Gallery

Stand by Me part 1

PhotoGrid_1466657181699

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Other Cast : Seo Kang Joon, Jung Soojung, Park Jiyeon, etc
Rating : PG-15
Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

FF ini terinspirasi dari drama Another Miss Oh. Semoga kalian suka.

Happy Reading ^^

PART 1

Wae geuri naege chagaungayo
Sarangi geureohge swibge
Byeonhaneun geo yeottna
Naega mwonga jalmothaettnayo
Geuraettdamyeon mianhabnida

Geundaneun naega bulssanghangayo
Eotteohgerado geudaegyeote
Namaittgo sipeunge
Nae mamiramyeon arajullaeyo
Geuraettdamyeon taetappecoyo

Geudaega sumgyeonwattdeon apeun
Sangcheodeul da
Naege olmgyeojuseyo
Jichiji anhgo seulpeohalsuittge nareul
Jom deo gakkai dwoyo

Sasil nan jigeum gidarin mankeum deo
Gidarilsu ittjiman
Waenji nan jigeum isungani urie
Majimagil geot gata

Sasil nan jigeum gidarin mankeum deo
Gidarilsu ittjiman
Waenji nan jigeum isungani uriui
Majimagil geot gata

(The Black Skirts- As Long As You Wait, Again)

Yeoja itu berjalan terburu-buru sambil mengusap air matanya yang terus mengalir. Tanpa memikirkan tatapan beberapa pejalan kaki seperti dirinya. Hari ini rasanya seperti neraka untuknya. Dia ingin sekali menghilang dari bumi untuk selamanya. Tepat satu hari sebelum pernikahannya, dia di putuskan pacarnya. Dan itu tentu saja berujung pada pembatalan pernikahan mereka. Besok.

Flashback

Pria ini memandangi yeojanya yang besok akan menikah dengan dirinya. Di sebuah restauran. Bertepatan jam makan siang. Sehingga membuat suasana ramai.

“Aku tidak bisa menikah denganmu” ujarnya.

Si yeoja menatap namjanya. Kaget. “Kenapa? Bisakah kau memberikan alasan padaku Kang Joon-ah?”

“Aku tidak menyukai cara bicaramu itu Bae Suzy”

Deg. Bagikan petir menyambarnya di siang bolong. Suzy terus meremas-remas kedua tangannya. “Tapi, tapi, kenapa kau baru memberitahuku sekarang?”

“Karena aku tidak ingin hidup bersamamu.”

End Flashback

Suzy berjalan. Menuju rumah. Dengan memainkan asal tali tas selempang yang kini berada di genggamannya.

“Aku pulang” ujarnya sambil melepas sepatu. Memandang sekilas ayah, bibi, Jiyeon dan neneknya yang duduk di lantai sambil menikmati beberapa makanan. Sedangkan ibunya mencuci piring. Dia kemudian duduk di kursi mengambil nasi lalu mencampurkan lauk yang tersaji ke dalam mangkuk besar.

“Aku besok tidak jadi menikah”

Semua yang berada di sana terdiam. Il Hwa memandang putrinya. “Apa yang kau bicarakan barusan? Kau tidak sungguh-sungguh kan?” tanyanya. Melepas sarung tangan cuci. Mematikan kran air. Mendekati Suzy.

“Aku sungguh-sungguh Eomma”

“Ya, kau gila !” ucap Il Hwa keras sambil berkacak pinggang.
“Daripada aku tidak bahagia hidup dengannya. Lebih baik aku membatalkannya.”

PLAK.

Suzy terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya, ketika ibunya memukul kepalanya. Lebih baik ibunya itu memukulnya daripada dia mengatakan kebenaran. Jika sebenarnya dirinyalah yang diputuskan.

BRAK.

Il Hwa menutup pintu kamarnya dengan keras.

Ayah Suzy. Dong Il. Menatap putrinya. Kemudian beralih ke arah pintu kamarnya yang sudah tertutup.

@@@

Suzy membuka matanya. Teringat kejadian tadi siang yang membuat dirinya hancur berkeping-keping. Tak seorang pun yang mengetahui kebenaran itu semua. Dia tetap tidak bergeming dari tempat tidurnya. Memandang langit hitam tanpa bintang dari kaca jendela.

