Gallery

Stand by Me part 11 (End)

 Author            : Numi

Main Cast        : Kim Myungsoo, Bae Suzy    

Rating             : PG-15

Type                : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author.  Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan  agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Sorry for typo

Happy Reading ^^

Nafas Suzy tercekat ketika melihat yeoja itu mengangkat tangan kanannya dan menaruhnya dikepala belakang Myungsoo. Menariknya dan yang terjadi selanjutnya, mereka …”

@@@

“Andweeeee!!!!”

Semua yang berada di ruang itu terkejut bukan main ketika mendengar teriakan seorang wanita yang sangat keras. Ada yang sampai menumpahkan minumnya hingga salah satu pasangan gagal karena pepero mereka jatuh.

“Jiyeon-ah, ada apa eoh?” tanya Suzy sesaat setelah sepupunya itu entah mengapa berteriak. Padahal dirinya sedang menutup kedua mata karena tidak sanggup melihat Myungsoo dengan wanita itu. Tapi kini dia kembali menatap ke arah depan, semua pasangan di sana menghentikan aktivitas mereka atas himbauan si pembawa acara. Termasuk Myungsoo, dia dan wanita itu juga telah menjaga jarak. Ada raut kelegaan yang terpancar dari wajahnya.

Mereka semua pasti bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan wanita bernama Park Jiyeon ini. Jawabannya adalah dia tidak tega melihat Suzy yang terlihat hampir menangis karena melihat Myungsoo mengikuti perlombaan itu. Dia tidak tau lagi apa yang harus dilakukannya untuk mencegah gerakan tangan wanita kurang ajar itu pada Myungsoo. Cara terbaik yang bisa dia lakukan adalah berteriak sekencang-kencangnya. Dan ternyata itu berhasil. Meskipun dirinya kini menjadi pusat perhatian tapi itu tak masalah baginya.

“Jiyeon-ah, kau baik-baik saja?” ucap Seung Ho cemas. Dia berada di dekat pembawa acara ketika kekasihnya ini berteriak. Membuatnya jantungan saja, takut sesuatu terjadi pada kekasihnya.

Park Jiyeon memandang bergantian Suzy dan Seung Ho. “Maaf aku tadi sedang memikirkan sesuatu dan tidak sadar berteriak sekeras ini” ujarnya sambil memasang wajah memelas.

“Sebaiknya kau kuantar pulang, kelihatannya kau sedang tidak baik-baik saja” ucap Seung Ho.

“Kajja Suzy-ah.”

“Aku di sini saja Jiyeon-ah, pulanglah lebih dulu.”

Jiyeon sedikit membelalakan matanya. Mwo? Apa Suzy tidak waras? Kenapa tidak mengiyakan ajakanku dan segera pergi dari tempat ini, dasar wanita bodoh.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan Bae Suzy, aku permisi dulu mengantar Jiyeon” pamit Seungho sambil merangkul Jiyeon. Lalu Seungho berbincang sebentar dengan salah satu karyawannya.

@@@

Myungsoo telah tiba ditempat dimana dia dan Soojung biasa bertemu ketika mereka masih menjalin hubungan. Kafe dimana dia dan Soojung menghabiskan waktu dengan canda tawa terkadang juga dengan pertengkaran kecil. Oh rasanya itu telah lama sekali. Tapi dia mengerutkan kening. Dilihatnya seorang wanita yang pastinya itu Jung Soojung sedang berjongkok di depan pintu.

Melihat dirinya telah berada di sana kemudian Soojung bangkit dan berjalan mendekatinya. “Oppa, hari ini kafe ini tutup. Tapi ada hal penting yang ingin sekali kubicarakan denganmu hari ini” ucap Soojung. Dari raut wajah wanita yang telah lama dia kenal, Myungsoo tau betul jika wanita ini sungguh-sungguh dengan ucapannya kemudian Myungsoo hanya membalas dengan anggukan.

