. . . . GRAY CIRCLE PART 3

cats

Title : gray circle
Cast : Bae Suzy, kim woo bin, kim myungsoo, lee sungyeol
Other Cast : _¿_
Scriptwriter : bluebyta
Genre : family, Romance
Rating : PG 17
Lenght : Chaptered

Disclaimer : cerita ini merupakan karya dan hak milik penulis akan tetapi tokoh dalam cerita merupakan milik orang tua dan agensi masing-masing. Tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan dalam penggunaan tokoh selain untuk cerita.

lama banget ya lanjutannya. jinjja mianhae.

happy reading and sorry for typo

***

Ruangan yang sangat besar itu terasa sepi. Tetesan air dari selang infuse terdengar lebih nyaring dari seharusnya. disana seorang pria yang tak lagi muda sedang terbaring menikmati istirahat siangnya yang tak nyaman. Kerutan di wajahnya sudah cukup menunjukkan betapa angkuh dan arogannya dia. Perlahan matanya mulai terbuka. Pria itu mencoba duduk lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Matanya menyusuri inci demi inci ukiran yang ada di ruangannya. Ukiran yang menunjukkan betapa mahal dan berkelasnya ruangan itu. ukiran yang menunjukkan seberapa banyak peluh dan darahnya yang mengalir demi ruangan itu.

Pandangannya terhenti saat menatap meja kerjanya dan kursi yang kini kosong. Sepintas bayangan yang menggambarkan dirinya sedang bekerja terlihat familiar. Bahkan hatinya kini bisa merasakan rasa bahagianya dulu saat baru duduk di kursi itu. sampai bayangan itu mulai memudar. Sesaat kemudian sosok seorang namja yang tengah duduk di sofa sambil membaca sebuah majalah bisnis muncul. Diikuti sosok seorang yeoja yang tengah sibuk menggambil perhatiannya.

Terdengar bagai sebuah kenyataan di telinganya saat namja itu meletakkan majalahnya dan berbicara “ya kim soo ji, berhentilah mengganggu ahboji. Kemarilah, aku akan menunjukkan sesuatu padamu”

“shiero. Appa, bisakah kita keluar membeli ice cream?” rengek yeoja yang bukan lagi anak-anak itu

Terlihat gambaran dirinya tersenyum dan memberi anggukan pasti. Perlahan bayangan itu juga menghilang.

Saat itulah hatinya benar-benar merasa tersayat. Nyatanya, semua bayangan yang dia punya tentang putra dan putrinya hanya sebatas bayangan yang bahkan tak pernah terjadi di masa lalu.

Terdengar ketukan pelan dari luar dan sesaat kemudian seorang wanita paruh baya memasuki ruangan itu. wanita itu membungkukkan badannya kemudian menyerahkan sebuah map hitam.

Dengan hati-hati pria itu membaca isi map yang diserahkan padanya. Diambilnya dua buah pena dari laci di samping tempat tidurnya.  Pria itu menutup mapnya setelah menuliskan beberapa goresan disana. Ia mengisyaratkan agar wanita itu pergi dengan tangannya.

***

Sudah berhari-hari suzy tidak bertemu dengan ibunya. Setiap pergerakannya selalu saja dipantau oleh myungsoo dan setiap apa yang dia lakuakan akan selalu dalam persetujuannya. Meskipun tak mau, pada kenyataannya itu tetap berlanjut dari pertama kali mereka  bertemu sampai sekarang. satu-satunya ketakutan yang dimiliki suzy adalah kemungkinan bahwa kim woo bin berhenti memperhatikannya jika dia tak patuh pada myungsoo. Bagaimanapun juga dekat dengan kakaknya adalah salah satu hal terbaik yang pernah ia rasakan. Setidaknya dengan dekat pada woo bin, dia bisa menerka-nerka bagaimana rasanya dekat dengan ayah.

