Gallery

U and I part 9

myungzy

Author                        : Numi

Main Cast                    : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Genre                         : Family, Friendship, Romance —

Rating                        : PG-15

Type                          : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

DEG. Mendengar ucapan Soo Jung bagaikan ada sesuatu yang menghantam jantungnya dengan keras. Sakit sekali.

Dengan kasar Soo Jung mengambil tasnya dan melesat pergi dari kelas. Air mata mulai berlinang dari kedua matanya. Sedangkan Suzy diam membisu. Ia sangat syok dengan kejadian yang baru saja terjadi padanya. Sama seperti Soo Jung, air mata juga keluar begitu saja.

Park Jiyeon memegang dadanya yang terasa sakit. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding depan kelas. Ia baru saja melihat pertengkaran hebat kedua sahabatnya. Ketiganya menangis diwaktu bersamaan namun dengan alasan yang berbeda.

 

@@@

PART 9

Bae Suzy terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang memandangnya bingung. Dengan langkah gontai ia menuju ke halte bus dan segera duduk di kursi panjang yang tersedia. Air mata masih mengalir di pelupuk matanya. Dirinya sangat terpukul atas kejadian yang baru saja menimpanya. Mungkin saja bahkan sudah dipastikan jika Soo Jung benar-benar marah dan membencinya. Ponsel yang berada digenggamannya pun kini rusak.

“Aaaaaarrgh!!” teriaknya frustasi.

“Omo!! Aggashi, kau membuatku kaget” kata seorang kakek yang berada di samping tempat duduk Suzy sambil mengusap dadanya.

“Jeoseonghamnida..jeoseonghamnida harabeoji” ucap Suzy sambil terus membungkukkan badannya.

Kakek yang berada di sampingnya hanya mengangguk. “Untung saja di sini hanya ada aku. Jika tidak pasti kau menjadi tontonan nona”

Suzy hanya tersenyum kecil. Setidaknya Suzy bisa tersenyum lega karena tidak mendapat amukan dari kakek di sampingnya ini.

“Ada apa denganmu, eoh? Apa kau baru saja menangis? Astaga, lihatlah matamu itu, sangat mengerikan” ujar sang kakek sambil menggelengkan kepalanya.

Suzy mengangguk pelan. “ Ne Harabeoji. Aku dan sahabatku baru saja bertengkar. Dan ini pertengkaran paling mengerikan diantara kami” Entah kenapa, Suzy sangat nyaman berada di dekat sang kakek, hingga menceritakan kejadian itu. Mungkin karena ia mengingat kakeknya yang sudah lama tak ia temui.

Sang kakek mengamati gadis muda yang berada di sampingnya. Sepertinya ia pernah melihat gadis ini. Tapi ia lupa dimana pastinya. Gadis cantik dan polos pikirnya. Jika boleh berharap ia pasti menginginkan gadis ini menjadi yeojachingu cucunya. Cucunya yang nakal jika dipasangkan dengan yeoja ini mungkin seru juga. Ia tertawa geli dengan pikiran konyolnya.

“Harabeoji, harabeoji” Suzy memanggilnya pelan. Kakek ini aneh sekali, kenapa tertawa sendiri batinnya. Jinjja musewo.

“Eoh, wae?”

“Animida, harabeoji busku sudah datang. Semoga bertemu lagi harabeoji” Suzy beranjak sambil melambaikan tangannya.

@@@

“Eomaaaa, aku pulaang”

“Uri ttal. Omo,omo. Waegure Suzy-ah? Yeobooo!” teriak Il Hwa histeris.

Dari arah tangga terdengar langkah kaki yang sangat keras.

“Ada apa Yeobo?” tanya ayah Suzy khawatir.

