Gallery

Stand by Me part 6

PhotoGrid_1469281777589

Author       : Numi

Main Cast  : Kim Myungsoo, Bae Suzy
Rating        : PG-15
Type          : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Sorry for typo

Happy Reading ^^

Bagaimana keadaanmu sekarang? Haruskah aku meminta adikku untuk menjauhi lelaki bernama Seo Kang Joon itu? batin Myungsoo lalu meminum air putih dari cangkir yang dibawanya.

@@@

PART 6

Suzy meregangkan tubuhnya di tempat tidur. Mendudukkan tubuhnya dengan mata masih terpejam. Oh, rasanya hari kemarin sangat melelahkan untuk dirinya. Kemudian beranjak dari kasur dengan rasa malas yang cukup membuatnya tak ingin pergi dari sana. Sambil menggaruk pipi kirinya yang terasa gatal, lalu beralih ke arah bahunya. Entah mengapa, dia merasakan jika sekujur tubuhnya gatal-gatal. Padahal dia tak memiliki masalah apa pun dengan alergi.

Seraya terus menggaruk lengannya, Suzy membuka pintu kamar. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di luar. Lalu dia kembali menoleh ke arah kamar. Jiyeon masih terlelap tanpa bergerak sedikit pun di kasurnya. Helaan nafas cukup terdengar untuk dirinya sendiri.
Suzy menatap jam dinding. Yang menampakknya gerakan dari jarum jam yang teratur. Masih jam enam. Tanpa lama-lama berpikir dia kembali menutup pintu.

@@@

Kali ini Kim Myungsoo berlari menuju sungai han tanpa sepedanya. Udara pagi ini terasa benar-benar menusuk kulitnya. Lebih dingin daripada hari-hari sebelumnya. Lantas hal itu membuatnya mengenakan training panjang dengan hoodie dan tentu saja berwarna hitam. Tapi dengan mengenakan semua ini terasa sia-sia baginya. Tanpa ada pebedaan. Dinginnya udara yang kejam ini tanpa permisi menembus hingga ke kulitnya.

Nafasnya naik turun, dan itu membuatnya berhenti berlari. Sambil membungkuk dan kedua tangannya memegang lutut. Dia berusaha mengatur nafasnya. Menghirup oksigen dalam-dalam dan membuang karbondioksida secepatnya. Setelahnya kembali menegakkan tubuh, berjalan perlahan menuju tepian sungai. Dia teringat pertemuannya dengan Suzy kemarin. Memandangi tempat dimana dia bertemu, duduk bersama dan saling mengobrol tanpa mengenal satu sama lain hingga akhirnya mereka mengetahui nama masing-masing. Membuatnya menyunggingkan senyum. Astaga, apa yang terjadi denganku. Lalu dia menggeleng cepat, membuang semua pikiran yang tak sewajarnya memasuki pikirannya.

Angin menerpa dirinya. Dan itu membuat Myungsoo menggigil. Dengan cepat memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Ini bisa membuatnya mati beku. Pantas saja di sini tidak ada seorang pun yang berolahraga. Namun suasana seperti ini membuatnya jauh lebih tenang. Menikmati setiap langkahnya. Kali ini dia memejamkan matanya sambil merentangkan tangan. Lalu memutar tubuhnya. Biarkan saja, ini terlihat memalukan. Toh, tidak ada yang melihatnya.

“Minggir, ya minggir!” teriak seseorang.

Kim Myungsoo refleks membuka matanya. Melebarkan matanya saat sebuah sepeda melaju kencang ke arahnya.

“Bae Suzy” ucapnya. Tanpa bisa menghindar. Kemudian kembali memejamkan matanya.

@@@

Suzy menutup pintu depan rumahnya dengan hati-hati. Melakukan pemanasan dengan berlari kecil. “Omo dingin sekali” ucapnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

Menuruni tangga dengan cepat. Mencuri pandang ke arah rumah Myungsoo. Lalu meneruskan langkahnya. Tapi baru beberapa langkah, langkahnya terhenti. Kembali berjalan mundur. Menatap sepeda yang teronggok di samping rumah. Sedikit ragu, dia membuka pagar rumah itu. Menyelinap masuk dan mengambil sepeda. Oppa, mianhae. Aku pinjam sebentar.

