Gallery

Roommate Part 1

photogrid_1482800970083

Author : Numi

Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Rating : PG-15

Type : Chapter

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik dari masing-masing author.  Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta , atau produser dari media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Myungsoo, Bae Suzy, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan  agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

DON’T BE SILENT READER

Sorry for typo

Happy Reading ^^

@@@

Part 1

Nafas Suzy tercekat ketika Wanita paruh baya itu terus melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga satu persatu. Tujuannya ke arah salah satu kamar yang tentu saja berada di lantai 2. Tanpa permisi membuka pintu tanpa menutupnya kembali dan menyibakkan tirai jendela kamar yang sebenarnya tanpa di buka pun, cahaya matahari sudah bisa masuk karena memang warna tirai itu berwarna putih dan menerawang. 

“Sayang bangunlah, apa kau akan terus tidur dan tidak berangkat bekerja?” ucapnya sambil menepuk pelan pipi orang yang masih terlelap dalam mimpinya.

Ra Mi Ran, wanita paruh baya itu menghembuskan nafas kesal. Sepertinya kepulan asap sudah terlihat keluar dari bayangannya. “Banguuuun! Jika tidak, aku akan menelepon ibumu!”

Mendengar ibunya disebut-sebut sontak saja dia membuka matanya. Menyingkirkan selimut yang membungkus tubuhnya, segera beranjak  dari kasur, menyambar handuk yang berada di balik pintu yang terbuka, lalu segera menuju kamar mandi.

“Kau memang calon menantuku, Kim So Eun,” kekeh Ra Mi Ran. Dia kemudian keluar dari kamar itu. Sekarang giliran si tukang tidur yang harus dia bangunkan. Untunglah kamarnya berhadapan langsung dengan So Eun jadi dengan mudah dia hanya harus berjalan lurus sekitar 4 langkah. Menggedor daun pintu dengan keras, tangan kanannya memegang kenop pintu, memutarnya dan sekarang dia memasuki si empunya kamar itu. Dia berkacak pinggang menatap orang yang tanpa dosa itu masih tertidur pulas dengan selimut yang sudah tergeletak di lantai kayu. Orang itu tak lain putranya, Kim Sang Bum.

Ra Mi Ran menaiki tangga kayu satu persatu, menatap geram putranya yang tidur dengan mulut menganga. Meskipun sudah bisa dipastikan jika putranya ini bukanlah anak kecil tapi kelakuannya tak bisa dikategorikan dewasa. Malang benar nasibnya, yang satu-satunya membanggakan dari putranya ini adalah ketampanannya. Sungguh beruntung dia menuruni genetiknya untuk hal ini. Apa kalian setuju dengan wanita paruh baya yang baru saja membanggakan dirinya sendiri ini?

“Bum-ah kau mendengar suaraku, kan? Banguuun!” ucapnya tepat di samping telinga Kim Bum.

Kim Bum menggeliat, kebiasaan ibunya selalu saja. Membangunkan tanpa berpikir resiko apa yang bisa timbul dari kebiasaannya itu. Bisa-bisa dia tuli dalam waktu dekat.

“Iya eomma, aku akan bangun. Tindakan eomma barusan membuat telingaku sakit. Besok aku tidak usah dibangunkan, aku akan bangun sendiri,” sungut Kim Bum sambil menggosok telinga kanannya.

“Jangan gunakan kamar mandi di lantai 2, gunakan yang di bawah saja. So Eun sedang mandi,” ucap Mi Ran sambil merapikan tempat tidur anaknya. “Minggir! aku akan merapikan tempat tidurmu!” lanjutnya seraya menarik selimut yang di duduki Kim Bum.

Sebenarnya siapa anaknya? Memperlakukanku seenaknya sendiri, menyebalkan. Batinnya.

@@@

“Siapa yang hari ini akan datang, sayang?” tanya Kim Sung Kyun, suami Ra Mi Ran.

“Dia dari Gwangju, kalau tidak salah namanya Bae Suzy. Kemarin sore ibunya meneleponku.”

“Apa dia penghuni baru di rumah kita eomma?” tanya Kim Bum yang kini masih setia mengoleskan selai kacang ke roti miliknya.

