Gallery

Stand by Me part 2

PhotoGrid_1466657181699

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Other Cast : Seo Kang Joon, Jung Soojung, Park Jiyeon
Rating : PG-15
Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

Bus berhenti. Dia turun. Dan gadis itu ternyata juga turun di sana. Berjalan lebih dahulu. Sepertinya dia juga tinggal di kawasan itu. Tinggal sedikit lagi sampai. Gadis itu tiba-tiba berhenti dan mengucapkan sesuatu yang membuatnya mengangkat dahi. Dia berpikir jika aku seorang penguntit, gadis aneh pikir Myungsoo. Menghiraukan gadis itu. Tetap berjalan sambil memasukkan tangannya di saku celana.

@@@

PART 2

Kim Myungsoo duduk bersandar di sofa ruang tengah. Menengadahkan kepala, menyedekapkan kedua tangannya, memejamkan mata, lalu kembali membuka matanya. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Soojung kepada dirinya. Yang begitu kejam. Mereka telah menjalin hubungan hampir tiga tahun. Secara sepihak, Soojung memutuskan. Tanpa berpikir bagaimana keadaan Myungsoo. Atau mungkin Soojung sudah tidak mencintainya lagi. Tapi kenapa juga Soojung tidak menjelasakan apa pun pada Kim Myungsoo.

Kaki yang beberapa saat lalu berada di bawah, kini ditariknya dan menyelonjorkannya di sofa. Kepalanya beralih bersandar di sisi tepi sofa yang agak tinggi dibanding sisi tengahnya. Tangan kirinya mengepal dan dia pukul-pukulkan pelan di atas keningnya. Apa yang dia impikan tentang masa depannya dengan yeoja bernama Jung Soojung benar-benar hancur.

Myungsoo terdiam. Kemudian mendesah berat.

@@@

Tingkah lakunya beberapa waktu lalu benar-benar membuat Suzy sendiri malu. Suara langkah kaki Bae Suzy yang terkesan terburu-buru membuat Il Hwa dan Dong Il yang saat ini sedang membuat kimchi menoleh. Mengamati anak perempuan mereka. Entah sudah kesekian kalinya bolak-balik dari kamar menuju ruang depan, membuka gorden jendela kemudian kembali ke kamarnya.

“Suzy-ah, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Dong Il.

“Daripada melakukan hal yang tidak jelas seperti itu, lebih baik kau membantu kami” lanjut Il Hwa.

Suzy berjalan sambil melengos menuju kamarnya. Pikirannya sedang tertuju pada namja tetangga depan rumahnya. Tidak berapa lama, dirinya kembali berjalan menuju ruang depan dan membuka gorden.
Masih tetap sama. Sepi. Tidak ada aktivitas apa pun. Bahkan hari sudah senja, rumah itu tetap gelap.

“Ya. Bae Suzy” teriak Il Hwa.

“Ne Eomma” Suzy berjalan menghampiri orang tuanya. Berjongkok. Mencomot kimchi dengan tangannya dan membuka mulutnya lebar.

Il Hwa menghela nafas kasar. Tangannya memukul lengan Suzy. “Kau benar-benar. Aigoo, yeobo. Bae Suzy umurmu sudah hampir 27 tahun. Lihatlah kelakuanmu ini. Kenapa kau tidak mencuci tangan kotormu itu lebih dulu. Kenapa kau sangat berbeda dengan Oppamu eoh.”

Suzy mengerucutkan bibirnya. “Eomma jangan membandingkan aku dengan Oppa.”

“Jika kau tidak ingin dibandingkan dengannya. Akan lebih baik jika kau memperbaiki kelakuanmu” ucap Dong Il.

“Appa sama saja dengan Eomma. Kenapa tidak membela anak perempuanmu ini” gerutu Suzy. Beranjak menuju wastafel tempat mencuci piring untuk membersihkan lengannya yang terkena bumbu kimchi.

@@@

“Sudahlah Myung, kenapa kau jadi laki-laki cengeng seperti ini” ucap Sungyeol sambil berdiri di depan Myungsoo. Menatap Kim Myungsoo yang tertunduk lesu.