Kini mereka berdua memutuskan untuk berbicara sambil berjalan. Namun diantara keduanya tidak ada yang memulai mengeluarkan suara.

“Op..pa, mmm, mianhaeyo dengan sikapku saat itu padamu. Sungguh aku merasa sangat bersalah setelah itu. Ada yang aku sembunyikan selama ini padamu. Aku menderita gamophobia (rasa takut untuk menikah). Itu semua terjadi karena perceraian orang tuaku. Aku sungguh minta maaf Oppa” terang Soojung.

Kim Myungsoo hanya diam. Memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket. Ini sungguh membuatnya gila. Wanita ini baru saja menjelaskan alasannya mencampakkannya saat itu. Namun Myungsoo sungguh tak tau apa yang harus dia perbuat. Menurutnya diam adalah sikap terbaik untuk sekarang.

Soojung menariknya untuk masuk ke sebuah restauran yang ternyata di dalamnya cukup sesak. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di dekat pintu berteriak “Tunggu, ada sepasang lagi di sini!”

Dia sungguh tidak tau apa yang terjadi di tempat ini. Seorang pelayan meminta dirinya dan Soojung untuk menuju panggung di dalam sana.

“Myungsoo-ah, bagaimana kau bisa ke sini eoh?”

Suara Sunggyu hyung kembali membuatnya terbelalak. Dia mengamati ternyata bukan hanya Kim Sunggyu di sana. Semua teman-temannya ternyata di tempat ini.

Belum sempat membalas, pelayan tadi kemudian segera menariknya untuk ke panggung. Myungsoo masih berkutat dengan pikirannya hingga menurut saja dengan apa yang di katakan pelayan itu padanya.

Perlombaan pepero pun dimulai. Namun ada yang terasa aneh ketika tangan Soojung mulai memegang tengkuknya. Ini sungguh tidak benar dan diluar kendalinya. Ingin saja dia mendorong wanita ini. Tetapi masalahnya jika dia melakukan itu di tempat ini, bukankah itu sangat kurang ajar?

“Andweeeee!!!!”

Hampir saja Myungsoo terkena serangan jantung karena mendengar teriakan seorang wanita begitu mendadak. Pandangannya langsung teralihkan untuk mencari tau siapa wanita yang berteriak di sana. Astaga! Sejak kapan Bae Suzy di sini ? Sepertinya dia tadi tidak melihatnya? Ataukah wanita itu baru saja datang? Tapi posisinya sekarang dengan Soojung? Sial. Dia kemudian melepaskan pepero dari mulutnya dan melangkah mundur untuk memberi jarak.

Karena insiden yang tak terduga itu perlombaan dihentikan sementara. Ini waktu yang pas untuk Myungsoo pergi dari tempat ini.

“Soojung-ah, apa yang kau lakukan barusan? Aku sungguh tak mengerti apa yang terjadi denganmu. Ah, aku sudah memaafkanmu. Jadi urusan diantara kita sudah selesai” ucap Myungsoo lirih namun terdengar tegas.

Myungsoo melihat Suzy masih berdiri di sana. Dia lalu turun dari panggung tanpa menggubris teriakan Soojung dan panggilan si MC. Berjalan ke arah Suzy. Berhenti di samping wanita itu.

Suzy melirik Myungsoo lalu menunduk. Dia merutuki kebodohannya yang telah menolak ajakan Jiyeon. Sangat bodoh memang, tapi dia masih ingin melihat Myungsoo. Dia bahkan sudah membuat perjanjian dengan dirinya sendiri, jika Myungsoo dan wanita itu berciuman dia akan menghentikan perasaannya pada lelaki itu. Sungguh dirinya sangat senang karena tanpa berharap banyak untuk bisa menghentikan mereka, Jiyeon berteriak dan menghentikan kegiatan beberapa orang di sana. Yahuuuuuu…

“Suzy-ah, aku akan pulang. Kau tetap di sini atau ikut denganku” ucap Myungsoo lalu melanjutkan langkahnya.