Kim So Eun memandang Kim Bum sebal. Lelaki yang berada di sampingnya ini lelet sekali. Dirinya kan sekarang sedang buru-buru. Memang tidak peka.

“Apa dia seumuran dengan si narsis itu eommoni?” sela So Eun sebelum Mi Ran menjawab ucapan Kim Bum. Detik berikutnya tangannya mengambil paksa selai kacang yang berada di depan Kim Bum. Mereka berdua saling menatap sengit.

“Mwo!”

“Mwo!”

Teriakan keduanya.

“Lelaki lelet!”

“Wanita rakus!”

“Hentikan!” teriak Mi Ran diantara keributan kedua orang di depannya. “Apa kalian tidak bisa akur sehari saja eoh? Bisa-bisa wajahku akan keriput semua karena setiap hari marah. Ditambah hari ini si narsis akan kembali. Hidupku tidak akan bisa damai. Wajahku akan semakin menua,” ucapnya lesu.

Sung Kyun menatap dua orang di depannya dan memberi kode kepada keduanya untuk segera meminta maaf.

“Maafkan kami eommoni,” ucap So Eun “kami akan membelikanmu krim penghilang keriput, iya kan Bum?” lanjutnya sambil menyikut lengan Kim Bum.

“E…eoh,” sialan wanita ini, apa dia tidak lihat jika aku sedang minum.

“Jam berapa dia tiba?” tanya Sung Kyun mengalihkan topik pembicaraan.

“Siapa?”

“Si Bae…”

“Bae Suzy, Ahbeoji,”  Kim Bum menambahkan.

“Jam 4 sore nanti.”

Kim Sung Kyun dan Ra Mi Ran memutuskan untuk menyewakan beberapa kamar di rumah mereka. Ketika Kim Bum, Kim So Eun sudah berangkat bekerja ditambah si narsis itu juga pergi, suasana rumah sangat sepi. Di rumah yang sebesar itu hanya dengan dua orang tidaklah membuat nyaman di pemiliknya.

@@@

“Apa ini benar rumahnya?” tanyanya pada dirinya sendiri. Mengalihkan pandangannya kembali pada ponsel yang berada di genggamannya. Menurut maps dia sudah berada di tempat tujuannya. Dia berada di dekat pagar bata berwarna kuning. Di dekatnya ada bata merah yang berbentuk huruf K. Sepertinya memang benar ini rumah tujuannya. Dia kemudian kembali melangkahkan kaki menuju pintu masuk sementara tangan kirinya menarik koper merah muda yang berukuran cukup besar. Menekan tombol interkom yang terpasang di bagian kiri.

“Ini aku Bae Suzy, aku sudah sampai. Tolong bukakan pintunya,” ucapnya dengan nada sedikit memerintah.

“…”

Pintu rumah itu terbuka. Seorang wanita menghampirinya diikuti seorang pria di belakangnya. Mereka seumuran dengan orang tuanya pikirnya.

“Akhirnya kau datang juga, silahkan masuk,” ucap Ra Mi Ran ramah. Sebelumnya dia sedikit mematung melihat wanita muda di hadapannya ini. Dengan pakaian seperti itu siapa pun yang melihatnya pasti tidak mengira jika dia seorang mahasiswi tahun pertama. Tubuh tinggi, langsing, wajah cantik ditambah polesan make up yang terlihat tidak amatiran, warna lipstick merah menyala, rok di atas lutut, kulit putih mulusnya, sungguh terlihat sempurna di mata Ra Mi Ran. Jangan ada yang berpikir jika Ra Mi Ran seorang psiko, dia hanya iri karena dia membandingkan masa mudanya tidaklah sesempurna itu.

“Ahjussi, tolong bawakan koperku ini.” Suzy memanggil Sung Kyun sambil menyerahkan koper miliknya.

Kim Sung Kyun dan Ra Mi Ran saling menatap, keduanya sama-sama melebarkan mata dengan mulut menganga. Tak menyangka jika Suzy akan mengatakan itu.

“Ahjussi,” panggil ulang Suzy setelah tidak mendapat jawaban.