Bae Suzy tersenyum puas. Kakinya terus mengayuh sepeda milik Myungsoo. Semoga saja dia tidak merusak sepeda ini. Sepeda yang dia sewa beberapa hari yang lalu saja belum dia kembalikan. Heol, bagaimana bisa dia dengan berani mengembalikan sepeda yang sudah tak berbentuk itu. Mungkin lebih baik dia akan mengganti rugi dengan uang saja.

Ternyata bersepeda jauh lebih menyenangkan daripada berlari. Hanya membutuhkan sekitar lima belas menit dia sudah sampai di sekitar sungai han. Sungai han terasa seperti miliknya. Hanya dia yang berada di sana sekarang. “Yuhuuu” teriak Suzy sambil merentangkan tangannya. Tanda dia duga, ada seseorang yang sedang menari ala-ala india di depannya.

“Minggir, ya minggir!” Suzy berteriak dengan keras.

Mengembalikan tangannya ke stang, namun karena jarak antara mereka cukup dekat. Orang itu malah terdiam di tempatnya. Sedangkan Suzy memegang erat kedua stang. Dan berhasil melewati orang itu yang ternyata Kim Myungsoo, dengan selamat. Suzy mengerem sepedanya dengan kuat-kuat. Hingga ban belakang terangkat. Membuat Suzy jatuh terguling ke depan.

“Eomma!” teriaknya.

Dia mungkin benar-benar tidak cocok dengan sepeda. Setiap menggunakannya, selalu saja ada kejadian yang mengerikan.
Kepala Suzy terasa berdenyut-denyut. Dia tergeletak tak berdaya beberapa meter dari sepeda. Ya Tuhan, apa aku akan mati?

Derap langkah seseorang menghampirinya. “Bae Suzy, apa kau baik-baik saja?” tanya seorang yang Suzy kenali.

“Myungsoo Oppa” ucapnya lirih sebelum tak sadarkan diri.

@@@

Kim Myungsoo membuka matanya ketika tak merasakan apa pun di tubuhnya. Tapi dia mendengar teriakan Suzy. Membalikkan badan, menyaksikan Suzy jatuh terpental saat sebelumnya tubuh wanita itu melayang. Tanpa aba-aba, dia berlari mendekat.

“Bae Suzy, apa kau baik-baik saja?” tanyanya sambil menepuk pelan pipi wanita itu. Namun mata wanita itu terpejam sesaat setelah mengucapkan sesuatu yang Myungsoo yakini menyebut namanya.

Myungsoo panik. Dia mengeluarkan ponselnya. Menelepon ambulans, setelah tersadar jika dahi wanita itu juga berdarah.
Tak berapa lama, ambulans datang dan Suzy diangkat dan dimasukkan ke dalam ambulans. Myungsoo mengekor petugas dan ikut masuk. Membiarkan sepedanya di sana, setelah menaruhnya di dekat pohon.

“Pak, dia akan baik-baik saja kan?” tanya Myungsoo.

“Tenanglah, yeojachingumu ini akan baik-baik saja” ucapnya sambil memberi pertolongan pertama pada Suzy.

Kenapa setiap kali bertemu denganmu selalu ada kejadian yang luar biasa, Bae Suzy.

@@@

Seorang dokter datang menghampiri Myungsoo. Dan itu berhasil membuatnya membatu. Nafasnya terasa tercekat. Wajah itu. Yang selalu berada dalam ingatan Myungsoo. Yang belum bisa Myungsoo lupakan hingga detik ini. Dia bisa melihat raut kaget dari wajah wanita itu. Namun seketika sirna, dan bersikap seolah tidak ada yang terjadi.

“Apa Anda wali dari pasien yang bernama Bae Suzy” ujarnya tanpa menatap Myungsoo sambil menatap beberapa lembar kertas yang berada di tangannya.

Wanita itu melanjutkan ucapannya “Dia akan sadar sebentar lagi. Kami sudah menanganinya. Dia mengalami luka robek di dahinya dan juga tulang rusuknya ada yang retak”. Berlalu begitu saja meninggalkan Kim Myungsoo.

