Gallery

U and I part 13

myungzy

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Genre : Family, Friendship, Romance —
Rating : PG-15
Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Perlahan Myungsoo mendekati Suzy, berjongkok dan memeluk erat yeoja itu dengan tangan kanannya yang bebas.

@@@

PART 13

Myungsoo ragu untuk mendekati Suzy. Tapi melihat keadaannya, dia amat khawatir. Entah mendapat dorongan dari mana dirinya mendekati Suzy, ikut berjongkok, lebih berani lagi bahkan memeluknya.

Ah, apa yang aku lakukan.

Posisi mereka tetap sama. Suzy masih terisak dalam pelukan Myungsoo tanpa ikut membalas pelukan namja itu.

Kaki Kim Myungsoo mulai merasa kesemutan. Ditambah beban membawa Seung Yeon tanpa bergerak sedikit pun membuat kakinya mati rasa.

Suzy tersadar. Wajahnya memerah. Sedikit menjauh dari Myungsoo lalu berdiri.

“Mianhae” ucapnya pelan sambil mengalihkan pandangan.

Kepala Myungsoo mendongak dan menatap wajah Suzy seraya berdiri. “Mmm. Sebaiknya kau segera ganti baju jika tidak ingin sakit. Aku akan menggendong Seung Yeon ke kamarnya”.

Suzy menggeleng pelan. “Tidak usah. Aku saja”.

“Kau masih saja keras kepala. Lihatlah keadaanmu sekarang. Apa kau ingin dia ikut sakit?”.

Suzy kembali menggeleng.

“Dan juga..” berhenti sejenak “Apa kau mengenakan ini seharian tanpa menyadari apa pun?” tanya Myungsoo memandang pakaian Suzy lalu menggosok hidungnya. Salah tingkah.

“Omo!! Yaa, kau melihat semuanya” kata Suzy sambil menutup bagian dada dengan menyilangkan kedua tangannya. Dress putih selututnya karena terkena air hujan kini menerawang. Secepat mungkin dirinya memencet beberapa digit nomor di pintu, mendorongnya dengan keras, melepas asal sepasang sepatu flat , dan berlari menuju kamar.

Braakk. Pintu Suzy tertutup dengan dentuman keras.

“Aaaaaaa!!” teriaknya dari dalam saat mendapati bagaimana keadaannya dari cermin. Maskaranya luntur membentuk setengah lingkaran di bawah mata, lipsticknya sudah tak terlihat, rambutnya pun tidak beraturan. Memalukan sekaligus mengerikan.

Kim Myungsoo menahan tawa. Dia harus membawa Seung Yeon ke kamar terlebih dahulu. Mulai melangkah masuk lalu menutup pintu apartemen dengan hati-hati. Beberapa menit berlalu, Myungsoo masih berada di kamar Seung Yeon. Menatap gadis kecil yang tertidur pulas di hadapannya dalam diam. Dia mendekat, melepas sepatu gadis kecil itu, kemudian beranjak keluar menaruh sepatu flat dengan motif bunga-bunga ke dalam rak sepatu.

Bersamaan itu pula Suzy membuka pintu kamar. Myungsoo menoleh, kini pandangan mereka saling bertemu. Suzy tersenyum kikuk, tatapannya tidak beralih dari Myungsoo.

“Kau baik-baik saja?” tanya Myungsoo memecah keheningan sambil tersenyum tipis.

“Mmm. Gomawo” ucap Suzy sambil menyandarkan punggungnya di pintu.

Tidak ada jawaban. “Aku akan kembali ke apartemenku” kata Myungsoo pada akhirnya.

“Tunggu, bagaimana bisa Seung Yeon bersamamu?”

“Aku akan menjelaskannya besok. Sekarang istirahatlah” ujar Myungsoo memandang sekilas Suzy. Lalu mengenakan sepatunya, membuka pintu dan pintu pun tertutup.

Suzy memejamkan matanya sambil menyilangkan kedua tangannya. Sikapmu berubah dingin padaku. Tetapi kali ini aku merasa jika kau masih peduli padaku.

