Gallery

U and I part 10

myungzy

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Genre : Family, Friendship, Romance —
Rating : PG-15
Type : Chapter
Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
DON’T BE SILENT READER
Happy Reading ^^
6 tahun kemudian..
Bae Suzy menopang kedua telapak tangannya di dagu. Segelintir bayangan masa lalu terlintas dipikirannya dan membuatnya tersenyum kecut. Sesekali ia melirik jam tangannya. Sudah jam 5 sore sekarang. Ia sedang menunggu seseorang di salah satu kedai kopi di daerah Myeongdong.
Terdengar lonceng dari arah pintu. Suzy bangkit dari tempat duduknya dan melambaikan tangannya “Oppa yogi, yogi”
@@@
PART 10
Seorang namja berperawakan tidak terlalu tinggi berjalan ke arah Suzy. Ia terkejut dan pasti terjungkal ke belakang jika tangannya tak memegangi kursi yang berada di sampingnya saat Suzy memeluknya tiba-tiba.

“Aigoo, aigoo. Ya, lepaskan aku. Kenapa kau memelukku erat sekali. Jangan bertingkah seperti anak kecil Bae Suzy. Ingat kau sekarang sudah dewasa” ujarnya kesal sambil melepas paksa tangan yeoja yang memeluk lehernya ini.

Suzy mendengus sebal dan mengerucutkan bibirnya “Ho Won Oppa, kau benar-benar menyebalkan” lalu kembali duduk di kursi dan membenarkan rok pendeknya .

“Ya, sudah berapa ratus kali kubilang. Jangan memanggilku Ho Won. Hoya, Suzy-Ah, Hoya” kata Lee Hoya sambil menarik kursinya dan mulai duduk disana.

“Oppa namamu itu Ho Won. Jadi apa salahnya aku memanggilmu Ho Won. Memangnya kau berubah menjadi keren saat menjadi Hoya. Oh ya Oppa, apa tidak apa-apa jika kau tidak menutupi wajahmu” kata Suzy menimpali.

Dengan kesal Hoya sedikit bangkit dari kursinya dan menjitak kepala adik sepupunya. “Aku seorang dancer di grupku Bae Suzy. Tentu saja nama Hoya mengubahku menjadi keren. Gwenchana, aku belum seterkenal itu. Jadi belum banyak orang yang mengenaliku”

“Oppa kenapa kau menjitak seorang wanita eoh. Akan aku katakan pada Imo” Suzy meringis, lalu melotot memandang Hoya.

“Kau itu selalu saja mengadu pada Eomma. Arraso, arasso, mianhae. Apa kau sudah memesan makanan?” ujar Hoya mulai mengalihkan pembicaraan yang jika terus berlanjut tidak akan pernah selesai.

Bae Suzy menaikkan sedikit alis kanannya “Oppa, apa kau tidak melihat jika kita sekarang berada di kedai kopi. Bagaimana bisa di sini ada makanan? Kau itu aneh sekali”

Astaga, bagaimana bisa aku sebodoh ini batin Hoya. “Benarkah?” tanya Hoya pura-pura tidak tau. Malu.

“Eoh. Aku sudah memesankan Latte Macchiato kesukaanmu. Bukankah aku ini adik yang baik” kata Suzy dengan senyuman dan aegyonya.

“Kau memang jjang. Gomawo. Apa kau membeli Mocca Coffe lagi?”
Suzy hanya mengangguk. “Wae?”

“Aniya, geunde. Apa kau tidak bosan dengan rasa itu? Kenapa kau suka sekali dengan Mocca Coffe?” tanya Hoya. Ia tidak mengerti dengan selera Suzy. Bukankah setiap orang pasti ingin mencoba rasa yang lain. Tapi tidak dengan adik sepupunya ini. Selalu saja Mocca Coffe.

@@@

“Hyung”

“Mmm?”