“Benar, berhentilah memikirkan dia” lanjut Hoya.

“Belum tentu juga dia memikirkanmu hyung” tambah Sungjong tak mau kalah.

Kini Myungsoo berada di Restauran Woohyun. Dengan enam laki-laki yang mengelilinginya.

“Apa dia memiliki kekasih selain kau Myung” ujar Sunggyu. Yang mendapat tatapan tajam dari lainnya. “Ops, mian.”

“Ssst. Jangan memanas-manasinya hyung” kata Dongwoo seraya memberi isyarat.

Woohyun mengamati teman-temannya. “Ya. Apa kalian semua akan melakukan hal ini sepanjang hari. Restauranku akan bangkrut jika kalian terus-terusan begini. Biarkan saja Myungsoo seperti ini. Dia butuh waktu untuk kembali bangkit. Kuharap kau segera menemukan wanita lain” ucapnya sambil menepuk bahu Myungsoo lalu menuju dapur.

“Ya! sudah waktunya bekerja” teriak Woohyun. Menyembulkan kepalanya di pintu.

“Ne, ne, ne. Kami tau” jawab Sunggyu.

Mereka berlima tanpa Myungsoo berjalan menuju tempat masing-masing. Sungjong berada di kasir. Sungyeol dan Hoya sebagai asisten koki. Dongwoo dan Sunggyu bertugas melayani pembeli. Kim Myungsoo memandang mereka satu persatu. Menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan. Beranjak dari tempat duduk. Menuju tempatnya. Sebagai seorang barista.

@@@

Suzy membuka toko bunga SJ miliknya dan Jiyeon seorang diri. Kemarin malam Jiyeon menelepon dan memberitahunya jika hari ini dia akan menghadiri acara pernikahan teman kuliahnya. Tentu saja itu membuat Suzy merasa kesepian. Diraihnya beberapa bunga yang sudah layu dari pot. Mengamatinya cukup lama. Perasaannya kembali sensitif ketika mengingat namja itu. Semenjak lima bulan entah berapa hari. Tanpa pernah sekali pun bertemu atau sekedar berpapasan. Keluarganya masih belum melupakan kejadian itu. Bahkan masih saja menyalahakan dirinya tanpa mengetahui kejadian sesungguhnya. Luka di hatinya yang belum mengering kembali tergores. Seo Kang Joon. Lelaki jahat yang belum hilang dari ingatannya. Dan hatinya.

Saat kebanyakan orang menanyakan apa dia baik-baik saja. Dan dirinya tentu menjawab semuanya baik. Itu hanya ucapan di mulut belaka. Lain lagi dengan hatinya. Rapuh. Berpura-pura tidak terjadi apa pun itu terasa menyakitkan. Tetapi akan jauh lebih menyakitkan jika orang-orang mengetahui jika dirinya yang diputuskan. Terlebih dia tidak bisa membayangkan bagaimana orang tuanya saat mengetahuinya nanti.

Setetes air mata jatuh di tangannya. Diikuti tetesan berikutnya yang semakin sering. Tangannya menggenggam erat bunga layu itu. Menutup matanya sementara menahan tangis. Luka dalam dirinya yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun benar-benar dalam. Oh Tuhan, itu membuatnya tak berdaya.

Pada akhirnya, Suzy menangis tersedu-sedu. Tak bisa menahan tubuhnya sendiri. Dia jatuh terduduk. Menutupi wajah dengan kedua tangannya.

“Gwenchana?” tanya seseorang yang membuatnya semakin mengeraskan tangisan.

@@@

“Myungsoo-ah, bisakah kau membelikanku bunga? ” tanya Woohyun.

Myungsoo mengernyit. Menatap Woohyun di depannya. “Untuk apa aku membelikannya untukmu.”

“Kau jangan salah sangka. Aku memintamu untuk membelikannya karena….” Woohyun berhenti sejenak. “Ada seseorang yang akan melamar kekasihnya nanti” suara Woohyun memelan di akhir ucapannya.

