Gallery

Stand by Me part 3

stand by me 3

Author : Numi
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Other Cast : Seo Kang Joon, Park Jiyeon, Kim Yoon Hye
Rating : PG-15
Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Happy Reading ^^

“Apa kau tidak tau jika di rumah depan ada penghuni baru?”
Suzy menggeleng. Sedetik kemudian tersadar. “Mwo! Jadi aku harus mengantarkan semua ini? ke rumah itu” ucapnya histeris.

Ya Tuhan, lagi lagi aku akan bertemu dengannya.

@@@

PART 3

Myungsoo berjalan menuju pintu depan saat mendengar ketukan suara dari sana. Matanya membulat saat mendapati yeoja tetangga, yang baru saja dia temui tadi siang kini berada di depannya. Memeluk beberapa tempat makan.

“Eomma menyuruhku mengantarkan ini padamu.”

“Ibumu?” tanya Myungsoo tak yakin.

Suzy mengangguk. “Hmm”

Myungsoo mengernyit. Mengamati yeoja di depannya dari bawah ke atas. Memakai celana ungu longgar motif bunga, dan kaos longgar abu-abu. Selera yang aneh bagi wanita muda sepertinya.

“Apa kau tak akan mempersilahkanku untuk masuk?” tanya Suzy, seolah merasa risih dengan tatapan Myungsoo.

Kim Myungsoo menggeser tubuhnya. Membiarkan yeoja itu untuk masuk. “Taruh saja di meja itu” ucapnya sambil menunjuk meja yang berada di samping dapur.

Suzy berjalan. Mengedarkan pandangannya ke seluruh isi rumah. Rumah yang sangat berbeda dibanding dengan rumahnya. Dinding-dinding di sekelilingnya berwarna putih, dan hampir semua hiasan dinding atau bahkan malah semuanya berwarna hitam. Terkesan horor bagi seorang Bae Suzy. Bulu kudunya mulai merasa merinding. Dengan cepat dan langkah yang lebar akhirnya dia sekarang berhasil sampai di sana. Menaruh tempat makan. Saat membalik kepalanya membentur sesuatu. Suzy membuka matanya. Terkejut dan seketika matanya melebar. Kepalanya terantuk dada lelaki itu.

“Saat berjalan jangan sambil menutup mata” ucap Myungsoo sambil menaruh jari telunjuknya di dahi Suzy, dan mendorongnya pelan.

Suzy mendengus sambil mendongak. “Kau kasar sekali” ucapnya sambil menyingkirkan tangan Myungsoo dari dahinya. Lalu berjalan, dengan berjinjit dan sengaja menabrakkan bahunya dengan keras ke bahu namja itu.

Myungsoo mengelus bahunya yang terasa nyeri. Membalikkan tubuh. Memandangi yeoja yang kini menatapnya seraya menjulurkan lidah pertanda mengejek. Setelah itu mengangkat jempolnya dan perlahan membaliknya. Saat dirinya mulai melangkah. Yeoja itu secepat kilat berlari keluar, membuka pagar dan kini sudah berada di depan rumahnya sendiri. Mungkin yeoja itu akan memenangkan kejuaraan lari sprint jika mengikutinya dengan kemampuannya seperti ini.

Myungsoo hanya menggeleng. Kemudian tanpa pikir panjang berjalan ke arah pintu dan menutupnya. Saat dia membalikkan tubuhnya dan akan menuju kamar. Pandangannya beralih ke beberapa tumpukan tempat makan yang berada di mejanya. Menghembuskan nafas singkat, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Seumur-umur, baru kali ini ada yang memberinya makanan sebanyak itu. Bagi dirinya, itu mungkin akan habis dalam waktu seminggu. Hingga pada akhirnya, menyimpannya di lemari es. Dan akan menghangatkannya jika dia lapar nanti.

@@@

“Apa kau sudah memberikannya?” tanya Il Hwa sambil memotong lobak di depan televisi.