Hal lain yang tak kalah menyebalkan adalah bahwa kenyataannya suzy tak bisa bertemu sungyeol. Dia begitu merindukan namja itu, namja yang sejak tiga tahun yang lalu mengenalnya.

Belakangan ini waktunya benar-benar membosankan. Myungsoo selalu mengikutinya kemanapun dia pergi dan saat dirumahpun ia tak luput dari pengawasan myungsoo, membuat apapun yang dia lakukan  terasa tidak nyaman. Selain itu rumah itu menjadi kian riuh. Banyak pengurus rumah yang diminta menetap. Itu semua bukan gaya suzy. bahkan yeoja itu mampu hidup sejahtera meski hanya tinggal sendiri. Cukup dengan memberinya uang, mobil, sungyeol dan kebebasan. namun hebatnya, yeoja itu kini banyak berpikir dan merenung dalam kebosanannya.

***

Kim woo bin lebih merasa tenang saat ini. Pasalnya adiknya kini benar-benar aman dalam pengawasan myungsoo. Hoya datang padanya dengan rutin terkadang ia datang dengan laporan dan informasi yang berguna dan diwaktu lainnya hanya membawa informasi dan melaporkan hal yang tak terlalu penting.

Yang perlu ia waspadai sekarang adalah pergerakan namja bernama sungyeol itu. nampaknya ia namja yang gigih. Entahlah, apakah kegigihannya itu karena tugas yang diterimanya atau karena hal lain. Lebih jelasnya, woo bin sedang menutup mata, hati dan telinganya. Ia sedang bekerja keras menampik kemungkinan bahwa namja itu menyukai adiknya. Yang jelas woo bin tak rela namja itu memiliki adiknya, meski barang seincipun.

Masih di ruang kerjanya, masih dengan tumpukan dokumen pekerjaan, dan masih dengan rasa lelah yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Woo bin tak henti-hentinya menatap lukisan keluarganya. Lukisan yang ia harapkan jadi kenyataan. Tatapannya yang semula terus mengarah pada soo ji, entah karena apa dan sejak kapan, kini mulai teralih pada dua orang lainnya.

“ahjuma, ani maksudku eomma, apa yang membuat semua jadi kacau begini? Ahboji, kenapa semua ini diawali? apa yang memmbuat kita begini? Yang membuatku bahkan tak bisa menggenggam tangan adikku? Apa?” woo bin menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa benar-benar sesak. Untuk saat ini, suatu kenyataan hidup bahkan membuat kim woo bin tertunduk dan menangis.

***

Suzy sedang berbaring di ranjangnya. Ia merasa hidupnya benar-benar di puncak rasa bosan. Ia bahkan tak bisa memejamkan kedua matanya. Saat itu terdengar suara pintu dibuka.

“apa yang kau lakukan?”Tanya myungsoo.

“eopso”

Myungsoo menghela nafas “apa kau tak pergi? kau terlihat bosan”

“aku tak pergi. jika pergipun akan tetap terasa membosankan karena kau banyak melarangku”

Myungsoo menatap yeoja itu kemudian pandangannya beralih pada pintu balkon yang terbuka. Myungsoo beranjak dari tempatnya. Ia melangkah pergi dan sedetik kemudian sosoknya ilang dibalik pintu.

Suzy memandang pintu yang baru saja tertutup kemudian mencoba memaksakan matanya agar mau terpejam. Tapi sialnya hati yeoja itu merasa geram. “haisssshhh” teriaknya sambil bangkit dari posisi berbaringnya yang tak nyaman. “dasar namja membosankan, dia tau aku bosan dan dia hanya diam saja? Namja gila, aisshhh napeun namja, namja itu benar-be..” saat itu pintu terbuka kembali. Lagi-lagi menampilkan sosok myungsoo

“wae?” bentak suzy

“turun dari sana, kajja ikut aku sebentar”

“shiero”

“kau bilang kau bosan dan tak mau keluar. Jadi ikut aku sekarang”

suzy menatap namja itu sinis kemudian menarik selimutnya dan kembali berbaring.

