Gallery

Stand by Me part 9

Author : Numi

Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Rating : PG-15

Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Sorry for typo

Happy Reading ^^

Suzy dan Jiyeon menoleh. Rasa kagum jelas-jelas terpancar dari cara pandang keduanya.

“Lama tidak bertemu” ucapnya sambil melambaikan tangan ke salah satu dari wanita itu.

@@@

PART 9

Jiyeon membalas lambaian tangan lelaki itu. Dengan wajah tersipu-sipu menatap lelaki yang kini telah berada di hadapannya.

“Sia-pa?” tanya Suzy mengernyitkan dahinya.

“Seung Ho. Yoo Seung Ho” Seng Ho menjawab pertanyaan Suzy sambil mengulurkan tangannya.

“Ah, Aku Bae Suzy. Sepupu Park Jiyeon” Suzy ikut memperkenalkan diri sambil membalas uluran tangan Seung Ho,

“Ya, kau harus menjelaskan siapa lelaki ini padaku” bisik Suzy lalu dia mengijinkan Jiyeon untuk keluar bersama lelaki itu.

Suzy menghela nafas berat. Tubuhnya menyandar pada kursi. Jadi ini maksud ucapan Jiyeon yang belum terselesaikan tadi. Wanita galak seperti Jiyeon ternyata memiliki kisah cinta yang lebih beruntung dari dirinya. Takdir Tuhan memang tidak ada yang mengetahuinya. Seperti sebuah mantra bim salabim yang kemudian semuanya terjadi seketika tanpa ada yang bisa menentangnya. Termasuk kehidupan yang telah dia alami. Tentu saja kisah cintanya masuk ke dalamnya.

Dia harap Jiyeon tak mengalami nasib yang sama. Itu menyakitkan dan membuatmu tidak bisa mempercayai lelaki lagi. Itulah yang dia rasakan sekarang.

Suzy tersadar dari lamunannya dan beranjak dari tempat duduknya ketika mendengar lonceng berbunyi.

“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?”

@@@

“Ya, ya, ya. Apa kau tidak merasa ada yang aneh dari Kim Myungsoo?” ucap Sunggyu sambil menyandarkan lengannya di meja kasir.

Sungjong hanya mengerutkan dahinya. Menatap Sunggyu penuh tanda tanya. Hyung nya yang satu ini memang tidak bisa ditebak. Ada saja ucapan yang keluar dari mulutnya tanpa terduga. Terlebih mulutnya itu seperti mulut wanita. Cerewet dan suka menggosip. Yang mau tak mau membuat orang lain juga ikut-ikutan menggosip.

“Benarkah? Kenapa aku tidak merasakannya hyung?”

“Karena kau orang yang tidak peka” rutuk Sunggyu. Tangannya lalu berada di udara dan menggambarkan Myungsoo, gerakan tangannya seperti gerakan pada bola lampu untuk sulap. “Lihatlah, aku merasakan aura yang berbeda darinya” lanjutnya.

Sungjong mencondongkan tubuhnya. “Mana? Kau bohong. Aku tak melihatnya. Sudahlah hyung, jangan membicarakan hal konyol ini denganku. Kau membuatku seperti orang aneh saja” ucap Sungjong kemudian kembali pada posisinya semula.

Sunggyu merengut. Anak ini memang menyebalkan. Berani-beraninya mengomeli dirinya. Dia menyipitkan matanya pada Sungjong. Tentu saja itu tak berpengaruh bagi yang melihatnya karena orang mengira dia sedang menutup matanya. Terkadang mata sipitnya yang terlihat segaris ini benar-benar menjengkelkan.

“Apa kau pernah melihatnya dengan wanita?” kali ini Sunggyu kembali bertanya.

“Pernah. Dengan mantan kekasihnya itu. Nona Jung” jawab Sungjong sambil menopang dagu dengan tangan kanannya.

“Aish. Yang ku maksud baru-baru ini bodoh. Kalau itu aku juga tahu.”

“Ya, hyung. Bukan salahku menjawab. Pertanyaanmu saja yang keliru” sungut Sungjong.

“Aku tahu, aku tahu. Maaf. Sungjong-ah, jangan beritahu siapa pun. Aku pernah melihatnya dengan seorang wanita beberapa waktu yang lalu. Aku lupa persisnya kapan. Tapi aku sangat yakin jika wanita itu bukan Nona Jung.”

Sungjong melebarkan matanya. “Benarkah? Wah, aku ingin tahu siapa wanita itu.”

