memutuskan sambungannya. Ia tidak akan bisa bertahan untuk mendengarnya. Matanya terasa panas dan buliran air mata mulai mengalir di pipi putihnya. Eomma batinnya menjerit.

“Suzy-ah waegeure?” tanya Myungsoo

Suzy hanya menggeleng. Lalu beranjak dari tempat duduknya dan menarik Jiyeon ke toilet. Dan meninggalkan tas serta ponselnya di kursi.

Seung Ho menatap keduanya. Lalu mengalihkan pandangannya pada Myungsoo. Ia dan Myungsoo hanya saling menatap dan mengendikkan bahu.

“Suzy-ah, Bae Suzy. Apa terjadi sesuatu?” tanya Jiyeon khawatir. Ia tidak tau apa yang terjadi dengan sahabatnya ini. Setelah menerima telepon yang entah dari siapa. Kemudian menangis.

Suzy segera memeluk Jiyeon dan menangis sesenggukan.

“Otthoke Jiyeon-ah?” kata Suzy dengan suara parau.

“Wae? Aku sekarang tidak tahu apa yang terjadi padamu dan kau bertanya padaku. Tentu saja ini membuatku bingung Bae aggashi”

“Soo..Soo Jung, Ki..Kim Myungsoo.. mereka. Hwaaaa, otthoke” ucap Suzy terbata-bata sambil semakin mengeratkan pelukannya.

Jiyeon semakin pusing mendengar ucapan Suzy. Apa hubungan Soo Jung dan Myungsoo. Entahlah ia tidak tahu. Sahabatnya ini hanya mengucapkan sepotong lalu menangis. Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi sekarang. Firasatku buruk.

“Kim Myungsoo cinta pertama Soo Jung. Hwaaaa”

“Mwo?!Mworago! Bagaimana kau bisa mengetahuinya Bae Suzy. Jangan mengarang” ucap Jiyeon dengan senyum sarkastis. Firasatnya benar-benar buruk saat ini.

Suzy melepaskan pelukannya dan menatap Jiyeon. “Apa perkataanku terdengar seperti lelucon bagimu?”

“Aniya, geundae.. apa Soo Jung yang baru saja menelepon dan memberitahumu?” tanya Jiyeon balas menatap Suzy.

Bae Suzy mengangguk lemah “Hmm”

“Astaga, ini membuatku gila. Bagaimana bisa kalian. Aish jinjja” Jiyeon mengusap kasar rambutnya. Kedua sahabatnya menyukai namja yang sama sementara disisi lain salah satu dari mereka telah mengetahuinya dan satu diantaranya tidak. Ini bencana bagi hubungan persahabatan mereka.

@@@

Kim Myungsoo menatap Suzy “Apa yang terjadi denganmu Suzy-ah?” tanya Myungsoo saat Suzy dan Jiyeon kembali dari toilet dan duduk dikursi masing-masing.

“Aniya, tidak terjadi apa-apa dengan Suzy” jawab Jiyeon.

Lalu Myungsoo mengalihkan tatapannya ke arah Jiyeon. “Benarkah? Lalu kenapa dia menangis?”

“Mmm, Bae ahjussi menghabiskan makanan kesukaan Suzy dan tadi Bae ahjumma baru saja menelepon Suzy untuk memberitahukannya” Jiyeon menundukkan wajahnya dan memukul pelan bibirnya. Ya Tuhan, bicara apa aku sekarang. Kenapa aku seperti Soo Jung saja.

Seung Ho dan Myungsoo mengerutkan keningnya. Aneh. Alasan yang sangat aneh. Tentu saja tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang yang sudah berumur belasan tahun seperti Suzy menangis karena hal kekanakan seperti ini.

“Kajja Suzy-ah” Myungsoo beranjak dari kursinya dan menggenggam pergelangan tangan kiri Suzy.

“Eodiga?” Suzy menatap Myungsoo bingung.

“Membeli makanan kesukaanmu itu. Aku tidak suka melihatmu menangis” balas menatap Suzy.

“Ta..tapi..” belum menyelesaikan ucapannya Myungsoo segera menarik Suzy dari Cafe.

“Ck,ck,ck. Apa alasanmu itu masuk akal Park Jiyeon?”