“aissshhh. Gadis ini benar-benar” geram myungsoo pelan “kau mau bangun sendiri atau aku harus menyeretmu keluar?”

Suzy mempertajam tatapannya tanpa sedikitpun menggerakkan tubuhnya

“kau ini benar-benar keras kepala. Kemari” myungsoo menghampiri suzy. langkah kakinya benar-benar serakah

Suzy memelototkan matanya “ya ya ya ya, apa yang mau kau lakukan?” tanpa sadar suzy menggeser tubuhnya menjauh.

“kemari!” ucap myungsoo tegas

“shiero, aishh kau ini byontae atau criminal? Kka”

“pikiranmu itu. aiisshhh. Kubilang kemari” myungsoo mencoba meraih yeoja itu tapi suzy berhasil menghindar. Dan memerapa saat kemudian terjadi adegan kejar-kejaran di ruangan itu.

“aisshhh, geumanhae” teriak myungsoo “kalau kau tak mau ya sudah. Aku hanya menghabiskan waktu” myungsoo terlihat kesal lalu pergi

“dasar namja gila” ucap suzy kesal sambil kembali ke posisinya “tapi, apa yang mau dia tunjukkan? Aihh aku lelah berlari” suzy menatap kamarnya yang menjadi sedikit berantakan tapi anehnya yeoja itu tersenyum “ini menyenangkan”

***

Myungsoo menghempaskan tubuhnya diatas sofa setelah menghabiskan segelas air dingin. Raut wajahnya tampak suram. Namja itu sedang kesal. Sekali lagi terbesit pertanyaan kenapa dia mau mengurus yeoja menyusahkan itu. yeoja yang membuatnya berlarian di malam hari. Seperti kucing liar yang mengejar tikus. “haahhh” namja itu menghela sambil menyandarkan kepalanya “kalaupun aku seorang kucing, aku harusnya jadi kucing piaraan yang disayangi majikannya” ucapnya lirih

“jinjja? Kau mau jadi kucing?” seseorang menanggapi ucapan myungsoo. Tanpa menolehkan kepalanya namja itu tau benar siapa yang bicara

“wae?” tanyanya

“kau ingin menunjukkan sesuatu padaku? kajja” ajak suzy

“shiero” Ucap myungsoo kemudian memejamkan mata

Suzy mendekat. Yeoja itu mempersempit jarak antara dirinya dan myungsoo. Dia menyipitkan matanya kau sedang balas dendam?

“wae? Kau marah?” Tanya suzy dengan nada suara yang benar-benar telah berubah menjadi sangat lembut. Myungsoo membuka matanya, tak sampai sedetik namja bermata sipit itu berubah menjadi belo. Myungsoo membulatkan matanya melihat suzy yang hanya berjarak 10 cm dari wajahnya. Hebatnya namja itu bisa kembali menguasai dirinya sebelum menit berganti “sekarang apa maumu?” ucapnya tenang

Air muka suzy sedikit berubah, entah karena ia tidak berhasil membuat namja di depannya salah tingkah atau karena namja gila yang terlalu acuh dan dingin. Tapi kemudian ia mengubah air mukanya lagi “oppa” ucapnya manja “myungsoo oppa” panggilnya lagi dengan senyuman yang saat ini dapat dibilang aneh daripada menggoda

“aisshhhh, geumanhae” ucap myungsoo “ikut aku” titahnya. Suzy sempat mendengus tapi kemudian hanya mengikuti myungsoo pergi.

***

Sungyeol benar-benar sedang memutar otaknya. Sial, dalam sehari dia sudah mendapat banyak luka. Pagi tadi sebuah tamparan keras ia dapatkan dari bae eun ji, kalau saja itu bukan ibu suzy ia akan membalas wanita tua itu. bahkan saat perihnya masih bisa dirasakan ia mengalami kecelakaan saat tengah menuju rumah suzy. Sungyeol tau benar kecelakaan yang baru saja dialaminya bukan seperti pada umumnya. Sungyeol menempelkan plester pada bagian tulang pipinya dan mengoleskan krim pada tangannya yang sedikit membiru “geu namja, nugu” batinya.