“Jika kau ingin mengetahuinya, sepulang dari sini ikutlah denganku. Akan kutunjukkan wanita itu.”

“Mwo? Bagaimana kau bisa tahu jika Myungsoo hyung akan menemui wanita itu hyung?”

Sunggyu terkekeh. “Aku tidak sengaja membaca pesan wanita itu di ponsel Myungsoo, saat tadi aku meminjam ponsel miliknya.”

“Wah, kau benar-benar keterlaluan hyung. Tapi aku menyukainya.”

Keduanya tertawa puas.

@@@

Suzy menggenggam ponselnya. Harap-harap cemas menunggu kedatangan Myungsoo. Dia takut jika lelaki itu lupa dengan janji mereka. Beberapa menit yang lalu dia kembali mengirim pesan kepada lelaki itu namun tidak ada balasan.

Tunggu, tunggu. Kenapa dia harus mengkhawatirkannya? Bukankah jika lelaki itu tidak datang dia bisa langsung pulang? Rasanya ini tidak benar. Mereka berdua tidak memiliki hubungan khusus. Tapi ada apa dengan dirinya? Apa yang salah?

“Suzy-ah, Bae Suzy!” teriak Myungsoo dari arah pintu masuk.

“Oppa”. Senyum mengembang di wajah cantiknya.

“Maaf aku terlambat” ucap Myungsoo sambil menarik kursinya untuk duduk.

“Tidak apa-apa. Kukira Oppa tidak ingat dengan pertemuan kita.”

“Mana mungkin aku tak mengingatnya. Aku kan akan mendapat makanan gratis. Tentu saja aku akan datang” terlebih jika itu denganmu lanjut Myungsoo dalam hati.

Keduanya saling melempar senyum.

“Kau sudah pesan?”

Suzy menggeleng. “Tentu saja belum. Aku tidak tahu makanan kesukaanmu Oppa.”

Myungsoo mengangguk paham. Dia mengambil buku menu yang berada di dekatnya. Selanjutkan membukanya dan meminta pendapat Suzy.

“Bagaimana jika ini saja?” tunjuk Myungsoo ke salah satu menu.

“Baiklah.”

Kemudian Myungsoo memanggil pelayan untuk memesan makanan. Selagi menunggu, dia mulai berbincang-bincang dengan wanita di hadapannya.

“Suzy-ah.”

“Mmm, kenapa Oppa?”

“Ah, tidak jadi sajalah.”

“Oppa, ada apa?” Suzy merajuk.

“Bagaimana jika aku mulai menyukaimu?”

“Eh..?” Suzy terlihat gugup setelah mendengar ucapan Myungsoo.

Kim Myungsoo tertawa keras. “Jangan menganggapnya serius. Aku kan hanya bertanya saja.”

Suzy mengangguk pelan. Dia yakin saat Myungsoo mengucapkan hal itu raut wajahnya terlihat serius. Dan itu tentu saja membuatnya gugup.

“Aku tidak tahu. Yang pasti setelah kejadian itu aku menjadi takut untuk menjalin hubungan kembali Oppa” jawab Suzy jujur. Dia kini tidak berani untuk menatap Myungsoo. Kedua tangannya yang berada di pangkuannya saling meremas. Gelisah.

Deg. Myungsoo melebarkan matanya. Dirinya tak menyangka jika ketakutan wanita itu sangat besar. Tangannya mengepal. Sesungguhnya ucapannya tadi untuk memastikan perasaannya pada wanita itu. Apa dirinya sudah tidak bisa membentengi hatinya lagi? Pertanyaan itu berkecamuk di kepalanya. Tapi ada sesuatu yang tidak biasa dengan hatinya ketika bersama seorang Bae Suzy.

Makan malam pertama mereka berlalu begitu saja dengan keheningan. Suasana yang benar-benar tidak diharapkan. Karena pertanyaan bodoh Kim Myungsoo, suasana berubah menjadi canggung. Ah tidak, itu bukan pertanyaan bodoh. Itu pertanyaan yang penting bagi Kim Myungsoo.

@@@

“Aish, kenapa kalian juga ikut kemari!” bentak Sunggyu pada teman-temannya yang ternyata diam-diam mengikutinya dengan Sungjong.

“Aku melihat gerak-gerik mencurigakan hyung dan Sungjong tadi siang. Jadi aku memberi tahu yang lain” ucap Dongwoo santai.

“Dan ternyata ini yang kalian berdua lakukan” Sungyeol ikut berkomentar.

“Apa sebaiknya kita pulang saja? Ini sungguh memalukan” ucap Hoya sambil menutupi wajah dengan lengan jaketnya.