“Hehehe, sebenarnya bukan itu yang menyebabkan Suzy menangis Seung Ho-ah. Apa kau mau membantuku. Jebal” kata Jiyeon sambil menunjukkan aegyonya.

@@@

Sudah satu bulan ini Soo Jung terus menceritakan tentang Myungsoo. Dimana pun , ia tidak akan berhenti membicarakannya. Dan itu membuat hati Suzy semakin sakit. Jiyeon hanya diam saja. Karena memang tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Saat ini mereka berada di kamar Soo Jung. Ya, seperti biasa. Acara rutin mereka setiap akhir pekan. Tidur bergantian di rumah ketiganya.

“Aku senang sekali hari ini. Myungsoo pertama kalinya mengajakku bicara panjang lebar” kata Soo Jung di tempat tidur sementara Jiyeon berada di sampingnya. Sedangkan Bae Suzy duduk di sofa dekat tempat tidur.

Ya Tuhan, ini sangat menyakitkan. Aku ingin menangis. Rasanya sesak sekali. Tapi Soo Jung adalah sahabatku. Apa yang harus kulakukan.Lalu Suzy menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Ia berusaha mengatur perasaannya.

Kembali terlintas diingatannya saat bertemu dengan Soo Jung untuk pertama kalinya setelah ia mengetahui sahabatnya ini menyukai namja yang juga ia suka. Namja yang bernama Kim Myungsoo. Saat itu Soo Jung menanyakan padanya bagaimana ia bisa memutuskan sambungan telepon begitu saja. Dan Suzy merasa canggung saat berada didekat Soo Jung. Lalu beberapa hari ia juga sedikit menjaga jarak dengan Soo Jung. Berusaha menata hatinya kembali.

“Ya, Jung Soo Jung apa kau tidak bosan terus-terusan membicarakan Kim Myungsoo. Aku saja yang mendengarnya sudah muak” Jiyeon berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Ia tidak tega melihat Suzy yang matanya mulai memerah.

Soo Jung menatap sengit Jiyeon lalu melempar guling yang berada di dekat kakinya ke arah Jiyeon. “Ya, kau membuatku membencimu Park Jiyeon”

Suzy tersenyum melihat pertengkaran kedua sahabatnya. Setidaknya untuk saat ini ia merasa lebih tenang. Gomawo Jiyeon-ah.

“Soo Jung-ah, ada yang ingin aku tanyakan padamu” Suzy menghentikan pertengkaran mereka. Kedua sahabatnya menatapnya dengan duduk di pinggir ranjang tidur.

“Mwo?”

“Bagaimana kau bisa mengenal Myungsoo. Ah ani maksudku. Kenapa Myungsoo seperti tidak mengenalmu” lanjutnya.

Astaga, setelah Jiyeon berusaha mengalihkan pembicaraan. Tapi kini Suzy kembali memulainya. Apa kau bodoh Bae Suzy.

“Mmm. Sebenarnya saat SMP dulu aku termasuk yeoja yang biasa saja. Banyak yang tidak mengenaliku. Sementara Myungsoo. Dia salah satu orang yang populer. Tidak hanya karena ketampanannya. Anggota klub fotografi, pandai bermain gitar , dan cucu dari seorang chaebol juga menjadi kelebihannya. Banyak dari angkatan kami yang menyukainya. Dan aku salah satu dari mereka. Dia termasuk tipe orang yang banyak dikenal orang tapi mengenal sedikit dari mereka. Itulah mengapa dia tidak mengenaliku” jelas Soo Jung panjang lebar.

“Untuk apa kau menanyakannya? Apa kau juga menyukai Myungsoo?” sambungnya dengan tatapan curiga.

“A..aniya, aku hanya ingin tau saja” jawab Suzy sedikit gugup. Ia kemudian memainkan boneka bear yang berada di pangkuannya untuk mengalihkan tatapan Soo Jung.

Jiyeon merasakan hawa yang kurang nyaman. “Ya, apa kalian belum mengantuk? Kajja Suzy-ah. Tidurlah di samping kananku. Untuk kali ini aku ingin berada di tengah” kata Jiyeon lalu dengan segera membaringkan tubuhnya.

Suzy beranjak dari sofa sambil memeluk bonekanya dan membaringkan tubuhnya. Bae Suzy bertahanlah. Ia mulai memejamkan matanya. Jiyeon menggenggam erat tangan Suzy tanpa sepengetahuan Soo Jung.