“ Jam 1 siang ada pertemuan dengan klien dari Australia. Dan ada tambahan dari Tuan Kim jika Anda ada pertemuan dengan cucu Tuan Son malam nanti jam 7”

“Mwo? Aish. Harabeoji selalu saja. Apa tidak ada kerjaan lain selain melakukan hal yang tidak berguna. Kenapa dia selalu saja menjodohkanku” ucap namja itu seraya menghentikan aktivitas memotretnya. Dengan pakaian formal mungkin tidak cocok dengan kegiatannya sekarang. Angin berlomba-lomba menyerang dirinya. Mengobrak-abrik rambutnya yang sebelumnya tertata rapi. Deburan ombak yang sebelumnya menjadi objek fotonya kini sudah tak ia pedulikan. Ia lalu mengambil sepasang sepatu yang berada tak jauh darinya. Dengan kaki polos ia melangkah melewati pasir putih yang sedikit keras karena adanya kerikil kecil untuk menuju ke mobilnya.

Sang namja yang bernama Myungsoo ini membungkukkan badannya untuk membersihkan pasir yang menempel pada ujung celananya. Ia kembali berdiri tegak, membuka pintu penumpang dan membuang sepatunya asal. Membiarkan kakinya kedinginan begitu saja lalu memasuki mobil dan menyandarkan tubuh sambil memandang langit-langit mobilnya. Nafas yang berat terdengar keluar dari mulutnya.

“Aku lelah dengan semua ini” ucapnya lirih.

“Ada apa Hyung?” tanya sekretarisnya.

Myungsoo menggeleng dengan suara yang terdengar lelah “Aniya Sungjong-ah. Kajja. Aku ingin kembali ke apartemenku. Aku akan istirahat sebentar disana”

“Ne Hyung” Sungjong menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang melewati jalanan yang sepi untuk kembali ke pusat kota dengan tingkat kesibukan dan hiruk-pikuk yang tinggi.

@@@

Deretan lukisan terlihat berjajar rapi di dinding dengan jarak dua meter antara satu sama lain. Suara langkah yang berirama dari sepatu tinggi seorang yeoja terdengar berisik. Dengan kedua tangan yang memegang sebuah lukisan ia berjalan menuju ke dinding kosong yang berada di sisi kanan ruangan.

“ Bae Suzy!”

Suzy membalikkan badannya dan melihat yeoja berlari ke arahnya“Omo! Kapan kau datang? Ya! Kenapa tidak memberitahuku” menatap tajam orang yang berada di depannya.

Jiyeon hanya tersenyum lebar seolah-olah tidak merasa bersalah.

“Tunggu sebentar Jiyeon-ah. Aku akan memasang ini dulu” kata Suzy menunjukkan lukisan dan membalikkan tubuh dengan cepat dengan langkah terburu-buru ia menuju ke arah dinding. Setelah selesai ia kembali menemui sahabatnya yang tak jauh darinya.

Jiyeon memandangi sekeliling galeri. Ini sangat indah Suzy-ah. Kau benar-benar hebat ucapnya dalam hati sambil menyunggingkan senyum tipis.

“Kenapa tidak memberitahuku Park Jiyeon. Kau memang sahabat yang jahat” sungut Suzy yang berada di samping Jiyeon.

Park Jiyeon memandangi Suzy dari bawah ke atas dan tersenyum lebar. “Ck,ck,ck. Penampilanmu sekarang mengagumkan. Dari mana kau belajar semua ini. Kau lebih terlihat seperti model daripada seorang pelukis nona Bae”

“Jangan memotong pembicaraanku. Aku belum selesai Suzy-ah” ucap Jiyeon saat melihat Suzy membuka mulutnya.

“Aku ingin memberimu kejutan. Dan aku tidak ingin merepotkanmu. Jika aku memberi tahumu kau pasti merengek ingin menjemputku di bandara. Apa kau lupa jika aku sekarang sudah memiliki pengawal. Jadi dia yang mengurus semuanya” lanjutnya.