Myungsoo menggerak-gerakkan matanya. Jika dipirkir-pikir dirinya sekarang seharusnya mengkhawatirkan keadaan Suzy, bukan dengan suasana hatinya. Ya meskipun, membuat dadanya terasa sesak. Jung Soojung. Ya Tuhan, aku kembali bertemu wanita itu. tak ku sangka akan secepat ini. Dia bertingkah seperti tidak mengenalku. Heol.

Dirinya tersenyum miris lalu menatap Suzy yang terbaring dengan selang infus di sampingnya. Dia tak memiliki nomor ponsel anggota keluarga Suzy. Ponselnya kini tak berguna. Tapi, tunggu. Bukankah ada Yoon Hye di rumahnya yang bisa dia hubungi dan memberi tahu kan kepada keluarga Suzy?

@@@

Yoon Hye berjalan mondar-mandir di pekarangan rumahnya. Sesaat yang lalu dia baru saja menerima telepon dari kakaknya. Yang meminta dirinya memberi tahu keluarga Bae, jika salah satu anggota mereka mengalami musibah dan kini sedang berada di rumah sakit. Tapi entah mengapa, dia tak memiliki keberanian ke sana setelah kejadian kemarin. Namun, situasi sekarang sangat mendesak hingga membuatnya memberanikan diri melangkah ke rumah itu. Mengetuk pagar kayu yang bisa saja dia buka dengan sekali dorongan. Namun, itu terlihat tidak sopan.

“Permisi” teriaknya.

“Permisi” ulangnya sekali lagi.

Setelah menunggu cukup lama dan tetap saja tak mendapat jawaban. Dia mendorong pagar itu. Yoon Hye berdiri di depan pintu, membunyikan lonceng bambu yang berada di dekat pintu.

“Permisi” ucapnya untuk kesekian kalinya.

Dia akhirnya bisa bernafas lega ketika melihat pintu terbuka.

Mulutnya membulat ketika mendapati wanita yang mungkin seumuran dengannya dengan rambut acak-acakan dan belum sepenuhnya tersadar sambil menggaruk perutnya, berdiri dihadapannya.

“Ada apa?” tanyanya dengan suara serak.

Yoon Hye menggigit bibir bawahnya. “Mmm, Bae Suzy berada di rumah sakit”.

“Mwo? Jangan bercanda. Dia sedang tidur di kamar sekarang” sahut Jiyeon kini mengusap air liurnya dengan punggung tangan.

“Aku serius. Myungsoo Oppa baru saja memberi tahu ku. Dia sedang bersama Bae Suzy sekarang”.

Tanpa menjawab. Park Jiyeon berlari ke kamarnya. Membuka matanya lebar-lebar. Mendapati seorang yeoja yang dia yakini Bae Suzy. Masih tertidur dengan pulas di sana. Dia berjalan mendekat, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu. Astaga, dia mendapati bibinya di sana. Tapi sejak kapan bibinya itu disini?

Flashback

Il Hwa terbangun setelah mendengar suara berisik seseorang yang baru saja menutup pintu. Mungkin saja itu Park Jiyeon yang pulang ke rumahnya. Dia lalu bangkit dan menuju kamar putrinya. Serta merta membaringkan tubuhnya tanpa melihat ke arah wanita yang tidur membelakanginya.

End Flashback

Jiyeon kembali berlari ke arah pintu depan. “Benarkah Bae Suzy berada di rumah sakit? Apa yang terjadi?” kata Jiyeon panik.

“Entahlah, Oppa hanya mengatakan jika Suzy terjatuh dan sedang berada di rumah sakit”.

“Tunggu di sini sebentar”.

Jiyeon lalu membangunkan bibinya. Sedangkan Il Hwa membangunkan putranya. Mereka bersiap menunggu taksi.
Yoon Hye menahan senyum. Menatap seorang lelaki dan dua orang wanita yang duduk di belakang dari spion tengah taksi.
Penampilan mereka benar-benar ala kadarnya. Lelaki yang sepertinya kakak Bae Suzy, terlihat lebih rapi dari keduanya. Tapi rambut bibi dan wanita itu yang seperti singa membuatnya menutup mulut untuk menyembunyikan tawanya.

“Namamu siapa?” tanya Il Hwa sambil menyisir rambutnya dengan jari.

“Kim Yoon Hye, bibi”.

“Apa hubunganmu dengan lelaki itu?” Jiyeon ikut mengajukan pertanyaan.