“Sudah. Lihatlah sekarang aku tak membawa apa pun” ucap Suzy sambil menutup pintu kemudian berjalan dan ikut duduk di samping ibunya.

“Appa kemana?”

“Ke rumah nenekmu.” Il Hwa menghentikan aktivitas memotongnya, beralih menatap Suzy “Kau sudah berkenalan dengan lelaki itu? Siapa namanya?”

Suzy tidak langsung menjawab. Dia beranjak, mengambil gelas di meja, lalu menuangkan air putih dan meneguknya. “Belum, aku tidak pun tidak tau siapa namanya.” Tapi aku sudah beberapa kali bertemu dengannya lanjutnya dalam hati.

Il Hwa menghela nafas mendengar ucapan anak bungsunya. Melanjutkan mengiris lobak dengan suara pisau dan talenan berbenturan yang terdengar cukup keras.

Suzy bergidik dan menatap ngeri ibunya.

@@@

Pagi ini, Suzy berada di dalam bus. Memandang jalanan melalui jendela. Dibukanya jendela sedikit. Angin berhembus mengenai wajahnya dan membuat rambutnya sedikit berantakan. Tangan kanannya dikeluarkan ke jendela, lalu berteriak sambil memejamkan mata. Untunglah tidak banyak penumpang pagi ini. Hanya satu orang perempuan tua di belakang sopir dan satu orang laki-laki memakai seragam sekolah yang duduk dibelakang menatapnya acuh.

Kakinya melangkah ringan dari halte menuju tokonya. Jiyeon sudah berada di sudut ruang toko saat dirinya membuka pintu.

“Ada sesuatu yang membuatmu bahagia?”

Suzy menoleh. Meletakkan tas selempang birunya di loker dekat meja kasir. “Ya, begitulah.”

Jiyeon menatapnya curiga. Dia letakkan beberapa bunga segar di vas. Berjalan ke arah Suzy. Dengan tatapan penuh selidik sambil memindai setiap inci bagian wajah Suzy. “Apa kau sedang jatuh cinta?”

“Jangan bicara sembarangan Park Jiyeon” ucap Suzy sambil duduk.

“Aku tidak bicara sembarangan. Ini kenyataan. Jika semua orang yang melihatmu sebahagia ini, aku yakin mereka pasti akan berpikir jika kau sedang jatuh cinta Bae Suzy. Siapa?”

“Kau salah Park Jiyeon. Aku tidak sedang jatuh cinta” Suzy mengelak dan berjalan menjauhi Jiyeon.

“Ya, kau sedang menghindariku sekarang. Aku tau kau sedang jatuh cinta kan?” ucap Jiyeon sambil berjalan di belakang Suzy.

“Aku tidak sedang jatuh cinta”. Suzy mengibaskan tangannya dan mengerem langkahnya. Berbalik tiba-tiba. Menatap sangar Jiyeon. “Kau hanya sok tau”.

“Kenapa? Aku tidak takut” ucap Jiyeon balas menantang.

Suzy menghela nafas kesal. “Berhentilah menanyakannya. Aku hanya sedang mengingat….” Suzy sengaja tidak menyelesaikan ucapannya. Memang berniat mengerjai Jiyeon.

“Mengingat apa?” tanya Jiyeon antusias.

“Mengingat sesuatu yang kau tidak perlu mengetahuinya.”

“Ya! Bae Suzy.”

Suzy tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Walaupun sebenarnya ucapannya sendiri terdengar tidak lucu. Tapi, inilah Bae Suzy.

@@@

Hari ini, hari yang sangat melelahkan bagi Kim Myungsoo. Restauran tempat dia bekerja, atau lebih tepatnya milik Woohyun entah mengapa begitu ramai. Ah, bukankah dia seharusnya malah senang. Tapi dia tidak merasakannya. Berjalan seorang diri diantara begitu banyak orang yang memiliki kesibukan masing-masing membuatnya menghela nafas. Mereka terlihat tidak memiliki beban sedikit pun. Tetapi itu hanya nampak dari luar. Sedangkan yang sebenarnya siapa yang tau.
Mempercepat langkah kakinya, langkahnya terhenti dan tertuju ke arah seorang yeoja yang berada di dalam sebuah kedai kopi. Sorot matanya mengamati setiap gerak-geriknya. Di depan yeoja itu ada seorang lelaki. Tangan kanannya merogoh saku dan mengeluarkan ponsel.