@@@

Myungsoo mengedarkan pandangannya. Di kamarnya hanya lampu tidur yang menghiasi. Tetap dalam posisi berbaring. Kenapa denganku? Bagaimana bisa aku melakukan semua itu tadi? pikirannnya berkecamuk. Jika saja aku tidak melakukan itu semua, mungkin, mungkin.. ah membuatku pusing saja. Dia tidak bisa tidur. Bangkit mencari ponselnya untuk bermain game. Astaga, apa lagi yang terjadi kali ini? Tangan kanannya merogoh saku celana jeans yang ia letakkan di sisi bawah tempat tidurnya. Celana itu dia kenakan tadi , sangat yakin jika dia meletakkan ponselnya di saku belakang sisi kanan. Tetapi dia tidak menemukannya. Mulai mencari di bagian lain. Sama saja, tidak menemukan . Apa mungkin?

“Aku bisa gilaaa.. kenapa aku tadi meletakkannya di meja kamar Seung Yeon dan lupa membawanya. Sial. Bodoh. Bodoh” teriaknya disertai umpatan.

Bisa dipastikan jika besok dia akan bertemu lagi dengan Suzy. Tunggu sebentar, apa mungkin ini keberuntungan untuknya?

@@@

Itu Myungsoo. Berjalan lurus ke arahnya. Dirinya sekarang berada di dalam lift bersama Seung Yeon. Mendapat panggilan mendadak dari asistennya pagi-pagi, memberitahukan untuk segera ke galeri karena ada sesuatu yang penting. Mau tak mau mengharuskannya untuk segera ke sana. Jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 07.00 KST. Masih sangat pagi menurut kebanyakan masyarakat Korea.

Oh, dia semakin dekat. Tapi pintunya..kedua tangan Myungsoo berhasil menahan pintu lift sebelum tertutup.

Seung Yeon masih sangat mengantuk membuka matanya dengan lebar ketika terkejut mendengar sesuatu yang lumayan keras kini mendarat di sampingnya tepat di depan Suzy.

Ya, Kim Myungsoo terjungkal ke dalam lift. Dia tidak bisa menahan tubuhnya. Pintu lift bergerak menutup saat dirinya belum masuk. Seketika itu pula ia berlari untuk menahan pintu, sialnya dirinya malah terjungkal. Ada yang aneh. Bibirnya menekan sesuatu yang lembut dan beraroma stroberi. Dia memberanikan diri membuka kedua matanya.

Suzy berada di depannya membelalakan mata. Dia tidak sengaja mencium bibir Suzy. Ya Tuhan!

“Omo, omo. Lihatlah pasangan muda ini. Berani sekali mereka berciuman di tempat umum. Tidak tau apa jika ini masih sangat pagi. Melakukan di depan anak mereka yang masih kecil. Ck,ck,ck” ucap panjang lebar seorang nenek ketika memasuki lift.

“Biarkan saja. Kau seperti tidak pernah muda” balas suaminya.
Myungsoo melepaskan ciuman, sedikit menegakkan badan. Kini tangan kirinya bersandar di dinding sementara tangan kanannya menarik tangan Seung Yeon untuk mendekat ke arah dirinya dan Suzy.
Tubuh Myungsoo berusaha menutupi Suzy. Situasi kali ini tidak memungkinkan untuk memperlihatkan wajah mereka. Keduanya tertunduk. Malu.

Wajah Suzy memerah dan tubuhnya merasakan panas. Serupa dengan Suzy, Myungsoo merasakan degup jantungnya tidak normal. Keadaan ini tidak berlangsung lama. Pintu lift terbuka dengan segera menggandeng Suzy keluar, diikuti Suzy menggandeng Seung Yeon.

@@@

Suzy melajukan mobilnya, saat akan membelokkan mobil mendadak kakinya menginjak rem. Myungsoo berada di depan mobilnya. Berjalan ke arah kemudi dan mengetuk kaca.

Bae Suzy menurunan kacanya “Mwo?”

“P..ponselku” lidah Myungsoo seperti keseleo.

“Kenapa dengan ponselmu?”

“Tertinggal,..”

“Annyeonghaseyo samcheon” sela Seung Yeon.

“Oh, annyeong” ucap Myungsoo sambil membalas lambaian gadis kecil itu. Kenapa gadis kecil ini senang sekali menyapaku batinnya.

“Ponselku tertinggal di meja kamar Seung Yeon” ungkapnya kemudian.

“Benarkah.Aku tidak tau. Maaf, aku buru-buru sekali sekarang. Bisakah kau memberitahuku dimana tempat kerjamu. Aku akan mengantarkannya ke sana.”

Myungsoo menyebutkan alamat kantornya. Suzy mendengarkan sambil mengetik di memo ponselnya.