“Arraso, arraso. Kita ke ruanganku saja. Tidak enak jika berbicara seperti ini. Kakiku sudah mulai pegal”

Jiyeon dengan cepat merangkul leher Suzy dan Suzy balas merangkul Jiyeon. Keduanya terlihat bahagia karena seperti kembali ke masa lalu mereka.

“Duduklah disana. Aku akan membelikanmu minum sebentar”
“Bae Suzy. Memangnya aku siapa, kau perlakukan seperti ini. Tidak usah membelikanku minuman. Pengawalku yang akan membelikannya. Sebentar lagi dia akan datang. Duduk di sini” kata Jiyeon sambil menunjuk sofa yang berada di seberangnya.

Suzy tidak menyahut. Ia menuruti perkataan Jiyeon. “Kau selalu saja memerintahku. Apa pengawalmu itu tidak lelah dengan sikapmu ini”

“Ya! Aku tidak memerintahmu. Hanya saja aku merasa tidak enak dengamu. Aku ini bukan orang lain Suzy-ah, jadi jangan memperlakukanku secara istimewa” cecar Jiyeon menggebu-gebu.

Suzy hanya menghela napas dan tersenyum ke arah Jiyeon.

Jiyeon mengangguk dan membalas senyuman Suzy.

“Bagaimana pekerjaanmu di Jepang? Apa kau mendapat banyak tawaran? Aku tidak mengira jika kau akan menjadi seorang model. Dengan tingkahmu yang tomboi seperti ini bagaimana bisa. Aku tidak habis pikir” lanjut Suzy.

“Kau jangan meremehkanku. Di depanmu aku memang seperti namja. Tapi jika berada di dunia kerjaku aku bersikap seperti seorang yeoja. Apa kau sekarang sudah memiliki namchin?”

“Aku tidak memikirkannya. Jangan memulainya lagi Park Jiyeon”

“Apa kau masih mengingat namja brengsek itu?”

“…”

“Kau belum melupakannya kan Bae Suzy?”

“Aku sudah melupakannya Jiyeon-ah. Hanya saja aku sekarang sedang mengejar impianku. Jadi tidak ada waktu untuk memikirkan masalah ini” tegas Suzy. Amarah Suzy mulai muncul. Ia sangat sensitif jika menyangkut kehidupan asmaranya.

Jiyeon menatap Suzy sedangkan yang ditatap mengalihkan pandangannya. Ia yakin jika Suzy masih memikirkannya. Keduanya hanya diam, termenung.

Suara “Tok,tok,tok” yang berasal dari pintu menghentikan aktivitas kedua yeoja yang sedang berada dalam dunia masing-masing.

“Suzy-ah”seorang namja menghampiri Suzy dan memeluknya singkat.

“Yoo Seung Ho. Kenapa kau sekarang terlihat keren sekali Pak Dokter. Omo, Seung Yeon-ah kau sudah besar sekarang” saat Suzy melepaskan pelukkannya, memandang gadis kecil berusia sekitar tiga tahun yang berada di samping Seung Ho.

“Annyeonghaseyo Imo” ucap Seung Yeon dengan suara khas anak kecil sambil menunduk.

“Annyeong” balas Suzy sambil melambaikan tangannya .

“Yoo Seung Yeon. Apa kau melupakan keberadaanku”

“Eomma!” teriaknya sambil berlari kecil ke arah Jiyeon.

Jiyeon memandangi putri kecilnya. Kemudian menggendongnya. “Apa kau tidak ingin memiliki seperti ini Bae Suzy” goda Jiyeon.

Pipi Suzy bersemu merah. Benar-benar menyebalkan. Awas saja kau Park Jiyeon.

“Jangan menggodanya yeobo”

“Ne.Yeobo kenapa kau lama sekali. Aku sudah sangat haus. Darimana saja kau? Seung Yeon-ah darimana kau dan Appamu. Apa dia bertemu seorang yeoja?” Jiyeon mulai mengintimidasi suaminya.