“Dia sudah gila. Putri kita sudah gila yeobo” teriak Il Hwa dari luar. Suzy bisa mendengarnya dengan jelas.

“Tenanglah. Dia pasti punya alasan yang kuat” ucap Dong Il berusaha menenangkan kemarahan istrinya.

“Aku tidak bisa. Dia telah mempermalukan keluarga ini. Semua tetangga di komplek sudah mendengarnya. Itu pasti ulah adik perempuanmu itu.”

Suzy mengambil earphone kemudian menancapkannya di ponsel. Menekan asal lagu. Menaikkan volume. Mulai memejamkan matanya. Tepat saat itu, pintu terbuka. Ibunya mengambil bantal yang dia sandari. Memukulinya bertubi-tubi.

“Bisa-bisanya kau tidur. Kau memang perempuan gila. Bagaimana kau bisa membatalkannya Bae Suzy. Jika hal ini terjadi, kenapa saat itu kau membawanya ke rumah!”

Suzy tetap diam. Rasa sakit akibat pukulan ibunya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan luka yang tergores di hatinya.

Dong Il mendekati mereka. Mencoba mengambil bantal dari tangan istrinya. Tapi yang terjadi malah hidungnya terkena sikut istrinya.

@@@

5 bulan berlalu

“Apa kau baik-baik saja sekarang?”

“Sudah berapa kali kukatakan jika aku baik-baik saja Park Jiyeon.”

“Tapi, itu bukan hal yang mudah untukmu Bae Suzy” ucap Jiyeon sambil memandang sepupu sekaligus sahabatnya itu.

Suzy meletakkan setangkai bunga florist warna ungu. Mengalihkan perhatiannya pada yeoja yang duduk di sampingnya.

“Jiyeon-ah. Jangan pernah membahasnya lagi. Itu semua sudah terjadi lima bulan yang lalu. Aku sudah bisa melupakannya.”

Lonceng berbunyi. Mereka berdua mengamati seorang namja masuk ke dalam toko bunga. Berjalan ke arah mereka. “Bisakah kau buatkan rangkaian bunga itu” ucapnya sambil menunjuk bunga yang tergeletak di meja kaca bulat.

“Oh, ” Suzy mengambil bunga florist. Menunjukkannya pada namja itu. “Ini”

Dibalasnya dengan anggukan dan gumaman kecil “Mmm”

“Tunggu sebentar. Kami akan membuatkannya. Anda bisa menunggu disana” terang Suzy sambil menunjuk kursi kayu yang berada di antara bunga tulip dan bunga mawar.

“Dia tampan sekali Bae Suzy” ucap Jiyeon pelan.

“Aish. Kau selalu saja mengatakan semua namja yang kau temui tampan.”

“Memang kenyataannya mereka tampan.”

Suzy mencibir. “Sudahlah. Sekarang waktunya kita menyelesaikan pekerjaan ini.”

@@@

Kim Myungsoo berulang kali memandangi rangkaian bunga yang dia bawa. Tentu saja, bunga itu untuk kekasihnya. Dia akan memberikan bunga dan kotak kecil yang berada di saku celananya. Untuk melamar kekasihnya hari ini. Senyum sumringah jelas-jelas terpancar dari wajahnya. Berjalan menyusuri kawasan pertokoan. Berhenti sejenak memandangi setelan jas pengantin pria dan gaun putih dari depan etalase toko. Lalu kembali melangkahkan kakinya. Berjarak kurang lebih enam meter dari tempatnya berhenti tadi. Dirinya memasuki restauran. Bernuansa retro. Seorang namja melambai.

“Oh hyung.”

“Di sini.”

Myungsoo menuju meja tempat Woohyun berada. “Lihatlah. Aku sudah mempersiapkan semua ini untukmu. Aku yakin sekali jika dia akan menyukainya dan menerima lamaranmu. Kau harus berterima kasih padaku karena telah menyiapkannya termasuk menutup restauran hari ini.”

“Aku tahu. Jeongmal gomawo hyung.”

“Jam berapa Soojung datang?”

Myungsoo menyingkap kemeja panjang putihnya. Melihat jam tangan. “Sebentar lagi.”

“Semoga berhasil.”