“Maaf, aku harus pergi sekarang” Suzy lalu menginjak pedal gas. Sesekali ia menatap Myungsoo yang berjalan menuju mobil sedan hitam dari spion.

Aku senang bertemu kembali denganmu
.

@@@

“Hyung kenapa kau tidak mengangkat ponselmu. Hari ini perusahaaan kedatangan model ambassador produk kita” terang Sungjong berjalan di belakang Myungsoo.

“Mian, ponselku di suatu tempat yang tidak bisa kuambil.”

Sungjong mengernyit “Memangnya tempat seperti apa? Apa sangat mengerikan?”

“Lupakan saja.”

“Aish, selalu saja tidak menjawab.”

“Apa kau bilang.”

“Aku tidak bilang apa-apa.”

“Jam berapa dia datang?”

“Sekitar satu jam lagi, aku akan menghubungi hyung nanti.”

@@@

Telepon di meja Myungsoo berdering. Ia mengangkat dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih sibuk membolak-balik apa yang perlu dia bahas dengan si model. Matanya melotot saat melihat nama tak asing tercantum di kertas. Tertulis dengan jelas PARK JIYEON. Dia mengucek matanya lalu melihat sekali lagi, memastikan jika itu memang benar Park Jiyeon.

Bersamaan itu pula diseberang Sungjong memberi tau jika si model telah tiba. Pintu terbuka terbuka lebar. Park Jiyeon berjalan santai ke arahnya.

“Kim Myungsoo” ucap Jiiyeon sambil melepas kaca mata hitam yang dia pakai.

“Park Jiyeon” Myungsoo bangkit dari tempat duduk.

@@@

Keduanya kini duduk berhadapan. Saling mengamati satu sama lain.

“Wah lama sekali tak melihatmu. Wah, wah, aku tidak percaya bisa bertemu denganmu lagi” decak Jiyeon sambil menopang dagunya.

“Aku juga tidak mengira akan bertemu denganmu di kantorku.”

“Apa kau sudah menikah?” tanya Jiyeon blak-blakan. Dia ingin sekali mengetahuinya.

Myungsoo mengangkat bahu. “Jangan membicarakan urusan pribadi di sini. Sebaiknya kita mulai untuk membahas pekerjaan” ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Park Jiyeon mencibir. Ah, apa Bae Suzy sudah bertemu dengan Myungsoo? Bagaimana ini? Apa aku harus menghubunginya dan memberitahukannya sekarang? Melirik diam-diam, Jiyeon mengamati Myungsoo lagi.

“Aku tau kau terus mengamatiku Park Jiyeon. Fokuslah pada lembaran kertas di hadapanmu itu” tegur Myungsoo.

Jiyeon memandang sengit Myungsoo kemudian mengalihkan padangan di lembaran yang ia bawa. Isi perjanjian kontrak dirinya dengan perusahaan Myungsoo.

@@@

Suzy berjalan mengelilingi galerinya untuk memastikan keadaan lukisan masih dalam kondisi baik. Dia berjalan seorang diri karena Seung Yeon tidur di ruangannya.

Langkahnya terhenti di depan sebuah lukisan. Wajah wanita paruh baya. Lee Il Hwa. Ibu Bae Suzy. Suzy berdecak kagum dengan lukisannya sendiri. Bakat dari mana dia sendiri juga tidak tau. Ayahnya pekerja kantoran di sisi lain ibunya hanya di rumah, menjadi ibu rumah tangga. Kakak sepupunya. Lee Howon. Juga memiliki bakat seni tapi sangat berbeda dengannya. Mungkin saja dari kakek terdahulu mereka.

Bae Suzy kembali melangkahkan kakinya. Memandang lurus ke depan. Pikirannya lagi-lagi tertuju pada namja itu. Seulas senyum terlihat dari wajahnya. Seperti dugaanya dia masih menyukai, tidak, lebih tepatnya mencintai sang namja. Kim Myungsoo. Senyumnya tiba-tiba menghilang. Dia takut akan kenyataan jika Myungsoo tidak menyukai dirinya.

Suzy menggeleng cepat. Dia tidak boleh hanyut dalam perasaannya. Sekarang waktunya untuk serius memikirkan pekerjaan. Sedetik kemudian dia teringat ucapan Myungsoo tadi pagi. Suzy melirik jam di pergelangan tangan.