“Kalian benar-benar membuatku hanya bisa geleng-geleng. Bagaimana bisa dua orang laki-laki menguntit seseorang yang sedang kencan?” Woohyun mengeluarkan pendapatnya.

“Aku hanya mengikuti ajakan Sunggyu hyung” Sungjong membela diri.

“Ya, kalian semua kenapa memojokkanku eoh? Aku tidak mengajak kalian” tunjuknya pada Woohyun, Sungyeol, Dongwoo dan Hoya.

“Pergi sana. Aku bisa di sini sendiri” suara Sunggyu meninggi. Dia sangat kesal dengan teman-temannya.

“Tapi ini sudah terlanjur terjadi. Apa boleh buat, aku akan tetap di sini” ucap Sungyeol yang mendapat anggukan dari lainnya.

Mereka berenam berada di kedai seberang jalan dimana Myungsoo berada. Dari sana mereka semua bisa melihat Myungsoo dengan jelas. Apa pun yang dilakukan Kim Myungsoo mereka ikut berkomentar.

“Apa mereka sedang bertengkar?” tanya Hoya.

Yang lainnya hanya menggeleng tidak tahu. “Entahlah”.

“Perubahan suasana sungguh drastis. Tapi kenapa mereka tetap melanjutkan makan? Bukankah jika bertengkar hal yang selanjutnya terjadi yaitu salah satu dari mereka pergi dari sana?”

“Mungkin saja” Sungyeol menyahut ucapan Dongwoo.

“Diamlah, kita disini hanya menjadi penonton” ujar Sungjong kepada yang lain.

Kali ini Sunggyu tidak banyak berkomentar. Dia hanya fokus memperhatikan Myungsoo dan wanita itu. Berbagai hal melintas di kepalanya.

@@@

Malam semakin larut. Tapi itu tak berpengaruh bagi seorang Bae Suzy. Dia tetap tak beranjak dari tempatnya sekarang. Duduk bersila di tempat tidur sambil menghadap jendela dengan jendela yang terbuka sehingga angin malam berhembus ke arahnya. Malam ini hanya langit hitam yang terlihat. Tanpa bulan atau pun bintang. Lalu kabut mulai terlihat.

Astaga, sialan. Dia masih tidak bisa tidur karena efek samping ucapan Myungsoo beberapa jam yang lalu. Pikirannya sungguh berkecamuk dengan keadaan hatinya. Dia memang tak ingin mengaku bagaimana perasaannya saat ini kepada lelaki itu karena dia belum yakin. Tapi ucapan Myungsoo terlihat bukan gurauan belaka. Semenjak tadi bahkan dia dan Myungsoo hanya diam hingga sampai ke rumah masing-masing.

Suzy memutar bola matanya lalu bergerak-gerak gelisah. Sekarang setelah kejadian itu siapa yang harus disalahkan?

Apa yang akan dia lakukan jika besok bertemu dengan Myungsoo?

Suzy meringis. Sungguh ironis memang. Tapi bukankah itu kejadian yang tak terduga. Belum tentu juga jika Myungsoo memang menyukainya. Namun ada hal lain yang mengganjal di pikirannya sekarang. Bagaimana jika dia mulai menyukai lelaki itu, tapi di sisi lain lelaki itu tidak menyukainya?

Memikirkannya saja membuatnya tersenyum kecut. Dia tidak ingin menceritakan hal ini pada siapa pun. Dia takut. Suzy merasa ini semua belum waktunya. Belum waktunya untuk menyukai seseorang.

Tak berbeda dengan Suzy. Myungsoo membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Menatap langit-langit kamar yang hanya diterangi lampu tidur. Mencoba untuk memejamkan matanya, tapi itu sungguh tidak ada gunanya. Matanya tidak bisa diajak berkompromi.

Memiliki perasaan suka kepada orang lain sangat mengganggu ketenangan hidupnya. Setelah tindakan bodohnya tadi, dia tak bisa lagi bersikap biasa pada Bae Suzy. Rasanya sangat canggung. Hari ini berlalu dengan kepasrahan bagi Kim Myungsoo. Myungsoo sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya. Semoga hari kemarin yang tenang kembali lagi kepadanya.

@@@

Bus terlihat dari kejauhan, Suzy sudah berdiri dari tempat duduknya. Beberapa orang di sekitarnya sama halnya dengannya mengantri untuk masuk ke dalam bus ketika bus itu tiba di halte tempatnya berada. Pagi ini penumpang cukup banyak hingga membuatnya berdiri karena tidak kebagian jatah tempat duduk.