@@@

“Suzy-ah, waeyo? Appa lihat akhir-akhir ini kau terlihat sering melamun” tanya tuan Bae menghampiri putrinya yang ia lihat melamun. Padahal televisi di depannya masih menyala dan menayangkan acara favoritnya.

Putrinya hanya menggeleng lalu kembali menunduk. Ia semakin penasaran apa yang sedang terjadi dengan anaknya. Jika menebak mungkin berhubungan dengan masalah remaja.

Bae Dong Il berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Suzy. “Tidak biasanya seorang Bae Suzy putri dari Bae Dong Il dan Bae Il Hwa seperti ini. Pasti terjadi sesuatu denganmu”

Suzy kembali menggeleng “Aniya Appa” dengan suara lemah.

“Kau tidak bisa membohongiku Suzy-ah. Terutama ibumu itu. Kami sangat mengenal sifat putri kami ini” ujar ayah Suzy sambil mengelus sayang kepala putrinya.

“Mmm, Appa” teriak Suzy dan menghambur kepelukan ayahnya. Ia tidak bisa menahan air matanya lebih lama.

Sambil memeluk Suzy, Dong Il mengusap pelan punggung putri kesayangannya. Sejujurnya hatinya ikut merasakan sakit melihat anaknya menangis. Tapi sebagai seorang ayah , ia harus bisa mengendalikan itu semua. “Gwenchana” ucapnya menenangkan.

“Appa, apa yang harus aku lakukan?”

Dong Il mengernyit lalu melepaskan pelukkan dan menatap Suzy “Mwo?”

“Apa yang akan Appa lakukan jika sahabat Appa menyukai orang yang sama dengan Appa?”

Mendengar ucapan Suzy, ia sedikit tersentak. Kenapa putrinya menanyakan ini. Yang membuatnya teringat masa lalu antara ia dan istrinya. Sekitar 20 tahunan yang lalu ia dan sahabatnya menyukai orang yang sama yaitu Il Hwa, istrinya sekarang. Dan itu yang menyebabkan persahabatan antara mereka putus. Apakah putrinya ini sedang mengalami hal yang sama seperti dirinya. Ia menghela nafas panjang sebelum menjawab.

“Appa akan terus berjuang untuk mendapatkannya . Meskipun itu akan mempengaruhi hubungan persahabatan kami” ucap Bae Dong Il dengan jujur. Memang begini adanya.

“Mwo? Jinjja? Apa aku harus seperti itu juga?” gumam Suzy pelan sambil mengusap air mata di pipinya. Dong Il tersenyum tipis mendengar ucapan Suzy.

“Tapi kau juga harus berani menanggung resikonya. Sebenarnya jika kau mengalah dengan perasaanmu kepada sahabatmu ataupun berjuang mendapatkan orang yang kau sukai. Keduanya sama-sama memiliki resiko Suzy-ah. Ikutilah kata hatimu. Namun, jangan sampai itu membuatmu menyesal” jelas Dong Il bijak.

Ia bisa melihat Suzy yang terdiam dari samping. Putrinya memang sangat cantik. Mirip dengan istrinya. Jika dipikir-pikir, kemana pergi istrinya sekarang. Biasanya rumahnya sangat berisik.

“Kemana Eomma mu?”

“Ke rumah Ho Won Oppa, sedang meminta bantuan Lee Imo tentang resep masakan barunya”

Perasaan Suzy sedikit lega mendengar nasihat ayahnya. Setidaknya ia bisa tersenyum sekarang. “Gomawo Appa” ucap Suzy tersenyum ke arah Dong Il.

@@@

Suasana kantin semakin ramai dan berisik. Siswa-siswi berlalu lalang bergantian kemudian duduk di salah satu kursi untuk mengisi perut dan mengobrol dengan teman mereka. Di salah satu sudut yang berada di dekat taman terlihat tiga yeoja yang melakukan hal serupa. Meja panjang membentang lurus dengan kursi panjang yang berada di samping kanan kirinya. Suzy duduk paling ujung diikuti Soo Jung dan Jiyeon. Sementara kursi di depan mereka dibiarkan kosong.

“Song ssaem benar-benar menyebalkan” ucap Soo Jung mengerucutkan bibirnya.