“Hahahahahaha” Suzy dan Eommanya tertawa keras. “Appa celanamu terbalik”. Tuan Bae mengenakan celana yang seharusnya berada dibagian dalam tapi malah sebaliknya. Dan yang sangat jelas terlihat adalah kantong saku yang berada di sisi samping. “Omo,omo!” ia berlari terbirit-birit dan kembali ke kamarnya. Suzy sedikit terhibur atas tingkah laku Ayahnya yang mirip komedian Park Myungsoo. Astaga. Ini mengingatkannya dengan Myungsoo. Ia kemudian menarik tangan ibunya menuju sofa dan mulai menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya.

Tak lama kemudian Tuan Bae sudah berada di tangga dan menuju ke ruang tengah. Di sana ia melihat Suzy yang menangis di dalam pelukkan istrinya.

“Ada apa dengannya?” tanya Dong Il pada istrinya.

“Bertengkar dengan Soo Jung karena Myungsoo” jawab Il Hwa tanpa suara.

Astaga, dia sedang bicara apa batin Dong Il. “Hah? Apa yang kau katakan. Aku tidak bisa mendengarnya” lanjutnya.

“Suzy sedang bertengkar dengan Soo Jung karena Myungsoo” kata Il Hwa dengan suara keras dan tepat berada di samping telinga Suzy.

“Ya!” teriak Suzy dan Dong Il bersamaan.

“Hatiku sekarang sedang sakit ditambah Eomma berteriak dengan kencang di telingaku rasanya sangat menyebalkan” kemudian Suzy beranjak dari tempat duduknya, mengambil tas dan berjalan lunglai ke kamarnya yang berada di lantai atas.

Dong Il dengan cepat duduk di tempat yang baru saja Suzy tinggalkan “Myungsoo? Nuguya? Namja? Yeoja?”

Il Hwa menatap sebal suaminya. Suaminya ini terlalu banyak bertanya. Ia menghembuskan nafas dengan kasar. “Yeobo, neo molla? Myungsoo itu namja biro jodoh. Suzy aku ikutkan ke acara biro jodoh dan ia ternyata berpasangan dengan Myungsoo. Setelah itu Suzy tertarik dengannya. Dan ternyata Myungsoo cinta pertama Soo Jung. Suzy dan Soo Jung bertengkar karena Soo Jung mengetahui Suzy juga menyukai Myungsoo” ucap Il Hwa panjang lebar dan cepat.

Dong Il dibuat melongo mendengar ucapan istrinya. “Bagaimana Soo Jung mengetahuinya? Apa Suzy memberitahunya?”. Ah, apa mungkin ini berhubungan dengan pertanyaan Suzy kemarin padaku.

“Neo Pabo.Tentu saja Suzy tidak memberitahunya”

“Ya! Kenapa kau memanggilku bodoh. Aku kan bertanya” ucap Dong Il tidak terima dengan perkataan istrinya.Pertengkaran mereka kembali berlanjut dan lupa apa yang sebenarnya mereka bicarakan.

@@@

Jiyeon terlihat lesu sambil berjalan malas menuju rumahnya. Ia membuka gerbang dan mengambil kunci yang berada di dalam tasnya. Sunyi. Memang inilah pemandangan sehari-hari di rumahnya. Ayah dan Ibunya sibuk bekerja. Dan yang menyebalkan ia merupakan anak tunggal.

“Aku pulaang” ucapnya keras. Tapi sudah ia tebak jika tidak ada siapa pun yang menjawabnya. Jiyeon menghela nafas panjang dengan sedih. Selalu saja seperti ini.

Suara langkah kakinya menggema di rumah minimalis namun mewah itu. Ia berjalan menuju dapur kemudian membuka kulkas dan menggambil sebotol air putih. Tanpa mengambil gelas ia langsung membuka tutup botol dan meneguknya langsung.