Tentu saja Bae Suzy tersenyum girang dan berjalan mengikuti Myungsoo.

“Ya, apa yang sedang terjadi di sini?” tanya Seungyol.

“Aku tidak tau hyung. Tapi kejadian ini mirip sekali dengan cerita-cerita fiksi. Seorang mantan kekasih yang dicampakkan karena si lelaki sudah menyukai wanita lain” ujar Dongwoo sambil tertawa.

“Dongwoo-ya, jangan berkata seperti itu. Bisa jadi kejadian ini juga akan menimpa dirimu” nasehat Woohyun.

@@@

Suzy memainkan kedua tangannya sambil berjalan di belakang Myungsoo. Senyum bahagia tidak bisa dia sembunyikan. Semburat merah di pipinya muncul. Beruntung Myungsoo berjalan di depannya sehingga dia tidak tau apa yang terjadi dengannya.

Sial. Myungsoo berhenti dan membalikkan tubuhnya tanpa permisi kemudian memandang Suzy. Dan itu membuat Suzy tidak bisa melakukan apapun selain menunduk untuk menutupi wajahnya.

“Bae Suzy, sepertinya aku benar-benar menyukaimu” ucap Myungsoo yang didengar Suzy seperti suara halilintar yang membuat jantungnya berdegup kencang. Dirinya tidak berani untuk mengangkat kepalanya memandang lelaki di depannya ini.

“Aku dan wanita yang tadi sungguh sudah tak mempunyai hubungan apapun” Myungsoo menarik nafas dan menghembuskan pelan sebelum melanjutkan ucapannya. “Suzy-ah, apa kau juga menyukaiku?”

Suzy hanya diam dan itu membuat Myungsoo kesal. Padahal dirinya sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada wanita ini dan ternyata yang terjadi malah seperti ini.

“Jika kau tak menyukaiku ya sudah, aku pulang dulu saja” Myungsoo lalu berbalik dan dengan cepat berjalan menuju halte.

“Oppa” teriak Suzy pada akhirnya. “Mmm, sepertinya aku juga mulai menyukaimu” ucap Suzy sambil berlari menghampiri Myungsoo.

Myungsoo menghentikan langkahnya. “Benarkah?” tanyanya tersenyum senang.

Suzy mengangguk yakin kemudian membalas senyuman lelaki ini.

Kim Myungsoo menarik tangan kanan Suzy lalu menggenggamnya erat. Di awal musim semi hubungan mereka berdua dimulai.

@@@

“Bae Suzy” teriak Jiyeon sambil berkacak pinggang. “Kau itu bodoh sekali eoh. Kenapa kemarin menolak ajakanku. Apa yang terjadi setelah aku pergi? Apa kau menangis melihat mereka berciuman? Padahal aku kemarin berusaha membantumu untuk keluar dari tempat itu” ujar Jiyeon panjang lebar tanpa jeda.

Suzy menghembuskan nafas sambil mengangguk-angguk. “Tapi karena aku tidak meninggalkan tempat itu, aku mendapat keberuntungan yang tak terduga Park Jiyeon.”

Jiyeon mengerutkan kening sambil mengerucutkan bibir memandang Suzy ingin tau. “Mwo?”

“Dia mengungkapkan perasaannya padaku” ucap Suzy dengan semangat.

“Mwo! Kyaa! Sungguh? “ Jiyeon menarik Suzy dan kini keduanya menari-nari penuh kegembiraan.

“Kim Myungsoo sangat keren. Aku akan memberikan hadiah padanya” ucap Jiyeon di sela-sela menari mereka.

“Apa hanya dia yang mendapat hadiah eoh? Aku juga ingin.”

“Ini hadiah untukmu Bae Suzy” kata Jiyeon lalu mengecup pipi Suzy.

Ya Tuhan, terima kasih telah membuat sepupuku kembali menemukan orang yang dicintainya.

