Gallery

U and I part 11

myungzy

 

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Genre : Family, Friendship, Romance —
Rating : PG-15
Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Suzy menggandeng tangan kanan Seung Yeon dengan tangan kirinya. Dan tangan kanannya sibuk dengan ponselnya. Sesekali ia membenarkan posisi tas kecil selempang di bahu kanannya yang sedikit turun. Untunglah hari ini ia tidak harus mengunjungi galerinya meskipun jadwalnya padat karena sekarang ia sudah memiliki asisten. Pintu lift di depannya mulai terbuka. Matanya terbuka lebar dan tubuhnya menegang. Kim Myungsoo.

Sedangkan Myungsoo sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Myungsoo dan Suzy saling menatap. Mereka melihat ke arah anak kecil di hadapan masing-masing.

Apa dia sudah menikah?

Apakah itu anaknya?

@@@

PART 11

Sepersekian detik keduanya seolah terhipnotis dengan keberadaan satu sama lain. Suzy ingin segera keluar dari lift ini. Ia melangkahkan sedikit kaki kanannya kedepan namun kembali memundurkannya dan tetap diam sambil menundukkan kepalanya. Mengerti akan situasi yang sangat tidak nyaman ini Myungsoo menggeser tubuhnya ke kanan memberi ruang untuk kedua orang di depannya lewat.

“Annyeonghaseyo samcheon” Seung Yeon dengan polosnya menudukkan kepala dan menyapa Myungsoo dengan senyum manisnya. Suzy dan Myungsoo menatap gadis itu terkejut. Tidak ingin berada dalam situasi ini semakin lama, Suzy segera menarik lembut tangan Seung Yeon untuk segera mengikutinya keluar. Itulah pertemuan pertama mereka setelah sekian lama.

@@@

Myungsoo POV

Setelah kepergian Suzy dan entah gadis kecil yang tidak dikenalnya itu, Myungsoo melangkahkan kakinya ke dalam lift dan memencet tombol dengan kasar. Ia sedikit melonggarkan dasinya dan membuka dua kancing teratas lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding. Dengan memejamkan matanya sambil menunduk, kilasan bayang-bayang dirinya dan Suzy kembali ke dalam pikirannya sekarang.

“Aish” eluhnya pelan sambil menarik rambutnya kasar. “Kenapa kau kembali lagi ke kehidupanku Bae Suzy” lirihnya.

Pintu lift terbuka, Myungsoo merapikan jas yang sekarang terselempang di bahunya dengan asal lalu melangkahkan kakinya menuju apartemen miliknya. Ia tidak langsung memencet tombol yang berada di pintu melainkan merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel. Setelah memencet beberapa digit nomor , ia meletakkan ke telinga. “Yeobseyo, hyung bisakah kau ke apartemenku sekarang”

@@@

Suzy POV

“Immo, apa kau mengenal samcheon tampan tadi? Sepertinya aku pernah melihat fotonya bersama Appa” tanya Seung Yeon yang duduk di kursi samping Suzy.

Ya, aku mengenalnya Seung Yeon-ah. Dan orang itu adalah cinta pertamaku. Batin Suzy. Sementara ia hanya tersenyum menanggapi gadis kecil ini.

“Kajja kita berangkat sekarang” ucap Suzy mengalihkan pembicaraan. Ia mulai menginjak pedal dan melajukan mobilnya pelan.

Seung Yeon memajukan tubuhnya dan mencoba meraih tombol radio dengan susah payah. Sementara Suzy hanya mengamatinya sambil tersenyum kecil.

Suara seorang penyiar radio yang bisa dipastikan perempuan mulai terdengar . Suzy menaikkan volume radio. Tak berapa lama sebuah lagu dari drama yang sedang populer sekarang mengalun lembut.

Naman hollo neukkin
Hwangholhamikka
Geujo baraboneun siseoni mugeowo
Maemdeoneun balgeoreum
Yeojeonhi nega bogo sipeo

…..
[ ,, Ben- Like a Dream. Ost Another Miss Oh ,, ]

Suzy mengingat dari liriknya, ia pernah beberapa kali menonton drama ini saat ia tidak bisa tidur. Sedikit terbawa suasana, matanya mulai berkaca-kaca. Belum selesai mengalun, tiba-tiba Seung Yeon mematikan radio.

“Aku tidak menyukai lagunya”

“Wae?”

“Ini lagu untuk orang dewasa tidak cocok untukku”

Bae Suzy tertawa keras mendengar celoteh Seung Yeon. Setidaknya ia sekarang terhibur dan perlahan melupakan kejadian beberapa menit yang lalu.

Gomawo Jiyeon-ah untuk saat ini telah menitipkan malaikat kecil ini padaku.