Semenjak tiga tahun yang lalu entah apa penyebabnya Ayah dan Ibunya menjadi workaholic. Pernah ia memergoki orangtuanya pulang larut malam kemudian tidur di kamar yang berbeda. Tanpa mengucap sepatah kata pun orangtuanya yang jelas-jelas saat itu mengetahui keberadaannya langsung memasuki kamar masing-masing dan menguncinya. Yang menyedihkan lagi saat ia bangun rumah itu hanya tersisa dirinya. Memang inilah kehidupannya tanpa ada yang tau termasuk kedua sahabatnya. Meskipun mereka pernah menginap di rumahnya tapi Jiyeon akan berusaha meminta mereka tidak keluar dari kamar apa pun alasannya.

Park Jiyeon membalikkan badannnya menuju ke kamar. Ia tak melepaskan seragamnya namun hanya membuka dua kancing atas seragamnya. Mengambil sebotol soju yang ia sembunyikan di lemari pakaian kemudian menuju ke jendela dan duduk disana. Dengan cepat tangannya membuka botol soju lalu mulai meneguknya. Inilah kebiasaan dirinya jika sedang tertekan. Seperti sekarang ini, ketika kedua sahabatnya bertengkar hebat. Dalam diam ia menangis sambil terus meneguk soju yang berada dalam genggamannya.

@@@

Saat tiba di rumah, Soo Jung bergegas menuju kamar lalu menutup pintunya kasar hingga menimbulkan dentuman yang keras.

Ia langsung membaringkan badannya dan menangis keras. Untunglah kamarnya kedap suara jadi tak akan ada orang yang mendengarnya. “Bae Suzy aku tak akan membiarkanmu memiliki Myungsoo” teriaknya lalu tertawa dengan raut wajah yang menyeramkan. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.

@@@

Myungsoo dan Seung Ho memasuki kelas bersama sambil membicarakan pertandingan kemarin yang mereka lihat. Namun keduanya terdiam dan saling menatap saat mengetahui ada sesuatu yang tidak biasa dari ketiga yeoja yang berada di hadapan mereka. Ketiga mata yeoja itu sangat sembab serta tak ada tawa ataupun percakapan yang biasanya mereka perlihatkan.

Dengan rasa penasaran yang amat besar, Seung Ho mendekat dan menatap mereka bergantian “Ada apa dengan kalian? Sedang bertengkar? Apa karena namja ini?” sambil menunjuk Myungsoo tanpa sadar. Sementara Myungsoo menatap Seung Ho bingung. “Omo!! Apa tebakanku benar?” tanya Seung Ho lirih pada dirinya sendiri setelah menyadari tatapan Jiyeon yang menyeramkan.

“Myungsoo-ah, hari ini kau duduk denganku saja ne” ucap Seung Ho sambil merangkul dan membawa Myungsoo ke tempat duduknya.

“Shin Jae hari ini kau duduk dengan Bae Suzy”

“Wae?”

“Hari ini aku ingin duduk dengan temanku ini. Sudah sana. Pali ka!”

“Ya! Aish, menyebalkan sekali kau Seung Ho ….” kata Shin Jae bangkit dari tempat duduknya.

Myungsoo dan Seung Ho duduk bersamaan. “Seung Ho-ah, apa maksudmu mereka bertengkar karena aku eoh? Apa yang aku lakukan?” tanya Myungsoo

“ Kau dekat dengan Suzy itu penyebabnya”

“Mwo?” Memangnya kenapa jika aku dekat dengan Suzy? Myungsoo masih bertanya-tanya dengan ucapan Seung Ho.

“Soo Jung juga menyukaimu Myungsoo-ah. Mereka bertengkar karena itu” kata Seung Ho lirih.

“Mwo! Darimana kau tahu eoh? Astaga, bagaimana ini bisa terjadi Yoo Seung Ho” kata Myungsoo setengah frustasi dan memukul keras bahu temannya ini.

“Ya! Neomu appayo. Jiyeon yang memberitahuku” ujarnya Seung Ho meringsis menahan sakit sambil memperlihatkan pesan Jiyeon di ponselnya.