“Kim Myungsoo adalah kakak laki-lakiku” ujar Yoon Hye.

Park Jiyeon kembali membuka suara. “Bukan itu, maksudku Seo Kang Joon”.

Byun Yo Han yang sedari tadi terlihat acuh tak acuh kini tertarik dengan arah pembicaraan setelah mendengar nama Seo Kang Joon. Diam-diam dia sekarang sedang menajamkan pendengaran.

“Oh, itu. Dia pacarku” jawab Yoon Hye dengan nada suara bergetar. Dia sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat itu dari Oppa nya. Termasuk hubungan kekasihnya dan wanita bernama Bae Suzy. Dirinya takut dan was-was jika saja keluarga Bae Suzy mengamuk padanya.

Jadi, ini wanita yang dipilih si brengsek Seo Kang Joon itu. Hingga berani-beraninya mencampakkan adikku geram Yo Han dalam hati. Meskipun Bae Suzy bukanlah saudara kandungnya tapi toh mereka masih memiliki hubungan darah dari ibu yang sama. Ayah kandungnya meninggal ketika usianya memasuki dua tahun. Tiga tahun kemudian ibunya menikah dengan tuan Bae dan tiga tahun berikutnya Bae Suzy lahir. Walaupun saudara tiri, itu bukanlah penghalang bagi Byun Yo Han untuk menyayangi sekaligus melindungi adik kecilnya ini.

“Sejak kapan?” Yo Han ikut-ikutan bertanya.

“Tiga bulan yang lalu. Tiba-tiba saja dia kembali menghubungiku dua bulan sebelumnya. Kami berteman semasa kuliah. Atau lebih tepatnya di jurusan yang sama” Yoon Hye menghentikan ucapannya ketika melihat raut muka dari ketiga orang di belakang yang mulai berubah. Bulu kudunya berdiri. Ya Tuhan, semoga saja aku tidak salah bicara. Ini kan memang kebenarannya, dan sepertinya dia memang harus menjelaskannya. Jika tidak, bisa saja mereka salah paham dan menyebutnya wanita perebut calon suami orang. Itu lebih membuatnya tidak bisa hidup dengan tenang.

“Maaf jika aku salah bicara, tapi itu memang kejadian yang sesungguhnya. Aku takut jika kalian mengira bahwa akulah yang merebut Kang Joon” terangnya kemudian.

“Aku tahu itu bukan salahmu. Dan aku juga bisa melihat, jika kau bukan orang seperti itu. Lelaki itu saja memang yang brengsek. Sebaiknya kau juga berhati-hati dengannya. Bukannya aku menakuti-nakuti dan memintamu untuk meninggalkannya. Tapi alangkah lebih baik kau jangan terlalu mempercayainya. Ini adalah seperti nasehat seorang ibu untuk putrinya” kata Il Hwa menatap lekat Yoon Hye dari belakang.

@@@

Myungsoo menatap Suzy ketika wanita itu mulai membuka matanya. “Kau sudah sadar Bae Suzy. Apakah sakit?”

Suzy mengerang “Sakit sekali Oppa” lalu menghentikan ucapannya. “Ku kira aku akan mati. Untunglah masih hidup” lanjutnya dengan senyuman tipis.

“Ya, kau masih bisa bercanda. Astaga kau membuatku jantungan ketika melihatmu terbang kemudian jatuh berguling-guling seperti itu. membuatku bergidik ngeri” kata Myungsoo sambil mengusap kedua lengannya.

Bae Suzy terkikik pelan. “Oppa, apa sepedamu baik-baik saja? Maaf, aku tak memberitahumu sebelum meminjamnya. Mungkin inilah yang dimaksud karma” ucapnya menyesal.

“Gwenchana. Sepedaku baik-baik saja. Mungkin hanya lecet sana sini. Di sini kau yang terluka parah. Jadi khawatirkan dirimu sendiri. Dan baru kali ini aku melihat langsung, orang yang sedang bersepeda, berakhir dengan dramatis di rumah sakit”.

“Jangan menghinaku Oppa, mana ku tahu jika nasib sialku dengan sepeda akan berlanjut. Ini semua juga bukan salahku. Jika saja Oppa tak menari-nari ala-ala india seperti tadi. Dan kenapa juga tak berlari menjauh malah diam seperti patung” sungut Suzy.