“Kau ada dimana?”
“…”
“Benarkah? Kau jangan membohongiku. Menolehlah ke luar.”
“…”

Myungsoo melambaikan tangannya. Dari dalam yeoja itu tampak terkejut, kemudian berdiri dan mendekati dinding kaca.

“Yoon Hye-ah , aku melihat semuanya. Jangan melarikan diri.”

Myungsoo langsung memutuskan sambungan dan berlari kecil menuju kedai kopi yang berada di seberang jalan. Untunglah jalanan sepi sehingga dia tidak harus menunggu untuk menyeberang. Tak berapa lama dia sampai, perlahan tapi pasti mendekati meja tujuannya.

“Kau mulai berani membohongiku” ucap Myungsoo marah.

“A..aku tidak membohongiku, hanya saja…”

“Hanya saja, apa?”

Myungsoo menarik kursi dari meja yang lain kemudian duduk. Menopangkan dagu menatapi yeoja di samping kirinya yang salah tingkah. Tanpa memperdulikan tatapan sebal dari lelaki yang berada di samping kanannya.

“Oppa hentikan” ucap yeoja yang bernama Yoon Hye sambil menutup kedua pipinya dengan tangan.

“Baiklah. Sekarang turunkan tanganmu. Dan perkenalkan namja ini padaku.”

“Mm, dia…”

“Kalau boleh tau kau siapanya Yoon Hye?” tanya namja itu penuh selidik.

“Ah, aku suaminya Yoon Hye.”

Yoon Hye menarik baju Myungsoo. “Dia bukan suamiku Joon-ah. Oppa bicaralah dengan benar.”

Masih dengan tatapan serius, Myungsoo sedikit memiringkan tubuhnya.
“Aku kakak laki-lakinya. Bahkan bukan hanya kakak laki-lakinya. Tapi kembarannya.”

“Itu benar. Dia memang kembaranku sekaligus kakak laki-lakiku.”

“Benarkah? Tapi wajah kalian..”

“Dia mirip dengan ayah, sedangkan aku mirip dengan ibu. Inikan jawaban dari pertanyaanmu?”

Lelaki yang mungkin seumuran dengannya hanya mengangguk.

“Kim Yoon Hye, apa hubunganmu dengan lelaki ini?”

“Mm, dia…”

“Aku namjachingunya. Dan… berencana ingin menikahinya. Meskipun sudah mengenalnya semenjak kuliah, tapi aku baru menjalin hubungan dengannya tiga bulan. Lima bulan yang lalu aku bertemu dengannya di stasiun dan ternyata aku masih menyukainya.”

Kim Myungsoo dan Kim Yoon Hye saling menatap lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah lelaki itu. Yoon Hye baru pertama kali mendengar jika lelaki itu dulu pernah menyukainya. Dia menatap tak percaya lelaki di depannya.

“Perkenalkan namaku Seo Kang Joon” ujarnya sambil menjulurkan tangan ke Myungsoo.

“Kim Myungsoo” ucap Myungsoo membalas uluran tangan Kang Joon.

“Sepertinya kita seumuran, jika kau memanggil Yoon Hye tanpa embel-embel apa pun kau bisa memanggilku Myungsoo saja.”

“Ah, ne” kata Kang Joon sambil mengangguk.

Mereka berdua memulai obrolan kecil sedangkan Yoon Hye membelikan kopi kakak laki-lakinya.

@@@

Suzy dan Jiyeon keluar dari toko jam 07.00 malam KST. “Apa rencanamu hari ini?”