Woohyun melihat Myungsoo akan protes. “Mereka semua tidak mau. Hanya kau yang bisa kuandalkan. Kumohon” Woohyun mengusap-usap tangannya.

“Hhh, aku tau” Myungsoo mengambil beberapa lembar uang dari Woohyun sambil memberengut.

Toko bunga terdekat dari Restauran Woohyun berjarak sekitar 3 menit dengan berjalan kaki. Mungkin itu juga satu-satunya toko bunga yang berada di kawasan ini. Angin berhembus cukup kencang. Membuat rambut hitamnya bergerak kesana kemari tak beraturan. Menambah kekesalannya. Ditendangnya kaleng berulang-ulang sambil berjalan. Hingga tiba di toko bunga yang dia kunjungi beberapa hari yang lalu. Mendongakkan kepala. Menatap papan hitam yang berada di atas pintu. Bertuliskan “SJ FLORIST” berwarna putih. Sial. Dia kembali mengingat Soojung.

Samar-samar dirinya mendengar suara tangisan. Menatap sekelilingnya. Dan tidak mendapati seorang pun yang sedang menangis. Langkahnya berhenti di depan pintu, ketika mendengar isakan yang sepertinya berasal dari dalam. Di dorongnya pelan pintu. Melangkah dengan hati-hati. Untunglah bunyi lonceng di atas pintu tidak terlalu berisik.

Kim Myungsoo terkejut. Mendapati seorang wanita menangis tersedu-sedu di depannya. Pintu masih dia tahan dengan tangannya. Sehingga beberapa orang yang lewat menatap dirinya. Mungkin mereka pikir, Myungsoo yang membuat wanita itu menangis.

Dilepaskannya pintu dari tangannya. Melangkah tanpa suara. Sedikit menundukkan tubuh, lalu menepuk pelan bahu wanita yang memakai kaos putih tanpa lengan itu. “Gwenchana?”

Myungsoo terperanjat, sedikit melangkahkan kakinya ke belakang sambil menarik cepat tangannya, saat yeoja itu menangis semakin keras. Dia bisa melihat bahu yeoja di depannya naik turun. Melihat itu semua, dia hanya bisa diam di tempat. Tak berapa lama yeoja itu mengusap air matanya, kemudian menoleh.

Myungsoo melongo, yeoja ini. Yeoja aneh yang dia temui kemarin. Myungsoo membalikkan tubuhnya, kembali membuka pintu dan melangkah keluar. Namun langkahnya terhenti di persimpangan jalan. Dia kembali berjalan ke arah toko. Lonceng berbunyi dengan keras karena dorongannya yang kuat saat membuka pintu.

@@@

Suzy tak menghiraukan ucapan namja yang baru saja menepuk bahunya. Dia ingin menumpahkan kesedihannya saat ini juga. Tak peduli jika namja itu sudah meninggalkan toko. Setelah merasa tenang. Tangannya mengusap sisa air mata yang mengalir di pipinya. Kepalanya menoleh, matanya melebar ketika pandangannya berserobok dengan namja itu. Namja tetangga depan rumah yang dia temui kemarin. Tiba-tiba namja itu keluar begitu saja.

“Ah, sial. Keadaanku sangat menyedihkan” ucap Suzy sambil mengacak rambutnya.

Dia mulai berdiri. Menatap arah pintu saat tiba-tiba lonceng berbunyi dengan keras. Namja itu menarik tangannya. Berjalan dengan cepat. Entah kemana. Suzy hanya bisa pasrah.

@@@

Orang-orang menatap mereka ingin tau. Suzy tanpa bisa melakukan apa pun. Menunduk. Menutupi wajah dengan rambut panjangnya.
Kim Myungsoo dan Bae Suzy berdiri berdampingan di pinggir jalan. Menunggu lampu pejalan kaki berwarna hijau. Semakin banyak orang yang berada di sekitar mereka. Myungsoo mengeratkan tangannya di pergelangan Suzy. Memutar tubuhnya. Menghindari tatapan orang-orang. Berjalan cepat di antara kerumunan.