@@@

Myungsoo berbaring di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamarnya dengan cahaya temaram. Ia masih belum bisa melupakan kejadian seminggu yang lalu. Wajah itu, langkah kakinya pun ia masih mengingatnya dengan jelas. Ia menatap jam yang tergantung di dindingnya.

22.07 KST

Sudah sangat larut dan ia tidak bisa memejamkan matanya. Kim Myungsoo bangun dari tempat tidurnya dan bangkit menuju balkon. Tidak lupa ia membawa ponselnya. Ia mulai memainkan game di ponselnya sambil duduk di kursi malas. Udara dingin ia hiraukan dan sekarang ia kembali bosan dengan game nya. Myungsoo kembali menatap layar depan ponselnya dan yang terlihat hanyalah jam.

23.15 KST

Entah pikiran yang mulai kacau atau apa pun itu. Ia membuka kontak dan sekarang jempol tangannya berhenti di sebuah kontak -Geu Yeoja . Sialnya tanpa sengaja ia memencet tombol telepon. Telepon pun mulai tersambung. Myungsoo sangat panik saat melihat teleponnya diangkat. Spontan ia berdiri dan berjalan bolak-balik di teras balkonnya. Tapi ia mengerutkan kening saat tidak mendengar suara apa pun dari seberang. Namun sekarang ia mematung menatap seorang yeoja yang berada di balkon sampingnya.

INI PETAKA UNTUKMU KIM MYUNGSOOO !!! batinnya.

@@@

Bae Suzy kembali tidak bisa tidur kemudian ia memutuskan untuk menyalakan televisi dan menonton drama kesukaannya. Ponsel yang tidak sengaja ia jatuhkan dan belum ia pungut pun berdering. Tanpa memperhatikan dengan teliti siapa yang meneleponnya tengah malam, ia langsung mengangkatnya. Seakan baru tersadar ia kembali melihat ponselnya “Omooooo!!! Kim Myungsooo” jeritnya dalam hati.

Suzy tidak mengeluarkan suara dan sebaliknya ia langsung melesat ke arah balkon dan saat menolehkan kepalanya, namja itu tepat berada di balkon sampingnya yang saat ini juga sedang menatapnya. Ia hanya menatap namja itu tanpa melakukan apa pun.

Hening.

Hening.

Dan masih tetap hening.

Entah telah berapa lama mereka saling menatap dalam diam. Ponsel mereka tidak berubah posisi, masih menempel di telinga masing-masing. Kini yang terdengar hanya bunyi klakson mobil yang lewat dengan kecepatan tinggi.

Bae Suzy…Kim Myungsoo, batin keduanya bersamaan.

Suara parau Seung Yeon menyadarkan keduanya, mungkin karena terbawa suasana keduanya tidak menyadari keberadaan Seung Yeon yang berada di depan Suzy. “Aku ingin ke pipis, antarkan aku” ucapnya sambil mengucek kedua matanya.

Suzy menunduk menatap Seung Yeon kemudian kembali menatap Myungsoo, namun yang ditatapnya malah melengos pergi begitu saja.

Kau menyebalkan Myungsoo-ah, tapi aku me… “Astaga, apa yang sedang aku pikirkan. Bae Suzy sadarlah” ucap Suzy menepuk keningnya.

“Immo” ucap Seung Yeon setengah berteriak sambil menarik ujung baju Suzy.

“Eoh, kajja”

Sekali lagi Suzy menoleh dan menatap balkon sampingnya. Tetap sama. Myungsoo sudah tidak ada.

@@@

“Astaga hyung. Apa yang terjadi denganmu matamu eoh?” tanya Sungjong saat Myungsoo tiba di ruangannya.

Myungsoo menuju meja kerjanya “Aku tidak bisa tidur semalam. Dia kembali”

“Nuguya?” tanya Sungjong kelewat ingin tau.

“Sudahlah jangan membahasnya atau menanyakan lagi. Lupakan saja ucapanku barusan”

Sungjong terdiam. Ia penasaran sekali sekarang. Aku akan mencari tau sendiri.

Ruangan Myungsoo kembali sepi. Suara coretan bolpoin dan kertas yang terus dibolak-balik kini yang terdengar. Lima menit yang lalu Sungjong telah meninggalkan ruangannya. Myungsoo menghentikan aktivitasnya dan meletakkan bolpoin di tumpukan berkas-berkas perusahaannya. Tangan kanannya memijat keningnya yang terasa berdenyut. Ia lalu menyandarkan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya. Tapi ini tidak memberi efek yang berarti padanya. Ia merasa sangat pusing sekarang. Myungsoo menyadari jika sejak pulang dari kantor kemarin tubuhnya terasa tidak enak. Malamnya tidak bisa tidur ditambah ia tidak sarapan pagi ini.

Tok.tok.tok

Suara ketukan pintu membuat mata Myungsoo terbuka. “Masuklah”

“Hyung, ada yang ingin bertemu denganmu”

“Nugu?”