“Molla Jiyeon-ah, apa sebaiknya kita ke tempat karaoke saja?” tawar Suzy.

“Call” jawab Jiyeon sambil memberi high five pada Suzy.

“Kita naik sepeda saja ke sana.”

“Ya, apa kau gila.”

Suzy menggeleng. Menangkupkan tangannya di pipi Jiyeon “Jebal.”
“Aish, baiklah. Tapi kita tidak memiliki sepeda.”

“Kita bisa menyewa itu” ucap Suzy sambil menunjuk sisi kiri seberang jalan.

Jiyeon menghembuskan nafas panjang. “Ya, terserah kau saja. Aku akan mengikutimu.”

Suzy berjalan terlebih dahulu. Menyeberangi jalan tanpa menoleh ke kanan kiri untuk memastikan jika ada pengendara mobil atau pun bis. Jiyeon terdiam. Suzy benar-benar gila, gadis itu sedang tidak waras pikirnya. Tapi dia tentu saja tau jika sepupunya itu sekarang sedang banyak pikiran. Dia, Park Jiyeon. Tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menatap Suzy yang mendapat teriakan dari beberapa pejalan kaki dan pengendara mobil yang hampir saja menabraknya.

@@@

“Ayolaaah, kita bersenang-senang Park Jiyeon” teriak Suzy sambil memegang mikrofon di tangan kiri dan sebotol soju di tangan kanannya. Mulai bernyanyi saat Jiyeon selesai memilih lagu milik Son Dam Bi- Crazy

naega michyeosseo jeongmal
michyeosseo neomu miwoseo
tteonabeoryeosseo

Kemudian bersamaan keduanya bernyanyi dengan keras disertai gerakan tak beraturan.

neomu swipge kkeutnan sarang dasi
doraoji anneundangeol
almyeonseodeo

Setelah beberapa menit. Mereka kini duduk bersandar di sofa sambil merentangkan kedua tangan.

“Aku lelah sekali” ucap Suzy dengan nafas terengah-engah.

“Aku juga. Apa kau sudah merasa baikan?”

Suzy mengerutkan kening. Menoleh menatap Jiyeon. “Apa maksudmu? Aku baik-baik saja.”

“Tidak, aku salah bicara. Lupakan. Jika sudah selesai sebaiknya kita pulang.”

@@@

Park Jiyeon duduk di kursi halte sambil memandangi Suzy yang memegang setir sepeda “Suzy-ah apa kau yakin akan mengendarai sepeda menuju rumahmu?”

“Eoh, kenapa?”

“Tidak, hanya saja aku tidak yakin.”

“Ya. Tak usah mengkhawatirkanku. Busmu sudah datang, cepatlah naik.”

“Tapi…”

“Ya. Kubilang cepatlah naik.”

Jiyeon beranjak dari tempat duduknya. Kemudian memasuki bus dan kembali menoleh. “Hati-hati Suzy-ah” ujarnya sebelum pintu tertutup.

Bae Suzy. Menuntun sepeda di jalur sepeda sebuah jembatan. Mobil jarang terlihat lewat. Dia kemudian mulai menaiki sepeda dan mengayuhnya perlahan. Menikmati setiap angin malam yang berhembus mengenai wajahnya. Udara dingin sangat dia butuhkan sekarang. Saat jalanan membelok dia kehilangan keseimbangan karena ban depan sepeda mengenai kaleng minum kosong. Suzy terjatuh ke kiri. Tepat saat itu mobil lewat di dekatnya lumayan kencang. Hampir saja dirinya terlindas. Masih meringkuk, Suzy memejamkan matanya sambil berdoa dalam hati. Ban belakang mobil yang baru saja melewatinya terbayang-bayang di kepalanya. Suzy bangkit, mengambil sepatu kanannya yang terlepas. Seorang pejalan kaki membantunya menarik sepedanya yang ambruk.

“Khamsahamnida ahjussi” ucap Suzy berkali-kali sambil membungkuk.