“Omo! Apa Soo Jung mengira Suzy mengkhianatinya?”

“Bingo”

“Dan yang lebih parah. Kau itu cinta pertama Soo Jung. Apa kau tak mengenal Soo Jung saat SMP?” tanya Seung Ho

“Aniyo, wae?”

“Soo Jung menyukaimu sejak SMP. Dia teman SMP mu babo”

“Jinjja? Ya! Apa yang harus kulakukan?”

Pembicaran mereka berhenti saat mendengar dering bel tanda masuk.

Aku harus berbicara dengan Bae Suzy, harus. Myungsoo mulai mengeluarkan ponselnya.

To: Bae Suzy

Istirahat ini aku ingin bicara denganmu di atap. –SEND

@@@

Myungsoo mengeratkan tangannnya yang sedari tadi terus menyilang sementara kedua kakinya terus saja ia gerakan agar tetap hangat “Aishh, dingin sekali. Kemana perginya Bae Suzy”. Ia mengambil ponselnya dari saku seragam dan melihat jika pesannya tidak dibalas oleh Suzy.

Kim Myungsoo bergegas menuruni anak tangga dan menuju kelas untuk mencari Suzy. Tapi ia tidak mendapati sosok yeoja itu. Ia tak hilang akal kemudian menuju perpustakaan tetapi tetap saja tidak menemukannya.

Seseorang menepuk keras pundaknya “Kau mencari Suzy? Dia ada di taman belakang dekat kantin. Pergilah kesana, selesaikan masalah kalian. Tidak usah mengikuti pelajaran, aku akan memberi alasan keberadaan kalian pada Ssaem”

“Gomawo Jiyeon-ah” Myungsoo berlari kecil menuju kantin.

“Mmm” Kuharap permasalahan ini cepat selesai. Aku mengingikan kehidupan yang damai Tuhan.

Sementara kedua orang itu tidak menyadari jika dari kejauhan ada seorang yeoja yang melihat keduanya. “Apa yang sedang mereka bicarakan”

@@@

Dingin. Tidak dihiraukan oleh Suzy. Ia larut dalam pikirannnya. Mengingat dari awal persahabatannya dengan Soo Jung, pertemuannya dengan Myungsoo hingga pertengkaran dengan Soo Jung. Itu semua membuatnya pusing. Dan merusak ketenangan batinnya.

“Bae Suzy. Suzy-ah” samar-samar ia mendengar suara Myungsoo.

Astaga dalam keadaan seperti ini kenapa aku memikirkannya. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan. Pergilah dari pikiranku Myungsoo.

“Bae Suzy! Apa kau mati” kali ini memang benar jika ternyata Myungsoo memang berada di depannya sambil mengguncang tubuhnya.”Bae Suzy! Ya! Sadarlah!”

Suzy melepaskan cengkraman kuat kedua tangan Myungsoo dari pundaknya. “Wae Myungsoo-ah. Aku lelah. Rasanya sakit sekali bertemu denganmu. Pergilah. Kumohon.” Ucap Suzy lemah sambil menunduk dan menahan air matanya.

“Mwo! Kau menyuruhku pergi tanpa adanya penjelasan apa pun dari darimu. Aku tadi mengirim pesan padamu dan kau tidak membalasnya tapi malah melarikan diri kesini. Aku ingin meminta penjelasanmu mengenai semua ini Suzy-ah” Myungsoo terus menaikkan suaranya. Marah.

“Seenaknya kau mengatakan pergi. Apa kau tau jika aku seperti orang bodoh karena tidak mengetahui apa yang terjadi denganmu sekarang. Aku tidak mengetahui seberapa sedihnya orang yang kucintai ini dan itu membuatku gila Bae Suzy” ucapan itu mengalir begitu saja dari mulut Kim Myungsoo. Ia tidak bisa lagi memendam perasaanya sekarang. Sedih dan serba salah melandanya. Sedih karena sebenarnya ia ingin mengungkapkan perasaan besok pada hari valentine. Padahal ia telah menyiapkan semuanya tapi itu semua gagal. Dan serba salah karena ia membuat permasalahan ini semakin sulit. Tapi apa boleh dikata. Ia harus menyelesaikan semuanya sekarang.