“Mmm” Seung Yeon berpikir sejenak lalu melanjutkan ucapannya.“Aku meminta Appa menemaniku membeli es krim. Di sana Appa bertemu dengan yeoja, Eomma.”

“Yoo Seung Ho! Awas saja kau” marah Jiyeon.

“Yeoja itu yang mengantar es krimku, Eomma”

“Mwo?”

“Dia pelayan di sana Park Jiyeon” gerutu Seung Ho. Ia mulai kesal dengan sikap istrinya yang tidak pernah berubah. Mimpi apa dia hingga menikahi yeoja galak ini.

Suzy tersenyum tipis melihat pertengkaran kedua sahabatnya. Mengingatkan kehidupan keluarganya. Semenjak lima tahun yang lalu, Jiyeon dan Seung Ho memutuskan untuk berkencan. Dan bencana besar menimpa keduanya dua tahun kemudian saat mereka dalam kondisi mabuk. Yang akhirnya muncul lah Seung Yeon gadis kecil yang cantik ini.

“Suzy-ah, bisakah aku menitipkan Seung Yeon denganmu?” tangan Jiyeon mulai menurunkan Seung Yeon dan mendudukkannya di sofa. Yoo Seung Ho berjalan mendekati Jiyeon, menatap Suzy penuh harap.

Suzy menggeleng. Ia tidak tahu bagaimana caranya memperlakukan anak kecil. “Aku tidak bisa”

“Maksudmu” timpal Seung Ho.

“Aku tidak bisa menjaganya. Kalian tahu sendiri jika aku tidak pernah merawat anak kecil. Aku tidak tahu bagaimana menjaganya. Minggu-minggu ini aktivitasku di galeri mulai padat”

“Kumohon Bae Suzy. Kau tahu sendirikan bagaimana kehidupan kami sekarang. Orang tuaku maupun Seung Ho sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Aku akan pergi ke Amerika dan Seung Ho ada kegiatan sosial di Afrika. Akan kutitipkan Seung Yeon kemana jika bukan kau” lanjut Jiyeon memelas.

Suzy diam tidak membalas ucapan Jiyeon.

“Bae Suzy kau malaikat penolong kami. Tolong kami Suzy-ah. Aku akan membelikan apa pun yang kau mau. Tolong jaga uri ttal” tambah Seung Ho.

Suzy memandang kedua sahabatnya. Ia melihat tatapan memelas keduanya. “Baiklah. Aku akan menjaganya”

“Gomawo Suzy-ah” kata Seung Ho dan Jiyeon bersamaan.

@@@

“Astaga apa semua ini milikmu Seung Yeon-ah?” tanya Suzy pada gadis kecil di sampingnya.

“Mmm, Eomma yang menyiapkan semua ini Imo”

Jiyeon membuatnya susah saja. Anak sekecil ini dengan tiga koper ukuran besar. Ia penasaran apa yang ada di dalamnya. Padahal ia hanya dititipkan selama seminggu.

“Astaga, ini berat sekali. Bagaimana aku menaruhnya di mobilku” gerutu Suzy saat mengangkat salah satu koper ke dalam mobil mini cooper warna kuning miliknya yang terpakir di depan galeri. Dengan teganya Jiyeon dan Seung Ho meninggalkannya tanpa membantu dirinya.

“Apa kau membutuhkan bantuan Ahjumma”

Mwo? Ahjumma. Apa namja ini rabun. Berani sekali dia menyebutku ahjumma. Memangnya aku setua itu batin Suzy. Ia memandangi namja yang entah kapan sudah berada disampingnya dan merebut koper dari tangannya. Kelihatannya namja ini lebih tua dariku.

“Ya ahjussi, bagaimana bisa kau memanggilku ahjumma eoh? Apa kau tidak melihat jika aku masih muda. Menikah saja belum, berani sekali kau memanggilku ahjumma” teriak Suzy.