Suzy dan Jiyeon mengangguk setuju. Jika tidak menyebalkan bukan Song Jihyo namanya. Setiap pelajaran yang mereka lalui di kelas selalu terasa mencekam. Ditambah waktu terasa lama sekali. Hal ini memang banyak dirasakan semua murid jika tidak menyukai guru mereka. Dan tentu saja berimbas pada mata pelajaran yang diajarkan sang guru.

Dua orang namja mendekat dan bergabung dengan tiga yeoja itu sambil membawa makanan dan minuman di kedua tangannya.

“Annyeong Myungsoo-ah” sapa Soo Jung dengan wajah yang sumringah.

Seung Ho, Suzy dan Jiyeon menatap Soo Jung. Sangat jelas terlihat jika yeoja ini menyukai sang namja. Siapa pun yang melihatnya pasti berpikir seperti itu. Tatapan dengan mata berbinar-binar dan senyum lebar. Ditambah rona merah di pipinya.

Namun berbeda dengan Myungsoo yang menatap datar Soo Jung dan mengangguk pelan. Setelah itu mengalihkan pandangannya ke arah yeoja yang berada di depannya. Bae Suzy.

“Apa kau sedang diet Suzy-ah? Kenapa makananmu sedikit sekali”

“Eh, aniya” Suzy tersentak saat Myungsoo tiba-tiba menatapnya dan bertanya padanya. Ia melirik Soo Jung sekilas. Bisa dilihat jika Soo Jung mengerucutkan bibirnya dan bergumam pelan. Suzy juga melihat jika Soo Jung baru saja menghentakkan kaki kanan. Terlihat kesal.

“Aku baru saja mulai makan. Lihat makanan Jiyeon dan Soo Jung yang juga masih banyak” Suzy melanjutkan ucapannya.

Kim Myungsoo tersenyum dan mengangguk. Lalu mulai menyuapkan ramen dengan rakus ke dalam mulutnya hingga penuh.

“Ya, Kim Myungsoo. Tidak bisakah kau makan pelan-pelan. Kuahmu itu mengenai celanaku. Kau sama saja dengan Jiyeon. Aish” ucap Seung Ho kesal.

“Ya, kenapa kau menyebut-nyebut namaku juga. Kau ingin memulai perang eoh” teriak Jiyeon tidak terima.

Seung Ho dan Jiyeon kembali meributkan masalah yang tergolong sepele. Jika bertemu pasti berujung dengan pertengkaran. Dan Seung Ho menerima kekalahan dengan beberapa memar di tubuhnya akibat amukan Jiyeon. Tapi hal ini juga tidak membuat Seung Ho takut.

“Ya,ya. Hentikan Jiyeon-ah” ucap Suzy menahan tangan Jiyeon yang mulai memukuli namja di depannya.

“Jangan hentikan aku Bae Suzy. Biarkan saja dia menerima balasanku” sungut Jiyeon.

Sementara Soo Jung mengabaikan pertengkaran Jiyeon dan Seung Ho dan fokus memperhatikan Myungsoo yang sedang menatap Suzy. Ia merasakan jika Kim Myungsoo memiliki sesuatu pada Bae Suzy. Tapi ia tidak berani untuk berpikir lebih jauh. Takut jika pemikirannya memang benar.

@@@

Apa kau sudah tidur Bae Suzy

Sebuah pesan singkat yang ia terima dari Myungsoo. Ia tersenyum senang. Setelah penantian panjangnya. Walaupun beberapa jam yang lalu ia baru saja menerima pesan dari Myungsoo. Tapi itu terasa lama baginya.

Belum Myungsoo-ah

Dengan cepat ia membalas pesan Myungsoo.

Beberapa detik kemudian ponselnya berdering pertanda adanya panggilan masuk. Tentu saja Suzy langsung menekan tombol hijau setelah melihat nama yang tertera pada ponselnya adalah Kim Myungsoo.

Apa kau sedang menungguku meneleponmu” tanya Myungsoo tanpa basa-basi.

“Untuk apa aku menunggumu” jawab Suzy sambil menahan tawanya. Ia sedang berpura-pura. Kebenarannya memang seperti yang diucapkan Myungsoo.

Aish, aku akan menutupnya sekarang” terdengar nada kesal. Kim Myungsoo sedang cemberut sambil berbaring di sofa kamarnya.