@@@

Hari ini Myungsoo pulang sedikit terlambat. Dia menghubungi Suzy untuk memberitahukannya jika dirinya tak bisa pulang bersama kekasihnya itu. Tanpa terasa mereka telah menjalin hubungan hampir satu bulan. Walaupun hanya satu yang disayangkan, mereka masih menutupi hubungan mereka kepada orang tua masing-masing. Tak ingin jika hubungan mereka setelah diketahui keluarga akan berakhir yang tidak diharapkan. Suzy dan Myungsoo berkomitmen untuk menjalani hubungan mereka serius mngingat umur mereka yang semakin bertambah.

Suzy memberitahukannya jika dia telah mengatakan pada Jiyeon tetang hubungan mereka. Bagi Myungsoo itu tak masalah karena dia juga telah memberitahu adiknya, Kim Yoon Hye. Ah, mungkin ada yang ingin mengetahui bagaimana kelanjutan hubungan adiknya itu dengan Seo Kang Joon. Kepala Myungsoo terasa mendidih jika mengingat lelaki brengsek itu. Setelah menjalin hubungan beberapa bulan, Seo Kang Joon memutuskan adiknya karena dia dan keluarganya akan pindah ke Thailand. Cih, bukankah itu sungguh memuakkan. Adikknya dibuat menangis semalaman olehnya. Untunglah lelaki itu tidak bertemu dengan Myungsoo, jika saja iya. Dia pasti akan menghajarnya tanpa ampun.

Orang tua Myungsoo sendiri tidak tinggal di Seoul. Mereka tinggal di kampung halaman neneknya di Provinsi Gangwon. Dia dan Yoon Hye memutuskan untuk pindah ke Seoul ketika masuk perguruan tinggi. Tinggal di tempat sewaan yang sama dengan dua kamar, cukup irit sekaligus Myungsoo bisa tetap menjaga adiknya.

Myungsoo berjalan ke ruang ganti setelah selesai dengan pekerjaannya. Lokernya berada ujung. Dia berjalan melewati loker lainnya satu persatu. Melihat satu loker yang sedikit terbuka dan sepertinya jaket hitam mencuat dari sana. Myungsoo mengamati situasi yang sepi, dia lalu dengan hati-hati membuka loker itu. Matanya tak bisa lepas dari benda-benda di dalamnya. Masker hitam, topi hitam serta jaket hitam yang membuatnya teringat dengan kejadian mengenai penguntit yang mengikuti Suzy malam itu.Dia melihat pintu loker yang terdapat tempelan foto dari si empunya. Genggamannya pada pintu loker menguat. Dia tidak jadi mengganti pakaian, bergegas membuka pintu ruang ganti dan berjalan ke arah dapur.

“Ya!” teriakannya membuat Woohyun, Dongwoo, Sunggyu, Sungyeol, Hoya dan Sungjong yang sedang makan bersamaan menoleh padanya.

“Hyung, apa yang kau lakukan eoh!” ucapnya sambil menarik kerah Hoya.

“Mw..mwo? Apa maksudmu?” tanya Hoya sedikit tergagap. Lelaki yang sedang murka di depannya sungguh menakutkan.

“Kau penguntit Bae Suzy kan? Kenapa kau melakukannya?” ucap Myungsoo meminta penjelasan setelah melepaskan tangannya dari kerah baju Hoya.

“I..itu”

“Myungsoo-ah, itu bukan salahnya. Itu semua salah kami” ujar Sungyeol.

“Jujur saja, kami pernah mengikutimu dan Suzy ketika kalian berdua makan bersama. Kami melihat kalian berdua sedang bertengkar. Sebuah ide terlintas dipikiranku. Aku mengatakannya pada mereka tapi diantara kami semua tidak ada yang ingin melakukannya. Lalu kami memutuskan untuk suit. Tanpa terduga yang kalah ternyata Hoya, jadi dia melakukannya. Ketika dia menguntit Suzy sebenarnya kami juga berada di sana. Ah, saat kau berciuman dengan Suzy kami juga melihatnya. Mianhae” jelas Sunggyu. Mereka berenam menunduk bersalah.