Suzy menaikkan alis. Sepertinya ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Dia menoleh, namun tak mendapati siapa pun memandanginya. Orang-orang sibuk dengan ponsel mereka.

“Kurasa hanya perasaanku saja” ucapnya lirih.

Suzy menghela nafas lega setelah turun dari bus. Rasanya mengerikan jika ada seseorang yang tak dikenal sedang memperhatikanmu diam-diam. Berada di bus terlalu lama begitu tidak nyaman.

“Suzy-ah” panggil Jiyeon dari pintu.

Bae Suzy hanya membalas dengan lambaian. Berlari kecil menuju tokonya.

“Kenapa kau pucat sekali?” tanya Jiyeon khawatir.

“Aku merasa ada seorang yang memperhatikanku Jiyeon-ah” jawab Suzy sambil mengucir kuda rambutnya.

“Memperhatikan bagaimana? Penguntit maksudmu? Siapa?”

“Mungkin. Tentu saja aku tidak tahu.”

“Apa harus kulaporkan pada polisi?”

“Ya, jangan. Apa kau gila. Bagaimana jika ternyata tidak ada yang menguntitku eoh?”

“Begitu ya?” Jiyeon mengangguk paham. “Jika ada apa-apa telepon saja aku, kau mengerti kan?”

“Ya, aku tahu” ucap Suzy seraya mengangguk. Semoga semua ini tidak benar.

@@@

Sunggyu berjalan di melewati Myungsoo sambil bersiul-siul. Lalu berjalan mundur dan berhenti tepat di depan Myungsoo.

“Ada apa hyung? Ada yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Myungsoo melihat keanehan Sunggyu. Jika tidak salah, hyung nya ini seperti ingin membicarakan sesuatu dengannya ketika dilihat dari gelagatnya.

Sunggyu menimbang-nimbang pertanyaan yang sudah berada di pikirannya. “Kau mulai berkencan?”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja tidak. Memangnya wanita mana yang ingin berkencan denganku?”

Sunggyu menghendikkan bahunya. Tidak tahu menahu. “Siapa wanita kemarin malam?”

“Wanita yang mana?” tanya Myungsoo mengernyit.

“Yang makan denganmu semalam. Ya! Kau jangan pura-pura tidak mengerti.”

“Tunggu, bagaimana kau bisa tahu. Kau mengikutiku kan?” tanya Myungsoo penuh selidik.

“Untuk apa aku mengikutimu. Seperti tidak ada kerjaan saja. Kemarin aku tidak sengaja melihatmu,” Sunggyu beralasan. Mana mungkin dia akan mengatakan jika dirinya dan yang lain menguntit Myungsoo. Itu memalukan.

Myungsoo mengangguk-angguk. Memainkan jari-jarinya di dagu.

“Dia tetanggaku. Yang kebetulan memang sudah janji untuk mentraktirku.”

“Tapi aku bisa merasakan ada sesuatu di antara kalian berdua. Dugaanku benar kan?” ucap Sunggyu sambil menatap Myungsoo.

Myungsoo mengalihkan pandangannya ke arah lain. “Tidak, aku belum bisa memastikannya.”

“Jadi kau memang memiliki perasaan untuk wanita itu?” tanya Sunggyu penuh minat.

“Entahlah, hyung.”

@@@

“Suzy-ah, tidak apa kan aku pulang dulu?” Jiyeon mulai mengemasi barang-barangnya.

“Iya, kan aku hanya perlu mengunci pintunya saja. Sudah sana, kasihan Seung Ho menunggumu lama,”

“Kau memang sepupuku yang terbaik” ucap Jiyeon mengecup singkat pipi Suzy sebelum berlari keluar.

“Aish, Park Jiyeon”

Suzy melirik arlojinya. Jam menunjukkan pukul 7 kurang lima menit. Lalu mulai menutup pintu dan menguncinya. Kemudian memasukkan kuncinya ke dalam tas selempang putihnya. Mengambil ponsel dan mulai mengutak-atiknya selagi menunggu bus. Hanya ada dirinya yang berada di halte itu. Lagi, lagi dia merasakan kehadiran seseorang yang memperhatikannya. Dia hanya menggeleng, membuang jauh-jauh pikiran buruknya.

Tak berselang lama, bus berhenti di depannya. Suzy tentu saja bergegas masuk. Suasana bus malam memang jauh berbeda dengan saat pagi hari dimana jam-jam sibuk dimulai.