Flashback

Brraakkk.

Sebuah mobil pick up menghantam mobil hitam yang terlihat mahal. Beberapa saat kemudian seorang namja turun dari mobil hitam.

“hashhh, paboya?” teriaknya sambil melihat kondisi mobilnya yang sedikit ringsek “kau membayar untuk dapat SIM eoh?” umpatnya

Seorang ajushi bergegas turun. ajushi itu mengucap maaf berulangkali dan memberikan uang kompensasi kemudian lekas pergi. sungyeol yang tidak sepenuhnya menyadari apa yang dilakukan ajushi itu hanya terdiam. Dia masuk ke mobilnya dan memilih untuk pulang. Keadaannya bukan hal yang baik untuk menemui suzy. ia melempar uang yang diberikan padanya seenaknya kemudian mengambil tisu untuk mengusap darah di pipinya “aiiisshhhh, sial”

Saat memutar balik arah jalannya ia melihat seorang namja dengan kemeja putih. Dia menatap namja itu sekilas kemudian mengacuhkannya. Saat mobilnya mulai menjauh ia mencoba melihat namja itu lagi tapi namja itu membelakanginya. Sungyeol memiringkan kepalanya, antara tak yakin dan curiga.

Flashback end

Sungyeol bangkit dari duduknya. Dengan sedikit berlari dia keluar dari apartemennya. Namja itu pergi ke tempat parkir, dia mencari-cari amplop uang yang diberikan ajushi tadi siang. Sungyeol segera mengeluarkan semua isi amplop itu setelah menemukannya “eopso” ucapnya. Seperti teringat sesuatu ia merobek amplop itu

GEUMANHAE. MENJAUH DARINYA

“ashhh” teriak sungyeol sambil membanting pintu mobilnya. Dia tau benar yang dimaksud orang ini adalah suzy. tatapan matanya menajam “geu namja nugu. Siapapun dia aku akan mendapatkkannya. Tak peduli apapun. Suzy adalah milikku. Akan selalu begitu”

***

“woaahhh” ucap suzy

“wae?”

“jinjja yepuda”

“pabo. Ini rumahmu dan kau tak pernah kesini?” Tanya myungsoo

“ajig. Aku tak tau woo bin oppa punya taman di atap rumah. Woahhh bagaimana bisa ia menanam rumput hijau disini. woahhh coba lihat ini, teropong bintang eoh?”

“ya, jangan sentuh itu. hyung akan marah padamu”

“aisshh. Woahh, dia juga menempatkan kursi seperti itu? ini seperti dipantai” yeoja itu mengedarkan pandangannya “saat matahari muncul bunga-bunga itu akan terlihat luar biasa” ucapnya

“jinjja pabo yeoja. Sinar matahari musim panas akan merusak bunganya” sindir myungsoo sambil mendahului jalan suzy

Suzy mengigit bibir bawahnya “jinjja?”

“eoh. Sebelumnya hanya hyung yang merawat taman ini. dia tak mengijinkan pelayan datang kesini”

“jadi kau yang merawat ini selama oppa pergi?”

“eoh”

“eyyy, dia tak memberitahuku”

“karena itu aku menanyakannya tadi”

“jadi aku bisa kesini kapan saja sekarang? aku bisa memakai teropong itu juga? Coba tanyakan padanya. Aku juga bisa membantu merawat bunga. Tanyakan eoh?”

Myungsoo tak menggubris apa yang dikatakan suzy. ia hanya terus berjalan kemudian berbaring di atas kursi.

“myungsoo-ssi, gomawo” ucap suzy

“mwo?”

“aku bilang termakasih”

“kalau begitu bisakah aku mendapatkan beberapa kaleng soju?” tanyanya

“YA, kau memperbudakku?”