11.00 KST

Waktunya untuk mengembalikan ponsel Myungsoo.

@@@

Berjalan beriringan. Suzy dan Seung Yeon kini berada di depan gedung yang menjulang tinggi. Seung Yeon mendongakkan kepalanya.

“Wah, tinggi sekali Immo” kagumnya.

Suzy ikut mendongakkan kepalanya, tersenyum lebar. “Kajja kita masuk.”

Langkah Suzy terhenti di depan meja resepsionis. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang karyawan perempuan berumur sekitar tiga puluh tahunan.

“Ah. Aku ingin bertemu dengan Kim Myungsoo.”

“Apa Anda sudah membuat janji?”

Suzy menggeleng.

“Maaf, Anda tidak bisa bertemu dengan beliau jika belum membuat janji.”

“Tapi ada sesuatu yang penting. Aku ingin mengembalikan ponselnya” ungkap Suzy, membuka tas tangan, mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan foto Myungsoo sebagai wallpaper.

Karyawan itu memandang rekannya. Lalu dibalas anggukan. Suzy pergi ke arah lift. Dan menuju lantai 20. Tempat dimana ruangan Myungsoo berada.

Kedua karyawan perempuan yang baru saja bertemu dengan Suzy saling berbisik setelah Suzy sedikit menjauh.

“Apa dia istrinya Kim Sajangnim?”

“Sepertinya. Sangat cantik. Anak mereka juga imut sekali”

@@@

Sungjong berpapasan dengan seorang yeoja dan anak kecil. Dia mengernyitkan dahi, membalikkan badan berjalan mendekati mereka.
Suzy menoleh saat ada yang menepuk bahunya.

“Maaf, Anda siapa? Kenapa ke lantai ini?” tanya Sungjong. Lantai 20 memang hanya dikhususnya untuk ruangan direktur. Tidak sembarang orang bisa kemari.

“Mm. Aku ingin bertemu dengan Myungsoo.”

Sungjong mengangkat alis. Curiga. Tidak biasanya Myungsoo tidak memberi tau dirinya jika akan kedatangan tamu. “Ada urusan apa? Mungkin saya bisa membantu.”

“Aku ingin mengembalikan ponselnya. Tida. Aku akan mengembalikannya sendir” kata Suzy, mengangkat tangan yang membawa ponsel Myungsoo.

Sungjong terlonjak kaget. Dia teringat jika Myungsoo mengatakan padanya “Mian, ponselku di suatu tempat yang tidak bisa kuambil.” Bingung. Bagaimana bisa disuatu tempat yang tidak bisa diambil tapi sekarang malah berada di tangan seorang yeoja. Apa jangan, jangan?

“Tunggu sebentar, hyung sedang kedatangan tamu penting. Anda bisa duduk di sana untuk menunggunya” Sungjong menunjuk sofa panjang tak jauh dari sebuah pintu besar yang ia duga ruangan Myungsoo.

“Ne, kamsahamnida” ucap Suzy sedikit menunduk.

“Kamsahamnida samcheon” Seung Yeon ikut menirukan Suzy.

Sungjong berlalu dari mereka setelah membungkuk, melanjutkan urusannya. Ini aneh pikirnya.

@@@

“Immo kenapa lama sekali” eluh Seung Yeon. “Aku ingin pulang.”

“Sabar Seung Yeon-ah”. Dia dan Seung Yeon menunggu cukup lama. Hampir satu jam.

Suzy memiringkan wajah. Melihat pintu ruangan Myungsoo. Tertutup rapat. Mendengar pintu terbuka dia bangkit dari tempat duduknya, diikuti gadis kecil di sampingnya. Dia, Suzy. Mendengar suara perempuan yang tidak asing di telinganya. Melangkah sedikit ke depan. Mengintip. Dia hanya bisa melihat sisi belakang seorang perempuan. Saat perempuan itu membalikkan tubuhnya dengan cepat Suzy kembali ke posisinya.

“Bae Suzy”

“Jiyeon-ah”

“Eoh. Eomma”

“Suzy-ah, apa yang kau lakukan disini? Apa kau…” ucapan Jiyeon terhenti ketika melihat perempuan berjalan ke arah mereka. Suzy mengikuti arah pandang Jiyeon.

“Jung Soo Jung” ucap mereka bersamaan.

Suzy melotot. Membekap mulutnya. Situasi macam apa sekarang ini. Bersamaan itu Myungsoo keluar dari ruangannya.