“Kau berlebihan sekali ahjumma. Jadi kau memiliki anak di luar nikah. Omo! Kehidupan sekarang memang sangat mengerikan” ucapnya dengan santai tanpa memandang ke arah Suzy dan terus memasukkan koper ke dalam mobil Suzy.

Yoo Seung Yeon menatap kedua orang dewasa di depannya bergantian sambil menjilat permen lolipop yang ia pegang dengan tangan kanannya.

“Ya! Dia bukan anakku. Kau jangan berbicara sembarangan!” suara Suzy semakin meninggi.

“Suaramu sangat cempreng ahjumma. Apa kau tidak mengucapkan terima kasih padaku?”

“Heh” dengus Suzy. “ Terima kasih pantatmu, kau sudah bertingkah tidak sopan. Aku tidak akan mengucapkan terima kasih padamu” Suzy dengan cepat menggandeng tangan kiri Seung Yeon.Membukakannya pintu kanan mobil, menggendong, mendudukkannya di kursi lalu menutupnya kembali dan mengitari bagian depan mobil menuju kursi kemudi. Ia menatap sekilas namja yang masih berdiri di dekat mobilnya tanpa mengucap kata sepatah pun. Menyalakan mesin mobil dan memasukkan gigi dalam waktu singkat kemudian menginjak pedal gas. Meninggalkan sosok namja yang tidak ia kenal dengan perasaan jengkel.

“Bae Suzy. Apa kau tidak mengenalku” ucapnya lirih seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel dan menatapi kepergian mobil Suzy yang semakin menghilang dari pandangannya.

@@@

“Harabeoji..harabeoji” teriak Myungsoo saat memasuki kediaman kakeknya.

Seperti biasa, tongkat Kim Sunggyu terdengar di penjuru rumahnya. “Akhirnya kau pulang juga anak nakal. Ada apa kau mencari kakekmu yang sudah tua ini” kata Sunggu dari arah ruangan kerjanya.

“Kenapa kau selalu saja menjodohkanku dengan cucu teman-temanmu. Aku bisa mencari pendamping hidupku sendiri harabeoji” Myungsoo berjalan di belakang kakeknya menuju halaman belakang dan duduk di kursi panjang sementara Sunggyu duduk di kursi malasnya.

Sunggyu meletakkan tongkat di pangkuannya dan menatap langit malam tanpa bintang“Aku hanya menginginkanmu segera menikah dan hidup bahagia sebelum diriku mati Myungsoo-ah”

“Harabeoji jangan berkata seperti ini, kau pasti akan hidup lebih lama. Aku tidak menginginkan perjodohan atau apa pun semacamnya harabeoji. Cukup saat itu saja aku menderita ulahmu” Myungsoo bangkit dan meninggalkan Sunggyu sendirian.

“Sebegitu terlukanya kah kau karenanya Myungsoo-ah” ujar Kim Sunggyu lemah. “Mianhae”

@@@

Myungsoo meninggalkan rumah kakeknya. Mengendarai mobil dengan kecepatan penuh di tengah malam jalanan Seoul yang masih ramai. Ia menuju ke bar langganannya. Dari luar terlihat jelas jika ini bar khusus kalangan atas.

“Myung-ah, ada apa kau meminta datang kemari”

“Eoh, Kang Min Hyuk kau sudah sampai”

Min Hyuk mengamati Myungsoo prihatin “Astaga, apa kau sudah mabuk? Ya, kau tidak kuat minum kenapa minum”

“Kenapa dia selalu membayangi pikiranku” ucap Myungsoo mabuk dengan kanan tangannya yang masih memegang gelas.

“Nugu? Hentikan Myungsoo-ah kau sekarang sudah sangat mabuk. Aku akan mengantarkanmu ke Apartemen” Min Hyuk bangkit dari tempat duduknya, meletakkan tangan kiri Myungsoo di lehernya, berjalan ke parkiran.