“memperbudak? Kau berlebihan. Sepertinya aku memang tak bisa mendapatkan soju” ucapnya sambil memejamkan mata

Terdengar sebuah decakan kecil dan langkah kaki yang mulai menjauh. Myungsoo tersenyum simpul kemudian menghembuskan nafas, kali ini terdengar lebih tenang dan damai.

***

Woo bin baru saja tiba di bandara. Kali ini bukan myungsoo yang menyambutnya tapi hoya.

“hyung” panggil hoya sambil melambaikan tangannya

Woo bin tersenyum kecil melihat namja dengan kemeja putih itu “ada apa hari ini?” tanyanya sambil berjalan ke arah mobil

Hoya secara otomatis mengikuti woo bin “namja itu mengalami kecelakaan siang ini?”

Woo bin menghentikan langkahnya “nugu?” tanyanya

“sungyeol. Siapa lagi?”

“seolma” ucap woo bin. Terlihat kerutan di kening namja itu

“70% neo ahboji hyung selebihnya neo eomma”

“lalu apa yang terjadi?”

“dari luar hanya terlihat seperti kecelakaan biasa tapi menurutku ada yang lain. Hanya saja aku belum tau apa itu”

“tugasmu mencari tau”

“aiisshh, ye hyung”

***

Sebuah dentingan gelas kaca berhasil membuat myungsoo membuka matanya

“ya myungsoo-ssi, mari kita nikmati ini daripada soju” ucap suzy dari kejauhan

Myungsoo tersenyum kecil “myungsoo-ssi?” lirihnya “kau tau tempat penyimpanan wine? Aku terkejut”

“aigoo. Tentu saja aku tau. ini juga rumahku”

“tidak bertanya pada pelayan?”

“itu,, sedikit” ucapnya

Myungsoo tersenyum. Ia menerima segelas wine. Dentingan kembali berbunyi dan kedua insan itu menikmati minuman mereka masing-masing.

“aku banyak berpikir akhir-akhir ini” ucap suzy

Myungsoo memandang yeoja itu sekilas lalu kembali menatap langit

“memikirkan appa, memikirkan eomma, memikirkan woo bin oppa, memikirkan sungyeol dan memikirkanmu” ulasnya

“kenapa  kau memikirkan itu?” ucap myungsoo sembari tetap menatap langit. Namja itu tak terlihat terkejut sedikitpun meski suzy bilang sedang memikirkannya

Suzy meminum habis wine di gelasnya “molla. Aku tak ingin memikirkannya tapi pikiran itu datang padaku. bahkan jika aku tak berpikir, itu akan terbawa dalam mimpiku” yeoja itu tertawa “mungkin karena aku terlalu bosan”

“geure, aku juga banyak berpikir” balas myungsoo

“jinjja?” tanyanya sambil mengisi gelasnya lagi “apa yang kau pikirkan?”

“bimil” jawab myungsoo

Suzy menatap myungsoo kesal “aisshhh” dumalnya lalu meminum habis wine di gelasnya “kau pelit” yeoja itu menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi dan menatap langit

“apa yang kau pikirkan tentang mereka?”

“haruskah aku mengatakannya? Pada orang pelit sepertimu? Baiklah karena aku orang yang dermawan aku akan membagi ceritaku” suzy mengangkat tangannya menunjuk langit “pertama, appa, eomma dan oppa” tunjuknya pada tiga bintang paling terang “kenapa appa menjadi jahat? Apakah appa benar-benar jahat? dia terlihat baik tiap kali aku melihatnya meski Cuma gambar.”