“Tunggu, kenapa kau mengakhirinya secepat ini Myungsoo-ah” tanya Suzy sambil mengerucutkan bibirnya. Kim Myungsoo memang sulit untuk diajak bercanda.

Jadi kau memang sedang menungguku kan?” ulang Myungsoo dengan semangat setelah mendengar ucapan Suzy.

“Aniya” Suzy masih berusaha mengelak.

Ya sudah aku akan menutup telepon sekarang juga

Tuut. Sambungan telepon benar-benar diakhiri Myungsoo.

“Yeobseo. Ya, KIM MYUNGSOO” teriak Suzy tanpa memindahkan ponselnya yang masih berada di telinga kirinya.

Aish, nappeun namja. Awas saja kau Kim Myungsoo pabo dumel Suzy dalam hati.

Ponselnya kembali berdering dan itu dari Myungsoo.

“Wae?!” tanya Suzy dengan sengit.

“Ya, ada apa dengan nada bicaramu?” tanya Myungsoo tanpa menjawab ucapan Suzy.

Suzy sedikit berdehem “Nuguseyo?” ujarnya dengan suara lembut.

Ya, Bae Suzy. Kau membuatku takut” kata Myungsoo sambil bangkit dari sofanya dan beranjak ke tempat tidur.

“Salahmu sendiri Kim Myungsoo. Kau sangat menyebalkan” ujar Suzy kembali sinis.

Mianhae, aku juga sedang kesal padamu sekarang Bae Suzy. Neo arra ?” Myungsoo tidak bisa menahan perasaan kesalnya pada yeoja ini. Ini menjadi sangat menyebalkan jika mereka mulai bertengkar.

“Nado mianhae. Sebaiknya kita jangan membahas hal tadi. Membuatku kesal saja”

Mereka berdua melanjutkan percakapan yang sempat terhambat karena pertengkaran kecil yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Keduanya memang sudah nyaman dengan hal-hal ini. Berkirim pesan lalu memulai percakapan di telepon. Yah, ini memang sudah cukup sering mereka lakukan. Meskipun belum adanya hubungan resmi yang terjalin diantara keduanya.

@@@

“Suzy-ah, Bae Suzy” panggil Soo Jung dari tempat duduknya.

“Mwo?”

“Aku pinjam ponselmu sebentar saja. Aku lupa menaruh ponselku” jelas Soo Jung.

Sekarang pelajaran memang sudah selesai semenjak lima menit yang lalu. Hanya ada mereka berdua yang masih berada di kelas. Jiyeon meninggalkan tasnya karena sedang berada di toilet. Myungsoo dan Seung Ho melesat pergi tepat bel berbunyi karena ingin segera menyaksikan pertandingan sepak bola di rumah Seung Ho.

Suzy mencondongkan tubuhnya ke samping dan memberikan ponselnya pada Soo Jung “Igeo”

“Eoh” Soo Jung menekan panggilan cepat. Namun ia mendapati nama yang tidak asing baginya. Kim Myungsoo. Nama yang sangat jelas terpampang di sana. Entah keberanian yang darimana. Ibu jarinya dengan lincah menelusuri isi ponsel Bae Suzy. Ia menarik nafas dan menghembuskannya pelan sebelum menekan pesan.

Matanya melebar saat membuka pesan. Ia mendapati sahabatnya ini berkirim pesan dengan namja yang ia sukai. Dari kata-katanya terlihat jika Suzy dan Myungsoo sangat dekat. Astaga, apa ini semua. Sahabatnya mengkhianati dirinya.

“Apa sudah ketemu Soo Jung-ah” tanya Suzy beranjak dan menghampiri Soo Jung. Tidak ada jawaban yang keluar. Ia hanya melihat Soo Jung melebarkan matanya dan terlihat kaget. Omo, apa dia. Suzy segera mengambil ponsel miliknya namun Soo Jung menggenggamnya kuat dan menatap marah Suzy.

“Apa ini Bae Suzy! Tega sekali kau melakukan itu padaku!” teriak Soo Jung tepat di depan wajah Suzy.

“Kenapa kau merebut Myungsoo dariku!” ulang Soo Jung dengan suara yang tidak kalah keras dengan sebelumnya.

“Mmm, itu,itu tidak seperti yang kau pikirkan Soo Jung-ah” jelas Suzy sambil terus menggenggam ponselnya yang masih berada digenggaman Soo Jung.