Myungsoo menghembuskan nafas kesal. “Kukira lelaki itu benar-benar penguntit. Syukurlah aku tidak memukulmu lebih keras hyung.”

Hoya berdecak. “Kau tidak tau bagaimana rasanya pukulanmu itu Myungsoo-ah, rasanya saat itu daguku ingin lepas saja.”

“Maaf hyung. Jangan sekali-kali kalian melakukan hal konyol ini lagi.”

“Arraseo, tapi berkat kami kau bisa mencium wanita itu kan” ledek Dongwoo.

“Sekarang permasalahan telah selesai, jadi waktunya kita makan. Kau juga harus ikut makan juga Myung” kata Woohyun sambil memberi semangkuk nasi, sendok dan sumpit pada Myungsoo.

“Ngomong-ngomong bagaimana kelanjutan hubungan kalian hyung?” tanya Sungjong.

“Kami telah menjalin hubungan beberapa minggu yang lalu.”

“Apa kau sudah memikirkan untuk menikahinya?” tanya Hoya setelah menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.

Myungsoo mengendikkan bahunya. “Aku akan memikirkannya nanti.”

@@@

Suzy bangun lebih awal dari biasanya. Myungsoo semalam menghubunginya mengajaknya untuk berolahraga bersama. Suzy melihat Myungsoo berdiri di depan pagar melambai ke arahnya.  

“Oppa” ucap Suzy sambil memeluk manja Myungsoo. Myungsoo hanya tersenyum dan membalas pelukan wanitanya.

“Sampai kapan kita akan berpelukan seperti ini Bae Suzy, kajja” Myungsoo melepas tangan Suzy yang melingkar di pinggangnya.

Suzy mengerucutnya bibirnya. Cup. Myungsoo mencium sekilas bibir Suzy yang terlihat begitu lucu.

“Oppa, bagaimana jika ada yang melihatnya eoh?” Suzy memukul pelan bahu Myungsoo kemudian berlari mendahuluinya.

“Bae Suzy tunggu”

Mereka berdua tidak menyadari jika dua pasang mata mengamati keduanya yang begitu terlihat dari sana.

“Yeobo, aku tidak salah lihatkan” Il Hwa memandang suaminya yang berada di sampingnya.

Dong Il menggeleng. “Mungkin tidak karena aku juga melihantnya. Haruskah kita berteriak bahagia sekarang?”

Il Hwa menggangguk kemudian berteriak sambil memeluk suaminya. “Bae Suzy sudah menemukan sosok lelaki yang sudah tepat yeobo.”

“Bukankah sebaiknya kita mencari tau kepastian hubungan mereka?” Il Hwa menarikk tangan suaminya, membuka pintu dan pergi ke tempat yang dia yakini orang itu bisa memberi tau kebenarannya.

@@@

“Suzy-ah, kau tidak ingin mampir dulu ke rumahku? Aku ingin mengobrol berdua denganmu.”

Suzy mengerutkan keningnya. Tak biasanya Myungsoo bersikap seperti ini. Aneh.

“Baiklah, tapi di dalamkan juga ada Yoon Hye eonni. Bagaimana bisa kau mengatakan hanya kita berdua.”

“Ah, Yoon Hye sedang tidak ada di rumah. Dia menginap di rumah temannya.”

“Baiklah.”

Dengan terburu-buru Myungsoo menarik tangan Suzy. Mendorong tubuh Suzy ke pintu. Dia menatap Suzy dengan intens. Sepertinya Suzy tau apa yang akan dilakukan Myungsoo padanya karena dia sudah menutup matanya. Tanpa menunggu lama Myungsoo langsung mendaratkan ciumannya pada Suzy. Suzy membalas ciuman Myungsoo sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Myungsoo. Takut jika ada yang melihat, Myungsoo membuka pintu dengan tangannya yang bebas sambil tetap mencium Suzy lalu menutup kembali pintu dan menguncinya dari dalam.