@@@

Suzy membuka matanya dan mengedip-ngedipkan matanya menatap langit-langit kamarnya. Ia mendengar suara isakan anak kecil. Tubuhnya sedikit menggigil karena ketakutan.

“Eomma! Appa!”

Wajahnya terkejut saat mendengar teriakan dari kamar yang berada di samping kamarnya. Ya Tuhan lindungilah aku.

“Huaaaa!!”

Kali ini Suzy mendengar suara tangisan yang sangat keras. Omo, Suzy baru menyadari jika di apartemennya sekarang memang ada anak kecil. Yoo Seung Yeon. Segera ia bangkit dari kasurnya dan berlari ke kamar Seung Yeon.

“Imo, Eomma. Eomma, Appa. Aku merindukan mereka” isak Seung Yeon, duduk sambil memeluk boneka kelincinya.

Suzy mendekati Seung Yeon dan memeluknya. Betapa bodohnya aku membiarkannya tidur sendirian.

“Tenanglah Seung Yeon-ah, Imo akan menemanimu disini. Besok Imo akan menelepon Eomma dan Appamu” kata Suzy menenangkan putri kecil Jiyeon seraya mengusap kepalanya lembut.

“Ayo kita tidur. Sekarang sudah larut malam. Besok Imo akan mengajakmu jalan-jalan. Kau mau kan?”

Seung Yeon melepaskan pelukan Suzy dan menatapnya dengan berbinar-binar “Benarkah. Kau janjikan Imo”

“Iya, aku janji Seung Yeong-ah”

@@@

Myungsoo membuka matanya perlahan. Rasa kantuk amat terasa di dirinya. Matanya sebentar membuka kemudian menutup lagi.

Suara ketukan dari arah pintu “Tok,tok,tok. Myungsoo-ah, bangunlah. Berhubung hari ini kau libur tolong jemput Kim Yong Shin. Aku akan pergi dulu” seru seorang yeoja.

“Aish menyebalkan. Kepalaku masih terasa pusing” gerutu Myungsoo lalu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi ia ke dapur, melihat dua potong roti bakar dan segelas susu di meja makan.Myungsoo memandang jam yang ada di dinding, jam 10. Ia bahkan tidak menyadari sangat terlambat untuk bangun. Satu jam lagi Yong Shin keluar dari kelasnya.

Kim Myungsoo mengambil jaket yang tergantung di sudut ruang tamu dengan mulut yang masih mengunyah rotinya, lalu meraih kunci mobilnya yang berada di gantungan dinding.

“Astaga, apa dia sudah memiliki seorang anak di usia yang semuda ini”

“Ya, ya coba lihat. Dia tampan sekali”

Myungsoo mendengar beberapa ahjumma berbisik-bisik mengenai dirinya. Ia pun bersikap cuek sambil berdiri di samping mobilnya.

“Dasar ahjumma-ahjumma genit” gumamnya.

“Yong Shin-ah”

“Eoh, kenapa…” tunjuk Seung Yeon ke arah Myungsoo.

“Sudahlah jangan banyak bicara. Aku lelah sekali” sela Myungsoo.

Myungsoo membuka pintu depan bagian kanan dan mendudukkan Yong Shin disana.

@@@

“Seung Yeon-ah. Apa kau sudah selesai buang air besar?” tanya Suzy dari kamarnya.

“Ne Imo, tapi aku tidak bisa turun dari sini” teriak Seong.

Suzy dengan cepat memoleskan lipstick berwarna nude di bibirnya.

“Tunggu sebentar, aku akan ke sana”

Seusai dari toilet, Suzy merapikan dandanan Seung Yeon. Ia memakaikan bandana kelinci di kepala Seung Yeon berhubung rambutnya masih sedikit dan belum bisa dikucir.

“Apa kau sangat menyukai kelinci Seung Yeon-ah?” tanya Suzy seraya membungkukkan badannya menatap yeoja kecil di hadapannya.