DEG. Ini tidak boleh terjadi sekarang. Hal ini tidak boleh terjadi. Suzy terus mengucapkan beberapa kalimat tadi dalam hatinya. Sebenarnya ia bahagia saat mengetahui jika Myungsoo juga menyukainya tapi waktunya sangat tidak tepat.

“Apa kau juga menyukaiku Bae Suzy?”

Hening.

“Bae Suzy tataplah mataku dan jawablah pertanyaanku ini?” suara Myungsoo mulai lembut. Ia menyadari jika Suzy terus saja menunduk tanpa memandangnya sedikit pun.

Suzy mengusap air mata yang berada di ujung matanya. Perlahan ia menatap Myungsoo. Dan saat itu tatapan keduanya bertemu. Lama dan diam mereka saling menatap. Perlahan Myungsoo semakin menundukkan kepalanya. Ia menatap sebentar bibir merah yeoja di depannya ini. Manis. Dengan cepat bibirnya mengecup bibir Suzy dan mulai melumatnya. Kedua telapak tangannya menangkup pipi Suzy. Sedangkan Suzy hanya diam dan memegang erat ujung roknya. Ini membuatnya gila. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Namun bibir Myungsoo terasa manis. Bae Suzy sedikit menyunggingkan senyum. Kemudian ia mulai menutup matanya seperti Myungsoo.

Daun disekitar mereka mulai berguguran karena terpaan angin. Rambut Suzy melayang terhempas angin. Namun dibalik itu ada seorang yeoja yang menangis meraung-raung dalam hatinya. Aku membencimu Bae Suzy. Kemudian ia segera meninggalkan tempat yang menurutnya seperti neraka. Ia mengambil batu dan melemparkannya ke pot bunga yang berada di sampingnya dengan keras.

PRANG.

Suara pecahan menghentikan ciuman Myungsoo dan Suzy. Keduanya dengan cepat menatap ke arah suara dan tidak mendapati siapapun disana.

Myungsoo menyadari apa yang baru saja terjadi. Ciuman pertamanya dan ia lakukan dengan Suzy. Hal ini membuatnya malu. Ia segera membalikkan badannya dan membelakangi Suzy. Sedangkan Suzy terus menepuk kedua pipinya. Eomma, aku baru saja bermimpi kan. Itu semua pasti tidak nyata. Ciuman pertamaku.

“Suzy-ah, Myungsoo-ah” keduanya bicara bersamaan.

“Itu tadi, em itu. Aish. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan. Molla..molla..molla” kata Myungsoo dengan salah tingkah dan terus saja mengusap hidungnya.

Suzy terus saja mengginggit kukunya karena ia sekarang juga salah tingkah “Myu..myung. Apa maksudmu menciumku tadi eoh?”

“Eh, aku tadi tidak bermaksud melakukannya Suzy-ah. Entahlah aku juga tidak tau apa yang baru saja aku lakukan. Geunde, nae yeojachinguga doeejullae?”

DEG. Omo! Bae Suzy melebarkan matanya. “Em, em, em…” ia menarik nafas pelan dan mengembuskannnya. “Aku bingung Myungsoo-ah. Jika aku memilihmu aku akan kehilangan sahabatku. Aku tidak tau apa yang harus kukatakan sekarang.”

“Kau harus menjawab pertanyaanku ini dengan jujur. Apa kau menyukaiku Bae Suzy?”

“Aniyo, aku tidak menyukaimu Myungsoo-ah.” Tapi aku mencintaimu batinnya.