“Chagiyaaa” Soo Jung berlari ke arah Myungsoo dan memeluknya. Rasakan kau Bae Suzy, aku menang darimu batin Soo Jung. Sebenarnya dia juga sangat terkejut ketika berjalan ke ruangan Myungsoo dan melihat Jiyeon serta Suzy disana. Tapi dia pura-pura tidak melihatnya. Keberuntungannya tiba saat Myungsoo muncul.

Jiyeon dan Suzy melotot. Dasar, si rubah sialan umpat Jiyeon.

Myungsoo yang terkejut dan tidak mengerti apa-apa hanya diam memandang Suzy. Suzy mendekat ke arahnya. Menyerahkan ponsel. Dari arah yang sama dia melihat Jiyeon menggendong Seung Yeon. Juga berjalan ke arahnya. Menarik tangan Suzy. Mengajaknya pergi.

Myungsoo memandang ponsel digenggamannya. Mendorong Soo Jung agar melepaskannya. Berlari mengikuti Suzy. Tapi pintu lift sudah tertutup saat dia tiba. Entah kenapa, hatinya mengatakan. Untuk menjelaskan semuanya pada Suzy.

TBC

Gomawo untuk readers yang udah kasih komentar di part sebelumnya. Dan bagi silent reader, semoga di bulan puasa ini dibukakan hatinya. *Bow

Advertisements

30 thoughts on “U and I part 13

  1. Lah, kok si soojung rubah betina itu tiba-tiba muncul sih?
    Si Myungsoo juga kenapa malah diam aja dipeluk gitu? Bodoh!!!
    Iya mending Suzy pergi aja dari sana. Muak banget nonton aksi melepas rindu sepasang kekasih. Hahahaaa

    Like

  2. Heol dasar soojung enda tau malu udah ditolak juga sma myung masih aja ngejar”
    Moga aja myung cepat balik sama suzy
    Lanjut thor

    Like

  3. Updatetannya cepet banget… aku seneng aku seneng heheh. Aduhh disaat myungzy udh mulai membaik, ehh si soojung malah ngerecokin.. ckckck k

    Like

  4. maaf thor baru comment,soalnya baru baca juga ffnya dari chap 10*bow
    wahh soojung lagi soojung lagi
    makin rumit juga ya thor,kemaren yg salah paham si myung sekarang suzy yg salah paham,ckck
    next chap ditunggu ya thor*smile

    Like

  5. maaf thor baru comment,soalnya baru baca juga ffnya dari chap 10 kk
    wahh soojung lagi soojung lagi
    makin rumit juga ya thor,kemaren yg salah paham si myung sekarang suzy yg salah paham,ckck
    next chap ditunggu ya thor*smile

    Like

  6. Aku reader baru….
    Izin baca yah….
    Akan di mulai dri part 1,kenapa komennya kesini dulu penasaran pengen tau cerita nya,setlah di baca kayaknya gak seru klau gak tau dri awal cerita,
    insya allah aku akan komen kok di part 1 sampai str….

    Like

  7. Heol salah paham untuk kedua kalinya. Dan kalinya suzy yang salah paham -,- mwoya jungsoojung itu !

    Semoga problem antara mereka bisa terselesaikan ! Cheer Up Author untuk next partnya 🙂

    Like

  8. ishh itu si rubah ngapain sih ada di situ kesel bannget aku wkwk…
    mian jadi kebawa emosi tp keren ceritanya.
    next ditunggu ta
    thank
    saranghamnida♡♡

    Like

  9. aaaaaaaaa… uda bulan puasa sa si soojung rubah betina itu masih aja buat kesal. ditunggu kelanjutanya thor.. semoga part berikutnya banyak moment myungzy nya.

    fighting authornim.

    Like

  10. Pingback: U and I | Hanfubita

  11. Tuh kan, si pengganggu Soojung yg menyebalkan selalu mengacaukan suasana, jadi ikutan kesel…
    Penasaran dengan akhirnya, bagaimana hubungan Myungsoo dan Suzy… ijin minta password author, gomawo 🙂

    Like

  12. Salah paham lagi. Astaga mereka gak jauh dari kata salah paham ya😑😑 Chapter selanjutnya diprivate ya thor? Aku minta pwnya dong😅😅😅😅 di Journey aku udah comment-in semua, sama yang disini juga. 🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s