Myungsoo mengerutkan alis. “Aku tidak menari ala-ala india seperti yang kau katakan. Hanya saja sedang menikmati suasana yang tenang tadi. Jarang-jarang kau bisa berolahraga dengan suasana seperti itu di sungai han. Ah, aku memang diam mematung. Itu karena terlalu kaget melihat kau mengayuh sepeda ugal-ugalan tepat di depannku” kata Myungsoo panjang lebar. Dia tak ingin kalah berdebat dengan wanita ini.

“Tapi…” ucapan Suzy terhenti ketika beberapa orang menerobos masuk setelah membuka tirai tempatnya di rawat.

“Omo, omo. Ya Tuhan. Bae Suzy, kenapa kau jadi begini nak?” ucap ibunya sambil mengusap pelan rambut putrinya.

“Suzy-ah gwenchana?”

“Park Jiyeon, kecil kan suaramu. Ini di rumah sakit” Suzy mengingatkan sepupunya.

“Biarkan saja, aku sangat mengkhawatirkanmu”.

“Yo Han Oppa” Suzy memanggil kakaknya dan mengacuhkan ucapan Jiyeon. Jiyeon memberengut kesal.

Myungsoo sedikit berjalan mundur. Mempersilahkan lelaki itu menempati posisinya yang berada di sebelah kiri tempat tidur. Karena dia sadar jika ibu Suzy telah menempati posisi sebelah kanan.

“Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang terluka selain dahimu ini?”

“Ah, aku terjatuh dari sepeda. Dan tulang rusukku hanya retak”.

“Hanya retak kau bilang? Ini bukan hal sepele Bae Suzy. Apa kita memiliki sepeda Eomma?”

“Tidak, sepeda yang Suzy sewa beberapa hari yang lalu saja keadaannya memprihatinkan. Entahlah, aku juga tidak tahu dia menggunakan sepeda milik siapa” Il Hwa mengerti arah pembicaraan putranya. Dia juga tahu jika Bae Suzy akan selalu tertimpa musibah jika berhubungan dengan sepeda.

“Sepeda itu milikku” Myungsoo yang berada di samping Yoon Hye membuka suara.

Mereka semua menoleh menatap Kim Myungsoo.

TBC

Tinggalkan komentar setelah membaca !

 

Advertisements

21 thoughts on “Stand by Me part 6

  1. antara mau ketawa dan kasihan sm suzy..aigo nasib mu nak…
    sipp makin seru.. dan keluarga suzy bener2 heboh..lucu..kkk ditunggu next partnya yaa.. hwaiting

    Like

  2. aigoo udah mah minjem sepeda tanpa bilang eh di rusak pula sepedanya ckckckck bae suzy lain kali tak usah pake sepeda lah daripada naik sepeda tapi berujung tragis kan itu sangat tdk keren.ternyata suzy dan oppanya adalah saudara se-ibu aku kira salah satu dari mereka ada yg di adopsi.next partnya ditunggu author fighitng

    Like

  3. yaampun uri suzy kayanya dia terkena sial terus klu naik sepeda,dan semua orang yang ada di sana antara bingung dan kaget menjadi satu klu suzy membawa sepeda milik myungsoo

    Like

  4. aigooo jgn deket” ma sepedaa suezz kkkk
    … yoonhee jauhh jauh aj tuhh ma si napeunm kang joon
    .. dokternya soojungggk

    Like

  5. Keluarga yg hangat, menyenangkan… mereka saling menyayangi satu sama lain, bahagianya…
    Pertemuan Suzy dan Myungsoo selalu berkesan, walaupun kesannya selalu aneh dan absurd, tp mungkin inilah yg nantinya tidak akan bisa dilupakan 😀
    Semakin seru, part selanjutnya langsung dibaca, gomawo 🙂

    Like

  6. Aigoo aku fikir ny. Bae akan menyalahkan atau menyumpahi kembarannya myungsoo karna mengira dia perebut calon suami orang.
    Haha astaga bae suzy…

    Like

  7. Dramatic tiap suzy Bawa sepedaa.. Hahaahaha
    Selalu berakhir jatooh hahhahaa suzy suzy..
    Hayoo looh myuung.. Gara2 sepedamu kali ini 😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s