Suara deheman berat membuat mereka membuka mata dan melepaskan ciuman.

Suzy bisa melihat kedua orang tuanya dan Yoon Hye menatap mereka.

“A..appa.”

@@@

Il Hwa menarik tangan suaminya menuju rumah depan. Dia berpikir tentu saja informasi yang ingin diketahuinya bisa diperoleh dari siapa lagi jika bukan saudara Myungsoo.

“Yeobo apa yang kita lakukan sepagi ini di sini?” tanya Dong Il.

“Diam saja, kau akan mengetahuinya nanti”

“Yoon Hye-ah, Kim Yoon Hye” teriak Il Hwa sambil mengetuk pintu cukup keras.

“Mungkin Yoon Hye belum bangun, nanti saja kita ke sini lagi yeobo” Dong Il menginngatkan istrinya.

Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.

“Bibi, Paman” Yoon Hye berpapasan dengan tetangganya itu ketika berjalan menuju rumahnya. Dia melihat mereka baru keluar dari rumahnya.

Il Hwa dan Dong Il menoleh dan tersenyum lebar. “Yoon Hye-ah”

Yoon Hye mempersilahkan mereka untuk duduk.

“Ada apa bi?”

“Kami ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa kau tau hubungan Myungsoo dan Suzy.”

Yoon Hye mengatakan semuanya pada mereka. Meskipun Myungsoo mengatakan padanya untuk tidak memberitahu siapapun, untuk kali ini dia tidak bisa menyembunyikannya.

Il Hwa dan suaminya mendengar sambil sesekali memandang satu sama lain dengan senyuman. Mereka kemudian melanjutkan dengan percakapan ringan. Sekitar satu setengah jam mereka habiskan untuk mengobrol, lalu Bae Dong Il memutuskan untuk pamit.

Tapi mereka bertiga dikejutkan dengan adegan didepan pintu. Sepasang kekasih yang sedang berciuman. Anak perempuan mereka dan kakak laki-laki dari Yoon Hye.

Ciuman mereka cukup panas. Dong Il yang tak tahan melihatnya kemudian berdehem.

“A..appa”

“Sepertinya kalian cukup menikmatinya hingga tak menyadari keberadaan kami.”

Sepasang kekasih itu menunduk malu.

“Tuan Bae, ijinkan aku menikahi putrimu.”

@@@

2 bulan kemudian

Beberapa orang terlihat sibuk, berlalu lalang untuk mengambil barang-barang yang dibutuhkan untuk acara hari ini.

Di tempat itu beberapa kursi berwarna putih telah terjajar rapi. Di depannya terdapat meja besar di tengah dan dua meja kecil di sisi kanan kiri dengan warna senada. Beberapa menit kemudian kursi telah terisi penuh oleh kedua keluarga sang mempelai baik dari pihak laki-laki atau perempuan. Orang tua dari masing-masing dengan pakaian hanbok duduk di depan.

Sunggyu sebagai MC telah berdiri di meja sisi kiri sedangkan sisi kanan akan digunakan untuk sambutan dari perwakilan keluarga. Woohyun, Dongwoo, Sungyeol,Hoya serta Sungjong menjadi panitia penyelenggaranya. Jiyeon sedang bersama Suzy karena dia bertugas sebagai pengiring mempelai wanita dan Seung Ho tentu saja duduk di tempat keluarga mempelai wanita.

Myungsoo sebagai mempelai pria memasuki altar pernikahan. Pernikahannya di gelar di Gangwon atas saran dari orang tuanya. Dia tidak menolaknya karena dia memang menginginkan pernikahannya dilaksanakan dengan sederhana dan Gangwon memang tempat yang sesuai. Dirinya beberapa kali menarik nafas karena gugup. Memandang orang-orang yang sedang duduk di depannya sambil tersenyum. Woohyun berjalan ke calon ayah mertuanya, sepertinya memanggilnya untuk menjadi pendamping Suzy. Ya Tuhan, semoga semuanya berjalan lancar.