@@@

Myungsoo menatap meja di depannya. Menegakkan kepala. Pandangannya bertemu dengan seorang yeoja. Berstatus kekasihnya. Namja itu memberikan kotak kecil padanya.

“Soojuang-ah maukah kau menikah denganku?”

Soojung menunduk tanpa menerimanya atau pun membalas ucapan Myungsoo. “Oppa mianhae. Aku tidak bisa. Sebaiknya kita putus saja” sambil mengambil tas di pangkuannya. Beranjak. Pergi.

Kim Myungsoo menatap sendu kepergian Soojung. Gadis yang ia cintai.

@@@

Jiyeon dan Suzy berjalan bersama menuju halte terdekat setelah menutup toko bunga mereka. Cuaca kembali mendung. Padahal perkiraan cuaca hari ini cerah. Menyebalkan.

“Oh, bus ku sudah datang. Aku pulang dulu Suzy-ah” ucap Jiyeon sambil berlari. Dari dalam bus dia melambaikan tangannya.

Suzy membalas lambaian tangan Jiyeon. Ketika bus mulai berjalan, dia tertunduk. “Selalu saja Jiyeon yang mendapat bus lebih dahulu.”

Hujan perlahan mengenai tubuhnya. Dengan cepat Suzy berlari menuju halte yang hanya kurang tiga langkah. Dia menepuk-nepuk bahunya yang sedikit basah.

@@@

Dalam keadaan sesak dan sedikit basah, Suzy memegang gantungan bus. Selalu saja nasibnya penuh kesialan. Tepat di sampingnya ada seorang namja. Oh, bukankah dia namja tadi batin Suzy. Dia meminta namja itu bertukar posisi dengannya. Sambil memandangnya dingin, namja itu mengatakan tidak. Suzy berdecak kesal. Bagaimana mungkin seorang namja dengan tega melakukan itu padanya. Beberapa kali Suzy mencium ketiaknya. Khawatir jika mengeluarkan bau tidak enak. Kenapa aku memakai kaos tanpa lengan dalam keadaan seperti ini. Aku harus bertahan.

Suzy mengira jika dirinya atau namja itu akan turun lebih dahulu. Ternyata tidak. Mereka turun di halte yang sama. Bae Suzy berlalu dari halte. Tapi instingnya merasa ada seseorang yang mengikutinya. Dia menoleh. Mendapati namja itu berada di belakangnya. Suzy berjalan dengan cepat. Mengambil cermin kecil dari tas. Mengangkat tinggi cermin. Dan melihat namja itu masih berjalan mengikutinya.

“Ya. Kenapa kau mengikutiku. Kau penguntit kan. Jangan mengikutiku. Aku akan berteriak” ucap Suzy sambil membalikkan tubuhnya. Menunjuk namja itu. Menatapnya sengit.

“Hhh. Kau percaya diri sekali” ucapnya menyunggingkan senyum mengejek. Berjalan melewati Suzy lalu berhenti di rumah yang berada di depan rumah Suzy. Membuka pagar. Menaiki tangga kayu. Membuka pintu. Masuk. Kemudian menutupnya.

Suzy teersenyum miris. Memalukan. Ini semua terjadi karena dirinya terlalu banyak menonton drama. Khayalannya terlalu tinggi.

@@@

Myungsoo cukup lama mengamati kepergian Soojung. Jika saja Woohyun tak menepuk bahunya. Mungkin dia tetap dalam posisi, entah sampai kapan.

“Hyung. Dia menolakku dan meminta putus.”

“Kau akan mendapat yeoja yang lebih baik darinya.”

Dia kini berjalan lunglai tanpa senyuman yang beberapa waktu lalu dia tampakkan. Senyumnya benar-benar telah lenyap. Gadis itu menolaknya. Myungsoo menghela nafas. Mencoba menguatkan hatinya. Dia mengambil kotak kecil dari sakunya. Memandangi dua benda yang kini berada dalam genggamannya. Rangkaian bunga dan cincin. Berjalan ke arah tempat sampah. Dan membuangnya. Namun tangannya tertahan di udara saat akan melempar cincin. Kembali membuka telapak tangan. Cincin emas putih dengan berlian kecil yang mengelilinginya. Dia tidak tega membuangnya. Kerja kerasnya untuk mendapatkan cincin itu tiba-tiba teringat olehnya. Kemudian dia memutuskan hanya membuang kotak kecil tanpa cincin.
Kembali berjalan lunglai menuju halte bus. Menuju rumah barunya yang telah dia persiapkan untuknya dan Soojung setelah menikah. Tapi apa daya. Semuanya telah pupus.