“Mwo? Kau tidak menyukaiku? Lalu kau anggap apa hubungan kita selama ini. Aku salah menilaimu Bae Suzy” dengan langkah cepat Myungsoo meninggalkan Bae Suzy. Kim Myungsoo sakit hati mendengar ucapan Suzy.

Suzy melongo tak percaya. Astaga sebegitukah Myungsoo menilai dirinya. Bukankah seharusnya dia mengatakan lebih dari itu. Kenapa dia sekarang salah paham. Astaga ini semakin menambah penderitaanku. Suzy menendang udara kosong di depannya dengan kesal.

@@@

Semenjak itu hubungan Myungsoo dan Suzy semakin merenggang dan itu membuat Soo Jung semakin merasa di atas angin. Kesalahan pahaman Myungsoo kepada Suzy terus terjadi karena beberapa kali Soo Jung mengiriminya foto-foto Suzy dengan seorang namja yang terlihat sangat mesra.

Jiyeon dan Seung Ho yang melihat kedekatan antara Soo Jung dan Myungsoo terlihat sangat muak. Mereka berpikir betapa bodohnya Myungsoo mempercayai Soo Jung sekarang. Dan mereka merasa miris dengan kehidupan Suzy yang sangat menyedihkan.

“Si rubah betina itu benar-benar mengerikan Jiyeon-ah. Bagaimana bisa kau dan Suzy dulu berteman dengannya?” tanya Seung Ho sambil menyeruput jus jeruknya dan mengamati Myungsoo dan Soo Jung.

“Dulu dia tidak terlihat seperti itu Yoo Seung Ho. Aku tidak tau jika dia mempunyai kepribadian ganda” kata Jiyeon sinis.

Seung Ho hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Jiyeon. “Suzy dimana? Sekarang dia sangat berubah gara-gara rubah betina itu”

Jiyeon menghentikan sendoknya yang sudah berada di depan mulutnya dan kembali meletakkannya di piring. “Dia di perpustakaan. Dia menjadi kutu buku sekarang. Tapi aku bersyukur jika itu membuatnya merasa lebih baik. Aku harap ia menjadi yeoja yang tangguh sama sepertiku” ucapnya sambil menunjuk dirinya bangga.

“Ya, terserah dirimu saja Jiyeon-ah. Aku sudah lelah mendengar ucapanmu yang terus saja membanggakan diri” timpal Seung Ho malas.

“Ya! Kau mau mati eoh”

“Auu, appo”

@@@

Aku harus melupakannya. Eomma, eottokhae. Suzy kembali memundukkan kepalanya disalah satu meja perpustakaan. Jika jam istirahat ia selalu menuju kemari sambil membawa bekalnya. Ia malas jika harus melihat Myungsoo dan Soo Jung yang terus bersama. Membuatnya semakin terlihat menyedihkan. Beberapa bulan terakhir Myungsoo memintanya bertukar tempat duduk dengan Soo Jung. Ya, ia sekarang sebangku dengan Jiyeon dan terus saja melihat kemesraan Soo Jung dan Myungsoo. Ia harus bertahan satu bulan lagi sebelum ujian kelulusan itu datang. Dengan susah payah ia harus bisa bertahan.

@@@

“Myung-ah. Apa yang terjadi denganmu beberapa bulan ini. Kau terlihat berubah” tanya Kim Bum di meja makan sambil menatap adiknya yang berada di depannya.

“Kau terlihat lebih mengurung dan terus saja mengunci diri di kamar. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu” lanjut Kim So Eun.

Myungsoo hanya diam menunduk sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya. Ia menghiraukan semua pertanyaan itu.

Sedangkan Kim Sunggyu terus mengamati cucu-cucunya itu. Ia memang merasa ada sesuatu yang terjadi dengan cucu bungsunya. Ia harus menyelidikinya.

@@@

6 tahun kemudian..