Suzy menurunkan tangannya “eomma, aku selalu bersamanya, dia ibu yang baik. Eomma menjagaku, memberikan semua yang kumau tapi akhir-akhir ini rasanya ragu. ada yang aneh di sini” suzy memegang dadanya

“oppa, saat ini dia paling terang bagiku. Seperti bintang itu” tunjuk suzy “dia bersikap seolah tak peduli, tapi dia khawatir. Dia memintamu menjagaku. Karena itulah dia baik. Kurasa dua bintang diatas sana” suzy menunjuk bintang ayah dan ibunya “bisa berakhir karena bintang ini” suzy menunjuk bintang woo bin “entah berakhir bagaimana. Apakah mereka akan membaik atau tidak aku tak tau. yang pasti aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sekarang. bukankah melindungiku itu ada alasannya? Lebih dari melindungi gadis biasa”

Myungsoo menatap suzy yang saat ini juga tengah memandangnya. Suzy tersenyum kemudian kembali menatap langit “tidak ada bintang terang lagi?” Tanya suzy. yeoja itu kemudian menguap “yang itu” suzy menunjuk bintang di sebelah kanan bintang ibunya “kurasa ini cukup terang. Itu sungyeol” ucapnya. Dia menghela nafas kasar “aku merindukannya. Dia bahkan tidak datang mencariku” suara yeoja itu makin memelan “sungyeo-ah neo jinjja napeun namja” umpatnya “Kau yang membuatku tak bertemu dengannya myungsoo-ssi. Tapi tak apa, setidaknya aku tau dia napeun” sesaat kemudian terdengar dengkuran halus dari yeoja itu.

Myungsoo tersenyum hambar sambil menatap langit. Saat itu sebuah bintang lain bersinar terang. Namja itu menatap suzy “aku, sekarang mengerti. Kenapa aku disini” myungsoo bangkit dari duduknya dan mengambil gelas wine yang masih dipegang suzy

Namja itu menatap suzy, yeoja yang tertidur dengan tenang “bintang terang itu, bintang terang terakhir. Suatu saat itu maknaku bagimu” namja itu menyelimuti suzy dengan jaketnya “jalja. Udara musim panas akan menghangatkanmu” ucap myungsoo.

TBC

NEXT PART

suzy telah mengetuk pintu berulang kali tapi tak ada jawaban dari oppanya. Yeoja itu tak peduli lagi. Ia membuka pintu meski kakaknya tak mengijinkan “oppa”

woo bin yang baru saja keluar dari kamar mandi tersentak “YA. Kim soo ji. Apa yang kau lakukan. Keluar” teriaknya

“aigoo, wae? Kau itu oppa ku, memangnya apa yang akan aku pikirkan” ucap yeoja itu santai

“terserah saja. Sekarang keluarlah aku harus berpakaian”

“aishhh” dengus suzy. tapi yeoja itu tidak keluar. Dia menghampiri dan membuka lemari kakaknya. Diambilnya pakaian kasual “pakai ini, setidaknya kau harus bersantai dan istirahat dari pekerjaanmu”

Woo bin menghela nafas kasar

“satu hari ini saja. Jebal” pinta suzy

Sebuah dering ponsel terdengar. Woo bin mengambil ponselnya, Lee biseo.

“yeobseo”

…“ada hal penting sajangnim”

“katakana”

…“anda ingat kang dam byul?”

“orang yang tidak menyetujui pembelian saham?”

…“ne sajangnim”

“ada apa?”

…“dia meninggal kemarin malam”

“mwo?”

woo bin mematikan ponselnya “arrggghh” teriaknya

“ahboji” ucap woo bin setengah berbisik

Advertisements

19 thoughts on “. . . . GRAY CIRCLE PART 3

  1. Apa yang terjadi sebenarnya dengan keluarga Kim?… Suzy dan Woobin saudara tiri kan…. dan kenapa Eomma dan appa mereka seakan berperang…. Seperti yang Suzy tanyakan… Kenapa appa jahat… Apakah dia benar-benar jahat?…
    Eomma ibu yang baik, namun ada alasan lain…
    dan Woobin disini dia berperan bagaikan dinding pembatas untuk menjaga Suzy bertahan dengan status yang menyakitkan…. Apakah benar adanya dia mencintai adiknya?…. Jika benar…cintanya benar-benar memberi… dan Suzy bagaimana perasaanya…. Jika Woobin kakaknya dan bukan kakaknya….
    Lalu Sungyeol dia mencintai Suzy lebih dari tugas pastinya sebagai suruhan eommanya Suzy…
    Hoya?…

    dan Kim Myungsoo… Kata-kata nya ” bintang yang terang itu, itulah artinya diriku untukmu… Nanti…”
    Myung perasaan itu sudah berkembang kan… Kata-kata nya seakan-akan dia akan berperan sebagai pelindung yang setia dalam pengabdian…