Sial. Kenapa hari ini ramai sekali batin Myungsoo. Tak berselang lama dia kembali menuju ke arah toko. Menarik kursi. Menyuruh Suzy untuk duduk. Dia benar-benar seperti orang bodoh di hadapan yeoja ini. Setelah kesana kemari dan ujung-ujungnya kembali ke tempaat ini juga.

Ditariknya nafas dan menghembuskannya cepat. Ditariknya kursi di samping yeoja itu. Kedua tangannya mengepal di meja. “Kenapa kau menangis?”

Suzy menoleh cepat, lalu memainkan jari-jari tangannya. “Hmm, haruskah aku menceritakannya padamu?’

“Terserah”. Myungsoo mengangkat bahu.

Hening.

“Baiklah. Aku akan menceritakannya padamu. Karena aku tidak mengenalmu. Dan mungkin saja kita tidak akan pernah ber…” Suzy menghentikan ucapannya. “Ah, mungkin aku dan dia malah akan sering bertemu. Dia kan tetanggaku. Biarkan saja” ucapnya lirih pada dirinya sendiri. “Tolong jangan katakan pada siapa pun” ucap Suzy.

“Aku, aku lima bulan yang lalu. Sehari sebelum hari pernikahanku. Diputuskan oleh kekasihku. Dan apa kau tau alasannya?” Suzy menatap sekilas Myungsoo.

Suzy melanjutkan ucapannya ketika namja di sampingnya tidak menyahut. Menghembuskan nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. “Dia memutuskanku karena tidak menyukai caraku berbicara. Lucu sekali bukan” ujarnya disertai tawa.

Myungsoo tergelak. Yeoja ini sungguh aneh. Masih bisa-bisanya tertawa dalam keadaan seperti ini. Kisah hidup gadis itu tak berbeda jauh dengannya. Bedanya dia diputuskan saat melamar kekasihnya, yang sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya. Tapi, mungkin dia lebih beruntung dari gadis ini. Meskipun hati mereka sama-sama terluka.

“Ah, kenapa kau tadi menarikku?” tanya Suzy.

“Itu, aku tidak suka melihat seorang yeoja menangis di depanku” ucap Myungsoo.

“Jadi kau ingin menghiburku?”

Myungsoo tidak menjawab. Ponselnya berdering. Diambilnya dari saku jaketnya.

“Yeobseyo.”
….
“Aku tau, sebentar lagi selesai.”
….
“Iya, aku akan segera kembali.”

“Apa ada masalah?” ujar Suzy setelah melihat raut muka namja di sampingnya yang berubah masam.

“Hampir saja aku lupa dengan tujuannku kemari. Aku ingin membeli bunga. Untuk melamar seorang yeoja.”

Suzy melebarkan matanya. “Kau akan melamar kekasihmu? Tunggu sebentar, aku akan membuatkannya dengan cepat.”

“Tapi bukankah kemarin kau baru saja membeli bunga di sini? Ah, aku tau. Kekasihmu pasti sangat menyukai bunga” kata Suzy panjang lebar sambil berjalan memilihkan bunga yang cocok untuk dirangkai, tanpa menyadari perubahan sikap namja yang duduk di kursi tak jauh darinya.

“Bukan untukku” jawab Myungsoo tanpa suara dengan wajah sendu.

@@@

Il Hwa bersenandung sambil menyiram tanaman di pekarangan rumahnya. Pandangannya kini beralih ke arah rumah yang berada di depan rumahnya. Kedua alisnya terangkat ketika melihat seorang lelaki memasuki rumah itu. Sejak kapan, rumah itu berpenghuni? pikirnya.

“Yeobo, apa kau tau lelaki muda itu?” Il Hwa menepuk bahu suaminya yang sedang berjongkok untuk memotong rumput. Dong Il mendongakkan kepala, memandang istrinya, lalu berdiri. Ikut menatap rumah di depannya. “Aku tidak tau. Sejak kapan rumah itu berpenghuni?”

“Itu tadi juga yang aku pikirkan. Astaga dia menyadari keberadaan kita” ucap Il Hwa sambil bersembunyi di balik tubuh Dong Il. Membuka lengan suaminya, dan mengintip dari celah.