Myungsoo menaiki bus. Memandang air hujan yang mengalir di jendela bus. Bus terasa sesak ketika beberapa orang masuk. Tanpa terduga. Seorang gadis meminta untuk bertukar posisi dengannya.

“Maaf, bisakah aku duduk di sini?” pintanya.

Dia memandang gadis yang rambutnya sedikit ke basah itu dari atas ke bawah. “Tidak” jawabnya singkat. Dia berpikir jika gadis ini masih cukup kuat untuk berdiri. Berbeda dengan dirinya sekarang.
Kim Myungsoo mendengar gadis itu berdecak kesal. Dirinya pun tidak ambil pusing. Gadis itu beberapa kali mengendus-endus ketiaknya sendiri. Myungsoo hanya mengernyit. Yeoja ini sepertinya kecanduan bau ketiak batinnya.

Bus berhenti. Dia turun. Dan gadis itu ternyata juga turun di sana. Berjalan lebih dahulu. Sepertinya dia juga tinggal di kawasan itu. Tinggal sedikit lagi sampai. Gadis itu tiba-tiba berhenti dan mengucapkan sesuatu yang membuatnya mengangkat dahi. Dia berpikir jika aku seorang penguntit, gadis aneh pikir Myungsoo. Menghiraukan gadis itu. Tetap berjalan sambil memasukkan tangannya di saku celana menuju rumahnya.

TBC

Advertisements

31 thoughts on “Stand by Me part 1

  1. Suka…walaupun terinspirasi dr another oh hae young tp kesannya beda kok.. Apalagi waktu disisipin adegan yg bikin ngakak soal ketiak suzy… Ga kebayang msh sedih gt sempet2 nya myung ngira suzy kecanduan ketiak hahaha.. Ditunggi next chapnya ya… Fighting..

    Like

  2. Kecanduan ketiak? Wkwkwk myung ada ada ajh .. jdi myung dan suzy sama2 gagal menikah nih, tpi apa alasan kang joon dan soojung ya?

    Like

  3. Aigoo suzy dan myungsoo sama” lagi patah hati karena diputusin oleh kekasih mereka masing” tapi setidaknya myungsoo lebih beruntung,setidaknya dia tidak diputuskan saat hari pernikahan mereka akan berlangung besok…aigoo betapa sakitnya itu dan betapa perihnya saat harus medengarkan orang” mencelanya karena gagal menikah.

    Like

  4. kang joon/? mantan pacar suzy kek gtu bgt. masa iya mutusin suzy cuma gara gara cara berbicara suzy.
    betewe apa apaan , kecanduan bau ketiak *bhaqqq :v

    Like

  5. yaampun suzy batal menikah cuma masalah sepele doang dan miris banget masa idh mau menikah baru bilang aku tidak ingin hidup bersamamu

    Like

  6. Nasib yang sama. Mereka berdua sama2 di tinggalkan calon pengantin mereka, emm bedanya suzy ditinggalkan sehari sebelm pernikahannya, dan myungsoo di tinggalkan saat dia melamar kekasihnya.. Aigoo kasihan mereka 😦 apalagi suzy, kenapa dia tidak mengatakan yg sabenarnya saja pada keluarganya sehingga dia tidak mendapatkan amukan ommanya. Suzy sdah tinggal sendri sejarang yah? Apa hubungannya dengan ommanya sdah membaik?

    Like

  7. Sudah lama tidak baca ff author, dan akhirnya mulai baca lagi dari ff Stand by Me ini… ceritanya menarik, berarti Suzy dan Myungsoo adalah tetangga, dan mungkin akan sering bertemu nantinya…
    Ijin baca ff-nya author, gomawo 🙂

    Like

  8. Astaga ketiak WKWKWKWKWKWK. Itu pas bagian Soojung mutusin Myungsoo kecepetan banget ya? Aku melongo bacanya, hehe menurut aku sih. Tapi si ibunya Suzy masih marah gak ya sama Suzy skrng

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s