“A…ah, iya.”

“Bae Suzy kamarmu di sebelah sana, kami akan mengantarkanmu.”

Mi Ran berjalan terlebih dulu. Menuju kamar yang berada di lantai 1 tepat di samping kamar utamanya.

Suzy memasuki kamar dengan nuansa putih itu. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ada 4 tempat tidur di sana. Di sisi kanan berjajar 4 tempat belajar, di dekat pintu masuk ada 2 lemari pakaian di sisi kanan dan 2 lemari pakaian di sisi kiri, serta di ujung itu terdapat kamar mandi. Meski tidak sesuai harapannya tapi tidak terlalu buruk juga.

Sung Kyung meletakkan koper di dekat sofa kecil. “Aku akan beristirahat, bisakah kalian meninggalkanku?”

“Baiklah,” sahut Mi Ran. Dia melingkarkan tangannya di lengan suaminya dan mengajaknya keluar.

“Cantik tapi perilakunya mengerikan,” bisik Mi Ran kepada Sung Kyun yang dibalas dengan anggukan.

Suzy merebahkan tubuhnya dengan tangan terlentang, di kasur  yang terdapat selimut merah. Dia sangat lelah, perlajalanan Gwangju ke Seoul tidaklah sebentar. Matanya perlahan terpejam. Sepertinya dia memang benar-benar kelelahan hingga lupa melepas high heelnya.

@@@

Motor Ducati 848 hitam berhenti di garasi rumah itu. Seseorang dengan tas hiking 60 liter di punggungnya, turun dari motornya yang baru saja mesinnya dia matikan. Mengenakan celana cargo hitam, dengan jaket hitam tebal pula melangkahkan kakinya memasuki rumah setelah menekan passcode tentu saja. Helm dia tinggalkan di motor. Rumahnya sudah sepi, mungkin memang semua orang memang sudah tidur. Dia berjalan dalam kegelapan. Tenggorokannya terasa haus, dia memutuskan untuk berjalan ke dapur. Tas yang berada di punggungnya sungguh sangat mengganggu, tapi dirinya urung untuk melepasnya karena sedikit malas untuk mengenakannya lagi nanti.

Dia mendengar suara berisik dari dapur, tunggu, pintu kulkasnya terbuka. Siapa yang tengah malam berada di dapur? Apa So Eun noona? Dia mengira jika itu Kim So Eun karena wanita itu berdiri di depan kulkas sambil membelakanginya.

“Noona,” panggilnya sambil menepuk bahu wanita itu.

Wanita itu menoleh, dia terkejut dengan seseorang di depannya. Dia lalu berteriak dengan sangat kencang. “Aaak!”

“Eomma!” lelaki itu juga ikut berteriak. Melihat wajah putih yang mengerikan di hadapannya ini membuatnya lemas.

Ra Mi Ran yang pertama kali muncul, mencari saklar untuk menyalakan ruangan yang gelap gulita itu.

“Astaga, uri adeul!” teriak Mi Ran menghampiri putranya yang jatuh tersungkur.

“Eomma,” rengeknya.

“Kim Myungsoo, kau baik-baik saja, kan?” tanya Sung Kyun yang entah sejak kapan sudah berjongkok di samping putranya.

Kim Bum, Kim So Eun juga ikut berkumpul di sana. Kim Bum membantu melepas tas hiking yang menimpa adiknya itu, lalu membantunya berdiri.

“Siapa wanita itu?” tunjuknya setelah menyadari jika ternyata So Eun berada di samping ayahnya.

Mereka mengikuti arah pandang Myungsoo. Menatap wanita yang sedang memakai masker wajah itu.

“Bae Suzy?” ujar Sung Kyun.

TBC

Hai-haiii, aku bawa ff baru nih. Semoga kalian suka. Harap tinggalin komentar setelah baca. Oh ya, cuma mau ngingetin kalo aku update ff lebih dulu di Watty daripada di WP soalnya kadang males juga saking banyaknya siders ditambah jumlah komentar yg semakin sedikit. Sekalian mau promosi  ini akun Watty ku @numi_hanfubita

Advertisements

3 thoughts on “Roommate Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s