Kurang dari lima belas menit dia sudah sampai. Lantas turun. Memandang sekitar yang benar-benar sepi. Suzy berjalan cepat melewati beberapa rumah sebelum berbelok ke kanan di perempatan ke arah rumahnya. Dia ingin saja berlari. Tapi jika dia berlari dan ternyata memang ada yang mengikutinya dan yang terparah lari orang itu lebih cepat darinya, dia tentu akan mati ketakutan di depan orang itu.

Suzy bisa melihat seseorang yang tidak asing berjalan tak jauh di depannya. Ingin rasanya dia berteriak. Tapi dia sungguh tak bisa melakukannya. Kakinya sudah terasa lemas. Namun Suzy berusaha melangkahkan kakinya ketika mengenali sosok orang yang berada di depannya.

“Myungsoo Oppa” panggilnya. Dia harap Myungsoo bisa mendengar suaranya, bersamaan itu pula tangan seseorang menyentuh bahunya. Suzy menutup matanya dan berteriak.

Langkah Myungsoo terhenti ketika mendengar seseorang memanggilnya. Suaranya terdengar seperti seseorang yang dia kenali. Bae Suzy. Saat itu juga dia juga mendengar teriakan. Myungsoo membalikkan tubuhnya dan segera berlari ke arah wanita itu yang kini mulutnya di bekap dan di seret paksa oleh orang yang berpakaian serba hitam dan mengenakan masker.

“Suzy-ah” teriak Myungsoo sekali lagi sambil membebaskan Suzy dari tangan lelaki yang tidak dia kenali.

“Ya! Lepaskan Bae Suzy!” ucapnya mendorong keras tubuh lelaki itu. Dia akhirnya berhasil dan lelaki itu jatuh tersungkur.

Kemarahan Myungsoo memuncak. Jika saja Suzy tak mencegahnya, saat ini juga dia menghabisi lelaki bermasker ini. Melihat Suzy gemetaran, Myungsoo dengan cepat mendekap tubuh wanita ini. Sambil terus menatap tajam lelaki itu.

“Jangan berani-berani menyentuh Bae Suzy, berengsek!”

“Memangnya kau siapa Bae Suzy! Aku tahu dia sudah tidak memiliki kekasih!” ucap lelaki itu tak mau kalah.

“Dia wanitaku, berengsek!” Myungsoo menggeretakkan rahangnya. Mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Apa kau bisa membuktikannya!” tantang lelaki itu.

Tangan Myungsoo bergerak ke dagu Suzy. Membuat wanita itu mendongakkan kepalanya. Kemudian tanpa aba-aba langsung mengecup bibir wanita itu. Mulai menggerakkan bibirnya perlahan dan terkesan menuntut. Suzy menutup matanya. Tangannya menggenggam erat baju Myungsoo.

 

TBC

 

Annyeong readers setiaku. Maaf baru bisa ngepost lagi. Terlalu sibuk urusan kuliah jadi baru sempat buat lanjutin. Semoga kalian masih suka dengan ff ini. Jangan lupa tinggalin komentar kalian. ^_^

Advertisements

16 thoughts on “Stand by Me part 9

  1. Aaah… TBC bikin geregetan…siapa laki2 yg menyekap suzy?apa yg akan terjadi setelah pengakuan & kisseu dr myungsoo ?ditunggu next partnya.. hwaiting

    Like

  2. wahh myung punya keberanian dari mana buat mencium suzy,apa setelah ini dia bakal mengakuinya klu dia suka sama suzy author

    Like

  3. Siapa penculik itu? Dan mengapa ia berusaha menculik suzy? Jangan” ini semua rencananya sunggyu dkk dalam rangka untuk membantu myung mendapatkan suzy atau si penculik itu adalah orang yg juga menyukai suzy?

    Like

  4. Myungsoo jjang! 🙂
    Senangnya saat Myungsoo bilang Suzy adalah wanitanya, dia mengakui Suzy sebagai kekasihnya, aigoo…
    Tapi sebenarnya siapa laki2 yg menguntit Suzy itu?
    Langsung ke part selanjutnya, penasaran… gomawo author 🙂

    Like

  5. Penguntit suzy siapaa ? Sereem bgt daaah..
    Untung ada myungsoo..
    Semoga kekakuan mereka segera mencaiir setelah ciuman ini hahahaha

    Like

  6. Ya ampun itu yang pakek baju hitam siapa apa kang joon apa orng suruhan soojung? Huuh.. jangan sampe suzy marah sama myungsoo gara2 ciuman itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s