Bae Suzy menopang kedua telapak tangannya di dagu. Segelintir bayangan masa lalu terlintas dipikirannya dan membuatnya tersenyum kecut. Sesekali ia melirik jam tangannya. Sudah jam 5 sore sekarang. Ia sedang menunggu seseorang di salah satu kedai kopi di daerah Myeongdong.

Terdengar lonceng dari arah pintu. Suzy bangkit dari tempat duduknya dan melambaikan tangannya “Oppa yogi, yogi”

 

 

TBC

Mianhae baru ngepost part 9 sekarang. Sebenarnya udah lama banget pengen nulis part ini tapi karena beberapa hal jadi gak kelar-kelar. Harap tinggalkan komentar kalian setelah baca ff ini.

Advertisements

25 thoughts on “U and I part 9

  1. knpa jg myung lngsung salah pham gtu k suzy aigoo dn knpa dy prcaya sm soojung bnr” nyebelin ksian suzy
    woaaa udh 6 thn kmudian aja
    NEXT PART 😀

    Like

  2. Kira kira siapa yang dipanggil suzy.
    Hiksss karna kesalahpahaman semuanya jadi runyam..
    Berharap sih kalo myung bakalan menyesal
    Soojung dapet balesan setimpal.
    Dan kebaikan buat suzy.
    Next ya kak.. jangan lamalama.
    Fighting

    Like

  3. Kenapa myung begitu bodoh, bahkan kesalah pahaman itu berlanjut sampai 6 tahun lamanya, aigoo moga suzy udah punya cowok yang suka padanya
    ditunggu next chap.nya
    fighting ne thor:)

    Like

  4. Knp hubungan mereka jdi seperti itu? Knp myung ga dengerin dulu penjelasan suzy? Dan knp dia malah lebih percaya ama soojung? Ahhh… kau pasti akan nyesel myung klw tau yg sebenarnya.. sadarlah myung klw suzy tuh bukan sekedar suka tpi cinta ma kmu myung!!

    Sebel banget sama si rubah betina. Dan iti siapa yg dipanggil oppa sama suzy? Pacarnya kah? Huaaa… penasaran ama perasaan myungzy sesudah 6 thn berlalu

    Like

  5. suzy dan myung tdk bersatu gara-gara salah paham aigoo,soojung sekarang menjadi penghianat kira-kira siapa yg suzy maksud oppa yogi,yogi author

    Like

  6. Soojung ternyata sangat jahat dan licik, dia memanfaatkan kesalahpahaman Suzy dan Myungsoo untuk mendekati Myungsoo, menyebalkan… dan sekarang sudah 6 tahun sejak kejadian itu, bagaimana hubungan mereka? apakah Suzy sudah menemukan namja lain?
    Sangat ditunggu next partnya, gomawo author 🙂

    Like

  7. hallo kakak akhirnya ada lanjutannya juga
    huaaawwww…, kok jadi gini hubungannya
    semau kacau balau
    padahal kirain persahabatan mereka diatas segalanya kenapa juga soojung gak mau dengerin penjelasan suzy padahal kan itu cuma masalah cinta pertama kan gak sebanding dengan pertemanan mereka haduh nyesek banget jadi suzy
    trus yang dipanggil suzy itu siapa? penasaran banget

    Like

  8. Myungso cepat banget salah pahamnya. Bukannya mencarintahu dulu. Hahhhh,,, masalah mereka udahnsemakin rumut. Suzymingin ketemu dengam siapa ya.

    Like

  9. soojung yg licik dan gk tau malu, myungsoo yg bodoh, dangkal banget pikiran’a klo prcya gth aja sama soojung,
    nggak terasa udh 6 tahun aja, kira” siapa yg di panggil suzy
    ngakak pas tau sunggyu jd kakek’a myungsoo

    Like

  10. Selama 6 tahun kesalahpahaman itu blum selesai…..
    Aduh berharap myungzy cepat ketemu dan nyelesaiin semuanya.

    Like

  11. Pingback: U and I | Hanfubita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s