“Jinjja! Tapi aku tidak mempercayaimu Bae Suzy!” ucap Soo Jung dengan sinis. Lalu sedikit mendorong Suzy kebelakang dan menarik ponsel milik Suzy kemudian melemparnya ke samping.

Suzy sedikit limbung. Untung saja ia masih bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Tapi yang membuatnya berteriak adalah saat Soo Jung melempar ponsel miliknya.

“Ya, Jung Soo Jung. Apa yang kau lakukan” kata Suzy sambil mengambil ponselnya. Lalu mulai mendekati Soo Jung.

“Berhenti Bae Suzy. Jangan mendekatiku. Aku harap hubungan pertemanan kita sampai di sini. Dan berpura-puralah kita sekarang tidak saling mengenal”

DEG. Mendengar ucapan Soo Jung bagaikan ada sesuatu yang menghantam jantungnya dengan keras. Sakit sekali.

Dengan kasar Soo Jung mengambil tasnya dan melesat pergi dari kelas. Air mata mulai berlinang dari kedua matanya. Sedangkan Suzy diam membisu. Ia sangat syok dengan kejadian yang baru saja terjadi padanya. Sama seperti Soo Jung, air mata juga keluar begitu saja.

Park Jiyeon memegang dadanya yang terasa sakit. Ia menyandarkan tubuhnya di didinding depan kelas. Ia baru saja melihat pertengkaran hebat kedua sahabatnya. Ketiganya menangis diwaktu bersamaan namun dengan alasan yang berbeda.

 

TBC

 

 

Jeongmal mianhae, baru bisa update sekarang. Sekitar satu bulan WP ini sangat sepi. Sekali lagi mianhae.

Untuk part selanjutnya author gak janji bisa cepat posting. Gomawo bagi reader yang udah setia menunggu part ini. Semoga kalian tidak bosan dengan cerita ff ini. BOW

Advertisements

30 thoughts on “U and I part 8

  1. Aduh.. soojung dan suzy jadi berantem deh. Coba ajh klw soojung tau klw myungsoo itu orng yg d jodohkn sma suzy.. ckckck..

    Like

  2. Jd Myungsoo itu cinta pertama Soojung…
    Dan sekarang Suzy dan Soojung bertengkar karena Myungsoo, dan mungkin hanya Myungsoo yg bisa menyelesaikan masalah ini karena dialah sumber masalahnya…
    Next part selalu ditunggu, gomawo author 🙂

    Like

  3. Akhirnya update jga author.hemmm gmna persahabatan merrka ya. Jd suzy serba salah. Harusnya dy bilang ama soojung klo myung itu namja biro jodoh.huhff jd ribet kan. Jiyi ayo lakukan sesuatu

    Like

  4. ahhh ternyata myung first love nya soojung ,dan soojung udh tau kedekatan myungzy huhhhh kasian suzynya
    semoga suzynya ngak ngelepas myung buat soojung dan myung slalu ada buat suzy ditunggu nextnya thorrr
    fighting!!!

    Like

  5. otokhaeeee..
    sakittt bangettt
    kenapaa persahabatann selaluu hancurrr kalooo adaa cintaaa….
    pokonyaa next part aku tunggu ya

    Like

  6. Huh, gara” cnta prshbatan bisa hancur..
    Kira” soojung bisa terima ngga yah kalo myung ama suzy saling menyukai?
    Next part ditunggu

    Like

  7. Cinta pertma soojung myung ternyata.
    Soojung gk mo lg bershabat ma suzy. Suzy sedih,doojung jga, ehh jiyeon sdih tp berbda ma suzy n soojung.jiyoun skit apa yea kok dada’y sakit?

    Like

  8. soojung blm tau ya klo myungsoo itu orng yg ikut biro jodoh sama suzy?? hah.. mereka jd ribut kan.. suzy jg sih gk cerita tntang myungsoo.. jd ruyam kan 😦 biar gk brantem myungsoo oppa sama aku aja

    Like

  9. Waduh gimana ini….
    Apa yg suzy akan lakukan setelah pertekaran itu,apa suzy myerah kan myung sama soojung…
    Dan soojung mencoba merebut myung dri suzy.

    Like

  10. Pingback: U and I | Hanfubita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s