Ahjussi itu hanya tersenyum sambil mengangguk. Dirinya benar-benar sial. Padahal kurang dari 500 meter sudah sampai rumah. Tapi malah terkena musibah mengerikan seperti ini. Ban depannya bengkok, rantainya tak kalah mengenaskan. Mau tak mau dia harus jalan kaki. Dengan lutut berdarah karena tergores aspal, dia menuntun sepeda sambil tertatih.

“Ya Tuhan, terima kasih telah menyelamatkan hidupku” katanya menatap langit.

Akhirnya Suzy tiba di depan rumahnya. Dia menoleh saat mendengar suara-suara dari rumah depannya. Suzy mematung. Pandangannya kini tertuju ke arah lelaki yang merangkul seorang wanita.

Kini lelaki tetangganya menoleh dan menatap dirinya diikuti lelaki yang merangkul wanita itu.

“Kang Joon-ah” ucapnya lirih. Pandangan mereka berserobok.

Seo Kang Joon melebarkan matanya. Tatapan Suzy menajam. Dari sorot matanya dia terlihat sangat terluka dan marah. Kemudian dia mengangkat sepeda kecilnya sambil membuka pintu gerbang. Menaruh sepedanya di dekat ayunan. Berjalan menaiki tangga sambil mengusap air matanya yang mulai mengalir di pipinya.

“Eomma!” teriak Suzy.

Il Hwa dan Dong Il keluar dari kamar. Mereka menatap terkejut Suzy yang berada di dekat pintu.

“Suzy-ah, Bae Suzy kau kenapa?” tanya Il Hwa dengan nada cemas.

“Lututku berdarah” jawab Suzy.

Il Hwa dan Dong Il menurunkan pandangan bersamaan. Menatap lutut kiri Suzy.

“Kukira kenapa. Kau seperti anak kecil saja.”

“Tapi ini sakit sekali Eomma” tangis Suzy sambil memukul dadanya.

TBC

Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin ^^

Advertisements

32 thoughts on “Stand by Me part 3

  1. Akhirnya di post kkk~ ! Ooo jadi mantan kekasih suzy itu kekasih saudara myung, gimana ya kira-kira reaksi myung jika mengetahui hal ini?
    Btw, suka sama karakter suzy yang simple, konyol, dan mampu menyembunyikan kesedihannya pada orang lain 🙂

    makin penasaran nih next nya 😀 ditunggu yak? 🙂 Cheer up Authornim !
    Mohon maaf lahir batin 😉

    Like

  2. Jadi kang joon memutuskan suzy karena dia bertemu kembali dgn cintanya yg dulu hoksi suzy hanya dijadikannya pelampiasan.kenapa malang sekali kisah cinta suzy,dia terus disalahkan oleh orangtuanya karena membatalkan pernikahannya padahal sebenernya semua itu karena si kang joon.

    Like

  3. Yatuhan…bakal rumit nih klo suzy sm myungsoo masa suzy bakal jd kakak ipar mantan calon suaminya wkwk jahat ya seo kang joon:’) padahal biass

    Like

  4. Suatu kebetulan, seo kang joon menjalin hubungan dengan kembarannya myungsoo. Aigoo dunia begitu sempit. Jadi karna dia bertemu kembali dengan yeja yg di sukainya dulu dia membatalkan pernikahannya denga suzy?

    Like

  5. Kasihan Suzy, harus mengalami sebuah kebetulan yg menyakitkan… sampai2 dia mengunakan luka yg sebenarnya tidak sakit untuk menutupi luka hatinya yg kembali berdarah… semoga Suzy selalu kuat dalam menghadapi masalahnya…
    Penasaran dengan next partnya, langsung baca, gomawo 🙂

    Like

  6. Woaaaaaaahhh suzy myungsoo py kisah cnt yg mirip y 🙂 kshn bgt jdny suzy liat kang joon sm cwe lain n miris dy nangis depan ortu nya disangka cm lututnya yg sakit pdhal hatinya yg lebih sakit tu huhuhuuu ikut sedih eon

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s