“Seorang yeoja, namanya Jung Soo Jung”

“Suruh dia ke ruanganku”

Sungjong hanya mengangguk lalu menutup pintu. Belum sampai tertutup rapat, pintu kembali terbuka.

Suara sepatu hak tinggi Soo Jung menggema memenuhi ruangan.
“Myungsooo-ah” teriaknya sambil melebarkan tangannya berusaha memeluk Myungsoo. Namun Myungsoo segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju sofa.

“Mwo?” tanya Myungsoo singkat.

“Aish, kau sangat menyebalkan” Soo Jung menghentakkan kakinya lalu ikut berjalan menuju sofa. Ia berada di depan Myungsoo sekarang.

“Duduklah, kenapa kau malah berdiri di depanku” ujar Myungsoo sambil mendongakkan kepalanya. Ia sekarang berusaha menahan rasa sakit di kepalanya.

Soo Jung mengerucutkan bibirnya “Ne, arraso”

“Ada apa kau kemari?” tanya Myungsoo dengan nada tidak bersemangat. Memang sejak dulu ia sangat malas dengan yeoja di depannya ini. Jika bukan karena Suzy pasti ia tidak akan.. astaga ia kembali mengingat yeoja yang dulu sangat ia cintai. Namun sekarang ia sendiri tidak tau.

“Aku merindukanmu Myungsoo-ah. Apa kau tidak merindukanku juga eoh?” tanya Soo Jung dengan suara manja yang dibuat-buat.

Myungsoo yang mendengarnya merasa ingin muntah. Ia sudah tau bagaimana sifat Soo Jung yang sebenarnya dari temannya Yoo Seung Ho. Sebelum kelulusan Seung Ho bercerita padanya. Tapi hingga sekarang ia sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Seung Ho. Bagaimana kabarnya dia sekarang Myungsoo sama sekali tidak tau. Padahal semenjak dulu Myungsoo sudah bersikap seperti ini, acuh tak acuh tetapi Soo Jung tetap saja menempelnya.

“Tidak, untuk apa aku merindukanmu” ucap Myungsoo tanpa basa-basi. Tentu saja itu menyakitkan bagi Soo Jung tetapi ia sudah kebal mendengar perkataan Myungsoo. Ia akan tetap berusaha untuk mendapatkan hati Myungsoo.

“Ya, ya. Tentu saja aku tau jika kau akan mengatakan hal ini. Tapi bisakah kau berusaha untuk mencintaiku sedikit saja? Apa kau masih memikirkan yeoja itu eoh?” tanya Soo Jung merajuk.

“Jangan ungkit-ungkit dirinya lagi, pergilah. Aku sedang sibuk sekarang” ucap Myungsoo bangkit dari sofa dan kembali menuju meja kerjanya. Ia membolak-balik berkas-berkasnya dan mulai menandatanginya kembali.

Soo Jung menatap sebal Myungsoo. Ia segera bangkit dan keluar dari ruangan itu. Di depan pintu ia kembali menoleh ke arah pintu yang tertutup “Lihat saja, aku akan segera mendapatkanmu Kim Myungsoo” ujarnya lirih lalu melanjutkan langkahnya.

@@@

“Kim Bum-ah apa kau sudah bertemu Myungsoo?” tanya Sunggyu di ruang keluarga. Ya, Kim Bum dan Kim So Eun serta anak laki-laki mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Sunggyu. Setelah kelahiran putra pertama mereka, sebenarnya mereka berdua merencanakan untuk memiliki rumah sendiri. Tapi apa boleh buat, karena Myungsoo yang sebenarnya akan tinggal di sini untuk menemani Sunggyu bersikeras ingin hidup mandiri. Akhirnya mereka pun yang mengalah.

“Sudah harabeoji. Tadi sore aku berpapasan sebentar dengannya di lobi kantor. Tetapi kelihatannya dia lesu sekali” ucap Kim Bum masih fokus menyaksikan sepak bola. “Aku panggil saja dia hanya mengangguk tanpa ekspresi” lanjutnya.

“Ada apa dengannya. Apa gara-gara kuminta untuk bertemu dengan cucu perempuan temanku” tanya Sunggyu menopang tangannya dikening seolah sedang berpikir keras.

“Astaga harabeoji, kenapa kau melakukan hal itu padanya. Dia sudah banyak terluka karena perbuatanmu beberapa tahun yang lalu” kata So Eun sedikit tegas sambil mengupas jeruk untuk puteranya yang asyik menonton televisi. Persis seperti ayahnya.

“Benarkah? Aku hanya ingin melihatnya bahagia. Saat itu dia bahagia sekali So Eun-ah. Tapi entah apa yang terjadi, beberapa bulan kemudian ia malah seperti mayat hidup” kata Sunggyu dengan nada bersalah.