    Jujur aku masih kurang paham…. Namun ini menarik…. dan rasa penasaran begitu besar dengan ff ini. Next…. Author fighting….

    Gomawo.

    *BOW* 🙂

    Liked by 2 people

  2. aaahhh jinjja gomawo udah publishin part 3 nya…
    seneng banget pokoknya dah ^^
    kayanya semua keluarga sooji pada sayang semua tapi kenapa mereka pisah pisah ? penasaran sama nextnya..
    aigoo myung tenang aja nanti kamu juga bakalan jadi bintang bersinar sooji kkk

    Liked by 1 person

  3. Masih bingung dengan masalah dalam keluarga Suzy, kenapa mereka terpisah2 dan saling bersaing satu sama lain? dan apakah Suzy belum pernah bertemu dengan Tuan Kim? kenapa bisa begitu? semakin penasaran dengan ceritanya… sangat ditunggu next partnya, gomawo author 🙂

    Like

  4. lama g update ya. Suzy benar2 diawasi jd g akan bisa ketemu seungyeol lagian seungyeol itu g baik. Oh iya itu tuan kang meninggal apa karena ulah appa woobin? Kok begitu tau beritanya woobin malah bilang aboji. Keluarga kim ini rada g beres. G jelas hub ayah ibu anak itu bagaimana.

    Like

  5. Wah next nya kayanya tambah seru…
    Sbnrnta ayah suzy sama woobin tuh baik atw ngga? trus yg ngikutin sungyeol apakah hoya?.. apa myung udah ada rasa gutu kesuzy ^^… hehehe moga ajh lah. Ditunggu banget moment MyungZy nya kekekek…

    Like

  6. konflik keluarga yang berat, sama halnya dengan suzy aku juga bertanya tanya kenapa keluarga suzy seperti itu?
    dan aku masih bimbang sungyeol benar jahat atau tidak. tapi aku masih berharap tidak hehe
    kelanjutannya ditunggu ya..

    Like

  7. masih banyak yang tersembunyi yach….dan masih banyak yg membingungkan hubungan antara suzy dan won bin….

    Like

  8. menurut aku keluarga suzy semua’a syng sama suzy, tp entah knp mereka nunjukin rasa syng’a kaya gth cara’a, aigoo suzy mikirin sungyeol mulu sih! aku suka kata” myungsoo!

    Like

  9. Jadi eomma adalah eommaya suzy sedangkan appa adalah appanya woobin?? Trus ada apa dengan keluarga ini?? Perebutan harta warisan kah?? Warisan dari mendiang appany suzy??
    Hmmm kayaknya bakalan tumbuh tuh benih benih diantara myungsoo dan sooji….suit suit..😊😘
    Hemm bner bener rumit dah..woobin bener bener jadi sosok oppa yg sayang bgt sma dongsaengnya…dan mau ngelakuin apa ajah buat ngelindungin sooji ehmmm so sweet..😙😚

    Like

  10. Pingback: . . . . GRAY CIRCLE | Hanfubita

  11. Jahatan appa atau eomma nya mereka ? Dan sebenernya apa cuma Suzy yang gak tau apapun
    Dan siapa yang nabrak Sungyeol
    Juga Myung jangan bilang kamu punya rasa juga sama kayak Sungyeol

    Like

  12. Sungyeol kenapa harus dijauhin dari Suzy sih? Masih bingung sama konfliknya. 😅😅 semakin bingung semakin bikin penasaran sama kelanjutannya hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s