Lagu iring-iringan mulai terdengar. Myungsoo bisa melihat pengantin wanitanya berjalan mengenakan hanbok putih dan hiasan bunga di kepala. Astaga, dia sangat cantik. Jiyeon berjalan di depan Suzy sambil menaburkan bunga mawar putih. Tuan Bae sudah berada di hadapannya lalu menyerahkan tangan Suzy padanya. Dia bisa melihat jika mata Tuan Bae berkaca-kaca.

Janji pernikahan mereka telah diucapkan lalu mereka berdua diminta untuk saling berciuman. Terdengar suara kisseu..kisseu dari beberapa orang di sana.

Myungsoo menatap Suzy mengucapkan “Saranghae” kemudian menciumnya. Terdengar tepuk tangan dan riuhan dari sana.

Setelah acara selesai mereka semua berfoto bersama. “Dalam hitungan ketiga semuanya tersenyum” arahan dari fotografer.

“Satu..dua..ti..”

“Bae Suzy” panggil Myungsoo. Suzy menoleh dan Myungsoo mendaratkan ciuman padanya tepat jepretan kamera.

KIM MYUNGSOO

Dia sosok wanita yang kuat dan tegar. Pertama kali bertemu aku tidak mengenalnya. Dihari yang sama aku kembali bertemu dengannya dan membuatku tidak menyukainya. Terlebih keluarganya yang terus menggangguku. Hari ini semua pemikiran itu telah hilang. Di samping wanita ini, dalam hati aku tak menjanjikannya apapun tapi aku akan berusaha untuk membuatnya merasa bahagia karena telah menikah denganku. Saranghae Bae Suzy.

 

BAE SUZY

Uh, pertama kali melihatnya dia hanyalah seorang pembeli bunga. Aku tak menyangka dihari itu juga aku kembali bertemu dengannya. Mengiranya seorang penguntit yang membuatku sangat malu. Dia adalah orang pertama yang kuberitahu mengenai masalah pembatalan pernikahanku saat itu. Beberapa kali dia juga selalu menolongku dikejadian tak terduga. Semenjak dia meminta ijin ayah untuk menikahiku, kuputuskan aku akan mencintai pria disampingku ini. Saranghae Kim Myungsoo.

 

END

Annyeong, lama menunggu kelanjutan part ini ya. Mianhae. Btw, ini part terakhir. Aku udah gak punya ide lagi kalo mau ngelanjutinnya. Happy ending. Semoga kalian puas. Oh ya, aku juga baru buat akun Wattpad @numi_hanfubita . Mungkin aku akan lebih cepet update di Wattpad daripada di WP. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

11 thoughts on “Stand by Me part 11 (End)

  1. Happy ending,,,,,,,leganya aku karena akhirnya mereka menikah. Lalu bagaiman dengan soojung? Seharusnya author ceritakan sedikit tentang bagaiman ia sangat menyesal atas perlakukannya dulu pada myungsoo.
    Malunya jadi myungzy saat ketahuan sedang berciuman panas didepan pintu oleh eomma-appany suzy dan adiknya myungpa kekkeke
    Next ffnya ditunggu author fighting

    Like

    • Udah author jelasin kok yg tentang Soojung. Tolong baca lagi deh 😊. Walaupun gak terlalu detail tapi Soojung merasa bersalah waktu ninggalin Myungsoo. Masih inget yg lomba pepero? Myungsoo kan bilang kalo urusannya dengan Soojung udah selesai, jadi setelah itu mereka gak ketemu lagi.

      -Author Numi-

      Like

  2. Wahhh ternyata sudah sampi part akhr yaa.. aq telat bgt liat notifnya..but akhrnya happy ending.. komawo ditunggu next ffnya yaa..hwaiting

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s