“Ya Tuhan, dia tampan sekali” bisik Il Hwa. Dong Il hanya menatap tanpa ekspresi lelaki muda yang kini menatapnya sambil menundukkan tubuhnya itu.

@@@

“Bae Suzy” teriak Il Hwa.

“Neee” Suzy membuka pintu kamarnya. Berjalan malas menuju dapur yang berada d samping kamarnya.

Il Hwa menatap anaknya yang berjalan sambil mengucek matanya. Rambutnya pun terlihat kusut dan acak-acakan.“Apa kau baru saja bangun?”

“Eoh.”

“Ya, kau wanita macam apa. Lihat, ini baru jam makan malam, dan kau malah baru bangun. Ya, ya kemarilah. Antarkan ini ke tetangga baru kita.” Il Hwa menunjukkan beberapa makanan yang sekarang dia letakkan di atas meja.

Suzy berjalan mendekat dan duduk di kursi. “Siapa?”

“Apa kau tidak tau jika di rumah depan ada penghuni baru?”

Suzy menggeleng. Sedetik kemudian tersadar. “Mwo! Jadi aku harus mengantarkan semua ini? Ke rumah itu” ucapnya histeris.

Ya Tuhan, lagi-lagi aku akan bertemu dengannya.

TBC

Advertisements

24 thoughts on “Stand by Me part 2

  1. Wah myungzy sama2 diputuskan, ntar nyesel loh, hihii, yaudah mbendingan myungzy bersatu aja, hehee
    fighting ne thor:)

    Like

  2. Memiliki nasib yang sama yakni sama-sama diputuskan kekasih. Cha kenapa kalian tidak mencoba melupakan kekasih yang memutuskan itu, harusnya mencoba bukannya meratapi nasib dengan bersedih seperti itu. Wkk 😀
    tetangga baru yang tampan, myungsoo kah itu? Benar sekali, mereka harus sering bertemu agar tumbuh perasaan cinta untuk myungzy ! HH

    penasaran dengan next partnya, Cheer Up authornim untuk melanjutkannya 🙂

    Like

  3. cie myung sm suzy mulai deket….suka banget sikap myung yg perhatian saat suzy nangis… hahaha eommany suzy tau aja kl ada cowo ganteng….penasaran gmn ntar kl suzy jd anter makanan buat myung dr eommanya…
    ditunggu next chapnya…fighting

    Like

  4. Ya rada aneh si thor pas myung tbtb narik suzy wkwk kek janggal wkwk apalagi suzy yg terlalu terbuka lgsg cerita ke org yg ga dia kenal😂

    Like

  5. Hah~ kirain hubungan suzy dan ommanya jadi renggang karena pembatalan pernikahan itu. Syukurlah….
    Aigoo kenapa jga soojung memutuskan myungsoo? Padahal myungsoo sdah bersusah payah menyiapkan rumah untuk masa depan mereka :> tpi syukurlah mereka putus. Berarti soojung bukan yg terbaik untuk myungsoo. Dan untuk kang joon, memangnya kenapa dengan cara bicaranya suzy sampai dia membatalkan penikahan mereka? Alasan macam apa itu? Ckck:>
    suzy gak risih yah cerita masalahnya tentang penikahannya yg batal kepada myungsoo tetangga barunya? Padahal keluarganya pun tidak di beritahu

    Like

  6. Suzy, bukannya curhat sama orang tua atau saudaranya, tp malah curhat sama Myungsoo 😀
    Memang kalau sudah jodoh, nggak akan kemana, semoga ini awal yg baik untuk Myungsoo dan Suzy… tudak sabar melihat mereka berdua jadi lebih dekat, langsung baca next partnya ya author, gomawo 🙂

    Like

  7. Aku bingung pas Myungsoo tiba-tiba narik Suzy terus lari mondar mandir itu maksudnya apa😅😅, apalagi Suzy langsung ceritain masalahnya yang dia sendiri gak mau kasih tau ke keluarganya. Tapi aku suka alur ceritanya. 👍👍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s