“Sudahlah kakeh buyut. Biarkan samcheon menemukan kebahagiaannya sendiri” ujar Bum So.

Ketiga orang yang berada di sekelilingnya melongo tak percaya dengan ucapan anak kecil ini.

@@@

Myungsoo keluar dari mobil yang ia parkir di basement. Ia berjalan sambil terhuyung-huyung. Kepalanya benar-benar pusing. Sepertinya ia juga sedang demam. Dengan berjalan bersusah payah, ia akhirnya berada di depan lift. Tidak lama kemudian ada anak kecil di sampingnya yang diikuti seorang yeoja. Ia menoleh dan menatapnya sekilas. Ternyata Bae Suzy. Suzy balas menatapnya.

Kim Myungsoo tidak terlalu memikirkan siapa yang berada disampingkan. Yang ia butuhkan sekarang ia ingin cepat berbaring di tempat tidurnya. Dan segera beristirahat.

Ting. Lift terbuka. Lagi-lagi hanya mereka bertiga di dalamnya.
Sunyi.

Kim Myungsoo, Yoo Seung Yeon dan Bae Suzy. Suara senandung kecil Seung Yeon mulai terdengar.

Twinkle..twinkle.. little star…

Myungsoo terhuyung ke depan. Suzy yang menyadarinya memegang lengan Myungsoo, menahannya dengan kedua tangannya agar Myungsoo tidak jatuh terjungkal. Myungsoo melepaskan tangan Suzy dengan tangan kanannya yang sangat lemah.

Suzy kecewa dengan perlakuan Myungsoo padanya. Lagi lagi, Myungsoo terhuyung kedepan. Sebelum terjatuh dengan cepat Suzy melepas genggangaman Seung Yeon dan dengan sigap berada di depan Myungsoo. Kepala Myungsoo terantuk dibahu kiri Suzy.

“Myungsoo-ah, gwenchana?” untuk pertama kalinya Suzy berani memanggil Myungsoo kembali. Ia sangat khawatir sekarang. Suzy mengguncang pelan bahu Myungsoo dan memanggilnya lagi. Tapi kali ini Myungsoo benar-benar pingsan. Dan Suzy langsung memeluknya.

“Immo, ada apa dengan samcheon? Kenapa ia tertidur di sini?”

“Samcheon sedang sakit. Bisakah Seung Yeon membantu Immo?”

Seung Yeon mengangguk semangat “Ne”

@@@

Myungsoo merasakan sesuatu meraba-raba wajahnya. Sangat halus dan kecil. Terasa menggelikan. Ia mulai membuka matanya dan berkedip-kedip menatap langit-langit kamar.

“Annyeonghaseyo samcheon” suara anak kecil yang pernah ia dengar.
Kim Myungsoo segera bangkit dan memandang sekelilingnya. Terlihat asing baginya. Melihat dari meja rias dan kosmetik , ia yakin jika ini kamar yeoja.

Omo!! Gadis kecil ini, gadis yang ia temui saat sedang bersama Suzy. Ia memutar kepalanya dan melihat-lihat seisi kamar dan ia menemukan foto Suzy dengan ukuran besar terpajang di dinding sisi kiri.

“Seung Yeon-ah, apa samcheon masih tidur?” terdengar suara Suzy dari luar.

Sedangkan Myungsoo memberi tanda ke arah Seung Yeon untuk tetap diam. Seung Yeon diam sambil mengangguk. Suara langkah Suzy semakin dekat dan Myungsoo bisa mendengarnya. Pegangan pintu mulai bergerak dan pintu sedikit demi sedikit terbuka.

TBC

Annyeong ^^ mianhae baru ngelanjutin lagi. Harap kasih komentar kalian setelah baca. Gomawo

Advertisements

24 thoughts on “U and I part 11

  1. Huaa..sudah lama akhrnya diupdate jg ;).. Mudah2an myungsoo pura2 tdr dan suzy mengungkapkan perasaannya..aigoo…ditunggu kelanjutannya.. Hwaiting

    Like

  2. syukurlah akhirnya part 11 keluar juga. pertemuan pertama mereka penuh dgn kesalah pahaman. aigoo sojung masih sosok yg menyebalkan. ditunggu next partnya thor. plis jgn biarkan readermu ini menunggu ne thor,, jebal…
    fighting

    Like

  3. Lma bnget thor bru di post tpi enda papa aku suka sma ceritanya

    Apa myung bkal balikan lagi yea sama suzy????
    Moga aja deh lanjut tho

    Like

  4. Pingback: U and I | Hanfubita

  5. Lama tidak baca ff ini awalnya sedikit lupa, tp setelah baca sebagian ceritanya langsung ingat lagi… apa Myungsoo mengira Seung Yeon anak dari Suzy? dan Soojung, apa dia belum menyerah jg? heol…
    Ijin baca next partnya, gomawo 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s