Seung Yeon mendongakkan kepalanya “Sangat suka Imo” katanya sambil membentuk lingkaran besar dengan kedua tangannya.

“Baiklah, aku akan mengajakmu ke kebun binatang untuk melihat kelinci. Kajja kita pergi sekarang”

Suzy menggandeng tangan kanan Seung Yeon dengan tangan kirinya. Dan tangan kanannya sibuk dengan ponselnya. Sesekali ia membenarkan posisi tas kecil selempang di bahu kanannya yang sedikit turun. Untunglah hari ini ia tidak harus mengunjungi galerinya meskipun jadwalnya padat karena sekarang ia sudah memiliki asisten. Pintu lift di depannya mulai terbuka. Matanya terbuka lebar dan tubuhnya menegang. Kim Myungsoo.

Sedangkan Myungsoo sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Myungsoo dan Suzy saling menatap. Mereka melihat ke arah anak kecil di hadapan masing-masing.

Apa dia sudah menikah?

Apakah itu anaknya?

 

 

 

TBC
Selesai baca harap kasih komentar! Hargailah karya author dengan komentar kalian.

Advertisements

25 thoughts on “U and I part 10

  1. Bagaimana kelanjutannya??? Aduhh penasaran banget…. ehh tpi itu yg membantu suzy mindahin koper myyng kan? Trus myung pasti kepikiran suzy terus.. kekek rasain tuh *peace*. Ehh tpi si krystal kemana tuh? Stelah dia membuat hub myungzy menjdi kacau? Tpi gpp lah.. dia dihilangin dulu… supaya ga ada pengganggu klw myungzy mau mperbaiki hubungannya.. btw itu si sunggyu tau masalah myung?

    Like

  2. Aku pikir namja yg memanggil Suzy ahjumma itu Myungsoo, tp ternyata bukan, lalu siapa dia? dan anak kecil yg bersama Myungsoo itu siapa? penasaran jg dengan reaksi Myungsoo dan Suzy setelah mereka saling bertemu, jd ga sabar…
    Ditunggu next partnya, gomawo author 🙂

    Like

  3. Yey akhirnya di post juga..myungzy uda bertemu lagi setelah beberapa tahun gk jumpa.dipart sebelumnya aku kesal banget sama myungsoo thor,semoga dia gk gampang dapetin suzy lagi,buat myung cemburu dulu liat suzy sama namja lain ya thor,,soalnya uda terlanjur kesal sih sama dia yg uda lebih percaya sama kristal,ditunggu next partnya ya thor,,plis jagan lama ya thor..fighting.

    Like

  4. Pingback: U and I | Hanfubita

  5. Anyeong!!! Ku udh bc dr part 1-13,dan skalian komennya d jadiin 1 part ini aja ya,blh kah?
    pertama bc ff ni ku snyum2 sndiri dan d part pertengahan
    nangis deh. Ku ska ff buatan mu eonni. Trs berkarya ya,oh ya kl blh ku minta password yg yg part 14 blh gk? Dan ku mau minta ijin bc ff mu yg lain.

    Like

  6. Anyeong eonni,ku udh bc ff ni dr part 1-13,jd ku komen di jdiin satu sm part ni ja blh kah? Eonni ff mu bnr2 jjang,ku smpe ktawa,marah2,nangis. Pokok ny feelny dpt bngt. Oh ya kalau di izinkan ku minta pw yg part 14. Ghamsamida…

    Like

  7. Anyeong eonni,ku udh bc ff ni dr part 1-13 Mian kl ku bru bs komen di part ni. Ff mu bnr2 jjang,feel ny dpt bngt,ku ja sm snyum2 sndr,mrh2,dan nangis krna bc ff mu. Oh eonn kalo blh ku minta pw yg part 14 ya. E-mail ku:fatmikorahayu@gmail.com
    Trus berkarya ya eonn!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s